Percobaan Pembunuhan Istri Prajurit TNI

55

When an affair has got some ‘fire’….

And shoots.
Yoi. In this early morning, let’s dive in to ceritanya Prajurit TNI yang jadi dalang percobaan pembunuhan istrinya sendiri. Terus sekarang, itu prajurit udah kabur dan sekarang masih buron, guys.
 
Tell. Me. Everything.
Look no further. We got everything here. Everybody, meet: Kopral Dua (Kopda) Muslimin, yang sekarang bertugas di Batalyon Artileri Pertahanan Udara aka Yon Arhanud 15/DBY Semarang. Kopda Muslimin ini lagi jadi headline di mana-mana karena berushaa membunuh istrinya sendiri. Jadi doi punya istri, berinisial R. Nah di hari Senin sekitar pukul 12 siang, waktu Bu R mau balik otw ke rumah abis jemput anaknya sekolah, ada dua orang yang buntutin Bu R dan end up melakukan penembakan ke badan dan kedua kakinya, gengs. In case you’re wondering, yep, dua orang berinisial S dan PAN yang melakukan penembakan ini adalah orang suruhannya Kopda Muslimin, guys. Suaminya sendiri :))
 
Wah sinting….
We know rite. Keterlibatan Kopda Muslimin ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi. Berdasarkan keterangan Pak Luthfi, Kopda Muslimin udah dari sebulan yang lalu kontak-kontakan sama inisial S dan nama samaran Gondrong buat ngomongin rencana pembunuhan istrinya, “Let’s do this!” gitu kan. Udah berbagai cara dilakukan, guys. Mulai dari diracunin pake air kecubung, terus rencana penculikan buat kemudian dibunuh, sampai mau disantet itu Bu R :))). Puncaknya, komplotan S, Gondrong, plus orang baru berinisial PAN dan SP akhirnya memutuskan buat membunuh Bu R pakai senjata api, dan udah di-approve sama Kopda Muslimin, guys.
 
Speechless…
Kalau kamu bertanya-tanya kenapa segitunya Muslimin mau ngebunuh istrinya sendiri, itu karena dia udah punya pacar baru, guys :)))). Makanya segala cara dilakuin dah tu. Termasuk penggunaan senjata api ini. Adapun penembakan Bu R pake senjata api ini akhirnya dilakukan di hari Senin kemarin, sekitar pukul 12 siang. Jadi keadaannya Bu R abis jemput anak nya sekolah, dan udah dibuntutin sama PAN dan S. Waktu mereka udah mau nyampe rumah, di situlah mereka melakukan aksi penembakan dengan menembak Bu R di bagian tubuh dari atas motor. Terus balik lagi dengan menembak kedua kaki beliau.
 
Wait. Jadi dia ditembak gara-gara suaminya punya pacar baru???
Crazy how love can make you illogical, rite? Jadi emang iya, motifnya begitu. Nah setelah melakukan eksekusi penembakan di siang hari, terus sorean sekitar jam 3, PAN dan S ketemuan sama Muslimin buat terima bayaran sebesar Rp120 juta. Dan malemnya, Muslimin yang takut bakal ketangkep polisi akhirnya kabur, guys. Dia bahkan disebut sempat ketemu sama itu si pacar barunya, yang berinisial W buat dan ngajak dia kabur sama-sama. Tapi W nolak dan akhirnya W berhasil diamankan. Bersamaan dengan itu, lima orang lainnya yang terlibat di aksi penembakan itu juga udah diamankan sama tim gabungan TNI dan Polri. Dan sampai saat ini, Muslimin masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang aka DPO.
 
Terus istrinya?
Well,  Bu R lalu dilarikan ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan penanganan dan pertolongan pertama. Karena luka tembakan yang ada di rongga perutnya lumayan serius, Bu R lalu dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang dan malam itu juga menjalani proses operasi. Nah, setelah dilakukan proses operasi, kondisinya sekarang udah stabil dan sedang dirawat di ICU.

Thank God. Any words?
Ada dong. Terkait Kopda Muslimin yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya, Panglima TNI Jenderal Andhika Perkasa kemudian memerintahkan seluruh jajarannya buat mencari Kopda Muslimin sampai ketemu. Secara dari keterangan para saksi yang udah dimintai keterangan, semuanya juga merujuk ke Kopda Muslimin sebagai mastermind dari kejadian ini.
 
I see. Anything else I should know?
Remember aksi penembakan itu terjadi saat Bu R lagi otw ke rumah abis jemput anaknya sekolah. Meaning, anaknya ada di situ dong waktu kejadian. Dari sini, akhirnya TNI AD lalu menyatakan bakal memberikan dukungan penuh terkait moral dan kesehatan mental anak-anaknya Muslimin dengan kasih treatment trauma healing. Trauma healing ini diberikan ke tiga anaknya yang emang masih pada kecil-kecil, guys. Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga berkomitmen bakal memfasilitasi trauma healing ke istri Muslimin, Bu R buat balikin lagi kondisi psikologisnya.