10 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Truk Trailer di Bekasi, China Masih Siaga Dari Covid-19, Kenaikan Harga BBM, Gorbachev Mantan Presiden Uni Soviet Meninggal Dunia

45

Hello

Hello! Welcome to September aka our most favorite month of the year! The weather is nice, it’s fall season somewhere, and Pumpkin Spice Latte is baaack! Yeay! Now, before you start your activities, let’s catch up! with some updates we’ve wrapped up for you. Let’s go!

Here’s a sad story about children….

In Bekasi.
Yep, another sad news about kecelakaan guys :(. Kemarin banget nih, waktu anak-anak SD lagi pada nunggu jemputan pulang sekolah, terjadi kecelakaan yang menewaskan beberapa orang dari mereka. Adapun kecelakaan ini melibatkan sebuah truk yang terjadi di Jl. Sultan Agung KM 28,5 Kelurahan Kota Baru, Bekasi.

Nooo 🙁
 Gimana kronologinya?
Jadi gini, sekitar jam 10 pagi, anak-anak SD Negeri Kota Baru II sama III, Bekasi ini mostly udah bubaran sekolah maupun lagi bercengkrama aja di depan sekolahnya. Terus, kayak hari biasa aja pulang sekolah mereka nunggu jemputan di satu halte deket situ. Begitu juga ada orang tua, maupun warga yang melintas…

Terus terus?
Tapi kemaren itu, ketika anak-anak lagi nunggu jemputan, tiba-tiba ada truk kontainer yang melaju dari arah flyover Kranji yang melewati bahu jalan dan menabrak halte. Nggak sampai di situ, truknya terusss maju dengan kecepatan tinggi di atas 60km/jam sampai nabrakin tiang Telkomsel nggak jauh dari situ dan end up tiangnya pun roboh. Akibatnya, banyak korban berjatuhan, guys. Kasat Lantas Polres Metro Bekasi AKBP Agung Pitoyo menyebut ada sebanyak 30 korban dalam kecelakaan ini. Di mana 10 orang dinyatakan meninggal di tempat dan 20 lainnya luka-luka.

Oh noo
.. Anak-anak itu?
Iya, dari 10 orang yang dinyatakan tewas di tempat itu, tujuh orang di antaranya adalah anak-anak, hiks. Selain anak-anak, para orang tua yang eventually ada di situ buat jemputin anak sekolah juga ikut jadi korban. Para korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk penanangan lebih lanjut. Ada juga korban karena tertimpa tiang roboh, satu mobil pick up yang ketimpa dan penyok, plus dua motor yang kejepit between tiang dan truk. Meanwhile, polisi dari Lantas Polres Metro Bekasi juga melakukan olah TKP, termasuk sopir truknya pun udah diamankan.

Penyebabnya sebenarnya apa?
Nah soal itu, sopirnya kan udah diamankan dan diperiksa sama polisi yah. Tapi sampai sekarang polisi belum memberikan informasi lebih jauh terkait sopir ini, guys. Identitasnya seperti apa, diperiksa di mana, dan penyebab pasti kenapa kejadiannya bisa sampai begini. Well, if you think ini gara-gara rem truknya blong, you’re wrong. Karena berdasarkan hasil penyelidikan polisi, disampaikan langsung oleh Kapolsek Bekasi Kota Kompol Salahuddin, pihaknya udah meriksa itu truk, termasuk ngidupin lagi mesinnya dan emang bisa jalan tanpa ada masalah di rem. So, it’s not about rem blong.

Drunk? Drugs?
Again, sampai sekarang, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap itu supir, guys. Termasuk melakukan tes urin. Nah, dalam keterangannya, Direktur Penegak Hukum Korlants Polri Brigjen Aan Suhanan bilangnya si sopir negatif narkoba, guys. Dan sampai berita ini diturunkan, nggak ada keterangan lebih lanjut apakah dia dalam keadaan mabuk atau nggak. Oya, truknya sendiri udah dibawa pake mobil derek dan diamankan ke Polsek Bekasi Kota.

OK….
Well, balik lagi ke tiang Telkomsel yang ditabrak truk itu. Pengamat transportasi, Azaz Tigor Nainggolan menyampaikan tiang itu emang nggak layak ada di pinggir jalan begitu. Karena letaknya yang persis deket banget sama jalan, dan membahayakan. Sekalinya tumbang, dua ruas jalan langsung collapse dan memakan korban kayak yang terjadi kemarin. Lebih jauh, Pemerintah Kota Bekasi harusnya mengevaluasi penempatan tiang itu, termasuk evaluasi terkait izin considering yang namanya tiang saluran komunikasi harusnya berada di ruang bebas dari risiko lain.

Got it. Anything else I should know?
Adapun dampak dari kejadian ini, Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono memutuskan untuk meliburkan dulu aktivitas belajar mengajar di SD Negeri Kota Baru selama tiga hari, terhitung dari hari ini sambil melihat perkembangan yang ada. Secara kejadian kayak begini, pasti traumatis banget buat anak-anak itu, jadi sambil diliat juga psikologis mereka sebelum akhirnya masuk sekolah lagi. Lebih lanjut, Pak Tri juga udah berkoordinasi sama pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia aka KPAI terkait pemberian konseling buat anak-anak.
Deep condolences untuk seluruh keluarga korban yang terdampak dalam kecelakaan ini. Our heart, our thoughts, and our prayers go out for you :(.

When things stay the same in…

China.
Yep, di saat negara-negara lain perlahan tapi pasti udah move forward dari Covid-19, bahkan udah mau jadiin pandemi ini sebagai endemi, ada satu negara yang masih siaga penuh sama bahaya Covid-19. Yep, it’s where it all started: China.

Still???
Yoi. Kayak yang kita bahas kemarin, di berbagai negara termasuk Indonesia tuh kan udah ada di zona hijau Covid-19 yah. Meaning kasus Covid-19 di negara-negara itu udah terkendali, guys. Beriringan dengan itu, berbagai pelonggaran pun dilakukan menyesuaikan sama keadaan: Kerumunan ada lagi, sekolah dan kantor udah offline, pasar, restoran, mall udah rame, ekonominya mulai bangkit lah gitu-gitu. Nah tapi, China masih siaga. Lockdown masih berlaku di sana. Bahkan, kemarin banget nih, pemerintah resmi menutup Kota Shenzen, yang jadi surga para pemburu elektronik made in China EHEHEH

Kok gitu sih?
For context, semingguan ini kasus baru Covid di China masih mencatat sebanyak 1.561 kasus. Yha kalau dibandingkan sama penduduk China yang more than 1 miliar orang sih, kita mikirnya angka segitu kecil kan. But the thing is, balik lagi ke kebijakan Zero Covid Policy di mana China ambi banget buat jadiin kasus Covid di negaranya jadi nol. Meaning, kalau ada satu aja kasus Covid ditemukan, udah deh satu neighbourhood atau satu kota kena getahnya. Mereka semua harus diisolasi di rumah mereka masing-masing, guys. Ini berlaku buat satu negara seantero China, nggak terkecuali Shenzen.

Tell me the conditions there…
Di Shenzhen, kemarin udah ditemukan adanya 50 kasus baru either dari hasil transmisi lokal dan kasus impor, di mana sebagian di antaranya positif tanpa gejala. Berangkat dari sini, pemerintah setempat langsung upset sendiri kan, “Enough is enough! Nggak boleh ada lagi yang positif!” Shenzhen pun akhirnya lockdown selama empat hari, guys.  Mereka nggak boleh keluar rumah kecuali buat tes PCR, nggak boleh ada restoran yang makan di tempat aka harus take away, tempat hiburan juga harus tutup. Not to mention ribuan toko di Huaqiangbei yang jual berbagai perabotan elektronik mulai dari komputer, handphone, dan microchips yang harus closed pokoknya.

Hua… Hua apa?
Huaqiangbei. Kamu harus tahu nih guys, pasar elektronik yang ada di Huaqiangbei itu adalah pasar elektronik terbesar di dunia, yang of course sangat berperan buat pertumbuhan ekonomi China. Dari periode April-Juni kemarin aja, PDB China cuma bertumbuh 0,4% year on year-nya. Nah dengan kota ‘pasar’ kayak Shenzhen yang juga di-lockdown kemarin, dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi China bakalan makin lemah atau bahkan nggak ada pertumbuhan sama sekali, guys.

Got it. Anything else?
Btw dari tadi kita ngomongin lockdown China dan dampaknya, let’s go back to the cause of it, which is Zero Covid Policy yang diterapkan China. Selain dampak ekonomi, Zero Covid Policy rupanya berperan besar terhadap kehidupan sosial masyarakat di sana, guys. Yep, kamu masih inget nggak sama pembahasan kita waktu itu kalau sekarang, di China tuh minim banget orang yang menikah apalagi berhubungan seksual? Terus, sekarang China juga dihadapkan sama angka pengangguran yang terus meningkat dari angka 15,3% di Januari, menjadi 19,9% per Juli lalu. Ini juga yang jadi PR Presiden Xi Jinping buat recover stronger dan balikin China on track.

Who’s saying “Nay!”

Us, Indonesians. 
Terkait kenaikan Harga BBM.
Yep, udah denger belum guys isu BBM bersubsidi Pertalite dan Solar yang katanya sih… bakal naik harga? Nah, isu ini bisa jadi beneran kejadian. Karena meskipun belum official, makin banyak aja tanda-tanda yang mengarah ke sana, bahkan dari Mr. President himself. Makanya, berbagai aksi penolakan pun mulai ramai terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Tell. Me. Everything. 
Sure. Kamu nyadar ga guys kalau sejak awal bulan Agustus kemarin, Pertamina tuh udah menaikkan harga tiga jenis BBM mereka, yaitu Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Dexlite? Yep, Dexlite dan Pertamina Dex sekarang ada di harga Rp17.800 dan Rp17.900 per liter, sedangkan Pertamina Dex ada di harga Rp18.900 per liternya. Dari sini, muncul lah spekulasi kayak, jangan-jangan Pertalite sama solar juga naik nih?? Well, to answer that question, diketahui pemerintah juga berencana mau naikin harga Pertalite dan Solar per hari ini, guys.

Supaya…
.
Dalam keterangannya, baik Presiden Jokowi maupun Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa harus ada bantuan sosial aka bansos tambahan yang kudu disalurkan ke berbagai kelompok masyarakat di negeri ini. Nah masalahnya nih, banyak dana negara yang justru harus dialokasikan ke BBM subsidi. Belum lagi, kerap kali juga penerima BBM subsidi ngga sesuai dengan market yang dituju. Makanya, bansos tambahan pun diluncurkan tapi dengan konsekuensi BBM subsidi makin dinaikin harganya.

Okay….
Nah, kayak yang terjadi dari waktu ke waktu, kenaikan BBM of course nggak bisa diterima sama masyarakat luas dong. Berbagai penolakan pun terjadi dalam bentuk unjuk rasa yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, contohnya di Bangkalan, Jawa Timur. Kemarin banget nih, ratusan mahasiswa berunjuk rasa di Kantor DPRD Bangkalan yang mendesak DPRD buat menolak wacana kenaikan harga BBM. Para pengunjuk rasa bahkan mendesak pihak DPRD buat tandatangan bahwa mereka ngga setuju dengan kenaikan ini. Terus, Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad bilangnya bakal menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah pusat.

Terus, di mana lagi?
Ada juga di Bengkulu. Mahasiswa juga rame-rame mendatangi Kantor DPRD Bengkulu dan menuntut DPRD sana untuk menyampaikan ke pemerintah pusat bahwa mereka menolak rencana ini. Dalam unjuk rasa ini juga terjadi kericuhan antara polisi dengan mahasiswa, yang menyebabkan dua orang mahasiswa mengalami luka-luka. Dengar kabar ini, Ketua Komisi IV DPRD Bengkulu, Dempo Xier menyebut pihaknya bakalan bertanggung jawab buat pengobatan dua orang itu. Balik lagi ke konteksnya, DPRD Bengkulu setuju sama mahasiswa buat menolak kenaikan BBM.

Got it. Anything else? 
Btw dalam orasi yang digelar itu, para mahasiswa juga mempertanyakan alasan pemerintah yang dinilai nggak make sense untuk menaikkan harga BBM. Di Bangkalan misalnya, mereka bilangnya pemerintah harus menyeleksi secara ketat penyaluran BBM Subsidi ini. Kalaupun nggak sesuai, jangan BBM-nya yang dinaikin. The same way also goes in Bengkulu, di mana para mahasiswa justru menuntut Menteri ESDM, Menteri BUMN, dan Direktur Utama Pertamina yang bertanggung jawab mengatasi masalah ini, bukan justru masyarakat yang kena getahnya.

Who’s saying goodbye in Russian?

Mikhail Gorbachev.

Yep guys, kamu pasti sering denger namanya di buku sejarah sebagai mantan presiden Uni Soviet yang berpengaruh banget karena mengakhiri perang dingin yang berlangsung di era 90an. Nah kemarin, otoritas resmi di Rusia mengumumkan bahwa Gorbachev yang berusia 91 tahun meninggal dunia. Adapun penyebab meninggalnya adalah sakit yang emang udah lama dideritanya.
A little about him, jadi Gorbachev ini merupakan presiden terakhir Uni Soviet yang menjabat di tahun 1985. Pada periode itu tengah terjadi perang dingin antara Blok Barat (AS dkk) dan Blok Timur (Uni Soviet dkk) yang menyebabkan polarisasi negara-negara di dunia.
Nah selama masa jabatannya, Gorbachev banyak melakukan reformasi seperti meningkatkan ekonomi dan membuat pemeritah lebih transparan. However, reformasi yang dibawa Gorbachev juga menyebabkan aksi protes yang berakhir dengan terpecahnya Uni Soviet jadi 15 negara, dan yang terbesar sekarang adalah Rusia seperti yang kita kenal. Atas perannya mengakhiri pemerintahan bertangan besi aka “Iron Curtain” dan mengakhiri perang dingin ini, Gorbachev mendapatkan nobel perdamaian di tahun 1990.
Terkait meninggalnya Gorbachev, Presiden Vladimir Putin udah menyampaikan langsung rasa belasungkawanya. Begitu juga Sekjen PBB Antonio Guterres yang bilang bahwa Gorbachev adalah negarawan yang gaada tandingannya.

“Saya kerja aja,”

Gitu guys kata Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil saat menanggapi pas namanya muncul di bursa calon presiden 2024 dari Partai Amanat Nasional (PAN). Kata Kang Emil dirinya sih mau fokus dulu menyelesaikan tugasnya sebagai gubernur, jadi yhaaa kerja aja duluuu

When your coworker asks you to get some coffee right when you arrive…


Announcement


Thanks to TWICE Talk That Talk, TWICE Chaeyoung, and TWICE Mina for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you’re a huuuge fan of denim, you gotta read this.