Platform Digital Akan Diblokir Jika Belum Daftar PSE, Babak Baru Kasus Penembakan Di Rumah Irjen, Presiden China Kunjungan Ke Xinjiang, Penemuan Bagian Badan Hewan Dilindungi Di Malaysia

80

Hi there,

Good morning. Wednesday is here, so you’re just two days away from the weekend. We hope you’re having a nice morning with a good coffee and a light exercise before you get on with your day. Now, to accompany you in your ride to school or work, don’t miss our fun podcast here. Have a great day!

Who needs to be enrolled, but not your son?

Google and friends.
Yep. Tahun ajaran baru telah dimulai, guys. Kamu ayah-bunda dan aunty-uncle pasti kemarin udah hectic ngurusin your lovely and menggemaskan son, daughter or keponakan daftar masuk sekolah kan. But did you know kalau sekarang ini, urusan daftar mendaftar nggak cuma dirasain sama anak sekolah doang, tapi beberapa platform digital yang sering banget kamu kunjungi.
 
Wait, I need some background here.
Jadi guys, kemarin, masyarakat +62 dihebohkan dengan berita soal kemungkinan akan diblokirnya beberapa platform yang sering kita pake berselancar di internet, kayak Google, Facebook, WhatsApp, Twitter, hingga Netflix. Alasannya karena mereka belum daftar di Penyelenggara Sistem Elektronik aka PSE. Padahal pendaftaran ini wajib banget dan kalo kata Menkominfo Pak Johnny G. Plate sebenernya gampang banget dilakukan.
 
PSE tuh apa?
PSE adalah semua tools yang kerjanya mengumpulkan, mengolah, menampilkan, mengirimkan, dan menyebarluaskan informasi elektronik dengan memanfaatkan sistem elektronik. Lebih jauh, si PSE ini isinya ada berbagai konten digital, layanan transaksi keuangan aka fintech, jual beli digital (E-Commerce), sampai ke komunikasi digital pake media sosial. Singkatnya, semua aplikasi yang ada di HP kamu sekarang ini, most likely merupakan PSE, guys.
 
Okay…
Nah, dengan banyaknya PSE yang berkembang sekarang, Kominfo akhirnya harus mem-filter lagi dong mana yang bisa dianggap legal mana yang nggak. Biar pemerintah juga bisa mengawasi dan melakukan penegakan hukum sesuai sama Undang-Undang yang berlaku buat melindungi semua pengguna PSE di manapun berada di seluruh Indonesia. Selain itu, pengawasan ini juga penting biar PSE yang beroperasi di Indonesia juga bisa membangun trust-nya, karena udah patuh hukum, dan berkontribusi ngebantu kemajuan bisnis dan teknologi di negara ini. The question is, gimana caranya biar mereka dianggap legal?
 
Dengan… Daftar tadi itu ya?
Exactly. PSE yang beroperasi di Indonesia, mau itu yang domestik atau yang asing, semuanya tanpa terkecuali harus daftar dulu ke Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hal ini diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Terus dipertegas lagi dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik Lingkup Privat. That being said, segala PSE itu harus banget mendaftar ke Kominfo, ngisi berbagai form di sana terkait gambaran umum pengoperasian sistem elektronik, sama keamanan bagi penggunanya gimana, sebelum deadline yang udah ditentukan, yaitu sebelum 20 Juli 2022.
 
Hari ini dong???
Iya. Terus kalau mereka sampai hari ini belum daftar, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate bilang situs mereka bakal dicap ilegal dan lambat laun bakal diblokir sama Kominfo. Ini dia yang bikin publik pada panik guys. Secara PSE yang kita omongin sekarang tuh adalah situs dan aplikasi yang guedeee dan berdampak banget sama kehidupan kita sekarang. Kayak Meta, berikut sama Instagram dan WhatsApp, terus TikTok, bahkan sampai Google. Maksudnya, it’s Google we’re talking about.  Bayangin kalau sampe mereka diblokir, kamu mau google symptoms di manaaa??? HAHAHAA anyway kalo sampe beneran diblokir, maka Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) bilang ini sih udah kayak kiamat internet sih.
 
Ku tak bisa hidup tanpa internet, help…
Same. Tapi coba deh perhatiin lagi kalimat yang atas. Pak Johhny bilangnya aplikasi-aplikasi itu cuma dianggap ilegal aja, guys. Dirjen Aptika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan bilangnya PSE-nya nggak akan langsung diblokir kok. Mereka bakalan dapat sanksi yang dijatuhkan secara bertahap terlebih dahulu. Ditegur dulu, kalau nggak mempan abis itu dikasih sanksi administratif, kalau masih kekeuh nggak mau daftar baru deh diblokir.
 
I believe Google has a say…
Yep. Senin kemarin, Perwakilan Google bilangnya mereka juga baru tahu kalau harus daftar-daftar gini dari peraturan terkait, dan mereka bakal ngambil tindakan and willing to obey the rules. Terus selain Google, PSE lain yang diketahui juga udah mendaftar diantaranya ada Gojek, Gopay, Traveloka, CapCut, TikTok, sampai Spotify. Nah yang menarik nih guys, kemarin banget, aka satu hari aja menjelang batas waktu pendaftaran PSE, dua aplikasi dari keluarga besar Meta yakni Facebook dan Instagram udah masuk dalam daftar PSE Asing. Terus tadi malem, WhatsApp juga udah daftar.
 
HAHH kayak submit ujian ya…di akhir-akhir.
Wkwkkw ya at least kita bisa bernapas lega lah ya guyss, karena most likely mereka ngga jadi diblokir. However, kebijakan PSE ini juga menuai kontra, salah satunya dari netijen yang menandatangani petisi menolak PSE. Petisi ini digagas oleh lembaga SAFEnet dan so far udah sekitar 4.700 warga yang mendukung petisi tersebut. Dalam keterangannya, aturan soal PSE ini dinilai merupakan pasal karet dan multitafsir.

When the mystery still remains…

On Irjen Ferdy Sambo’s case.
Kasus penembakan polisi di rumah Irjen Ferdy Sambo udah memasuki babak baru nih guys. Hal ini karena Hari Senin kemarin, Pak Ferdy udah resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Propam di Polri.
 
WOW tell me.
You got it. Jadi penonaktifan itu adalah buntut dari tragedi baku tembak yang melibatkan Bharada E, Brigadir J (both adjudannya Pak Ferdy), dan Bu Putri, istri Irjen Ferdy Sambo yang terjadi beberapa waktu lalu. Akibat penembakan itu, Brigadir J dinyatakan tewas karena tembakan peluru yang mengenai tubuhnya. Tapi, seiring berjalannya waktu, pihak keluarga Brigadir J maupun netijen dan masyarakat menemukan berbagai hal yang suspicious dan janggal dari kejadian ini. Terutama soal bekas luka yang nggak wajar dan nggak make sense kalo dibilang hasil penembakan aja. Terus, penjelasan Polri juga banyak yang bikin warga kayak, “hah? Gimanaa?”
 
Iya ugha.
Nah terus kan isunya makin liar tuh. Dari mulai dibilangnya pelecehan seksual, terus berkembang ke kisah lain, terus CCTV lagi mati, terus jurnalis diintimidasi, aduh complicated banget deh guys, sampe kalah hubungan kamu. Makanya Hari Senin kemarin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan bahwa Irjen Ferdy Sambo udah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri.
 
WOW. Apa katanya?
Dalam keterangannya, Pak Sigit bilang keputusan ini diambil mengingat proses penyidikan yang masih terus berjalan dan harus dijaga banget objektivitas, transparansi, dan akuntabilitasnya. Jadi sambil proses penyidikannya berjalan, berbagai alat bukti juga dikumpulkan dan bisa dipertanggungjawabkan secara scientific, maka jabatan Kadiv Propam ini diserahkan dulu ke Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. Terus, melalui kuasa hukumnya Arman Hanis, Irjen Ferdy Sambo disebut juga udah menyerahkan semua barang-barang milik Brigadir J ke pihak penyidik.
 
I see…
Sementara istrinya Ferdy sambo, Putri Candrawathi diketahui udah melakukan permohonan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban aka LPSK. Disampaikan oleh Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu, laporan itu sekarang udah diproses di LPSK dengan melakukan berbagai investigasi, termasuk dengan menelaah keterangannya Bu Putri. Lebih jauh, LPSK juga melakukan asesmen psikologis, terkait kemungkinan adanya trauma yang dialami.
 
Terus sekarang kasusnya udah sampai mana?
Well, kayak yang pernah kita bahas sebelumnya, kalau kasus ini tuh ditangani sama Polres Metro Jakarta Selatan dan dibantu sama berbagai lembaga dan instansi pemerintah lainnya kan. Nah tapi, kemarin banget nih, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan bilangnya kasus ini udah ditarik dari Polres Metro Jakarta Selatan ke Direktorat Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya, guys. Tapi penyidik dari Polres Jaksel tetap dilibatkan, plus ada asistensi dari Bareskrim Polri.
 
Terus katanya ada dugaan pembunuhan berencana juga?
Nah ini update terbaru yang juga bikin “WOOOW” gitu. Jadi Hari Senin kemarin, keluarga dari Brigadir J resmi lapor ke Bareskrim Polri terkait dugaan mereka bahwa Brigadir J merupakan korban pembunuhan berencana. Menurut kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, pihak keluarga tuh nggak sepenuhnya yakin kalau Brigadir J tewas di Jakarta. Karena, dari keterangannya keluarga, mereka sempat dapat chat dari Brigadir J yang lagi otw ke Jakarta dari Magelang, Jawa Tengah dalam rangka mendampingi Irjen Ferdy Sambo selama tujuh jam. Nah, pas udah lewat tujuh jam, Brigadir J beneran nggak bisa dihubungi sampai akhirnya handphone keluarga pun di-hack.

HAHHH?
Yep. Jadi menurut Bang Kamarlocus delicti aka lokasi kejadian perkara dari kasus ini tuh bisa jadi di Jakarta di rumahnya Irjen Ferdy Sambo, atau di Magelang, guys. Terus, juga beliau bilang bahwa dari hasil foto-foto yang diambil secara diam-diam oleh keluarga pada jasad Brigadir J, banyak banget luka-luka memar, sayatan, hingga rahang bergeser yang menunjukkan adanya dugaan penganiayaan. Jadi ngga mungkin lah Bharada E melakukan hal ini, atau at least tentunya ngga sendiri.
 
Waduhh bisa sampai ke situ yah…
Iya. Dalam kunjungannya ke Bareskrim Mabes Polri itu, tim kuasa hukum keluarga Brigadir J yang salah satunya adalah Bang Kamar ini menyebut laporan yang mereka layangkan ke Bareskrim udah diterima sama polisi. Adapun laporan yang diserahkan ke polisi itu terkait dengan Pembunuhan Berencana pasal 340 KUHP, pasal pembunuhan, pasal penganiayaan juncto yang ada di pasal 55 dan 56, sampai pasal pencurian dan peretasan. Terus, kalau kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, setelah diterima polisi, laporan ini bakal segera ditindaklanjuti oleh penyidik.
 
Got it. Anything else I should know?
Meanwhile there at Perumahan Polri di Duren Tiga, Ketua RT lingkungan rumahnya Irjen Ferdy Sambo ikutan kzl dan tersinggung guys sama cara penanganan kasus ini. Jenderal Purnawirawan Bintang 2, sekaligus Asisten Kapolri Bidang Perencanaan Umum dan Anggaran (Asrena) era Jenderal Kunarto itu bilangnya nggak ada satupun anggota Polri yang datang ke rumahnya kasih informasi. Sampai harus beliaunya langsung yang tanya ke satpam. Makanya beliau kzl. Kayak, nggak dianggap aja gitu, katanya. Padahal kan beliau Ketua RT. Gitu deh guys.

Who’s making a surprise visit?

Xi Jinping.
Ke Xinjiang. Yoi guys, Jumat kemarin, Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan ke Xinjianghome of kelompok minoritas di China, etnis Uighur, mayoritas muslim yang diduga kerap mengalami pelanggaran HAM hingga genosida oleh pemerintah China, aka Xi Jinping itu sendiri. Makanya kunjungan ini kemudian mendapat banyak sorotan, karena jatohnya kayak… presiden negeri Wakanda kalo tiba-tiba berkunjung ke daerah yang di situ itu. Gitu guys.
 
HEHEHE paham. Tell me more about this Xinjiang thing. 
Well, jadi permasalahan dugaan pelanggaran HAM di Xinjiang ini udah bukan yang pertama kali. Isu ini kerap menjadi sorotan negara Barat yang *surprisingly*, di kita agak kurang rame isunya. However in a nutshell, Xinjiang ini adalah rumah bagi etnis Uyghur. Mayoritasnya beragama Islam Sunni, yang juga punya bahasa sendiri, yakni bahasa Turkic. Terus karena wilayah mereka yang berbatasan langsung sama negara-negara Asia Tengah tadi, budaya mereka juga lebih mirip ke Kazakhstan, Kirgistan, bahkan Turki, instead of China-nya itu sendiri.
 
Go on…
Nah karena berbagai perbedaan inilah, masyarakat Uighur kerap mendapatkan aksi diskriminatif, bahkan pelanggaran HAM, bahkan genosida, dari pemerintah China. Ini bukan kata kita guys, tapi kata berbagai negara Barat kayak Amerika Serikat dan negara-negara Eropa. Nah salah satu jenis pelanggaran HAM-nya adalah hadirnya kamp ‘pendidikan’ di mana orang bisa random aja dimasukin ke sana. Mulai dari cuma gara-gara punya app berisi Alquran sampe ngajar ngaji itu bisa dijebloskan di camp tersebut.
 
OMG…
Nah dari berbagai info maupun saksi mata yang pernah mengalami langsung kamp tersebut, dinyatakan bahwa camp-nya lebih kayak kamp penyiksaan, di mana banyak tindakan-tindakan pemerkosaan, kerja paksa, sampai indoktrinasi atas Chinese Communist values dan berbagai upaya untuk menghilangkan identitas ke-Uighur-an mereka. Iya, kayak wajib harus ngomong bahasa China, wajib mengikuti paham komunis, ga boleh mempraktekkan agama dan tradisinya, gitu-gitu guys. Makanya sampai kamp ini disebut sebagai genosida aja sebenernya atas berbagai identitas asli yang dimiliki warga sana. Meanwhile menurut pemerintah China, ini adalah kamp pendidikan aja, di mana warga Uighur mendapat berbagai pelatihan biar bisa kerja pas lulus dari kamp-nya. Mereka juga menampik berbagai tuduhan tadi.
 
OK balik ke kunjungan Jinping…
Fyi guys, jadi Presiden Xi tuh terakhir kali ke Xinjiang adalah di tahun 2014. Di hari terakhir kunjungan itu, terjadilah serangan pisau terhadap warga yang berada di stasiun kereta, dan later did we know, serangan itu dilakukan oleh kelompok separatis yang pengen memisahkan Uighur dari China. Hal ini kemudian bikin Presiden Xi makin memperketat berbagai penjagaannya di Xinjiang, mulai itu tadi guys, ada camp, warga wajib punya app yang bisa ngetrack hampir semua yang mereka lakukan kontakan sama siapa, ngapain aja, sampe menempatkan banyak polisi dan pemeriksaan random oleh polisi tuh udah biasa banget di sana. Pokoknya di bawah Xi, terjadi pengetatan dan surveilence yang parah banget terhadap warga Xinjiang, bahkan sampe pake teknologi AI segala.
 
OMG…
Nah kini, di tahun 2022, beliau datang lagi ke Xinjiang. Jadi dalam kunjungannya sekarang, Presiden Xi banyak melakukan pertemuan dengan para pemimpin di sana, dan menekankan pentingnya pengolahan dan penjagaan daerah perbatasan. Talking about perbatasan, Presiden Xi juga bilang bahwa Xinjiang itu bisa banget dimaksimalkan lebih optimal sebagai penghubung ekonomi China ke Asia Tengah dan Eropa Timur. Makanya ada upaya supaya di wilayah itu dibangun pelabuhan, kereta api, sampai pembangkit listrik. Terus, Xi juga mendukung pelestarian budaya lokal dan warga minoritas.
 
Interesting, OK…
Terus, karena isu minoritas adalah isu yang lumayan di-highlight beberapa waktu ke belakang, maka Xi Jinping juga ngomong ke pemimpin di sana terkait berbagai upaya gimana caranya supaya warisan budaya kelompok minoritas di sana bisa dilestarikan dengan lebih baik. Beliau juga bilang kalau tiap etnis di China harus hidup di bawah sistem sosialis. Sebelum balik ke Beijing, Xi Jinping janji bakal mewujudkan Xinjiang yang harmonis, makmur, dan punya budaya yang maju.
 
OK. Anything else I should know?
Nah kamu perlu tahu guys, bahwa Xinjiang ini adalah salah satu wilayah yang kaya akan sumber daya alam di China. Mereka adalah negara penghasil kapas terbesar kelima di dunia, dan juga kaya akan gas alam. Terus letaknya juga strategis banget karena berbatasan sama Asia Timur. However, mereka adalah provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di China dengan rate 6%. Terus meskipun sebenernya mayoritas mereka adalah etnis Uighur, namun dalam beberapa waktu belakangan, Xinjiang mulai dipenuhi oleh etnis Han yang bermigrasi ke sana. Some say karena emang SDA-nya yang banyak tadi, tapi banyak juga analis yang bilang, ini adalah salah satu cara pemerintah China untuk makin memberangus identitas masyarakat minoritas.

What makes you think: Not again…

Animal trafficking.
 
This time, their bodyparts. Hiks… ga abis-abis ya guys berita kekejian manusia sama alam dan seisinya tuh. Setelah beberapa waktu lalu kita dikejutkan dengan penyelundupan hewan langka idup dari Thailand yang mau dikirim ke India, kali ini hal yang sama terjadi. Cuma bedanya, kali ini bodyparts-nya aja aka udah ga bernyawa :(. Jadi Senin lalu, pihak berwajib di Malaysia baru aja dikejutkan dengan penemuan berbagai macam organ hewan yang jumlahnya banyak banget, sampe diperkirakan harganya mencapai US$17,9 juta. Adapun beberapa bodyparts yang berhasil diamankan adalah gading gajah, tanduk badak, sisik trenggiling, hingga tulang harimau. Terus saking banyaknya, semua barang ilegal ini sampe seberat enam ton. Menurut Direktur Bea Cukai Malaysia, namanya Zazuli Johan, berbagai animal parts ni kemungkinannya dikirim dari Afrika dan ditujukan ke berbagai negara di Asia, termasuk China. Emang kebanyakan dari organ-organ ini digunakan untuk keperluan pengobatan tradisional China. Misalnya aja trenggiling, yang daging dan sisiknya itu mahal banget karena dinilai sangat berharga buat pengobatan maupun bahan makanan. Gara-gara ini, trenggiling terus diburu sampe udah diambang kepunahan.
 
Sebenernya guys, sejak tahun 2020 tuh China udah mengeluarkan trenggiling dari daftar bahan obat-obatan tradisional yang di-acc oleh pemerintah. Namun hal ini ngga membuat perburuan terhadap hewan-hewannya bisa beneran berhenti. Hiks 🙁

“Ngaku pegawai bank, minta rekening pribadi,”

Gitu guys kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan pas menjelaskan soal modus operandi yang dilakukan oleh para begal rekening yang bermarkas di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kata Pak Zulpan, para pelaku ini melakukan aksinya dengan modus mengaku sebagai pegawai bank, dan menyebarkan formulir yang seolah legit banget mereka dari bank. Nah makanya kamu harus hati-hati banget guys, karena menurut data OJK, kerugian akibat begal bank ini sampe mencapai miliaran rupiah.
 
Yep, always be careful…

Announcement


Thanks to Nabila, Everything, Someone, Gaia, Alexia, Salma, & Nadiah for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Wondering why your cat sleeps so much? Here’s why.