KPK Resmi Menangkap Rektor Universitas Lampung, Mantan PM Malaysia Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara, Makanan Masyarakat Adat Tidak Kalah Enak Dengan Restoran, Uang Baru Emisi 2022

61

Good morning,

Rise your hand if this week feels so long? Now hands down. Unscientifically, the day can feel a little longer because gajian is still too far away, as well as the end of the month. But worry not because it’s payday! Don’t forget to spare us some coffee here, thanks. Means a lot.

Here’s your A to Z recap on: Rektor Unila’s case

Yang ditangkap KPK, karena kasus suap.
HIKS. Sedih ygy kalo tindakan tercela ini terjadi di institusi pendidikan kita. Namun itulah yang terjadi di negeri +62 ini. Karena Minggu lalu, KPK resmi menangkap Rektor Universitas Lampung yang diduga melakukan korupsi yaitu menerima suap.

Tell. Me. Everything. 
Sure. As we all know, beberapa bulan kemarin starting from bulan Mei sampai Juli itu kan seluruh perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada sibuk sama yang namanya Penerimaan Mahasiswa Baru yah. In case you need some refresher, sekarang itu ada berbagai macam jalur buat masuk ke perguruan tinggi, guys. Kalau kampus negeri, secara umum jalurnya ada tiga: Ada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri aka SNMPTN. Ini seleksi pake nilai rapor gitu. Tanpa tes. Kalau nggak lolos, ada lagi namanya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri aka SBMPTN. Nah kalau yang ini pake tes dan tesnya itu disesuaikan sama pilihan program studi yang mau si calon mahasiswa tuju.

Go on…
Nah dua jalur yang dijelasin di atas tadi diurus langsung oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Selain itu, ada satu lagi jalur masuk mahasiswa baru yang diurus langsung sama pihak kampus, guys, yaitu Ujian Mandiri. Karena diurus langsung sama kampus, namanya pun di masing-masing univ beda. Kalau kamu familiar, di UI tuh namanya SIMAK, terus di UGM namanya UM, IPB namanya SM, gitu-gitu. Termasuk Universitas Lampung aka Unila yang juga menggelar Ujian Mandiri namanya Simanila. The thing is, dari penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ditemukan dugaan suap yang menjerat Rektor Unila, Prof. Karomani dan sejumlah pejabat kampus lainnya terkait Simanila ini, guys.

WHAT??
Iya. Disampaikan oleh Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, Karomani diduga terlibat langsung dalam proses seleksi mahasiswa baru ini didasarkan sama kesanggupan orang tua membayar sejumlah uang yang udah ditetapkan sama si Karomani. Jadi kayak, “Lu mau anak lu lulus? Sanggup bayar nggak?” gitu guys kira-kira. Adapun besaran uang yang ditetapkan tuh berkisar dari Rp100 juta sampai Rp350 juta. Tapi kan nggak cuma satu yah orang tua yang digituin, kalo dikumpulin jadi Rp603 juta. Belum lagi KPK juga menemukan harta lain terkait suap yang udah dialihkan bentuk jadi tabungan deposito, emas batangan, dan cash yang kalau ditotal semuanya berjumlah Rp 4,4 miliar. That being said, udah ada Rp5 Miliar keuntungan yang didapat, guys.

Crazy….
Makanya minggu lalu, diperkuat dengan aduan masyarakat juga, KPK pun langsung melakukan Operasi Tangkap Tangan aka OTT terhadap Prof. Karomani dan pihak lainnya yang terlibat dalam dugaan suap ini. Mulai dari Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Heryandi, Kepala Biro Perencanaan dan Humas, Budi Sutomo, Ketua Senat Muhammad Basri, dan Andi Desfiandi, yang merupakan keluarga mahasiswa baru pemberi suap. OTT ini dilakukan di tempat yang beda-beda, guys. Kayak Karomani ditangkapnya di Bandung, terus ada yang di Bali, sama di Lampung sendiri juga ada. Dan setelah melalui pemeriksaan 1×24 jam, mereka semua dinyatakan sebagai tersangka.

Terus, what’s next?
Sampai sekarang, kasus ini masih terus berjalan dan penyidik KPK juga masih terus mengumpulkan bukti-bukti. Kayak kemarin misalnya, penyidik KPK menggeledah rumahnya Karomani, terus gedung rektorat dan tiga gedung fakultas di Unila buat mendapatkan bukti-bukti terkait kasus ini. Terus, dari hasil penggeledahan itu, KPK pun menyita sejumlah dokumen dan bukti elektronik. Dalam hal ini, Pak Ali bilangnya persidangan bakal segera dilangsungkan dan sejumlah saksi bakal dipanggil buat dimintai keterangannya gitu.

Looking forward to it 
deh pak…
Same. Nah, karena rektornya kena urusan sama KPK, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim akhirnya menunjuk Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi-nya Kemendikbud Ristek, Muhammad Sofwan Effendi buat mengisi jabatan sebagai Plt Rektor Universitas Lampung. Adapun penunjukan ini Mas Menteri lakukan biar nggak ada konflik kepentingan dalam penanganan kasus ini. Biar objektivitas dan kebenaran menang di akhir, katanya gitu.

…..
Terus, dari terungkapnya kasus ini, Kemendikbud Ristek at least akhirnya belajar mengambil langkah dan menguatkan langkah-langkah yang ada biar  kasus suap yang terjadi waktu penerimaan mahasiswa baru tuh nggak keulang lagi. Caranya gimana, Mas Menteri sih menyebut pihaknya bakal melakukan transparansi. Lebih jauh, transparansi ini juga udah didiskusikan secara internal terkait gimana caranya Kemendikbud Ristek nge-achieve transparansi ini. Secara kalau soal sistem tuh udah bagus, apalagi lewat mandiri di mana harusnya bisa kasih akses ke lebih banyak orang buat kuliah. Tinggal praktik di lapangannya aja yang harus dibenahi. In that sense, Kemendikbud Ristek bakalan menyelidiki lebih jauh lagi soal seleksi mandiri di universitas lain di Indonesia.

Got it. Anything else I should know?
Fyi yang namanya mahasiswa dengan segala semangat dan geloranya denger kabar kampusnya ada dugaan korupsi yha langsung panas. Senin kemarin, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unila rame-rame unjuk rasa di gedung rektorat dan menuntut supaya korupsi di internal kampus diberantas bersih sampai ke akar-akarnya. Selain itu, mereka juga menuntut supaya pihak rektorat membentu satgas khusus tindak korupsi yang melibatkan mahasiswa. Dalam orasinya, mereka malu dan bilang, “Masa adik-adik kami masuk kampus langsung disambut sama berita korupsi?”

Who’s started the gloomy days for the next 12 years?

Najib Razak, ex Malaysian Prime Minister.
Well well well, sekarang kita masih mau ngomongin korupsi nih, guys. Korupsi yang panjanggg banget dramanya. Itu loo, mega korupsi Mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Finally, Selasa kemarin, dia harus mulai menjalani masa hukuman selama 12 tahun penjara.

Wait w lupa-lupa inget deh…
We got  you. To freshen you up, empat tahun yang lalu tepatnya Juli 2018, Malaysia dihebohkan sama kasus korupsi yang menjerat mantan Perdana Menteri mereka yang berkuasa dari 2009-2018 lalu atas nama Najib Razak. Najib Razak dituntut berbagai dakwaan tindak korupsi senilai 42 juta Ringgit. Mulai dari money laundering, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran kepercayaan, sampai yang jadi highlight adalah skandal korupsi lembaga investasi Malaysia 1Malaysia Development Berhard aka 1MDB. (Read the full story here).

Okay 
terus…
From that moment, Najib pun mulai menjalani pemeriksaan sampai persidangan yang pelik banget, guysImagine this, sidang kasusnya udah dimulai sejak tahun 2018 kan, terus tahu nggak final keputusan dia dinyatakan bersalah atau nggaknya tuh kapan? Juli 2020 :)). Adapun alasan selama itu salah satunya adalah Najib-nya sendiri yang terus nge-defense dengan bilang kalau dia nggak salah. Dia cuman dikibulin aja sama partner-nya waktu itu namanya Low Taek Jho. Tapi setelah melalui proses panjang, Juli 2020 Pengadilan Tinggi Malaysia menyatakan Najib Razak bersalah atas tujuh dakwaan dan divonis 12 tahun hukuman penjara, guys.

Rasain tuh pak cik…
But the thing is, the story didn’t stop there, people! Setelah vonis itu, Najib dan tim kuasa hukumnya resmi mengajukan banding ke Pengadilan Federal Malaysia, which is pengadilan tertinggi di sana. Banyak lagi drama di situ. Keterlibatan FBI lah, terus Hakim Agung Maimun Tuan Mat yang mau disingkirkan karena dianggap bias lah, dan on top of it all Najib Razak yang tetep kekeh mengaku nggak bersalah atas kasus ini. Puncaknya, Selasa kemarin, Pengadilan Federal Malaysia memutuskan untuk menolak semua banding dari Najib dan memperkuat vonisnya dengan hukuman 12 tahun penjara plus membayar denda 210 juta Ringgit.

So, he will go to jail?
And pay the fine, yes. Adapun Selasa kemarin, begitu sidang banding ditolaknya itu kelar, nggak berapa lama kemudian dia langsung dibawa ke Penjara Kajang di Selangor dan bakal mendekam di sana deh. Nah tapi kan ya guys, yang namanya pejabat atau mantan pejabat sekalinya masuk penjara tuh most likely nggak bakalan berasa kayak di penjara. Nggak terkecuali sama Najib Razak ini, di medsos sana rame banget yang ngomongin penjara eksklusifnya dia. Luas, ada TV, tempat tidurnya tiga, dll. Nah, merespons hal ini, dalam keterangannya, Prisons Department Malaysia menyampaikan kalau berita yang beredar itu cuman hoaks dan nggak akan ada perlakuan spesial yang diberikan sama Najib Razak ini.

Alhamdulillah nggak drama lagi nih pak cik…
Talking about that, setelah satu keputusan keluar dari Pengadilan Federal, actually pihak terpidana tuh bisa aja mengajukan peninjauan kembaliguys. Hal ini legit udah ada di Aturan Pengadilan Federal Aturan 137. Cuman, when it comes to banding kayak gini, terpidana harus tetap menjalani hukuman sambil menunggu apakah peninjauan kembalinya di-ACC atau nggak. Sampai berita ini diturunkan, belum ada kepastian apakah Najib Razak akan mengajukan Peninjauan Kembali atau nggak terhadap Pengadilan Federal Malaysia.

I see. Any words?
Yep. Pemimpin kelompok oposisinya Malaysia, Anwar Ibrahim bilangnya keputusan menjebloskan Najib Razak ke penjara selama 12 tahun tuh membuktikan kalau rakyat tuh kuat dan bisa jadi bukti kalau peradilan sekarang ini emang mau make sure Malaysia bakal bebas dari segala tindak korupsi. Selain itu, ada juga NGO namanya Center to Combat Corruption and Cronyism yang dalam keterangannya bilang kalau keputusan Pengadilan Federal kemaren itu adalah a phenomenal victory. Lebih jauh, mereka juga menyampaikan bahwa emang nggak ada orang yang kebal hukum, even itu mantan Perdana Menteri sekalipun ceunah.

Yess itu penting. Anything else?
Fyi Najib Razak ini adalah Perdana Menteri pertama yang masuk penjara dalam sejarah Malaysia, guys. Terus, Since Najib Razak udah dinyatakan bersalah, meaning dia nggak akan bisa lagi ikutan Pemilu dan mencalonkan diri lagi sebagai Perdana Menteri aka karier politiknya tamat sampai di sini. Tapi, kemungkinannya tetap ada si, guys, ASAL dia dapat pengampunan dari the one and only Raja Malaysia, Yang Dipertuan Agong Tengku Abdullah. Dan rekomendasi pengampunannya harus datang dari Perdana Menteri yang sekarang menjabat, Ismail Sabri Yakoob.

Now, let’s talk about the paradise nearby….

Aka Indonesian dish.
Yep. Surga banget nggak sih kalau ketemu makanan Indonesia tuh. Dari rendang, soto ayam, nasi goreng, kalau udah di depan mata, duh kalap deh pokoknya. Terus kamu tahu kan, selain si tiga ini, makanan Indonesia tuh jauhhh lebih beragam dan udah dinikmatin sama masyarakat kita di berbagai wilayah di Indonesia sejak jaman dahulu kala.

Which
 group of masyarakat are we talking here?
Everybody, you meet them before: Masyarakat adat. Yep.  Kita butuh makan, masyarakat adat juga butuh makan. Kita makannya nasi, masyarakat adat juga makan nasi. Bedanya adalah, since mereka tinggal dekat dengan alam, jadi masyarakat adat tuh pinter banget memanfaatkan berbagai sumber daya alam di sekitar kayak rempah-rempah, kayu bambu, dan berbagai tanaman plus hewan buat dijadikan bahan makanan, guys.

Okayy…
Terus, yang harus kamu tahu adalah, makanannya masyarakat adat ini beneran enaq banget sampe mau meninggal, gengs. *Hiperbola banget, bukan? WKWKWK. But on a serious note, makanan hasil olahan dari masyarakat adat di Indonesia tuh boleh diadu sama yang ada di restoran favorit kamu. Apalagi kalau kamu mau punya efforts lebih buat datang ke sana dan dimasakin langsung sama mereka, the OG experience-nya bakalan kerasa deh. But for now, let us bikin u ngiler dengan makanan masyarakat adat yang wajib kamu cobain, shall we?

Yes pls. Gimme some inspiration for lunch
You got it. Kita mulai dari main course dari barat Indonesia, tepatnya Sumatera Utara. Di sana, ada satu kelompok masyarakat namanya masyarakat adat Manggusta yang terkenal sama olahan Ikan Arsik-nya. Iya, kalau kamu pernah cobain Ikan Arsik ini, kamu pasti ngeh kan kalau rempah yang dipake di masakan ini tuh rich banget dan mostly rempahnya cuman bisa ditemukan di Dataran Toba aja, guys. Kayak Andaliman aka merica batak, Asam Cikala, sampai Lokio aka bawang Batak. Selain itu, ikan Arsik ini punya value yang tinggi buat masyarakat adat di sana, guys. Secara dia disajikannya kalau ada upacara adat, kalau anak mau ngerantau, plus nikahan juga. Tapi yha dia tetep bisa sih dimakan sehari-hari, cuman maknanya beda aja.

I see….
Masih ngomongin ikan, ada juga olahan ikan lain dari masyarakat adat Toraja di Sulawesi Selatan, guys, namanya Bale Tollo’ PamarasanWhat makes this food special adalah dia tuh pake bumbu hitam spesial khas Toraja yang asalnya dari rempah-rempah di buah Pangi. Kamu harus tahu nih, guys. Pohon Pangi itu banyak manfaatnya lo buat tubuh. Kayak bisa cegah anemia, ningkatin daya tahan tubuh, sama mencegah asam urat, stroke, sampai kolestrol. Bumbu rempah tadi terus dicampur sama Pamarasan aka rawon, Kebayang nggak betapa rich rasanya pas masuk ke mulut?

Ok w ngiler….
Hang on there. Kita masih punya beberapa yang bisa bikin kamu pengen buru-buru jam makan siang EHEHEHE. Kamu pernah denger Pacri nanas, nggak? Well, nanas tuh kan biasanya dimakan langsung gitu yah atau nggak dijadiin rujak. Nah kalau buat masyarakat Melayu, nanas is  beyond that *Nggak dijadiin rumah juga si ygy. Buat masyarakat Melayu di Deli Serdang, Sumatera Utara, terus di Riau, sama sebagian di Kalimantan, nanas tuh bisa dimasak pake rempah-rempah dan turns out jadi satu masakan yang gurih, asem, manis, pedes, lengkap deh. Lebih lengkap lagi kalo makannya sama nasi (Tetep, Indonesians are being Indonesians).

Enough. We need some dessert now.
Sure. It’s time for some dessert, ya’ll! Namanya Kue Cimpa. Balik lagi ke masyarakat adat Manggusta di Sumatera Utara, Kue Cimpa ini biasa ditemukan di upacara adat, acara nikahan, waktu orang lagi pada musyawarah, sampai kalau ada yang meninggal makannya juga Kue Cimpa ini. In case you need some context, kue cimpa ini dibuatnya dari tepung ketan, terus ada gula merahnya gitu, guys. Dan cara bikinnya macem-macem, ada yang digoreng, ada yang dicampur aja nggak dimasak, sama ada yang dikukus pake daun pisang.

I see. Now wrap it up…
Gimana, guys? Sudah ngilerkah kalian semua? Sudah mulai berhitung berapa jam lagi sampai ke jam makan siang? Wkwkwkw. But on top of that, jadi makin cinta nggak sih kamu sama Indonesia? Secara makanan Indonesia apalagi yang OG made from masyarakat adat tuh emang nggak ada yang ngalahin deh. Kalau kamu mau nyobain, kepoin dulu masyarakat adatnya di sini. Sip?

Apa yang disayang-sayang tapi bukan ayang?

Uang baru.
Pls kasih tau kita kalau bukan cuman kita yang sayangggg banget dan ngerasa bersalahhhhh banget tiap harus bayar ini itu pakai duit baru. Apalagi duit barunya tuh beneran yang mulus dan cantik-cantik banget. Kamis minggu lalu, sehari setelah Hari Kemerdekaan RI ke-77, Gubernur Bank Indonesia Pak Perry Warjiyo barengan sama Menteri Keuangan Bu Sri Mulyani baru aja nge-launch uang baru tahun emisi 2022 dengan 7 pecahan, mulai dari seratus ribu, lima puluh ribu, dua puluh ribu, sepuluh ribu, lima ribu, dua ribu, dan seribu rupiah.
Kamu udah ada yang dapat pecahannya? Buruan tukar d bank terdekat, guys, karena disampaikan oleh Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim, bulan-biulan sekarang tuh masa pengenalan dulu dan waktunya kamu nukar ke bank dengan batas akhir ada di bulan September, katanya.
Oya, uang baru yang dicetak kali ini dinilai lebih upgrade kalau dibandingkan sama tahun emisi 2016 lalu, guys. Di mana pengamannya lebih andal, dan ketahanan bahannya yang lebih baik dari emisi sebelumnya, dan warnanya lebih tajam. Dengan dicetaknya uang baru emisi 2022 tahun ini, uang cetakan lama nggak akan diproduksi lagi dan dalam 3-4 tahun ke depan, uang emisi 2016 bakalan sepenuhnya tergantikan sama yang terbaru.

“Perilakunya sudah luar biasa, seperti raja.”

Gitu guys kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Golkar Adies Kadir kemarin, pas menyampaikan keluhannya pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Jadi dalam statement-nya itu, Pak Adies bilang bahwa dia sering kali WA atau telepon Kapolres di daerah, tapi ngga dijawab. Hal ini tentunya ngeselin, dan udah kayak raja aja gitu, kata Pak Adies.

Kapolres is you during this time of the month…

Announcement


Thanks to Star, Rian, Someone, Armando, Zizi, Ihsan, Pinkpolkies, and Nathasya for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Thinking about painting your nails with trendy colors? Check this out.