Green Jobs Untuk Mendapatkan Benefit Dimasa Depan

44

When you desperately need a job….

Why don’t you try: Green Jobs?
Well hello kamu pejuang CV dan interview yang sampai sekarang masih belum dapet kerja. You know what, we wish you tons of luck :)). But hey, here is the thing: buat kamu yang sukanya mungutin sampah di public spaces, kamu yang udah nggak pakai plastik sekali pakai lagi, dan kamu yang selalu campaign buat menjaga lingkungan, kamu tuh sebenarnya udah punya kerjaan tau, guysYep, that’s called Green Jobs.

Apatu?
Sesuai namanya, Green Jobs ini adalah berbagai cara yang bisa kamu lakukan buat benefit the future, both environmentally and economically. Pokoknya semua actions dan kebijakan yang tujuannya untuk pelestarian dan pemulihan lingkungan, namanya Green Jobs. Serunya adalah, kamu nggak perlu ribet-ribet bikin CV dan sibuk latian interview. Kamu bahkan nggak perlu apply ke company manapun because Green Jobs start from you. 
 
Maksudnya?
Ya itu tadi. Kalau kamu jalan di public spaces, kamu suka mungutin sampah yang kamu liat nggak? Atau pas lagi beli kopi nih, kamu udah bawa tumblr sendiri dan minta mbaknya isi kopimu di tumblrmu aja nggak? If the answer is yes, itulah Green Jobs, guys. Bayangin dengan satu sampah yang kamu pungut, dan satu plastic cup yang kamu save, dampaknya pasti bakalan matters banget buat pelestarian lingkungan ygy.
 
I see…. 
Terus, bayangin lagi kalau kamu yang sendirian aja udah berhasil, apalagi kalau rame-rame. Makanya penting banget buat kita gabung ke berbagai organisasi dan komunitas yang punya visi yang sama kayak kita, guys. Komunitas Penjaga Laut, misalkan, yang jagain kawasan perairan kita dari berbagai macam sampah biar ikan-ikan di sana juga tetap happy. Atau, bikin campaign masif di sosial media dampak dari climate crisis. Itu juga termasuk Green Jobs.
 
Terus pemerintah ngapain?
Nah ketika masyarakatnya udah aware dan bertindak, pemerintah juga diharapkan bakal beraksi sama, tentunya dengan scope yang lebih besar. Iya, pemerintah nih, dengan power yang mereka punya, either di level daerah, pusat, atau organisasi internasional sekalipun bisa bikin kebijakan terkait pelestarian lingkungan dan disepakati bersama lewat berbagai pertemuan dan conference. Itukan HUGE banget ygy.

Like…
Misalnya, ada conference paling gede yang di-conduct sama PBB which called Conference of the Parties aka COP yang udah digelar sebanyak 26 kali. Makanya conference ini well known as COP26. Nah dalam COP26 yang digelar di Glasgow, Skotlandia ini, mereka fokus ke gimana caranya orang-orang di seluruh dunia nih kudu bisa beralih dari energi tidak terbarukan yang bisa banget merusak lingkungan ke energi terbarukan, guys. Meaning di situ mereka juga ngomongin soal gimana caranya bisa transisi ke clean energy aka energi bersih yang setara dan accessible buat semua negara. Nah, kamu harus tahu nih guys, COP ke-27 juga bakalan happening sebentar lagi which is bulan November di Sharm el-Sheikh, Mesir. In the meantime, di Bali, Indonesia, juga ada KTT G20.

Oh iya. G20.
Well, sebelum ke puncak acara, berbagai rangkaian acara KTT G20 ini kan udah sukses terselenggara dengan sukses ygy. Adapun rangkaian yang baru banget kelar dan masih fresh banget itu ada Joint Environment and Climate Ministers Meeting, yang diselenggarain di Bali dan jadi bagian dari rangkaian acara G20. Again, sesuai namanya pertemuan ini dihadiri oleh para menteri yang capacity-nya menyangkut environment, climate, and forestry. Adapun yang memimpin pertemuan ini yha tuan rumah,  none other than Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Bu Siti Nurbaya Bakar, dan membahas gimana caranya mengurangi emisi dan mendorong semua negara buat wake up dan mencegah dampak climate crisis ke titik yang lebih parah lagi.
 
Tell me the results..
Tapi sayangnya, belum ada kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan ini, guys. Well, kalau dipikir-pikir, momentum pertemuan ini tuh pas banget sama keadaan dunia sekarang yekan. Di mana lagi banyak heatwave, Karhutla, banjir, es di kutub yang meleleh, gitu-gitu. Tapi rupanya ada yang masih mempermasalahkan diksi yang disepakati dalam pertemuan G20 tahun lalu nih, guys.
 
Who?
Everybody, meet: China. Yes, China dan beberapa negara lain masih nggak terima sama pembahasan di G20 tahun lalu soal nge-limit kenaikan suhu bumi sampai 1,5 derajat Celsius. Nah, karena mereka nggak terima, maka kesepekatan di tahun ini (yang mostly diadaptasi dari kesepakatan di tahun lalu) masih belum bisa dicapai deh. Bersamaan dengan ini, negara-negara lain kayak Brazil, AS, India, Jepang, Australia, dll masih terus menggelar berbagai bilateral meetings dan ngebahas lebih lanjut terkait hal ini. Jadi kayak, “Eh, jadi gimana nih bro/Sis?” Gitu..


Got it. Wrap it up…
Nah balik lagi ke Green Jobs, dari yang kecil kayak ngga buang sampah sembarangan, ngurangin plastik, sampai ke tindakan yang grande kayak pertemuan, conference, hingga kebijakan dan kesepakatan yang disepakati related to kelestarian lingkungan tuh semuanya termasuk dalam Green Jobs, guys. Pokoknya seluas itu si Green Jobs tuh, termasuk kebijakan pemerintah yang baru-baru ini melepasliarkan lumba-lumba hidung botol yang udah dikurung selama bertahun-tahun untuk kepentingan hiburan dan pariwisata. Sebelum dilepas ke laut, mereka direhab dulu di sebuah penangkaran yang lingkungannya lebih alami, supaya bisa beradaptasi. Baru deh minggu lalu mereka dilepas di perairan laut bebas.
 
Kalo kamu masih penasaran sama Green Jobs, coba kamu kepoin di sini nih for further info deh. Ada berbagai macam program kayak #Jobs4Nature dan #KamisAktif lo  guys.
Go check them out! Good luck fighters, you got this! 
Yuk, mulai Green Jobs dari sekarang.