Kekeringan di Eropa Semakin Parah

48

When things are getting worse…

In Europe.
Yep, things are getting worse in Europe. Bukan Rusia, bukan Ukraina, tapi krisis lingkungan aka kekeringan yang makin hari makin parah. Terus, saking parahnya kekeringan di sana, banyak yang menyebut bahwa kekeringan kayak gini tuh belum pernah terjadi selama 500 tahun terakhir.

WHAT??
Iya, Kebayang kan sekering apa itu daratan? Well, kalau ngebayangin Eropa tuh kan kita kebayangnya suasana ala spring gitu yekan. Bunga-bunga pada bermekaran cantik warna-warni, terus pas fall daun-daunnya berguguran di tepi jalan sambil kita lewat di situ *sambil dengerin all too well *penting*. Terus ada hujan. Aestetik lah pokoknya. Tapi sekarang, thanks to climate crisis, keadaannya udah nggak kayak gitu lagi, guys.

Sekarang gimana emang?
Boro-boro ada bunga, air aja nggak ada. Jadi dalam dua bulan terakhir, nggak ada hujan sama sekali di hampir seluruh negara Eropa, gengs. Karena nggak ada hujan, jadi kering dong tuh. Saking keringnya, di Spanyol waduk-waduk dan tempat penampungan air jadi mulai rusak dan pecah gitu. The same also goes to negara-negara lain kayak Inggris dan Perancis.

Oh nooo….
Di Perancis, tepatnya di desa Lux, Burgundy, kan ada satu sungai namanya Sungai Tille yah. Nah di situ itu awalnya cantik banget guys, airnya ngalir terus banyak ikan. Sekarang, karena kekeringan airnya jadi kering deh. Ikan-ikan di sana pun jadi pada mati. Di Inggris juga gitu. As we all know Inggris adalah salah satu negara yang curah hujannya cukup tinggi, guys. Makanya nggak jarang film-film British juga sering banget ada adegan hujan. Tapi Jumat kemarin, pemerintah pun udah men-declare kekeringan di sebagian wilayah dan musim panas kali ini jadi yang paling panas dan jadi yang terkering sepanjang sejarah.

🙁
Exactly. Terus, ngeliat keadaannya kayak gini, pertanyaan yang pasti muncul adalah, “Mau sampai kapan begini terusss? Haduhhh…., “Gitu kan. Well, to answer that questionAndrea Toretti dari European’s Commission Joint Research Centre bilangnya sejumlah peneliti emang masih menganlisis kekeringan sekarang ini karena masih happening juga. Terus, kekeringan kali ini tuh juga ngingatin mereka sama kekeringan parah yang pernah terjadi di 2018 lalu, guys. Tapi ngeliat keadaannya so far, Pak Andrea bilang, “This year, I think, is worse.” It’s safe to say peristiwa ini tuh jadi kekeringan paling parah dalam 500 tahun terakhir, guys. 500 tahun lo.
 
Go on…
Terus Masih dari keterangan Pak Andrea, kondisi Eropa yang sekering sekarang tuh bisa menimbulkan resiko yang gede banget, karena emang kebanyakan infrastruktur Eropa ngga dirancang buat kondisi sekering ini. Kalau langkah mitigasinya nggak bener, takutnya intensitas dan frekuensi kekeringannya bisa jadi lebih parah dan makin meningkat tiap hari.  The worst scenario is kekeringannya bisa ada terus sampe tiga bulan ke depan.

Jadi gimana dong tuh?
Yha mau nggak mau mereka harus cari cara gimana caranya biar aktivitas masyarakat tetep jalan meskipun lagi ada krisis. Apalagi aktivitas ekonomi. Since warga Eropa bergantung banget sama transportasi laut buat ekspor-impor berbagai sumber daya alam, jadi pilihannya yha cuma dua: Mereka keruk sungai lebih dalam lagi sampai air sungainya nggak kering-kering banget dan kapal bisa lewat, atau mereka memangkas jumlah produksi jadi nggak perlu kirim-kirim dulu sementara waktu. Tapi ini juga berdampak sama income mereka dong.

Ok. Anything else?
Fyi dalam hal ini, Eropa tuh nggak sendirian, guys. Karena selain di Benua Biru, banyak juga wilayah lain di berbagai belahan dunia yang dilanda kekeringan. Kayak Afrika Timur, Meksiko Utara, sampai ke Amerika Serikat. Selain karena climate crisis dan suhu bumi yang makin panas aka heatwave, karhutla aka kebakaran hutan dan lahan juga yang jadi salah satu penyebab wilayah-wilayah ini dilanda kekeringan, guys.