Irjen Ferdy Sambo Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka, 10 Agustus Hari Konservasi Alam Nasional, Banjir di Seoul Korea Selatan, 2050 90% Wilayah Jakarta Akan Tenggelam

93

Good morning

Uh oh. What a night! Last night, we finally concluded the “curious case of a killed policeman” with a very clear and concise explanation from none other than the Kapolri himself. We will tell you more about it down below, all you have to do is scroll…

Here’s the plot twist you’ve been looking for….

Irjen Ferdy Sambo resmi dinyatakan tersangka.
Well well well, If you’re devoted ngikutin banget kasus kematiannya Brigadir J, kamu capek banget nggak sih sebulanan ini disuruh main teka-teki? Same. But finally, kemarin banget nih, we saw the light, guys. Tokoh utama dalam kasus ini, Irjen Ferdy Sambo, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Dan segala skenarionya selama ini, akhirnya terbongkar.

SKENARIO???
Jadi kemarin itu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar konferensi pers di mana beliau mengumumkan dan menetapkan tersangka baru di kasus ini. Thanks to Pak Kapolri dan semua pihak yang udah bekerja keras, the truth is finally revealed. Well, selama ini narasinya tuh berfokus ke Bharada E sama Brigadir J yang saling tembak terus Brigadir J-nya yang tumbang dan tewas. Nah, rupanya faktanya nggak kayak gitu, guys. The truth is, disampaikan langsung oleh Pak Kapolri, nggak ada drama baku tembak kayak yang selama ini diberitakan.

WAH WAH WAH….
Jadi adanya ditembak aja, dan Bharada E yang menembakan pelurunya ke Brigadir J atas perintah… none other than Irjen Ferdy Sambo himself. Yep, hal ini tuh emang udah disusun jadi sebuah skenario sama Ferdy Sambo. Termasuk skenario baku tembak itu. Ferdy Sambo diketahui make pistolnya Bharada E buat nembakin peluru ke tembok. Biar keliatan real kalau abis ada baku tembak di rumah itu.

Why I’m not surprised….
Same. Eheheheh. Makanya dalam keterangannya Pak Kapolri kemarin, Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka atas perannya dalam merintah Bharada E nembak Brigadir J dan ended up Brigadir J tewas, plus perannya dalam merancang segala skenario ini. Bersamaan juga dengan tersangka lain yang juga ikut menyaksikan penembakan itu, yaitu inisial RR dan KM. Serta the one and only Richard Eliezer aka Bharada E yang jadi pelaku penembakan. Mereka berempat disangkakan dengan pasal 340 subsider pasal 338 KUHP juncto pasal 55 dan 56 dengan ancaman maksimal hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Motifnya udah ketahuan?
Nah, setelah tahu kenyataannya ternyata begitu, yang jadi pertanyaan selanjutnya pasti: Apa motif atau alasan itu Irjen Ferdy Sambo merintah Bharada E nembakin Brigadir J sampai tewas? So, to answer that question, sampai sekarang, tim khusus masih memeriksa sejumlah saksi, termasuk istrinya Sambo, Bu Putri Candrawathi. Jadi motifnya masih didalami, guys. Tapi yang pasti, Jenderal Listyo bilangnya motif ini adalah pemicu utama yang bikin Ferdy Sambo akhirnya terpikir buat membunuh Brigadir J. Update-annya pasti bakal diinfoin lagi kalau kata Pak Kapolri.

So, where are we going from here?
Nah, sambil menunggu penyidikan dari tim khusus terkait motif why they did what they did, selanjutnya Irjen Ferdy Sambo bakal diperiksa lebih lanjut lagi dalam statusnya sebagai tersangka. Nah, beres diperiksa, baru deh dia beneran ditahan. Keputusan dia ditahan di mana bakalan menunggu hasil pemeriksaan itu, apakah dia dipindah ke Rutan lain atau stay di Mako Brimob kayak sekarang.

Terus yang lain?
Nah yang lain, temasuk Bharada E yha juga ditahan. Bharada E sendiri ditahan di Rutan Bareskrim Polri, di mana di situ, dia ditempatkan di sel khusus tersendiri dan dengan penjagaan yang ketat. Bharada E atau Richard Eliezer ini udah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu dan sekarang dalam proses bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban aka LPSK sebagai justice collaborator.

I see. Anything else I should know?
Btw talking about Bharada E, the fact that dia diperintah sama Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J, menurut pengamat hukum pidana Asep Iwan Irawan harusnya nggak bisa dipidana. Hal ini karena RE cuma menjalankan perintah. Hal ini sesuai dengan pasal 51 ayat 1 KUHP yang menyebut orang yang melaksanakan perintah jabatan karena kewenangannya, nggak bisa dipidana. In that sense, bosnya sendiri Ferdy Sambo yang jabatannya jauuuuh lebih tinggi dari dia. Jadi RE ga mungkin melawan.

When your bae asks, “Inget nggak ini hari apa?

Hari Rabu?
Yha nggak salah sih. Tapi kalau pertanyaan “Inget nggak ini hari apa?” tuh kan pasti refer-nya ke tanggal kan. Nah kalau hari ini nih, hari Rabu tanggal 10 Agustus, hari apa coba? Yep, hari ini diperingati sebagai Hari Konservasi Alam Nasionalguys. So, to celebrate it, let’s take a look at our magnificent nature and make sure you’re taking part in Konservasi Alam.

Wait.
 Jadi bukan anniversary kan?
Nope, but yea, congratulations. Di momentum kayak gini, kita mau bahas soal keindahan alam Indonesia, di laut, dan di darat khususnya yang ada di Indonesia Timur. Well, kamu pasti udah paham banget kan kalau wilayah Indonesia Timur tuh emang paradise banget dan sungguh indah. Masih banyak ijo-ijo, lautnya masih biru jernih, udaranya juga sejuk. Nah karena keindahannya ini, maka perlu dijaga banget, biar tetap terus begitu sampai nanti-nanti.

Of course….
Contohnya di Pulau Um, pulau kecil yang letaknya nggak jauh dari Kota Sorong, Papua Barat. Yha namanya pulau, pantainya pasti juara dong. Pasirnya pun putih. Tapi nggak cuman itu, kalau kamu pergi ke Pulau Um, mata dan telinga kamu bisa relaxed banget sama pemandangan dan suara-suara burung yang berkicau saut-sautan di sana, gengs. Mulai dari burung gagak, burung maleo, camar, burung mata merah, bahkan kelelawar (seriusan. Baca sendiri deh di sini). Terus, burung dan hewan lain yang ada di Pulau Um ini tuh dibiarin aja berkeliaran di alam bebas. Tapi luckily sampai sekarang, mereka tetap aman.

Kok bisa?
Karena ada konservasi tadi. Well, kalau diliat definisinya di KBBI, konservasi tuh kan  berarti segala pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan yah. In that sense, biar alamnya nggak rusak dan jenis hewan di sana nggak pada ilang, maka dilakukanlah langkah-langkah perlindungan dan pemeliharaannya. Adapun prosesnya tuh bisa dilakukan secara modern, atau tradisional. Kayak yang dilakukan sama masyarakat di Pulau Um ini. Sebagai langkah konservasi, dari dulu mereka punya aturan namanya Egek. Egek, melarang siapapun mengambil dan memanfaatkan segala sumber daya alam yang ada di pulau itu, forever and ever.

Nice….
Enough with Pulau Um and Papua for now, and let’s move to Maluku. Maluku juga nggak kalah cantik sama Papua, guys. Apalagi when it comes to wisata bawah lautnya. Kamu yang pernah snorkling/diving di Maluku juga pasti pengen balik lagi and lagi. YAKANNN? Atau Maluku masih jadi bucket list kamu nih?  Ehehehe. Btw, karena laut di Maluku itu emang indah banget, makanya harus dijaga atau dikonservasi. Nggak cuman sama masyarakatnya, tapi juga pihak pemerintah.

Caranya?
Caranya, dengan bikin Kawasan Konservasi Perairan aka KKP. Nah, dengan adanya KKP ini, meaning kawasan laut tersebut udah sah sesah-sahnya secara khusus dilindungi dan dikelola pake sistem zonasi di mana pengelolaannya bisa jadi lebih organized dan sustained. Hal ini juga udah sejalan sama programnya pemerintah RI di mana di tahun 2030 nanti, bakalan ada 10 persen atau sekitar 30 juta hektar laut yang ada di Indonesia,  yang merupakan kawasan konservasi, gengs. Terus sejauh ini, ada 24 juta hektar laut yang udah tercatat sebagai Kawasan Konservasi Perairan dan dilindungi. Dan, bakal terusssss meluas sampai akhirnya nyampe target yang diharapkan or even beyond. Yang harus kamu tahu adalah, di Maluku, udah ada empat kawasan konservasi yang diresmiin sama pemerintah, guys. Ada di Kepulauan Lease, Pulau Ay dan Pulau Rhun, Pulau Boano, dan wilayah laut yang ada di Seram Utara dan Seram Utara Barat. And trust us, semuanya pada cantik-cantik.

Indonesia nggak ada lawan sih..
Asli. makanya guys, beneran harus kita jaga nih alam kita, Jadi nggak cuman di Papua atau Maluku doang, tapi di seluruh Indonesia juga. Dari Sabang sampai Merauke-lah pokoknya. In case you don’t know where to start, kamu bisa banget mulai dari diri kamu sendiri di  lingkungan sekitar. Kamu masih suka buang sampah sembarangan nggak? Masih suka pakai plastik sekali pakai nggak? Atau masih suka nyoret-nyoret di pohon? Jangan pls. Kasih tahu temen kamu juga to do the same. Sip?

When rain scenes are your favorite in drakor….

Wait until you hear about:
Banjir sepinggang orang dewasa di Seoul, Korea Selatan, gara-gara hujan.
Dan ini kejadian beneran, guys. Bukan di drama. Terus gara-gara hujan ekstrem yang nggak berhenti-berhenti dari Senin kemarin ini, banyak orang yang dinyatakan hilang dan so far udah delapan orang yang dinyatakan meninggal.

Ya ampun kok bisa?
Well, sekarang tuh kan emang masih summer yah. Nah, di Korsel, yang namanya hujan di musim panas tuh emang lumrah banget, guys. Tapi seiring dengan climate crisis yang makin hari makin memunculkan wujudnya, curah hujan di sana juga semakin meningkat tajam, guys. Terus selain curahnya yang meningkat, volumenya pun ikutan meningkat, jadi semakin deras tiap kali hujan. Makanya sampai terjadi banjir di Seoul dan daerah-daerah lain kayak di Provinsi Gangwon, Gyeonggi, dan Gwangju.

Parah banget emang?
Banget. Di Seoul, hujan yang mulai terjadi Senin lalu itu adalah hujan terparah selama 80 tahun terakhir. Separah itu, sampai airnya meluber kemana-mana dan menggenang tinggi hampir setinggi pinggangnya orang dewasa. Akibat hujan ini pula, jalanan sana berubah jadi kayak sungai, mobil-mobil pada tenggelam, terus stasiun metro juga terencam karena banjir, guys. Dan berdasarkan laporan BMKG-nya Korsel, hujan deras bakalan terus lanjut at least sampai hari ini.

Terus, orang-orangnya?

Yha banyak yang terdampak sama peristiwa ini. Karena yang namanya banjir, apalagi segede ini, bencana lain pasti terjadi juga. Yep, it’s none other than tanah longsor. Tanah longsor terjadi di Provinsi Gwangju dan bikin stasiun bus runtuh jadi puing-puing. Akibatnya, dua orang di sana dinyatakan tewas, hiks. Otoritas pemerintah Seoul juga mengkonfirmasi per Selasa kemarin, delapan orang udah dinyatakan tewas. Termasuk tiga anak laki-laki yang tenggelam di basement rumah mereka, plus seorang ASN yang kesetrum kabel listrik yang udah rusak karena banjir ini. Beberapa warga juga dikabarkan menghilang guys, setelah sebelumnya mereka tertangkap kamera tengah berjalan melawan arus banjir yang setinggi pinggang orang dewasa itu.

Any words from the government?
Yep. It’s coming from Mr. President himself, Yoon Suk-yeol. Merespons banjir bandang sampai memakan korban kayak gini, Pak Presiden langsung segera memerintahkan penduduk di daerah yang berisiko tinggi supaya dievakuasi as soon as possible. Selain itu, Pak Yoon juga bilangnya bisnis-bisnis yang masih buka harus bisa menyesuaikan jadwal karyawan mereka, termasuk jarak tempuh yang harus ditempuh dari tempat tinggal ke tempat kerja mereka yang pasti keganggu dikarenakan banjir.

I see. Anything else?
Fyi karena hujan deras dan banjir yang terjadi di Korea Selatan ini, tetangganya, Korea Utara, sekarang lagi menghadapi potensi bencana yang sama. Yep, otoritas setempat udah memprediksi bakalan ada hujan lebat di selatan dan barat negara itu. Terus, dari prediksian ini, mereka yang worry juga langsung mempersiapkan apa-apa aja yang harus dilakukan, di antaranya dengan melindungi lahan pertanian dan menjaga supaya Sungai Taedong jangan sampai meluap. Karena kalau Sungai Taedong meluap, Pyeongyang bakalan kena banjir dah.

When you’ve been listening to “Highschool in Jakarta” on repeat…

Everybody, now meet: Drowning in Jakarta.
 
Yep, kabar mengkhawatirkan datang dari ibu kota kita ni guys, di mana kemarin, Direktur Utama Perumda PAM Jaya Arief Nasrudin bilang bahwa kalo penggunaan air kita kayak gini-gini aja nih, maka pada tahun 2050 mendatang, 90% wilayah Jakarta akan tenggelam. Yep, you read it right, 90% guys.
 
Jadi dalam keterangannya itu, Pak Arief bilang bahwa saat ini Perumda PAM Jaya tengah menggenjot pemenuhan kebutuhan air melalui pipanisasi di Ibu Kota, demi menekan eksploitasi air tanah yang masih terjadi. Nah, eksploitasi air tanah ini bahaya banget guys, karena bisa menyebabkan penurunan tanah dan mengancam ekologi, hingga eventually bikin tanahnya tenggelam. Apalagi saat ini, eksploitasi air tanah dilakukannya dalam jumlah besar bangetkan. Adapun daerah yang paling beresiko adalah yang terletak di Jakarta Utara, kayak Tanjungan, Merunda, Cilincing, dll.
 
Menanggapi perkembangan ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bilang, makanya salah satu upaya untuk mengurangi beban turunnya permukaan tanah adalah dengan ibu kota yang pindah ke Kalimantan. Jadi yhaa hal ini bakal mengurangi jumlah warga yang tinggal di JKT dan eventually mengurangi penggunaan air tanah juga gengs.

“Kalau ada uang lebih, nanti ditambah.”

Wihiii gitu guys kata Presiden Joko Widodo ke warga penerima Bantuan Modal Kerja (BMK) yang ditemuinya di Pasar Sungai Duri, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat kemarin. Dalam kunjungannya itu, Pak Jokowi ngingetin para bu ibu dan pak bapak biar bantuan yang senilai  Rp 1,2 juta itu digunakan untuk hal yang produktif, kayak misalnya tambahan modal usaha. Jangan dipake beli hp atau pulsa gitu-gitu. Terus juga kalo ada anggaran lebih nanti duitnya ditambahin.
 
When Pak Jokowi sounds a lot like your father…

Announcement


Thanks to Acil, someone and Diki for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

This is just… something that you don’t know you need.