Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan Dalam & Luar Negeri

43

What’s still around, but not the memory of your ex?

Covid-19.
Yep, kayak memori soal mantan kamu, Covid-19 juga belum bener-bener pergi, guys. Instead, peningkatan kasus Covid-19 yang terjadi belakangan ini di tanah air bikin pemerintah mulai mengetatkan berbagai peraturan lagi, di antaranya adalah kewajiban udah vaksin booster untuk jadi syarat perjalanan dalam dan luar negeri.
 
Tell me more. 
Sure. Jadi setelah ada di tengah-tengah kita sejak 2 setengah tahun lalu, wabah Covid-19 masih aja ada dan bermutasi jadi varian yang lebih baru lagi. Adapun dalam pengumuman yang disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, kasus Covid-19 di Indonesia ini belakangan emang lagi naik lagi karena adanya temuan subvarian baru yang udah masuk ke Indonesia itu, yang dikasih nama sub varian BA.4 dan BA.5.

Yea, heard about that.
Yep. Kamu masih inget kan sama dua sub varian ini? Nah jadi emang sejak varian ini ditemukan di Indonesia, kasus Covid-19 di tanah air juga terus menanjak. Selanjutnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin sebelumnya sempat bilang kalau puncak penyebaran BA.4 dan BA.5 di Indonesia ini bakal terjadi di pertengahan-akhir Juli guys, diliat dari waktu pertama kalinya itu subvarian terdeteksi di sebuah negara. Nah ini yang sekarang terjadi di Indonesia, guys. Di mana ada kenaikan kasus dan semakin dekat ke puncaknya, thanks to Sub varian BA.4 dan BA.5.
 
Hiks…
Disampaikan oleh Jubir Pemerintah untuk Covid-19, dr. Reisa Broto Asmoro bilangnya kenaikan kasus yang sekarang terjadi tuh emang udah diprediksi sebelumnya, guys. Dan most likely emang disebabkan oleh subvarian baru ini. Spesifiknya, hari Jumat kemarin dr. Reisa bilangnya udah ada 1.829 kasus di DKI Jakarta, 166 di jawa Timur, 77 di Bali, 57 di Jawa Barat, 15 di Banten, dan 10 di Jawa Tengah. Terus,  er Kamis kemarin, terjadi penambahan kasus baru sebanyak 3.584 kasus, dengan 9 orang meninggal.
 
Pls not again….
Well, selain karena dua sub varian baru, kenaikan kasus ini juga bisa terjadi karena penerapan protokol kesehatan yang mulai longgar dari waktu ke waktu. Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari RSPI Sulianti Saroso, Muhamad Fauzan, masyarakat Indonesia juga udah mulai jengah banget sama yang namanya Covid-19, makanya mulai ada terjadi penurunan kedisiplinan dalam menjaga protokol kesehatan.
 
Terus gimana dong?
Makanya, pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mewajibkan siapapun yang mau berpergian, baik di dalam negeri ataupun di dalam negeri, dengan moda transportasi apapun mau itu darat, laut, apalagi udara, harus udah divaksin booster. Jadi nggak perlu lagi deh PCR atau antigen. Terus dari sini, akhirnya banyak pihak di berbagai lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan melakukan berbagai pendekatan biar masyarakat mau divaksin booster, guys. mengingat cakupan vaksin booster yang emang masih rendah.

I see. Did anyone say anything?
Ada. Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P (K) bilangnya yang paling penting yang harus dilakukan pemerintah adalah nggak cuma menerbitkan aturan ini itu, tapi juga edukasi. Kayak dikasih tahu kenapa sih orang-orang harus di-booster? Apa sih pentingnya booster? Kalau nggak kayak gitu, yha masyarakat juga ogah mau booster dan cakupannya yha stuck di situ-situ aja. Lebih jauh, Prof. Tjandra bilangnya orang-orang tuh harus dikasih tahu kalau booster ini tuh emang buat keselamatan mereka sendiri, makanya harus booster. Gitu-gitu.