Harga Telur Naik, Menteri Perdagangan : Itu Hal Biasa, Yuni Utami Bongkar Senior Ubah Berkas BAP Kasus Pemerkosaan, Jumlah Kasus Cacar Monyet Turun, 2035 California Larang Jual Mobil Bahan Bakar Bensin

67

Good morning,

Grab your coffee, everyone. It’s Monday. Today we’ll talk a lot about the rising prices (of everything), another issue in the police (It’s not FS, we promise!), another good update on monkeypox and a historic move on phasing out emission. Let’s catch up!

When telur ceplok is your “tanggal tua” food…

Not anymore.
Yep. Bad news buat anak-anak kos dan seluruh rakyat penganut prinsip “Makan yang penting kenyang”. Telur ceplok, telur dadar, telur sambel balado dll tuh kan menu andalan kita kalau lagi bokek yekan. Nah tapi, beberapa minggu terakhir harga telur lagi naik nih, guys. Tapi Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bilangnya, “Itu hal biasa.” :))))

NOOOOO
No harga telurnya naik atau statement-nya Pak Zulhas nih? :)) Anyway jadi normally, di sebagian besar wilayah di Indonesia, harga telur per kg-nya tuh kan ada di Rp 22ribu sampai Rp24 ribu. Teru sekarang, harganya tiba-tiba melonjak naik ke tiga puluh ribuan, bahkan ada yang nyampe ke 40 ribu per kilo gram-nya. Warga ngeluh dong, secara telur tuh salah satu bahan pokok yang pasti dipake sama semua orang. Bukan cuma buat rumah tangga, tapi juga buat kebutuhan industri: Sama abang-abang martabak misalnya, atau di rumah makan, restoran, bakery, dll.

Emang gara-gara apa sih?
Nah, dalam keterangannya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bilangnya tingginya harga telur ayam saat ini tuh salah satunya dipengaruhi sama bantuan sosial yang sekarang lagi digelontorkan ke masyarakat di berbagai daerah, guys. Jadi dari Kementerian Sosial ngasih dana bantuan ke pemerintah daerah. Terus pemerintah daerah belanjain dana itu buat bahan-bahan pokok termasuk telur, guys. Makanya permintaan telur di pasar jadi tinggi,  pasokannya kurang, dan end up harganya jadi meningkat deh.

Wow okay….
Speaking of Dana Bansos, Pak Zulhas, yang juga udah ketemuan sama pengusaha dan peternak juga menyebut faktor lain yang bikin harga telur naik adalah bansos yang nggak rutin disalurkan tiap bulan. For context, bantuan dari Kemensos ini emang dirapel per tiga bulan, guys. Telur kan juga nggak bisa cepat diprosesnya yah, butuh waktu lah. Nah sekalinya ada, permintaannya otomatis mendadak banyak. Makanya harganya juga naik. Dari sini, pengusaha dan peternak jadi ngusulin buat bansosnya turun per bulan aja, ceunah. Biar harga pasar tetap stabil.

Jadi gara-gara pemerintah juga gitu?
Nah dengar pernyataan kayak gini, Menteri Sosial Tri Rismaharini ke-trigger dong.  Bu Risma nggak terima kalau bansos yang beliau programkan disebut sebagai penyebab kenaikan harga telur. In that sense, Bu Risma menegaskan pihaknya nggak mengatur pembelian produk bansos buat masyarakat. Secara bantuan yang diprogramkan Kemensos tuh berupa bantuan tunai sebesar 200.000 rupiah tiap bulannya. Lebih jauh, Bu Risma bilang pihaknya nggak pernah maksa harus telur yang dibeli. Kalau kata Bu Risma, “Yang penting bernutrisi, bisa Ikan, daging, dll.” Jadi kalau harga telurnya naik, “Jangan salahin kita dong,” gitu guys kira-kira. Sampai berita ini diturunkan, Kemensos belum ngerespons lagi soal bantuan yang dirapel per tiga bulan itu.

I sense some drama here….
Yep, and it’s still Monday. Dalam keterangannya, Pak Zulhas nggak nyalahin Bu Risma dan Kementerian Sosial kok. Cuma yha itu tadi, periode waktu pemerintah daerah buat belanjain bansos itu terlalu mendadak, dan dalam jumlah yang banyak pula. Hal ini kemudian berdampak sama para pembeli dong. Mereka yang sehari-hari bergantung banget sama telur akhirnya harus mengurangi pembeliannya deh. Karena para pembeli nggak banyak beli, keuntungan pedagang otomatis jadi mengurang juga dong. Dari sini, para pedagang yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Indonesia mendesak pemerintah supaya buru-buru cari solusi supaya masalah ini cepat selesai dan harga telur buruan stabil lagi.

Yes pls. Did anyone say anything?
Merespons hal ini, Presiden Jokowi bilang, “Insya Allah dua minggu lagi akan turun.” Karena kalau versinya beliau, kenaikan harga telur ini emang fluktuasi biasa, guys. Ntar ketika kondisinya udah stabil lagi, harga telur di pasaran pun bisa turun juga. Selain itu, masih dari versinya Pak Jokowi, harga telur yang meningkat juga karena harga pakan ternak yang lagi tinggi, guys. Makanya, Badan Pangan Nasional pun langsung berkoordinasi sama asosiasi peternak dan menghubungkan peternak tadi dengan daerah sentra produksi kayak Sumbawa dan Dompu. Lebih lanjut, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi juga menyampaikan pihaknya udah merumuskan langkah penguatan sektor unggas yang berkelanjutan pake Harga Acuan Pembelian /Pembelian dan dibahas sama semua stakeholders. 

…..
Pokoknya Pak Arief bilang Badan Pangan Nasional udah berkolaborasi sama Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, sampai Satgas Pangan. In that sense, Badan Pangan Nasional lagi saling berkolaborasi sama pihak-pihak terkait biar peternak sejahtera, pedagang untung, masyarakat senyum-senyum hepi. Kayak kamu kalo abis texting-an sama gebetan.

Got it. Anything else I should know?
Btw bukan cuma harga telur yang sekarang naik, guys, tapi BBM juga. Terhitung sejak awal bulan ini, Pertamina udah menaikkan harga tiga jenis BBM, yaitu Pertamina Dex, Pertamax Turbo, dan Dexlite. Selain itu, harga BBM Subsidi Pertalite dan Solar juga ada rencana mau dinaikin sama pemerintah, guys. Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bilangnya BBM Subsidi sekarang itu udah membebani APBN sebesar Rp502 triliun. That being said, subsidi yng biasa dipakai sekarang itu nilainya lebih tinggi dari BBM yang biasa dipakai, guys. Kalau begini terus kondisinya, beban ke APBN bisa lebih tinggi lagi, yaitu sebesar Rp698 triliun. Makanya, naikin harga ajala, biar ga jadi beban negara mulu. Kira-kira gitu, guys.

When the police strikes again….

This time with Kasus Pemerkosaan.
Yep, bukan Ferdy Sambo dan bukan pula pembunuhan. Kali ini kita mau bahas cerita seorang mantan polwan di Donggala, Sulawesi Tengah yang nge-spill kelakuan seniornya waktu nanganin kasus pemerkosaan 2012 lalu. Dia pun akhirnya dipecat secara tidak hormat dan videonya viral di media sosial. So Everybody, meet: Yuni Utami.

DIPECAT???
Ok jadi ceritanya gini, guys. Tahun 2012 lalu di Satuan Polsek Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah, ada satu kasus pemerkosaan yang lagi ditangani sama polisi. Sesuai SOP, mereka ngumpulin bukti, ngumpulin keterangan saksi dan para ahli, sampai semuanya udah cukup untuk menetapkan tersangka. Nah pada saat itu, Bripda Yuni Utami, yang merupakan penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak terlibat aktif di situ, guys. Dia juga berperan besar dalam penetapan tersangka ini dan disusun dalam Berita Acara Pemeriksaan.

Go on…
Everything went well until suatu hari, Yuni ngegepin seorang seniornya ngubah berkas BAP kasus ini. Tertangkap basah lah doi yekan. Ditegur tuh sama Yuni, “Loh kok diubah sih BAP saya?” Terus, dalam keterangannya dalam satu video, Yuni menyebut senior itu ngomong gini, “Kenapa dikasih tersangka dia? Kamu masih baru jadi polisi, nggak tahu apa-apa. Kamu nanti bahaya kalau berurusan sama mereka, mereka ini keluarga kaya. Backing-nya nggak main-main.” Dijawab lagi sama Yuni, “Kenapa harus takut? Walaupun saya masih junior, toh semua bukti udah cukup jadiin dia tersangka.” Pokoknya ribut lah di situ.

OMG terus terus?
Mereka ribut-ribut di situ, terus Yuni pulang dan ngerjain ulang BAP di rumahnya. Nah, besokannya, Yuni terima SMS kalau dia dimutasi dari Polsek Biromaru ke Unit Lantas Polres Donggala. Nggak terima dong dia, “Kenapa jadi saya yang terlempar?” gitu kan. Marah juga, Yuni kemudian melapor ke tingkat Polda tapi nggak dapat respons yang baik dari institusi Polri, katanya. Marahnya Yuni kemudian juga dilampiaskan dengan dia nggak mau masuk kerja di Unit Lantas Polres Donggala itu, sejak kejadian itu di 2012 sampai 2014. Di sinilah ketidakadilan yang dirasain sama Yuni memuncak ketika di tahun 2014, Yuni dinyatakan dipecat secara tidak hormat dari Keanggotaan Polri karena desersi aka lari meninggalkan dinas.

LAH???
Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolres Sigi. AKBP Reja Simanjuntak. Jadi sejak Yuni Utami dimutasi ke Unit Lantas Polres Donggala, kasus pemerkosaannya kemudian ditangani oleh senior yang ngubah BAP itu. Dari klaimnya Pak Reja, pihaknya dan Propam Polda Sulawesi Tengah, udah menjalankan kasus ini udah sesuai proses penyidikan, guys. Berkas perkaranya pun udah lengkap aka P-21, tersangkanya udah diadili di pengadilan plus udah dijatuhi hukuman penjara. Jadi sebenarnya nggak ada alasan Yuni buat nggak masuk kerja gitu, guys.

I see….
Disampaikan juga oleh Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah, Kombes Didit Supranoto, Yuni Utami dipecat secara tidak hormat oleh Satuan Polri semata-mata karena nggak masuk kerja selama dua tahun, guys. Bukan karena hal lain. Terus, terkait perubahan BAP yang Yuni jelaskan di videonya, masih dari keterangan AKBP Reja, udah dari akhir tahun lalu pihaknya mendalami kasus perubahan BAP itu, guys. AKBP Reja juga udah menginstruksikan Provos buat mendalami kasus ini, buat cari buktinya dulu. Tapi sampai sekarang, nggak ada lagi kelanjutannya pendalaman kasus perubahan BAP ini sampai mana EHEHEHEH. Meanwhile, balik lagi ke videonya Yuni, di situ Yuni siap bersaksi atas semua keterangannya dan siap membuktikan omongan dia 100% benar.
 
So, what’s new?
Ok, April kemarin, di video berbeda, Yuni Utami sempat bikin surat terbuka yang ditujukan buat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam video itu, Yuni menyatakan permohonan banding supaya kembali jadi anggota Polri. Adapun alasan yang dijelaskan Yuni tuh karena dia masih pengen mengabdi buat NKRI, jadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil dan dia sangat mencintai pekerjaannya sebagai polisi. Lebih jauh, di situ Yuni  juga menjelaskan alasannya nggak masuk kantor selama dua tahun karena emang mempertahankan kebenaran yang dia pegang berkaitan dengan penetapan tersangka itu. In her words, Yuni bilangnya gini: “Saya sangat menyesal tidak masuk kantor selama dua tahun, dan dengan ini bermaksud memohon pengampunan dari Pak Kapolri dan Institusi Polri.”

Now, some good updates on…

Cacar monyet.
Yep, clade aka cacar monyet yang minggu lalu akhirnya ditemukan kasus pertamanya di Indonesia ini baru aja mendatangkan berita baik, guys. Jadi per minggu lalu, jumlah kasus clade secara worldwide diketahui turun. Tapi bersamaan dengan itu, our world is still in a tight protection karena sebagain wilayah juga masih tinggi kasusnya.

Tell me more.
Ok jadi kasus cacar monyet yang menurun tuh bukan asumsi belaka, guys, tapi legit dari hasil laporannya WHO yang dirilis hari Kamis lalu. Dalam laporannya, full complete dari A sampai Z diceritain semua gimana kondisi cacar monyet di negara-negara anggota PBB, per region, dan secara general juga dilaporin. Nah, dalam laporannya itu, kemudian dietahuilah kalau jumlah kasus cacar monyet udah menurun sebesar 21% per minggu lalu, guys.

Wow sounds great…
Yes, progress is still a progress yekan. Adapun penurunan kasus ini salah satunya dipengaruhi oleh Eropa yang jumlah kasusnya udah menurun semingguan ini. Di mana langkah-langkah penanggulangan wabah di sana dinilai efektif, terus warganya yang juga semakin aware sama cacar monyet. Plus vaksinasi yang again berperan supaya penyakitnya nggak terus menyebar kemana-mana.

Sounds cool, no?
Wait until you hear about this: seiring dengan menurunnya jumlah kasus di Eropa, sebanyak 23 negara lainnya justru melaporkan kenaikan kasus cacar monyet di negara mereka, guys. Adapun yang paling parah sekarang terjadi di di Amerika Serikat di mana lebih dari 34% kasus cacar monyet sekarang itu adanya di AS. Secara umum pada bulan lalu malah  60% kasus cacar monyet dunia ada di benua Amerika. Makanya, sejak awal bulan kemarin, Presiden Biden udah men-declare cacar monyet sebagai darurat kesehatan nasional dan upaya percepatan vaksinasi pun bakalan di-sprint asap.

I see…
Nah, buat bisa terhindar dari penyebaran virus ini, Sekjen WHO Pak Tedros Ghebreyesus Adanom nggak henti-hentinya bilangin ke masyarakat buat menjaga protokol kesehatan dan keep sanitized. Jangan buru-buru berhubungan seksual sama orang yang baru dikenal, terus jangan gonta-ganti pasangan juga. Terus, kalau udah timbul gejala, apalagi sampai ada ruam-ruam di kulit, buruan ke fasilitas kesehatan terdekat dan segera isolasi diri. Karena sama kayak Covid-19, penyakit ini bisa menular lewat droplet pas kita lagi kontakan sama penderita penyakit ini, guys.

I see. Anything else?
Ok balik lagi ke laporannya WHO beberapa waktu lalu, WHO udah mencatat sebanyak 45 ribu kasus clade yang tersebar di 98 negara di dunia. Di mana wilayah Eropa masih berisiko tinggi sama virus ini, terus Afrika, Amerika, Mediterania Tegah dan Asia Tenggara yang dianggap risiko sedang, plus wilayah Western Pacific yang dikategorikan rendah-sedang.

Who’s saying goodbye to your ordinary cars?

State of California.
Karena by 2035, salah satu negara bagian tertajir di Amerika Serikat itu bakal secara resmi melarang penjualan mobil dengan bahan bakar bensin. Itu artinya, mobil yang bakal boleh dijual di sana bakalan mobil dengan 0 emission aka mobil listrik maupun hybrid, pokoknya emisi yang dihasilkan harus nol. Hal ini seiring dengan kondisi krisis lingkungan global yang makin parah dan bikin pengurangan emisi ga bisa ditunda-tunda lagi.
 
Nah adapun keputusan ini diambil oleh para anggota DPRD California pada Kamis minggu lalu, dan jadi aturan pertama dan terketat tentang bahan bakal mobil di Amerika Serikat.  FYI guys, peralihan dari mobil bensin ke mobil zero emisi ini ga bakal diberlakukan secara langsung, tapi secara bertahap. Jadi dimulai pada tahun 2026, 35% dari mobil baru, SUV dan mobil pick up yang dijual di California harus merupakan mobil dengan nol emisi. Kuota ini terus bakal bertambah setiap tahunnya, dan diharapkan by 2028, angka ini udah mencapai 51%. Dengan itungan ini, maka di tahun 2030 angkanya bakal naik jadi 68% dan eventually di tahun 2035 jadi 100%. Meski begitu, aturan ini ngga berlaku buat mobil bekas atau yang sekarang udah digunakan oleh para pemilik. Jadi buat mobil baru aja, guys.
 
Indonesia kapan yha…

“Sebentar. Jangan tergesa-gesa, jangan terburu-buru.”

Gitu guys kata Presiden Pak Jokowi pas mengingatkan para relawannya supaya ngga buru-buru dalam menentukan calon presiden yang akan didukung pada Pilpres 2024. Pak Jokowi justru bilang, mending ekonomi aja kita selesaikan bersama-sama. Tapi kalo soal capres di Pemilu 2024, mendingan pelan-pelan aja supaya jangan sampe salah.

When it’s only Monday and you already miss the weekend…

Announcement


Thanks to Dewi, Ihdiny, cyndam, Hayan, Dewisun, Someone, Yeollie, and Pau for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Now, let’s kick out the new week with some astrology.