Drama Politik Jelang Pemilu 2024

23

Ketika drama belum selesai…

Here, we have a political drama. 
Yoi. Nggak ada abis-abisnya drama perpolitikan Tanah Air ini ygy. apalagi menjelang Pemilu 2024.  Mulai dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo yang nggak diundang ke acaranya PDI-Perjuangan di Jawa Tengah, sampai drama sindir-sindiran PDI-Perjuangan VS Partai Demokrat yang sekarang lagi memanas.
 
Wohooo spill the tea!
Sure. Kita mulai dari ceritanya Pak Ganjar yah. Jadi di hari Senin kemarin itu, Ketua DPR RI Mbak Puan Maharani kan mengundang seluruh kepala daerah asal fraksi PDI-Perjuangan buat persiapan Pemilu 2024 di Semarang, Jawa Tengah. Ada sekitar 20 kepala daerah lah yang diundang, nah tapi dari nama-nama itu, nggak ada nama Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang datang ke acara itu, guysAs we all know Pak Ganjar kan salah satu kadernya PDI-Perjuangan yah, Gubernur Jateng pula. Makanya hal ini jadi pertanyaan, “Hayoo what happened nih?” gitu.
 
Iya, what happened?
Ada banyak spekulasi sih guys. Disampaikan oleh Ketua DPD PDI-Perjuangan Jawa Tengah, Bambang Wuryanto bilangnya sikap Pak Ganjar sekarang tuh kayak ambi banget mau jadi Presiden RI, padahal belum ada instruksi dari Bu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Not to mention Pak Ganjar yang aktif banget di media sosial dan media. Hal ini juga pernah disampaikan Puan Maharani di mana tahun lalu, di salah satu hajatannya PDI-Perjuangan yang nggak ngundang Pak Ganjar dan di situ beliau bilangnya, “Pemimpin yang baik itu yang di lapangan, bukan di medsos.”

Wkwkwkw okay. Yang sekarang juga gitu?
Nah yang sekarang, Pak Bambang Pacul menyampaikan alasan Pak Ganjar nggak diundang di acara kemarin itu karena levelnya emang kepala daerah tingkat kabupaten/kota aja aka orang-orang yang mainnya di tingkat DPC. Secara yang bakal bermain banget buat pemenangan Pemilu 2024 adalah orang-orang di DPC. Jadinya yang diundang yha sebatas mereka. Nggak sampai ke level Gubernur.

I see. 
Terus ada drama apa lagi?
Ada drama antar partai, guys. Yep, we’re talking about drama PDI-Perjuangan VS Partai Demokrat yang sekarang lagi panas. Dramanya dimulai ketika minggu lalu, di Rapat Nasional Partai Demokrat (yang sekarang jadi oposisi). Di situ Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bilang, “Saya mendengar, mengetahui, ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil. Cuma dia capres-cawapres aja yang dikehendaki sama mereka.” Nah, pernyataan ini somehow bikin PDI-Perjuangan ke-trigger, guys. Pernyataan Pepo itu kemudian langsung dibalas sama Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
 
Dibalas gimana tuh?
Dalam keterangannya, Pak Hasto bilangnya Pemilu 2009 yang digelar waktu jaman pemerintahan Pak SBY adalah pemilu tercurang yang pernah ada dalam sejarah demokrasi negeri ini, dan hal itu harusnya jadi tanggung jawab Pak SBY, katanya gitu. Kayak ada manipulasi daftar pemilih tetap, anggota KPU yang abis Pemilu langsung jadi kader Demokrat, sampai berbagai tim yang dibentuk secara sembunyi. Sampai harga BBM naik juga dibahas, gengs.

Terus terus?
Terus dibalas lagi dong sama Partai Demokrat. Koordinator Jubir DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra bilangnya itu partai sebelah emang nggak pernah ikhlas jagoannya kalah di 2004 sama 2009, Soal harga BBM yang naik, juga dibahas sama Demokrat. Mereka meng-highlight foto yang rame kesebar di mana orang-orang PDI-Perjuangan pada nangis seakan jadi korban dan dizolimi  waktu harga BBM naik di era pemerintahan SBY. Terus sekarang apa kabar tuh harga BBM? Gitu guys kira-kira. Pak Herzaky juga menegaskan nggak pernah ada kecurangan di pemilu era SBY Jadi yha you better watch yourself aja kalau kata Pak Herzaky.

Wkwkwkw lucu banget. Anything else I should know?
Nah, dari drama PDIP-Demokrat ini, ada satu partai yang juga ikut-ikutan, guys. Everybody, meetPartai Kebangkitan Bangsa aka PKB. Menurut PKB, statement Pepo soal indikasi kecurangan di Pemilu 2024 tuh adalah hal yang serius dan nggak main-main. Tapi kan sekarang PKB sendiri belum ngeliat adanya tanda-tanda kecurangan nih, secara semua partai maunya Pemilu berjalan lancar dan adil kan. Nah makanya PKB minta SBY dan Partai Demokrat spill aja siapa aktor di balik indikasi kecurangan ini. Either itu aktor politik kah, di luar partai kah, atau kelompok apa.. gitu.