Presiden Jokowi Luncurkan Kartu Kredit Pemerintah, Sepertiga Wilayah Pakistan Terancam Tenggelam, Moderna & Pfizer Berseteru Hukum ke Pengadilan, Taylor Swift Akan Rilis Album Bertajuk Midnight

51

Good morning,

Rise and shine! It’s still Tuesday and we still have a long way to go. So let’s just spare sometime to take a break, meditate, and check in on your loved ones. Remember, when we reach out to someone, they will appreciate it so much. Let’s go and let’s catch up!

When you lovvvvvveeee gesek-gesek CC for shopping…

Our government can relate.
Yoi. Bukan cuma kita yang kesenengan belanja pake credit cardguys, Lembaga Pemerintah juga. Buktinya, kemarin banget nih, Presiden Joko Widodo baru aja resmi meluncurkan Kartu Kredit Pemerintah aka KKP Domestik buat belanja barang dan jasa punyanya pemerintah.

Wow tell me. 
Sure. Kamu pasti udah nggak asing lagi kan sama berbagai movement yang mendorong masyarakat Indonesia buat pake produk lokal? Yep, dari jamannya Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri gerakan ini udah masif banget diperkenalkan sama orang-orang, guys. Gerakan ini teruss berlanjut ke era Presiden SBY, sampai sekarang. Sejak tahun 2020 lalu, tepatnya di 14 Mei 2020, Presiden Jokowi resmi meluncurkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia aka Gen BBI.

Okay 
terus…
Terus, belanja produk lokal ini dibikin another level sampai Mr. President himself yang menginstruksikan, guys. Adapun instruksi presidennya itu tertuang di Inpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi. Nggak cuma buat masyarakat umum aja, tapi pemerintah selaku campaigner-nya juga. Now, we’re gonna talk about…

Belanja negara.
Jadi belanja negara nih adalah kegiatan di mana pemerintah, baik di tingkat daerah maupun nasional spend money buat pembangunan. Yep, asalnya dari duit pajak kamu, terus diatur sama Kemenkeu, terus lembaga-lembaga negara ini pada dapet duit kan, nah duitnya tuh terus dibelanjain, template-nya sih buat kita-kita. However, banyak kejadian penyalahgunaan dana yang end up rompi orennya KPK kan, EHEHEHE. Jadi, buat menghindari fraud dan berbagai tindakan nggak transparan tadi, maka kemarin banget nih, Presiden Jokowi bikin kebijakan baru deh.

Apa tuu?
Everyone, meet: Kartu Kredit Pemerintah Domestik aka KKP Domestik. KKP ini diluncurkan buat berbagai lembaga negara mulai dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah kalau mau belanja barang dan jasa untuk keperluan kantor gitu, guys. Disampaikan langsung oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dengan KKP, segala bentuk pembayaran bisa didigitalisasi yang proses pembayarannya dilakukan secara domestik, guys.

Tujuannya?
Adapun tujuannya, ya itu tadi, biar semua transaksi pembayaran yang dilakukan sama lembaga negara baik di tingkat pusat ataupun daerah jadi bisa transparan, lebih mudah, dan jauh dari fraud karena udah melalui proses digital kan. *Nggak bisa deh tuh main mark up harga sejuta bilangnya dua juta EHEHEHE*. Dan pengadaan KKP Domestik ini sendiri udah sesuai sama Gen BBI dan Instruksi Presiden di atas tadi, guys. Terus, in case you’re wondering, Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan juga menyampaikan segala data transaksi yang ada di KKP ini punya negara dan biayanya bakalan balik ke negara, gitu. Secara balik lagi, barang yang dibeli adalah produk UMKM hasil karya anak negeri.

Terus yang dapat itu CC siapa aja?

Nah soal ini. Karena Kartu Kredit Pemerintah ini dipakenya buat belanja segala keperluan negara yang duitnya bakalan balik lagi ke negara, maka yang dapet akses kartu kreditnya adalah para pejabat atau pegawai di lembaga negara yang statusnya pejabat negara, termasuk PNS, prajurit TNI, anggota Polri, atau pegawai lain yang ditugaskan lembaga terkait, guys.

Okay….

Yoi. Balik lagi ke Gubernur BI, Pak Perry Warjiyo. Penggunaan produk KKP Dometik ini bakalan dilakukan secara bertahap yang tahap pertamanya dimulai awal bulan besok tanggal 1. Terus, penerapannya dilakukan pake interkoneksi QR Code Indonesian Standard aka QRIS dengan koordinasi sama berbagai pihak. Mulai dari BI, OJK, dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Abis itu, baru deh pelan-pelan diperluas lagi sampai ke Bank Pembangunan Daerah di berbagai wilayah di Indonesia. In that sense, penerapan KKP Domestik di daerah bakal didampingi juga sama BI, gengs.


Got it. Does anyone say anything?
Yep. Direktur Utama Bank BRI, Sunarso, bilangnya penerbitan KKP Domestik ini adalahn salah satu bentuk dukungan bank-bank milik negara terhadap komitmen pemerintah buat nge-uplift Gerakan Bangga Buatan Indonesia to the next level. Juga biar semakin banyak orang yang rame-rame transaksi pake cashless, katanya. Selain itu, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar bilangnya seiring dengan makin meluasnya jaringan QRIS, pemerintah pusat dan daerah bisa makin mudah deh belanja-belanja kebutuhan operasional. Kalau dari pov-nya Bank Mandiri juga gitu. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyebut since KKP Domestik ini juga udah masuk ke fitur di m-banking mereka, jadinya yang mau belanja pun jadi gampang, tinggal bawa handphone. Nggak ada dah tuh bawa dokumen seabrek-abrek kayak jaman dulu ehehehe.

Anything else?
Btw selain pengadaan KKP Domestik, Bank Indonesia kemarin juga resmi merilis QRIS yang bisa dipake antar negara, again buat mendukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Jadi buat para pelaku UMKM, bisa langsung transkasi secara digital dengan konsumen mereka di luar negeri dengan mata uang rupiah. Adapun negara-negara yang udah running QRIS antar negara sama Indonesia tuh ada Thailand, terus Malaysia dan Singapura juga direncanakan bakalan running juga dalam waktu dekat.

When suffering is still on and on…..

In Pakistan.
Yep, global headlines lately have been about…. massive flood di Pakistan yang parah banget. Saking parahnya, banjir yang terjadi di berbagai wilayah ini diprediksi bikin sepertiga dari wilayah Pakistan terancam tenggelam.


WHAAAAAT?
Iya kan. Well, kejadiannya itu most likely hampir sama kayak yang terjadi di Seoul, Korea Selatan kemarin, guys, di mana ada hujan, tapi turunnya nggak santuy sama sekali. Hujannya deras banget, dan awet selama berhari-hari, hingga menyebabkan terjadinya banjir. Bahkan, pejabat iklim di sana namanya Sherry Rehman bilang bahwa banjir sekarang tuh udah kayak bakalan ada climate dystopia yang dihadapi sama masyarakat di negara mereka.

So, it’s all about climate?
Yep. Masih dari pernyataan Sherry, kalau ngikutin angin biasanya di periode waktu sekarang ini, hujannya tuh nggak akan separah ini sampe bikin banjir di sebagian besar Pakistan, guys. Ditambah dengan laporan PBB di mana region Asia itu saat ini lagi dilanda cuaca ekstrem. Kamu ngerasa nggak? Kadang panas yang panas banget, kadang hujan, hujannya deras dan dalam frekuensi yang tinggi pula. Nah ini pula yang terjadi di Pakistan deh. Tapi masalahnya adalah, masyarakat Pakistan tuh sekarang juga lagi struggling sama berbagai masalah internal mulai dari HAM, ekonomi, hingga politik yang lagi bergejolak di sana. Kebayang nggak kalau dengan keadaan semenderita itu terus ditambah banjir parah?

:((
Wait until you her about: Udah lebih dari 1.000 orang yang meninggal gara-gara bencana ini :(. Terus, sebanyak 500.000 orang lainnya udah dievakuasi ke kamp-kamp bantuan, dan ribuan orang lainnya yang masih belum bisa dievakuasi, masih stuck di rumah mereka, dan butuh makan plus persediaan yang lainnya. In case you’re wondering, rumah-rumah di sana itu banyak yang di atas pegunungan kan. Nah, akses ke pegunungannya ini terputus sama sungai yang makin meluap, guys.

No 🙁
Iya, terus para warga itu masih stuck di daerahnya dan lagi berusaha diselamatkan pake helikopter oleh otoritas setempat. Sebanyak 6.500 tentara pun udah ditugaskan buat membantu evakuasi masyarakat sana. Not to mention ada puluhan ribu hewan ternak yang mati dan bangunan-bangunan kantor pemerintahan dan industri di sana yang rusak total gara-gara banjir ini.

Can’t imagine the pain…
Iya kan. Yang lebih parahnya lagi adalah, kalau nggak segera ditanggulangi, sebagian besar wilayah Pakistan bakalan tenggelam dan ‘kalah’ sama banjir ini, gengs. So, in order to win this ‘battle’, pemerintah setempat pun gercep meminta bantuan ke berbagai organisasi internasional biar bisa segera recoverAgain, since banyak konflik dan ekonomi yang ga stabil belakangan ini, Pakistan nggak se-capable itu buat recovery sendiri menyelematkan warga dan segala infrastrukturnya. Dalam keterangan Menteri Luar Negeri Bilawal Bhutto-Zardari, kerugian materi dari banjir ini udah mencapai 4 miliar dolar AS, gengs.

Terus, ada yang bantu?
Ada. Kalau dari International Monetary Fund aka IMF, mereka bakalan mengirimkan sebanyak 1,2 miliar dolar AS ke pemerintah Pakistan dalam minggu-minggu ini, guys. Selain dari IMF, berbagai bantuan juga datang dari negara-negara lain, kayak Turki dan Uni Emirat Arab misalnya, yang kemarin banget udah mengirimkan bala bantuan berupa makanan, tenda, dan pasokan air bersih. Terus PBB, juga udah nge-budget-in 3 juta dolar AS yang bisa dipake di sektor kesehatan, nutrition, food security, air bersih, dan kebutuhan sanitasi.

Okay. Wrap it up…
Talking about bantuan, masyarakat sana juga pada ngeluh karena bantuan yang diterima sama mereka itu masih belum whole package, guys. Mereka yang dapet tenda, tapi nggak punya makanan. Mereka yang dapat makanan tapi nggak punya tenda, gitu-gitu. That’s why mereka sekarang jadi saling bantu saling melengkapi.

Who’s saying “It’s mine!”

Moderna.
Yep, another drama dari pervaksinan Covid-19. Tapi tenang, bukan soal penyakitnya karena ini soal tuntutan hukumnya gengs. Jadi, kamu pasti udah nggak asing kan sama Moderna dan Pfizer-BioNTech? Yep, dua jenis vaksin yang kita andelin banget buat mengakhiri pandemi Covid-19 ini lagi berseteru secara hukum sampe terjadi tuntutan di Pengadilan.


Hah kok bisa?
Iya, Well, selain nggak asing sama nama vaksin, kamu pasti juga udah nggak asing kan sama teknologi mRNA yang berperan penting banget buat pengembangan teknologi vaksin Covid-19, yang eventually ditemukan oleh para peneliti Moderna. Terus, saking pentingnya pengembangan teknologi ini, mRNA ini banyak banget dipake sama berbagai jenis vaksin, guys. Mulai dari Pfizer, Spikevax, sampai BioNTech.

Go on…
The thing is menurut versinya Moderna jenis vaksin lain yang pake teknologi mRNA ini nggak izin sama Moderna sebagai inventor. Padahal, teknologi ini udah dipatenkan sama Moderna dari tahun 2010 terus lanjut lagi di 2016. Makanya, klaim dari Moderna adalah pelanggaran hak paten yang dilakukan oleh Prizer-BioNTech yang juga pake teknologi mRNA. Gugatan ini didaftarkan ke pengadilan AS hari Jumat kemarin deh, dan ini tentunya langkah hukum yang shocking banget buat Pfizer dan jenis vaksin lainnya.

Respon mereka gimana emang?
Nah dalam keterangannya, Pfizer tuh belum ngecek lagi terkait tuntutan ini. Tapi dari klaim mereka, teknologi mRNA tuh emang punyanya BioNTech, trus di kemudian hari dikembangkan lagi barengan sama Pfizer. Makanya dari versi mereka, kekayaan intelektual yang sekarang jadi issue ini emang punyanya mereka, dan mereka siap buat membela diri nanti di pengadilan.

Tapi Moderna tuh maunya gimana sih?
Well, dalam keterangannya, Moderna tetap kekeuh kalau hak paten mRNA adalah punya mereka. Disampaikan oleh jubirnya, Moderna tuh nggak mau juga kalau sampai vaksin lain hilang dari peredaran, mereka juga nggak menuntut itu vaksin buat nggak jualan lagi. Secara vaksin tuh dibutuhkan banget kan sama orang di seluruh belahan dunia. However, yang mereka harapkan di sini adalah adanya ganti rugi dari royalti teknologi mereka yang udah dipake sama vaksin-vaksin itu di berbagai negara. Kayak AS, yang udah beli ratusan juta dosis jenis vaksin Pfizer dan BioNtech. Terus, speaking of ganti rugi, terms and condition applied, guys. Mereka nggak akan minta dana ganti rugi dari negara-negara berpenghasilan rendah kayak negara-negara Afrika sana.

Terus kalau udah?
Nah sekarang kan masih diproses nih kasusnya sama pengadilan, pakar hukum paten Bioteknologi dari University of Illinois namanya Jacob Sherkow bilang kalau Moderna sampai menang di pengadilan, Pfizer terpaksa bayar ganti rugi puluhan juta dolar AS, as Moderna wishes. Angka ini emang nggak seberapa dibandingkan sama penjualan Pfizer yang mencapai 36,8 miliar dolar AS tahun lalu,

I see. Anything else?
Fyi vaksin-vaksin ini mulai dari Pfizer BioNTech, bahkan Moderna emang udah disahkan sebagai vaksin yang legit digunakan buat menekan penularan Covid-19 di AS sejak Desember 2020 lalu. Merek vaksin ini pun mendominasi penyebaran vaksin di AS ever since. Nah seiring dengan berkembangnya vaksin booster lanjutan aka dosis ke-4, minggu ini rencananya mereka bakal ngajuin lagi pengesahannya di Food and Drugs Administration considering Covid-19 yang masih haunting banget bagi masyarakat AS. Minggu lalu, masih ada 89.888 kasus di AS dengan 477 orang yang meninggal.

CALLING ALL SWIFTIES….

NO WE CAN’T CALM DOWN.
Karena kemarin banget ni guys, Taylor Swift baru aja ngumumin bahwa dia bakal merilis album barunya yang bertajuk Midnight. WOW. Jadi album barunya ini bakal rilis pada 21 Oktober mendatang, dan pengumumannya dilakukan pada acara MTV Annual Video Music Awards. In her words: “You guys, I thought it might be a fun moment to tell you that my brand new album comes out October 21st. And I will tell you more at midnight.” HAPPY? Free? Confused? Lonely?? Tenang guys, karena beneran at midnight, teteh Swift beneran mengumumkan cover dari album Midnight yang terdiri dari 13 lagu, dan dijelaskan sebagai “the stories of 13 sleepless nights scattered throughout my life.” 
 
Doi juga bilang, This is a collection of music written in the middle of the night, a journey through terrors and sweet dreams. The floors we pace and the demons we face. For all of us who have tossed and turned and decided to keep the lanterns lit and go searching – hoping that just maybe, when the clock strikes 12 … we’ll meet ourselves.”
 
FYI, ini adalah album ke sepuluh Taylor Swift dan merupakan album dengan lagu-lagu yang entirely baru dalam hampir dua tahun terakhir.
 
Now we don’t know what to do until October…

“Saya ngga dapat keadilan.”

Gitu guys kata Eggi Sudjana, Ketua Partai Pemersatu Bangsa yang mengungkapkan kekecewaannya kemarin, gara-gara Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menolak laporan partainya. Jadi menjelang 2024 ni, kan banyak partai baru maupun lama yang udah daftar untuk ikut berkontestasi di pemilu 2024, tapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi biar bisa ikutan. Nah, partainya Bang Eggi ini dinilai ngga memenuhi syarat karena masih memiliki kekurangan data, sedangkan menurut Eggi, data dari doi udah lengkap.
 
Also how you feel on the weekend when you still gotta work but with no lemburan…

Announcement


Thanks to Shaisha, Lee jeno, Dini, Someone, and Choi Yeonjun for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

You gotta show the liver some love, so there you go.