Tumpukan Sembako 2022 Tertimbun di Depok

42

When Depok strikes again…

Boy, do we love Depok so much.
Yep, Depok tuh udah deket dari Jakarta, punya walikota yang anti-mainstream (pasang lagu di lampu merah, gimana ga antimainstream coba?), hingga punya berbagai kisah seru yang bikin geleng-geleng kepala. Kalo sebelumnya ada soal babi ngepet, kini kemarin banget, warga Depok dikejutkan oleh temuan di salah satu lapangan di sana. Adapun temuan itu berupa tumpukan sembako yang udah tertimbun sejak tahun 2020 lalu. Bukan sembako sembarangan, sembako ini diduga adalah bantuan presiden dalam program Bansos COVID-19, yang end up dikorupsi itu.
 
WHAT???
Iya. Kamu masih inget kan sama kasus korupsi yang dilakukan eks Menteri Sosial Juliari Batubara akhir 2020 lalu. Nah, di situ Juliari bersama Kementerian Sosial kan supposed to menyalurkan berbagai bantuan sosial buat masyarakat yang terdampak COVID-19 kan. Masalahnya, ada yang beneran tersalurkan tapi dengan kuantitas dan kualitas yang nggak proper sama sekali, ada juga yang nggak tersalurkan sama sekali, even sampai sekarang. The question is ke manakah perginya bantuan sosial yang nggak tersalurkan ini? Kayak, Kok tiba-tiba ilang nggak ada kabar gitu yekan.
 
Iya yah. Kemanakah dia?
Diduga kuat sih ada sebagian dari paket bansosnya yang dikubur, gengs. Iya, dugaan ini getting stronger ketika ada laporan seorang petugas ekspedisi JNE yang biasa markirin kendaraannya di Lapangan KSU, Depok, deketan sama Gudang JNE Expres Depok. Petugas itu ngelapor ke seorang warga yang juga pemilik lahan, namanya Pak Rudi Samirin. Dari situ, Rudi pun langsung ngecek langsung keadaan di lapangan, bahkan sampai bawa alat berat segala, sampai akhirnya, Jumat kemarin, dia menemukan kalau emang ada tumpukan sembako dengan label “Bantuan Presiden” di situ. Bau pula. Bau yang menyengat gitu lo. Ada beras, ada tepung terigu, minyak goreng, bahkan telur. Langsung lapor polisi lah dia. Polisi pun gercep langsung datang dan melakukan olah TKP.
 
Shizzz….
Lubang itu sendiri digali oleh seorang warga atas nama Nanang Firmansyah, guys. Dari penuturan Nanang, dia dapet orderan buat gali lubang dengan ukuran lebar 2 meter kedalaman 1,5 meter. Tapi dia gali doang. Abis ngegali pun langsung ditinggalin gitu aja itu lobang. Sampai sini, kalau kamu perhatiin, the dots are connected gitu lo, guys. Mulai dari lobang yang udah digali sejak 2020, terus pejabat Kementerian Sosial yang ternyata corrupt terkait bansos, sampai akhirnya di tahun 2022 ketemulah timbunan sembako dengan label Bantuan Presiden. Makanya diduga kuat kalau timbunan paket sembako yang ditemukan ini adalah Bantuan Presiden dalam program Bansos waktu awal pandemi 2020 lalu
 
Tapi JNE banget nih? 
Nah dalam hal ini, JNE akhirnya speak up kan. JNE menyanggah mereka melakukan pelanggaran. Dari klaim-nya JNE sih, itu sembako emang rusak, guys. Jadi yha nggak bisa didistribusikan ke masyarakat. Makanya sesuai SOP yang berlaku, sembako itu akhirnya dikubur. Disampaikan oleh VP Marketing JNE, Eri Palgunandi, JNE tuh selalu mematuhi dan mengikuti segala peraturan yang berlaku dan mengedepankan nilai-nilai berbagi, memberi, menyantuni, dan saling menghargai dan menghormati.
 
I believe the govenment has a say…
Yep. Pihak istana kepresidenan menyebut mereka nggak pernah bekerja sama dengan JNE dalam distribusi bantuan sosial. Nggak ada pihak ketiga, semuanya disalurkan dalam satu hari selesai sesuai data yang didapat dari pemerintah daerah, terus distribusinya sendiri melibatkan Polres dan Kodim. Jadi nggak ada bantuan dari ekspedisi manapun dalam hal penyaluran bansos ini. Pejabat di istana yang nggak mau disebutkan namanya itu juga membenarkan kalau tumpukan sembako itu emang bansos yang waktu itu dikoordinir sama Juliari Batubara. Dan sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan apapun dari Kementerian Sosial.
 
I see. Anything else I should know?
Atas temuan ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, TB Ace Hasan Syadzily meminta kepada Kemensos supaya plz kasih penjelasan kenapa itu ada bantuan sampe dikubur gituuu? Kata Kang Ace, Kemensos tetap harus memberi penjelasan meski JNE selaku distributor udah bersuara terkait penemuan itu. Kang Ace juga mempertanyakan klarifikasi JNE bahwa beras tersebut udah kedaluwarsa.