3.4 Juta Anak Pakista Butuh Bantuan Mendesak

12

When things are getting worse in Pakistan…

It’s still about the floods…
Karena as you guys know, banjir di Pakistan is getting worse. Yep, sejak beberapa bulan terakhir ini, Pakistan emang lagi bergulat menghadapi banjir terburuk sepanjang sejarahnya yang bikin hampir 1/3 dari wilayah Pakistan terendam air. Kebanyang ga guys, 1/3? Saking parahnya, pemerintah sana udah secara terbuka meminta bantuan internasional dan kini, data terbaru menunjukkan bahwa sekitar 3,4 juta anak Pakistan butuh bantuan mendesak. Hal ini disampaikan langsung oleh UNICEF.

Wait, tell me more about the banjir first.
OK. Jadi banjir bandangnya tuh disebabkan oleh rekor hujan monsoon yang ngga kunjung berhenti. Adapun total dari warga Pakistan yang terdampak mencapai lebih dari 33 juta orang, dan sampe sekarang ada sekitar 1.500 korban tewas dan lebih dari 90 ribu orang yang dirawat karena penyakit menular.

Back to the kids..
Oke, balik lagi masalah anak-anak tadi, perwakilan UNICEF untuk Pakistan Abdullah Fadil menyampaikan minggu lalu bahwa banjir ini merupakan bencana kemanusiaan terburuk dalam satu dekade. Katanya, banyak anak-anak yang menderita kekurangan gizi, diare, malaria, demam berdarah sama penyakit kulit lainnya. Terus, mayoritas anak-anak yang hidup di pengungsian juga harus hidup tanpa air, tanpa makanan dan berbagai fasilitas kesehatan juga udah pada rusak.

🙁
Selain itu, berbagai penyakit juga udah makin nggak karuan menyerang anak-anak di sana. Menurut pemerintah provinsi Sindh sendiri, ada 588 kasus malaria dan 17.977 kasus diare, sampe 20.064 kasus penyakit kulit yang dilaporkan. Terus, sebanyak 2,3 juta pasien juga menjalani perawatan karena berbagai masalah kesehatan setelah banjir kemarin.

Anything else? 
It’s been two months since the flood, banyak warga Pakistan udah mengungsi. Rumah mereka udah tenggelam, jadi they don’t have any choices either. Terus, masih banyak jalan yang terendam air hingga menyulitkan proses evakuasi dan pemberian bantuan untuk korban banjir.