Sri Lanka Jatuh Bangkrut

64

When you’re already broke right now…

Sri Lanka can relate.
Yoi guys. Negara yang dari beberapa bulan lalu lagi dihantam krisis ekonomi berkepanjangan ini akhirnya jatuh bangkrut juga. Hal ini disampaikan langsung oleh Perdana Menterinya, Ranil Wickremesinghe, yang literally ngomong langsung ke hadapan parlemennya, “Kita dah bangkrut bro…” Selasa kemarin.
 
Geez… I need some background here. 
You got it. Jadi, tentunya kamu udah tahu bahwa Sri Lanka adalah satu negara yang sekarang lagi dilanda krisis ekonomi gila-gilaan gara-gara mereka nggak punya duit sama sekali, guys. Beneran se-nggak punya itu mereka tuh. Penyebabnya ya sama aja kayak kamu kalo lagi ngga punya duit: besar pasak daripada tiang. Pemasukan negara berkurang karena mereka rely heavily on tourism (thx, Covid-19), pemasukan pajak rendah, meanwhile, spending juga jalan terus. Mereka tetep harus bayar para PNS, menjaga stabilitas harga, memastikan kebutuhan pokok tetep tersedia, beli barang impor, hingga akhirnya ya duitnya beneran abis. Pemerintah ngga bisa lagi menyediakan bensin, bahkan bahan makanan pokok juga makin langka, ditambah lagi gangguan supply chain gara-gara konflik Rusia-Ukraina yang bikin harga bahan makanan pokok makin melambung.
 
OMG…
Gara-gara krisis ekonomi inilah, Sri Lanka kemudian berjuang banget mencari bantuan dana mulai dari pinjaman maupun donasi dari negara lain maupun institusi keuangan lainnya. Nah negara bangkrut tuh, konteksnya Pak Ranil bilang gara-gara saat ini, negosiasi untuk minjem duit ke IMF juga sulit banget, karena mereka udah diliat sebagai negara bangkrut, bukan negara berkembang. Dengan perbedaan status gini, tentunya lika-liku proses dapet pinjamannya juga lebih rumit, dan IMF pengen liat dulu nih, u mau bayar utangnya gimana? Berapa lama pinjem duitnya? Dan hal ini tentunya lebih susah dilakukan dibanding kalo mereka minjem sebagai negara yang ekonominya lagi berkembang. Pusing ygy.
 
I see…
Terus, pemerintah Sri Lanka juga harus bikin semacam draf rancangan proses gimana caranya Sri Lanka bisa ngembaliin uangnya secara berkelanjutan, atau debt sustainability nama kerennya, Nah itu kan makan proses panjang lagi tuh, dan harus dikirim ke IMF secara terpisah. Ranil sendiri bilangnya draf ini lagi dikerjain sama penasihat keuangan Sri Lanka dan bakal dikirim di Agustus nanti.
 
Kalau udah dikirim? Udah?
Nah kalau udah dikirim drafnya, baru deh bisa dibahas lagi dan mencapai kesepakatan di level staff. Ntar baru naik lagi naik lagi sampai akhirnya fix IMF mencairkan dananya buat Sri Lanka. Makanya, Ranil bilang Ini emang bukan proses yang mudah, tapi at the end, kita bisa keluar kok dari krisis ini. Gitu katanya. Nah sambil nunggu drafnya jadi, pemerintah Sri Lanka tetap bergerilya mencari-cari bantuan lain ke negara sahabat. Beberapa negara yang jadi target mereka adalah tiga negara yang jadi pusat ekonomi Asia: India, China, sama Jepang. Adapun approach yang mereka lakukan adalah menggelar conference gitu, yang tujuan utamanya, adalah biar negara itu bisa nemuin solusi sama-sama buat krisisnya Sri Lanka.
 
Anything works so far?
Well, masih nego-nego kan guys, tapi yang menarik adalah Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa ternyata udah in contact sama Presiden Rusia, Vladimir Putin buat menerima bantuan berupa pasokan bahan energi dari negara Beruang Merah tersebut. Ga cuma energi, kedua negara juga udah berkomitmen untuk makin memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perdagangan, dan budaya.
 
Got it. Anything else?
Btw karena masalah nggak punya money dan harga-harga bahan pokok yang melambung ini, inflasi di Sri Lanka masih terus melonjak sampai di angka 54,6 persen, guys. Terus karena emang udah parah banget kondisinya, pemerintah memprediksi bahwa krisis ini akan terjadi sampe tahun 2023. Oh no….