Hujan Roket Israel – Palestina

43

Who’s finally put their weapons down?

Israel and Palestine.
Yoi. Over the weekend kemarin, langit Israel-Palestine kembali dihujani dengan berbagai serangan roket yang dilakukan Israel dan dibalas oleh warga Palestina. Sampai akhirnya, mereka  sepakat buat gencatan senjata aja.

Wait. I need some background here.
You got it. Jadi awalnya gini, guys. Minggu lalu, pasukan militernya Israel menangkap pemimpin pasukannya Palestina bernama Bassam Al Saadi. Nah, karena penangkapan ini, pasukan Israel pun worry kalau-kalau Palestina mau nyerang balik mereka kan. Terus sebagai langkah pencegahan, akhirnya Israel lah yang nyerang duluan aka mereka melakukan preventive strike guys. Adapun serangan ini dilancarkan di hari Jumat, dengan ratusan roket yang meluncur ke wilayahnya Palestina.

Go on…
And, there they went with the attack, guys. Dari serangan itu, diketahui udah ada ratusan orang yang luka-luka, dan sebanyak 44 warga Palestina yang tewas.  Terus, 44 orang itu setengahnya adalah warga sipil dan anak-anak nggak berdosa, dan termasuk juga di antaranya salah satu pemimpin Palestina, Tayseer Al-Jabari. Hal ini bikin kondisi makin panas, hingga Palestina balik membalas serangan Israel dengan luncuran roket.

Pecah dong tuh?
Iya. Dari keterangan warga sana, orang-orang Palestina tuh sebenernya nggak suka ada perang-perang gini. Udah capek juga kan, since mereka juga udah battling this war selama puluhan tahun. Tapi yha kalau ada anak-anak, perempuan, bahkan pemimpin mereka terbunuh, jadi ya ga mungkin diem aja. Kemudian, 100 roket pun akhirnya diluncurkan ke berbagai kota di Israel. Israel nggak kalah melawan, dengan teknologi canggih yang mereka punya, roket-roket Palestina itu pun akhirnya ditembak jatuh. Meskipun ada juga sih yang lolos dan berhasil merusak beberapa bagian kota di Israel. Jadi over the weekend itu terjadi saling tembak-tembakan saling serang.

Ya ampun…
Nah kamu harus tahu nih, guys. Di Palestina itu, selain Hamas, ada juga satu kelompok namanya Jihad Islam Palestina. Adapun yang nyerang balik Israel dengan 100 roket itu kelompok Jihad Islam ini, guys. Well the thing is, meskipun belom semapan Hamas yang udah punya segala equipment perangnya sendiri, kelompok Jihad Islam Palestina ini tetep ambi juga mau melawan Israel, dengan bantuan pihak ketiga. Now everybody meetIran. Dalam serangan ini, mereka tuh di-support sama Iran, guys. Hal ini dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri Iran yang mengutuk itu serangan brutalnya Israel. Terus, disampaikan juga oleh pemimpin pasukan tentara Iran, Pihak Iran tuh bilangnya, “Tenang aja, Palestine. Kalian nggak sendirian kok. Kita bareng-bareng lawan Israel ya,” gitu guys kira-kira.

Jadi sampai sekarang masih saling nyerang nih?
Not until last Sunday. Nah, dalam konflik bersenjata Israel VS Palestine ini kan emang melibatkan pihak ketiga yah. Adapun pihak ketiganya ini ada yang terlibat sebagai sekutu kayak Iran tadi, dan ada juga yang ambil sikap sebagai mediator buat menenangkan keadaan. Nah, dalam hal ini, yang bersikap sebagai mediator is none other than Egypt aka Mesir. Disampaikan langsung oleh Presiden Mesir, Abdel Fateh el-Sissi, yang dari hari Sabtu tengah mengupayakan adanya gencatan senjata. Pihak Mesir juga bilang bakal membantu membebaskan Baseem Al Saadu yang ditangkap dan ditahan sama tentara Israel, guys.

Terus, berhasil?
Luckily, yes. Dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Israel Yair Lapid, sejak hari Minggu tengah malam waktu setempat, Israel dan Palestina udah setuju buat melakukan gencatan senjata. Dalam keterangannya, PM Yair juga say thank you sama Mesir yang udah repot-repot menengahi dan mengupayakan gencatan senjata ini, gengs. Lebih jauh, pihak Israel juga bilang kalau sampai gencatan senjata ini dilanggar, maka mereka bakalan ambil sikap lagi dan merespons balik as soon as possible. Sementara dari pihak Palestina, balik lagi ke awal di mana mereka tuh sebenernya nggak mau ada perang. Asal nggak mulai duluan, mereka bakalan tenang-tenang aja.

I see. Anything else I should know?
Well, dari gencatan senjata ini, kan ada ratusan warga yang harus jadi korban luka-luka sedangkan 44 lainnya dinyatakan tewas yah. Nah, para korban ini rupanya dilarikan dan dievakuasi di rumah sakit yang letaknya di Bayt Lahiya, Gaza Utara dan ini punyanya Indonesia, guys. Terus, korban-korban di sana mendapatkan berbagai pertolongan medis sesuai tingkat keparahannya, dan yang merawat mereka adalah para relawan dari Indonesia juga. Keberadaan rumah sakit Indonesia ini emang penting banget, secara RS ini jadi rujukan utama di mana para korban serangan Israel banyak yang dilarikan ke sana.