Presiden Jokowi Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah

31

When you lovvvvvveeee gesek-gesek CC for shopping…

Our government can relate.
Yoi. Bukan cuma kita yang kesenengan belanja pake credit cardguys, Lembaga Pemerintah juga. Buktinya, kemarin banget nih, Presiden Joko Widodo baru aja resmi meluncurkan Kartu Kredit Pemerintah aka KKP Domestik buat belanja barang dan jasa punyanya pemerintah.

Wow tell me. 
Sure. Kamu pasti udah nggak asing lagi kan sama berbagai movement yang mendorong masyarakat Indonesia buat pake produk lokal? Yep, dari jamannya Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri gerakan ini udah masif banget diperkenalkan sama orang-orang, guys. Gerakan ini teruss berlanjut ke era Presiden SBY, sampai sekarang. Sejak tahun 2020 lalu, tepatnya di 14 Mei 2020, Presiden Jokowi resmi meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia aka Gen BBI.

Okay 
terus…
Terus, belanja produk lokal ini dibikin another level sampai Mr. President himself yang menginstruksikan, guys. Adapun instruksi presidennya itu tertuang di Inpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi. Nggak cuma buat masyarakat umum aja, tapi pemerintah selaku campaigner-nya juga. Now, we’re gonna talk about…

Belanja negara.
Jadi belanja negara nih adalah kegiatan di mana pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional spend money buat pembangunan. Yep, asalnya dari duit pajak kamu, terus diatur sama Kemenkeu, terus lembaga-lembaga negara ini pada dapet duit kan, nah duitnya tuh terus dibelanjain, template-nya sih buat kita-kita. However, banyak kejadian penyalahgunaan dana yang end up rompi orennya KPK kan, EHEHEHE. Jadi, buat menghindari fraud dan berbagai tindakan nggak transparan tadi, maka kemarin banget nih, Presiden Jokowi bikin kebijakan baru deh.

Apa tuu?
Everyone, meet: Kartu Kredit Pemerintah Domestik aka KKP Domestik. KKP ini diluncurkan buat berbagai lembaga negara mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah kalau mau belanja barang dan jasa untuk keperluan kantor gitu, guys. Disampaikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dengan KKP, segala bentuk pembayaran bisa didigitalisasi yang proses pembayarannya dilakukan secara domestik, guys.

Tujuannya?
Adapun tujuannya, ya itu tadi, biar semua transaksi pembayaran yang dilakukan sama lembaga negara baik di tingkat pusat ataupun daerah jadi bisa transparan, lebih mudah, dan jauh dari fraud karena udah melalui proses digital kan. *Nggak bisa deh tuh main mark up harga sejuta bilangnya dua juta EHEHEHE*. Dan pengadaan KKP Domestik ini sendiri udah sesuai sama Gen BBI dan Instruksi Presiden di atas tadi, guys. Terus, in case you’re wondering, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga menyampaikan segala data transaksi yang ada di KKP ini punya negara dan biayanya bakalan balik ke negara, gitu. Secara balik lagi, barang yang dibeli adalah produk UMKM hasil karya anak negeri.

Terus yang dapat itu CC siapa aja?

Nah soal ini. Karena Kartu Kredit Pemerintah ini dipakenya buat belanja segala keperluan negara yang duitnya bakalan balik lagi ke negara, maka yang dapet akses kartu kreditnya adalah para pejabat atau pegawai di lembaga negara yang statusnya pejabat negara, termasuk PNS, prajurit TNI, anggota Polri, atau pegawai lain yang ditugaskan lembaga terkait, guys.

Okay….

Yoi. Balik lagi ke Gubernur BI, Pak Perry Warjiyo. Penggunaan produk KKP Dometik ini bakalan dilakukan secara bertahap yang tahap pertamanya dimulai awal bulan besok tanggal 1. Terus, penerapannya dilakukan pake interkoneksi QR Code Indonesian Standard aka QRIS dengan koordinasi sama berbagai pihak. Mulai dari BI, OJK, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Abis itu, baru deh pelan-pelan diperluas lagi sampai ke Bank Pembangunan Daerah di berbagai wilayah di Indonesia. In that sense, penerapan KKP Domestik di daerah bakal didampingi juga sama BI, gengs.


Got it. Does anyone say anything?
Yep. Direktur Utama Bank BRI, Sunarso, bilangnya penerbitan KKP Domestik ini adalahn salah satu bentuk dukungan bank-bank milik negara terhadap komitmen pemerintah buat nge-uplift Gerakan Bangga Buatan Indonesia to the next level. Juga biar semakin banyak orang yang rame-rame transaksi pake cashless, katanya. Selain itu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar bilangnya seiring dengan makin meluasnya jaringan QRIS, pemerintah pusat dan daerah bisa makin mudah deh belanja-belanja kebutuhan operasional. Kalau dari pov-nya Bank Mandiri juga gitu. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyebut since KKP Domestik ini juga udah masuk ke fitur di m-banking mereka, jadinya yang mau belanja pun jadi gampang, tinggal bawa handphone. Nggak ada dah tuh bawa dokumen seabrek-abrek kayak jaman dulu ehehehe.


Anything else?
Btw selain pengadaan KKP Domestik, Bank Indonesia kemarin juga resmi merilis QRIS yang bisa dipake antar negara, again buat mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Jadi buat para pelaku UMKM, bisa langsung transkasi secara digital dengan konsumen mereka di luar negeri dengan mata uang rupiah. Adapun negara-negara yang udah running QRIS antar negara sama Indonesia tuh ada Thailand, terus Malaysia dan Singapura juga direncanakan bakalan running juga dalam waktu dekat.