Cacar Monyet Sudah Masuk Ke Indonesia

34

When you need to go back to Dalgona era….

Cacar monyet udah masuk Indonesia.
Yes. Over the weekend kemarin, netizen +62 udah pada heboh dan rame-rame ngomongin satu penyakit yang akhirnya officially ditemukan kasusnya di Indonesia, guys. Attention, be carefulcacar monyet aka Clade is here, people!

WHAT??
Iya. Beberapa bulan terakhir kan masyarakat kita tuh dibuat worry not worry yah sama nih virus satu: Worry karena penyebarannya makin meluas, mulai dari Amerika, Eropa, sampai wilayah Asia Tenggara. Tetangga kita kayak Thailand atau Singapura tuh udah menemukan kasus Clade ini di negara mereka, guys. Tapi somehow kita juga yang nggak worry-worry banget karena dari kemarin dikonfirmasi sama Kemenkes virus ini belum masuk Indonesia. Tapi sekarang, kita udah harus 100% worry nih, guys. Tighten the seatbelt, Sabtu kemarin, Kementerian Kesehatan resmi mengkonfirmasi ada satu pasien di Indonesia yang terjangkit virus cacar monyet ini.

Tell. me. Everything. 
Sure. Pasien cacar monyet pertama itu adalah seorang laki-laki berusia 27 tahun, berdomisili di DKI Jakarta. Dikonfirmasi oleh Jubir Kemenkes, dr. Mohammad Syahril, si mas ini emang baru pulang dari Euro trip ke Belgia, Belanda, Swiss, dan Perancis. Terus pas pulang nyampe Indo, beberapa hari kemudian dia mulai ada gejala ruam-ruam di sekujur tangannya tuh. Terus PCR lah dia. Tapi bukan PCR Covid. Instead, it’s PCR cacar monyet, eh positif.  Dari situ langsung lah Kemenkes ngumumin ke publik.

Wait
, cacar monyet tuh pake PCR juga ya?
Yoi guys. Tapi namanya aja sama-sama PCR, metodenya mah beda. Kalau PCR Covid kan dia dicolok di hidung gitu yah, nah kalau PCR buat cacar monyet, yang daimbil adalah sampel pada bagian ruam atau lesi cacar yang terdapat di tubuh pasien itu, guys, kayak yang dialami sama masnya, dia ada cacar di muka, telapak tangan, kaki, dan alat kelaminnya. Si mas 27 tahun yang namanya dirahasiakan ini juga mengalami demam, dan terjadi pembesaran di kelenjar limfanya.
 
Tell me more about gejala…
Nah talking about gejala, masa inkubasi virus ini ada di 5 sampai 21 hari, guys. Jadi, kalau tertular virus ini, mereka bakal most likely dapat gejalanya di periode waktu ini. Terus kalau kata dr. Syahril sih, gejala kayak si masnya ini masih kategori mild. Makanya isolasi di rumah aja. Orang-orang yang kontak dekat sama beliau juga lagi di-tracing, katanya.

I see…
Masih dari pernyataan Dokter Syahril, cacar monyet ini bisa banget berpotensi jadi pandemiguys. Makanya pemerintah bakal sprint, gerak cepat buat mematikan pencegahan dan penanggulangan virus ini bisa tetep terkendali. Kayak, dengan melakukan pengetatan di titik-titik pintu masuk negara misalnya. Terus warga pun diminta buat jangan overreacting juga, guys. Dokter Syahril kasih contoh dari Covid-19. Dengan penyebaran Covid yang gila-gilaan kemaren, sekarang aja udah mulai landai. Nah the same we hope also goes to cacar monyet, guys. badai pasti berlalu ygy.

How are we going to tackle this?
Ya dengan menerapkan protokol kesehatan. Dokter Syahril menyebut penularan cacar monyet bisa kejadian gara-gara kontak langsung atau melalui benda-benda yang disentuh sama penderita. Kontak langsung kayak salaman, pelukan, atau tidur bareng, yang gitu-gitu. Nah kamu juga harus pay attention sama benda-benda yang ada di sekitarmu. Kayak, alat makan, alat mandi, handuk, selimut, bantal, dll. Karena cacar monyet bisa banget menular dari situ, guys.

Got it. Anyone say anything?
Yep. Seiring dengan cacar monyet yang udah masuk ke Indonesia, anggota Komisi IX DPR RI, Kurniasih Mufidayati mendesak pemerintah buat bikin tata laksana penanganan kasusnya di Indonesia, guys. Tata laksana di sini tuh meaning difokuskan ke tracing ke kontak erat biar pencegahannya bisa segera diatasi. Terus, si pasien yang lagi diisolasi itu juga kudu diawasi. Make sure doi beneran isolasi dan jangan sampai ada kebocoran interaksi, katanya. Lebih jauh, anggota Komisi IX yang lainnya, Rahmad Handoyo, bilangnya pemerintah harus kudu segera nyiapin vaksin buat cacar monyet ini. karena yha namanya vaksin kan bisa berpengaruh sebesar 85% buat perlindungan masyarakat.

All right. Wrap it up… 
Balik lagi ke kasus penemuan cacar monyet di Jakarta, Gubernur Anies Baswedan bilangnya sampai saat ini pihaknya tengah melakukan monitoring terkait kasus ini. Terus so far, berbagai pihak juga masih saling berkoordinasi mulai dari Dinas Kesehatan, Pengurus IDI pusat, IDI wilayah, IDI cabang, buat meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan serta penanggulangan terhadap cacar monyet.