Ayman Al-Zawahiri Tewas Dibunuh CIA AS

47

Now, here’s your A to Z recap on: Ayman Al-Zawahiri’s story…

Yang baru aja tewas dibunuh CIA AS.
Yoi, guys. Kamu masih ingat kan sama pembahasan kita kemarin di mana Pangeran Charles bekerja sama bahkan menerima dana dari saudara tirinya Osama Bin Laden, yang notabene pemimpin kelompok Al Qaeda. Nah minggu ini, giliran AS yang ke-spotlight sama mereka, tapi bukan karena urusan duit karena pasukan AS baru aja membunuh pemimpin Al Qaeda sekarang, namanya Ayman Al Zawahiri.

Dibunuh????
Iya, dibunuh. Well, sejak peristiwa 9/11 yang sukses ngancurin the iconic WTC dan ngerusak Pentagon Building sampai menyebabkan hampir  3.000-an orang meninggal dan ribuan lainnya luka-luka itu, Amerika Serikat tuh kan udah ga ada toleransi banget sama gerakan-gerakan ekstremis dan terorisme yah. Dalang dari 9/11 juga diketahui adalah kelompok ekstemis dan terorisme bernama Al Qaeda. Sejak peristiwa itu, AS melalui pasukan tentara kontra terorismenya terus memburu orang-orang yang terlibat sama Al Qaeda itu, gengs. Dengan target utama yha the one and only, pemimpin mereka saat itu, Osama bin Laden.

Okay….
Nah, puncaknya itu terjadi pada 2 Mei 2011 lalu. Sepuluh tahun sejak tragedi 9/11, pasukan tentara AS, melalui approval Presiden Barack Obama, akhirnya berhasil membunuh Osama di tempat persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan. Udah, Osama udah tewas, dan jabatannya sebagai Pemimpin Al Qaeda digantikan oleh tangan kanannya dia. Si tangan kanannya ini punya peran besar dalam membantu Osama dalam setiap aksi terorisme: Penembakan dan pengeboman yang di-handle sama Al Qaeda. Makanya meskipun Osama-nya udah tewas, AS belum sepenuhnya bisa lega. Karena antek-anteknya Osama, termasuk si tangan kanannya ini masih berkeliaran.

Dan tangan kanan itu bernama…
Now everybody, meet: Ayman Al Zawahiri. Ayman inilah yang jadi tangan kanannya Osama, dan setelah Osama tewas, dia juga yang duduk sebagai Pemimpin Al Qaeda sampai saat ini. Nah, setelah melewati berbagai penelusuran, akhirnya diketahui kalau Ayman lagi ada di Kabul, Afghanistan. Setelah dapat lokasinya, AS pun langsung bergegas melakukan berbagai persiapan selama berbulan-bulan sampai akhirnya mereka berhasil membunuh Ayman.

So, now he is… dead?
Yes. Kejadiannya sih most likely mirip waktu pembunuhan Osama, gengs. Pasukan tentara siap siaga di tempat kejadian, terus presiden mantau dari White House. Hari Minggu kemarin, lewat approval Presiden Biden, CIA berhasil membunuh Ayman pake drone strike waktu Ayman-nya lagi berdiri di balkon. Diketahui Ayman posisinya lagi sendiri di situ, guys. Warga sipil yang deket-deket situ juga nggak ada. Jadi, nggak ada korban lain yang terluka dari kejadian ini.
 
I believe US has something to say…
Yep, Presiden Joe Biden yang lagi positif COVID-19 bilang bahwa doi seneng banget dan menyampaikan rasa bersyukur dan berterima kasih banget sama para tentara yang turut serta menegakkan keadilan. In his words, Biden bilang, “Di mana pun kamu bersembunyi, kalau kamu adalah ancaman bagi rakyat Amerika, AS bakalan menemukan kalian and take you out.” At the same time, AS juga berkomitmen bahwa mereka bakalan terus bantuin masyarakat Afghanistan dengan berbagai bantuan kemanusiaan dan terus mendukung perlindungan HAM dan perlindungan terhadap perempuan di sana, at all costs.
 
Anything else?
Here at home, Indonesia jadi meningkatkan kewaspadaan mereka atas segala bentuk terorisme berikut dengan jaringan-jaringan mereka usai Ayman yang tewas terbunuh ini. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Boy Rafli Amar. Pak Boy bilang pihaknya emang udah merhatiin Al Qaeda ini dari lama, dan udah jadi fokus BNPT juga selama ini. Terakhir, beliau juga berharap semoga dengan tewasnya pemimpin Al Qaeda ini nggak ngefek ke pergerakan teror yang berkelanjutan bisa terjadi di Indonesia.