Kasus Pidana Baru Penembakan Brigadir J, FBI Geledah Resort Donald Trump, Virus Langya Muncul Di Kawasan Asia Pasifik, Puncak Hujan Meteor Perseid Di Indonesia

101

Wakey wakey!

Hi there. Welcome to Thursday again. Today we will bring you the newest update on the police shooting drama, which for us, sounds a looooot like House of Cards. The other thing is about the new worrying virus and Trump. Yep, that Trump. Scroll down…

When the drama happened yesterday…..

Is not over yet.
Yep. If you think ditetapkannya Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai tersangka means masalah selesai, you’re wrong. Masih banyak puzzle-puzzle yang harus dipecahkan, dan masih banyak fakta yang harus diungkap. Termasuk keterangan polisi waktu di awal-awal kasus ini muncul ke publik karena ternyata bisa berpotensi jadi kasus pidana baru.

Wait, 
keterangan yang mana, ya?
Itu looo soal keterangan polisi yang yang disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan di awal-awal kasus ini muncul ke publik bulan lalu. Waktu itu, Brigjen Ramadhan bilangnya ada baku tembak di rumahnya Irjen Ferdy Sambo antara Bharada E dengan Brigadir Yosua Hutabarat aka Brigadir J  yang kemudian menyebabkan Brigadir J akhirnya tewas. Bharada E di situ disebut melindungi diri karena Brigadir J-nya yang mulai duluan nembakin pelurunya, guys.

Yea I remember that. 
Terus terus?
Selama ini narasinya terus begitu sampai digelarnya konferensi pers Selasa lalu. Dalam konpers itu, akhirnya kan kita tahu tuh fakta-fakta baru di mana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nge-confirm kalau nggak ada adegan baku tembak yang terjadi di rumah itu. Di situ juga dikonfirmasi bahwa Bharada E nembak Brigadir J sampai tewas itu atas perintahnya Irjen Ferdy Sambo himself. (Read the full story here). Berangkat dari sini akhirnya banyak yang mempermasalahkan rilisan polisi waktu tu deh.

I see….
Rite? Adapun salah satu tokoh yang mempermasalahkan rilisan polisi adalah Menko Polhukam Mahfud MD. Menurut Prof Mahfud, ini tuh misleading informasi aka keterangan salah yang diungkap ke publik. Lebih jauh, Prof Mahfud juga menyebut hal ini sebagai pelanggaran kode etik, gengs. Makanya sekarang sebanyak 28 anggota polisi masih terus diperiksa terkait pelanggaran etik, dan 31 lainnya yang diperiksa soal kasus pembunuhan Brigadir J.

We wanna know the motives, Pakkk…
Well, kalau kata Prof Mahfud dalam keterangannya kemarin, motif penembakan itu cuma bisa didengar sama orang dewasaguys. Makanya belum bisa dibuka ke publik karena emang persoalan sensitif dan masih akan dikonstruksi lagi sama Polri. Lebih lanjut, Pak Mahfud juga mengapresiasi Polri karena dengan fakta-fakta yang diungkap Kapolri kemarin, sekarang telurnya tuh udah pecah. Tapi meskipun begitu, penyidikan masih terus dilakukan. Nah kalau ntar terbukti polisi-polisi itu sengaja menyembunyikan fakta, jadinya bisa banget dipidana dan jadi kasus baru.

Whooooa…
Selain Prof Mahrud, Sejauh ini Komnas HAM pun masih mengumpulkan barang bukti terkait kasus ini. Salah satunya adalah dengan pemeriksaan 10 saksi yang diduga terlibat di sini termasuk handphone mereka juga dicek satu-satu. Nah dari pemeriksaan itu, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik bilangnya ada upaya pengaburan fakta yang coba dilakukan sama para saksi, guys. Hal ini dikarenakan keterangan saksi sama data di handphone mereka tuh nggak match gitu. Tapi, masih ditelusuri lebih lanjut lagi sih sama Komnas HAM. Sejauh ini, Pak Taufan bilang pihaknya juga udah memeriksa lima handphone lagi dari saksi-saksi lain.

How about CCTV?
Iya soal itu juga. Selain bukti pendukung berupa alat komunikasi, bukti pendukung lain yang sebenarnya bisa banget diandalkan dalam mengungkap kasus ini adalah CCTV di TKP, rumahnya Irjen Ferdy Sambo. Tapi as we all know, bukti CCTV-nya tuh masih belum ada sampai sekarang. Ini juga yang bikin tim penyidik kesulitan dalam mengungkap kasusnya. Nah tapi, disampaikan langsung oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri, Komjen Agung Budi Maryanto, diketahui ada beberapa personel yang ngambil CCTV tersebut terus menghilangkan barang bukti ::). Terus, Komjen Agung pun langsung kasih perintah ke Divisi Propam dan Bareskrim buat mengusut masalah ini lebih lanjut.

In case you’re wondering kenapa handphone dan CCTV dikejar sebegininya, hal itu karena keterangan para saksi yang diperiksa tuh nggak bisa dianggap 100% valid dan benar, guys. Karena yha omongan kan bisa banget berubah-ubah yah. Jadi once dia ngomong beda, it means konstruksi peristiwanya juga otomatis bakal beda dan berubah gitu. Makanya, biar keterangan saksi tadi bisa dinyatakan valid, perlu ada bukti pendukung termasuklah alat komunikasi aka handphone ini.  Lebih lanjut, Pak Taufan juga menyampaikan bukti pendukung tuh bakal jadi kunci buat mengungkap kasus ini, since bukti CCTV sampai sekarang juga belum ada.

Got it. Anything else I should know?
Balik lagi ke keterangan Polri berupa press release yang disampaikan ke publik di awal-awal kemarin, now everybody’s eyes are onFahmi Alamsyah. Penasihat Ahli Kapolri bidang Komunikasi Publik sejak 2020. Jadi baru aja kemarin, Fahmi mundur dari posisinya karena doi mengakui bahwa dirinya diminta Ferdy Sambo untuk menulis press release sesuai skenarionya Sambo. Fahmi kemudian membantah keterlibatannya dalam penyusunan skenarionya. Jadi dia cuma nulis rilisnya aja gitu.

Who’s making the unexpected visit?

FBI.
To Donald Trump’s resort.

Visit
 bukan sembarang visit. Senin kemarin, para agen Federal Bureau of Investigation (FBI) rame-rame datang dan menggeledah resortnya aka rumahnya  Donald Trump di Palm Beach, Florida buat mencari dokumen kepresidenan Amerika Serikat yang diduga dibawa ke sana. Yoi guys, jadi dokumennya itu dibawa pulang sama Trump dari White House ke Florida.

WOW. Background pls. 
You got it. Jadi ceritanya tuh gini, as we all know Donald Trump adalah Presiden AS yang menjabat dari 2016 sampai 2020 lalu. Terus kan kontraknya sebagai presiden AS ga dilanjut aka beliau ga kepilih lagi, jadi of course, dia harus handover dokumen-dokumen kerjaan dong. Begitu juga dengan barang-barang yang dia simpan selama menjabat, itu harus balik jadi punya negara buat diarsipkan, yang dalam hal ini diurus oleh The US of National Archives and Records Administration (Let’s call them NARA from now on). Setelah dicek, ketahuan deh kalau ternyata di akhir pemerintahannya, pihak Donald Trump tuh belum balikin semua dokumen dan barang-barang tadi, guys.

Hah masa?
Iya. Segala surat-surat, hadiah korespondensi dari Kim Jong-un, sama surat ucapan selamat dari Obama waktu dia dilantik jadi presiden tuh belum nyampe ke pihak NARA selama setahun. Well, ada sih yang dibalikin. Tapi, yang dibalikin tuh mostly yang udah sobek terus keliat jelas abis dilekatin lagi. Ada juga yang dibalikin cuma potongan-potongannya doang dan nggak dibenerin lagi sama pihak Trump. Nah, yang belum balik ini, dikejar terus dong sama NARA, sampai akhirnya mereka berhasil bawa balik sebanyak 15 kotak dari rumah pribadinya Trump di Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida. The thing is… something suspicious happened as they were checking semua barang-barang dan dokumen tadi, guys.

HAH Apatuu?
Waktu mereka ngecekin satu-satu isi 15 kotak itu, ketemulah berbagai informasi yang kemudian disebut sebagai classified national security information atau informasi keamanan nasional yang rahasia. Remember banyak dokumen yang sobek dan udah dalam potongan-potongan tadi? Yes, hal itu juga disebut informasi rahasia yang udah dihancurkan dan coba dihancurkan sama Donald Trump, guys. (Kok kayak nggak asing ygy). NARA pun langsung ngelapor ke Department of Justice-nya AS dan memulai penyelidikan terkait hal itu, sampai ngelibatin FBI segala.

Go on…
Puncaknya, ada di hari Senin kemarin. FBI langsung cus ke Florida dan menggeledah abis rumahnya Trump buat mencari lebih detil terkait informasi rahasia itu. Mereka memeriksa seisi rumah, bahkan brankas pun juga ikutan diperiksa sama mereka. Meanwhile, Donald Trump sendiri nggak ada di tempat pada saat itu, guys. Beliau lagi ada di tower-nya di New York. Disampaikan oleh pihak kuasa hukumnya, pihaknya bakalan bekerja sama dan bersikap kooperatif sama FBI dan DOJ.

I see. Any words from The White House?
Yep. Terkait penyelidikan dan penggeledahan rumah mantan presiden ini, pihak White House tuh menyebut mereka nggak tahu sama sekali, guysNever heard of classified documents kayak yang dijelasin FBI dan Department of Justice. Bahkan, pihak White House tuh tahunya yha pas udah diberitain di media gitu.

Okay. Anything else?
Fyi dalam penyelidikan ini, Donald Trump bisa banget dijerat berbagai pasal terkait pengaburan fakta maupun espionase semasa dia menjabat sebagai presiden satu periode itu. Dan, kalau beliau terbukti bersalah, maka hal ini bisa jadi batu sandungan yang besar banget buat niat dia kembali nyapres di tahun 2024.

What keeps coming like tasks from your boss?

Virus. 
Yep, ga kelar-kelar ygy. Jadi baru aja nih, muncul lagi satu jenis virus yang concerning yang muncul di kawasan Asia Pasifik. everybody meet: Virus Langya.
 
Tell me. 
Sure. Jadi, dari sebuah penelitian yang dilakukan sama para ilmuwan China dan Singapura, udah ditemukan sebuah virus yang diberi nama Virus Langya. More context about it, virus Langya ini asalnya dari hewan dan selain menginfeksi hewan, virus ini juga bisa menginfeksi dari hewan ke manusia:)). Tapi sampai sekarang masih belum ada bukti apakah virus ini emang bisa menyebar dari manusia ke manusia.

Tapi udah menyebar?
Udah eheheh.. Tapi bukan antar manusia, guys. Adapun virus ini udah terdeteksi di 35 orang di Provinsi Shandong dan Provinsi Henan, China. Orang-orang ini awalnya punya gejala demam dan gejala-gejala lain yang mirip sama Covid-19. Tapi bedanya, mereka-mereka ini sebelumnya udah kontak erat sama hewan berupa kelelawar. Terus pas PCR, rupanya bukan Covid-19. Dan karena mereka udah kontak erat sama hewan inilah yang kemudian menguatkan para ilmuwan itu kalau mereka emang udah terinfeksi sama virus Langya yang asalnya juga dari hewan, guys.

Geeeez….
Nah terus kalo menurut data WHO sih, virus Langya ini diklasifikasikannya sebagai virus biosafety level 4 di mana kemungkinan kasus kematian pada kasus ini ada di angka 40-75%. Lebih tinggi dari kasus kematiannya Covid-19. That being said, kasus ini jadi jauh lebih berbahaya daripada Covid-19. Adapun setelah diobservasi lebih jauh lagi, 26 dari 35 orang yang terinfeksi virus ini punya gejala gampang marah, gampang capek, sakit kepala, batuk, mual, sampai muntah.

Pls not another outbreak…
Amen. Tapi disampaikan oleh salah satu ilmuwan dalam penelitian terkait virus ini namanya Wang Linfa, sampai sejauh ini sih virusnya emang belum nyampe yang fatal dan serius banget. Jadi, nggak perlu terlalu panik. But the thing is, kalau misalnya terbukti virus ini udah menginfeksi manusia ke manusia lain, itu udah beda cerita. Terus juga untuk 35 orang yang udah kena tadi, mereka saat ini posisinya lagi dirawat aja untuk menghindari komplikasi. Karena sejauh ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus buat men-tackle si Virus Langya ini.

I see. Anything else?
Btw talking about vaccine, sekarang tuh di berbagai belahan dunia sedang mengupayakan supaya mereka bisa distribusiin vaksin buat mengendalikan cacar monyet aka monkeypox yang sekarang mewabah dan makin parah each and every day. Vaksin yang dipakai yang dipakai tuh salah satunya adalah Vaksin Jinnyeos,  yang sering dipakai sebagai vaksin cacar pada umumnya. Penggunaan vaksin jenis ini juga udah disetujui sama Food and Drugs Adminsitration AS, dan punya efektivitas 85% dalam menghindari monkeypox.

When you wish upon the star…

Gather up your wish….
Or tell me your wish (hi, sone) karena pada 13-14 Agustus nanti, bakal ada puncak hujan meteor Perseid di Indonesia. Adapun hujan meteor perseid ini merupakan hujan meteor yang titik radiannya berasal dari konstelasi Perseus. Terus, Perseid-nya sendiri bersumber dari sisa debu komet 109P/Swifts-Tuttle dengan kecepatan meteor yang dapat mencapai 212.400 kilometer per jam. Nah guys, kalo kamu mau lihat, maka menurut Andi Pangerang selaku Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hujan meteor ini bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia pada jam 11 malam di Indonesia bagian barat dan jam 1 pagi di Indonesia bagian selatan.
 
Terus Pak Andi bilang, kamu bisa kok memantau hujan meteor ini tanpa bantuan alat optik. Yang pasti ada beberapa tips supaya pengamatan kamu makin seru: di antaranya memastikan cuaca cerah, wilayah pengamatan tidak terhalang, dan kondisi lingkungan bebas polusi cahaya. Enjoy!

“Saya waktu itu presiden tetap masak”

Wwkwkkw siap, Ibuu! Gitu guys, kata Ketum PDI Perjuangan (PDIP) Bu Megawati Soekarnoputri yang mendorong supaya cewek-cewek zaman sekarang tuh bisa masak. Kata Bu Mega, perempuan masa kini harus bisa memberi yang terbaik untuk keluarga, termasuk pemenuhan gizi untuk penurunan angka stunting. FYI guys, hal ini disampaikan dalam acara kick off kolaborasi penurunan stunting yang digelar oleh BKKBN kemarin.

 
….

Announcement


Thanks to Monica, Virel, Dika & Tipluk for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you’ve been thinking about breaking up with your SO, read this first.