Percobaan Pembunuhan Istri Prajurit TNI, Aktivis Myanmar Dieksekusi Mati, Mardani Maming Ditetapkan Buron Oleh KPK, Paus Fransiskus Menyampaikan Permintaan Maaf

93

Good morning,

Wednesday is here, so as always, we got you our podcast here. It’s just as fun, and of course can be a great way to accompany you on your way to work. Now, we’re gonna talk more about the TNI shootings, death sentence for democracy activists in Myanmar, and more on the Pope who apologized. Let’s go!

When an affair has got some ‘fire’….

And shoots.
Yoi. In this early morning, let’s dive in to ceritanya Prajurit TNI yang jadi dalang percobaan pembunuhan istrinya sendiri. Terus sekarang, itu prajurit udah kabur dan sekarang masih buron, guys.
 
Tell. Me. Everything.
Look no further. We got everything here. Everybody, meet: Kopral Dua (Kopda) Muslimin, yang sekarang bertugas di Batalyon Artileri Pertahanan Udara aka Yon Arhanud 15/DBY Semarang. Kopda Muslimin ini lagi jadi headline di mana-mana karena berushaa membunuh istrinya sendiri. Jadi doi punya istri, berinisial R. Nah di hari Senin sekitar pukul 12 siang, waktu Bu R mau balik otw ke rumah abis jemput anaknya sekolah, ada dua orang yang buntutin Bu R dan end up melakukan penembakan ke badan dan kedua kakinya, gengs. In case you’re wondering, yep, dua orang berinisial S dan PAN yang melakukan penembakan ini adalah orang suruhannya Kopda Muslimin, guys. Suaminya sendiri :))
 
Wah sinting….
We know rite. Keterlibatan Kopda Muslimin ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi. Berdasarkan keterangan Pak Luthfi, Kopda Muslimin udah dari sebulan yang lalu kontak-kontakan sama inisial S dan nama samaran Gondrong buat ngomongin rencana pembunuhan istrinya, “Let’s do this!” gitu kan. Udah berbagai cara dilakukan, guys. Mulai dari diracunin pake air kecubung, terus rencana penculikan buat kemudian dibunuh, sampai mau disantet itu Bu R :))). Puncaknya, komplotan S, Gondrong, plus orang baru berinisial PAN dan SP akhirnya memutuskan buat membunuh Bu R pakai senjata api, dan udah di-approve sama Kopda Muslimin, guys.
 
Speechless…
Kalau kamu bertanya-tanya kenapa segitunya Muslimin mau ngebunuh istrinya sendiri, itu karena dia udah punya pacar baru, guys :)))). Makanya segala cara dilakuin dah tu. Termasuk penggunaan senjata api ini. Adapun penembakan Bu R pake senjata api ini akhirnya dilakukan di hari Senin kemarin, sekitar pukul 12 siang. Jadi keadaannya Bu R abis jemput anak nya sekolah, dan udah dibuntutin sama PAN dan S. Waktu mereka udah mau nyampe rumah, di situlah mereka melakukan aksi penembakan dengan menembak Bu R di bagian tubuh dari atas motor. Terus balik lagi dengan menembak kedua kaki beliau.
 
Wait. Jadi dia ditembak gara-gara suaminya punya pacar baru???
Crazy how love can make you illogical, rite? Jadi emang iya, motifnya begitu. Nah setelah melakukan eksekusi penembakan di siang hari, terus sorean sekitar jam 3, PAN dan S ketemuan sama Muslimin buat terima bayaran sebesar Rp120 juta. Dan malemnya, Muslimin yang takut bakal ketangkep polisi akhirnya kabur, guys. Dia bahkan disebut sempat ketemu sama itu si pacar barunya, yang berinisial W buat dan ngajak dia kabur sama-sama. Tapi W nolak dan akhirnya W berhasil diamankan. Bersamaan dengan itu, lima orang lainnya yang terlibat di aksi penembakan itu juga udah diamankan sama tim gabungan TNI dan Polri. Dan sampai saat ini, Muslimin masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang aka DPO.
 
Terus istrinya?
Well,  Bu R lalu dilarikan ke RS Hermina Banyumanik untuk mendapatkan penanganan dan pertolongan pertama. Karena luka tembakan yang ada di rongga perutnya lumayan serius, Bu R lalu dirujuk ke RSUP dr Kariadi Semarang dan malam itu juga menjalani proses operasi. Nah, setelah dilakukan proses operasi, kondisinya sekarang udah stabil dan sedang dirawat di ICU.

Thank God. Any words?
Ada dong. Terkait Kopda Muslimin yang sampai sekarang belum diketahui keberadaannya, Panglima TNI Jenderal Andhika Perkasa kemudian memerintahkan seluruh jajarannya buat mencari Kopda Muslimin sampai ketemu. Secara dari keterangan para saksi yang udah dimintai keterangan, semuanya juga merujuk ke Kopda Muslimin sebagai mastermind dari kejadian ini.
 
I see. Anything else I should know?
Remember aksi penembakan itu terjadi saat Bu R lagi otw ke rumah abis jemput anaknya sekolah. Meaning, anaknya ada di situ dong waktu kejadian. Dari sini, akhirnya TNI AD lalu menyatakan bakal memberikan dukungan penuh terkait moral dan kesehatan mental anak-anaknya Muslimin dengan kasih treatment trauma healing. Trauma healing ini diberikan ke tiga anaknya yang emang masih pada kecil-kecil, guys. Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga berkomitmen bakal memfasilitasi trauma healing ke istri Muslimin, Bu R buat balikin lagi kondisi psikologisnya.

When things are getting bleaker in Myanmar…

Since they’ve just executed their democracy activists 😢
Yes, it’s “activists” karena ada dua orang aktivis prodemokrasi-nya Myanmar yang baru aja dieksekusi mati guys, mereka adalah Ko Jimmy dan Phyo Zayar Thaw 🙁
 
Hiks, tell me more…
Ok. Jadi as we all know, Myanmar tuh kan lagi di bawah kekuasaan militer. Hal ini berlangsung sejak tahun 2021 lalu, ketika pemerintahan legit yang dipilih secara demokratis dan dipimpin oleh Aung San Suu Kyi digulingkan aja gitu pas lagi rapat parlemen. Terus para aktivis prodemokrasi, termasuk Suu Kyi dan para pendukungnya kemudian ditangkep-tangkepin, ada yang jadi tahanan kota, ada yang jadi tahanan rumah, ada yang dieksekusi, pokoknya whoever against the military bakal terancam hidupnya, guys.
 
Go on…
Nah, life has been hard for Myanmar people since then. Karena stabilitas keamanan yang ancur banget, banyak perusahaan asing yang angkat kaki dari Myanmar, dan hal ini berarti ekonomi mereka makin lama makin lemah karena jadi banyak warga yang kehilangan pekerjaan. Belum lagi tangan besinya pemerintahan militer yang ngga ragu-ragu membantai warganya sendiri kalo melawan mereka…
 
🙁
Nah, hal inilah yang kemudian terjadi sama dua warga sipil di sana, namanya Kyaw Min Yu aka Ko Jimmy sama Phyo Zayar Thaw. Mereka adalah dua warga sipil yang merupakan aktivis prodemokasi ternama. Keduanya juga merupakan mantan anggota parlemen Liga Nasional Demokrasi yang juga partainya Suu Kyi. Nah namanya dari partai Suu Kyi, terus prodemokrasi, tentunya kelompok militer ngga suka banget dong, makanya mereka kemudian ditangkap dengan tuduhan terlibat dalam aksi teroris kayak serangan ledakan, dan jadi informan buat pembunuhan warga sipil. Terus, sidang pun berjalan tertutup, ga ketauan dan memutuskan bahwa mereka bersalah dan dihukum eksekusi mati. Eksekusi matinya sendiri nggak tau pasti kapan guys, tapi yang jelas, proses itu udah dilakukan.
 
:((((
Jadi tuh ujug-ujug aja, Senin kemarin media militer mengumumkan bahwa keduanya udah dieksekusi mati. Nggak ada yang tahu pasti kapan eksekusi mati itu dilakukan. Bahkan, pihak keluarga juga taunya waktu proses eksekusi udah selesai, oleh pihak media. Bukan dari pasukan militernya langsung sebagai eksekutor. Dari penuturan ibunya Zayar Thaw, tiga hari sebelum eksekusi dilakukan, terdakwa dikasih kesempatan Zoom Meetings sama keluarga, guys. Nah di Zoom Meetings itu, everything was fine aja. Zayar sempat bilang minta dikirimin uang, kamus, dan kacamata baca. Ibunya nggak ngira kalau tiga hari setelah itu, anaknya bakalan dieksekusi mati.
 
I can’t imagine their loss….
We know 🙁 Terus, begitu tau bahwa keluarga mereka udah dieksekusi mati, mereka langsung datang kan ke Penjara Insein, di Yangon tempat eksekusi mati dilaksanakan. Pihak keluarga nanyain tuh ke polisi di sana, soalnya mereka mau bawa balik jasadnya atau abunya, tapi yang mereka dapatkan justru diluar ekspektasi, di mana mereka disuruh datang lagi weekend dong 🙁
 
Berbelit-belit ya kayak polisi di Wakanda…
Wkwkkwkw anyway, tentunya eksekusi ini bener-bener bikin masyarakat global marah dan menyampaikan kecamannya terhadap Myanmar. Tapi at this point kayaknya mereka udah baal yah karena PBB dan ASEAN tuh udah berkali-kali ngebujuk Myanmar supaya “Udah yuk stop yuk. Nggak usah eksekusi mati segala lah. Udah cukup nggak usah ada lagi kekerasan. Yuk ngobrol aja….” tapi ya militer Myanmar masih sadis aja gengs. Terus selain membujuk pihak militer untuk ngga pake kekerasan, ASEAN sendiri udah melakukan berbagai upaya, misalnya dengan ngga ngundang pihak militer ke meeting-meeting ASEAN, tapi ya so far sih they didn’t budge. 
 
Gile emang.
Makanya, terus eksekusi mati ini juga bikin image Myanmar makin minus di mata publik internasional karena mereka dinilai nggak menghargai upaya berbagai organisasi internasional, apalagi PBB dan ASEAN, buat membantu mereka mencapai perdamaian. Mereka juga nggak menghargai nyawa manusia di sana, main asal eksekusi aja tanpa adanya upaya perlawanan yang kuat dari pihak terdakwa. Bahkan, disebut pengadilan mereka tuh dilakukan secara nggak adil dan ya mau-maunya rezim militer ae.
 
Well, anyone says anything?
Yep, mantan pemimpin Myanmar yang dikudeta dan kini lagi jadi tawanan rumah  Aung San Suu Kyi mengeluarkan pernyataan yang bilang bahwa eksekusi itu merupakan kejahatan yang outrageous alias keterlaluan. Bu Suu Kyi j juga bilang, “Emang beneran hancur demokrasi di negara ini,” gitu, guys.
 
OK, anything else I should know?
FYI guys, ini adalah eksekusi judisial pertama yang dilakukan di Myanmar sejak puluhan tahun lalu. Terus para aktivis HAM khawatir banget nih, kalo eksekusinya akan makin banyak setelah eksekusi pertama ini dilakukan. Terus menurut Human Rights Watch, 1114 orang telah dijatuhi hukuman mati di Myanmar sejak kelompok militer mengambil alih pemerintahan pada Februari tahun lalu.

When you thought your crush ghosted you is the worst…

Wait until you hear about:
Mardani Maming, yang nge-ghosting Komisi Pemberantasan Korupsi aka KPK.
Yoi guys, selalu menghibur dan bikin geleng-geleng kepala yah drama-drama penegakkan hukum di negeri +62 ini. Setelah kemaren kita diramaikan oleh kasus Bupati Mamberamo Tengah, Papua Ricky Ham Pagawak jadi jadi buron karena dugaan korupsi, kini hal yang sama juga terjadi pada tersangka KPK lain, namanya Mardani Maming. Kasusnya? Yha dugaan korupsi juga.
 
Geez… tell me everything.
Jadi guys, kemarin banget Mardani Maming ini baru aja resmi ditetapkan sebabai buronan oleh KPK. Penyebabnya, Maming yang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi tersebut udah dua kali dipanggil KPK, tapi ngga dateng. Dijemput paksa ke apartemennya juga gaada, terus lawyernya juga bilang: Yhaa kapan yha w terakhir ngomong sama dia w juga gatau deh doi di mana…
 
IDIH ghosting level dewa.
Iya makanya, KPK yang udah “enough is enough!” kemudian memasukkan nama Maming ke Daftar Pencarian Orang (DPO) aka buronan. Seiring dengan ini, Plt. Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri juga menegaskan bahwa pihaknya udah meminta Bareskrim Polri untuk plz bantu cari Maming, brooo. Selain itu, Pak Ali Fikri juga menyampaikan pesan ke Maming supaya menyerahkan diri ke KPK supaya proses penegakan hukum tindak pidana korupsi tidak terkendala.
 
Tapi emang kasusnya gimana sih?
Gini guys, jadi pada 20 Juni lalu, Mardani Maming yang mantan Bupati Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan diumumkan KPK sebagai tersangka korupsi. Kasusnya adalah terkait pemberian izin usaha pertambangan (IUP) di daerahnya, dan doi diduga menerima duit korupsi sampe Rp102miliar. Hal ini KPK ketahui dari laporan masyarakat yang masuk pada Bulan Februari lalu. Dari situ KPK kemudian melakukan penyelidikan, menelaah dokumen-dokumen, memeriksa saksi, dan setelah menemukan bukti yang cukup, KPK kemudian bilang: Oke fix tersangka…
 
WOW…
Nah kamu perlu tahu guys, bahwa selain mantan bupati, Maming juga menjabat sebagai Bendahara Umum PBNU, dan Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). FYI, sejak diumumkan sebagai tersangka, Maming kekeuh bilang dirinya ngga bersalah. Doi juga menyebut bahwa dia dikriminalisasi, ada mafia hukum, ini dilakukan oleh lawan bisnis, dan pihaknya bakal melawan lewat praperadilan.
 
OK…
Dan emang bener guys, pada 27 Juni, Maming resmi mendaftarkan praperadilannya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Nah jadi praperadilan tuh, kalo kamu yakin bahwa penetapan kamu sebagai tersangka ngga memenuhi unsur hukum, maka kamu bisa minta status tersangkanya dibatalkan, lewat praperadilan tadi. Jadi sekarang tuh sebenernya praperadilannya lagi berjalan. Ga tanggung-tanggung, tim hukumnya Maming juga adalah nama-nama yang ga asing di bidang hukum, kayak mantan Wamenkumham Denny Indrayana dan eks pimpinan KPK Bambang Widjojanto untuk mengadvokasi kasus tersebut.
 
He should be fine then…
Ya iya, tapi kan sambil praperadilan berjalan, pemeriksaan sama KPK juga berjalan kan. Nah ternyata pada pemanggilan pertamanya oleh KPK pada 14 Juli lalu, beliau ngga hadir guys. Begitu juga istrinya yang tadinya mau diperiksa KPK pada waktu yang berdekatan, beliau juga ga hadir. Terus KPK layangkan panggilan kedua, masih ngga hadir juga, terus dijemput ke apartemen, doi ngga ada. Padahal ya itu tadi, KPK udah bilang plz banget ikuti aturan aja, kan kalo emang ga bersalah bisa dibuktikan di praperadilan yang juga lagi berjalan.
 
Alrite, wrap it up…
OK. Nah kayak yang tadi kita bilang, walaupun orangnya gatau di mana, namun proses praperadilannya masih berjalan, dan dalam agenda sih, putusannya akan dibacakan hari ini. Kata Hakim, sidang putusan praperadilan Mardani Maming bakal digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada pukul 13.00 WIB.

Who’s making a sincere apology?

The Pope.
WOW WOW WOW guys, setelah ratusan tahun Gereja Katolik ditemukan terlibat dalam pembantaian dan pembunuhan atas anak-anak suku asli (indigenious children) di Kanada, akhirnya pada Senin kemarin, pemimpin tertinggi Gereja Katolik yakni Paus Fransiskus menyampaikan permintaan maafnya. Hal itu disampaikan beliau ketika tengah berkunjung ke Maskwacis, Alberta, yang merupakan tempat tinggal suku asli Cree Nations. Dalam kunjungannya yang sangat emosional itu, Paus Fransiskus literally bilang, “I am sorry, atas semua perbuatan setan yang dilakukan oleh umat Kristiani terhadap kelompok warga asli di Kanada.” Selain minta maaf, beliau juga mencium tangan perwakilan dari indigenous tribe, dan mengenakan headdress khas kelompok tersebut.
 
FYI guys, emang belakangan ini, masyarakat Kanada tengah aktif berusaha merekonsiliasi dan memulihkan kesedihan kelompok suku asli di negaranya atas pembantaian yang white people lakukan kepada mereka di awal-awal negara itu berdiri. Yep, kayak yang kamu tahu, orang putih tuh dateng ke Kanada ratusan tahun lalu sebagai imigran, dan the moment they came, mereka kemudian melakukan pembantaian yang terstruktur dan massif terhadap warga asli untuk mengambil alih tanah dan resources-nya. Nah dalam hal ini, salah satu kejahatan yang dilakukan adalah mengambil paksa anak-anak dari orang tuanya dan dimasukan ke sekolah asrama dengan alasan asimilasi ke “budaya” orang putih. Adapun sekolah-sekolah ini dikelola oleh Gereja Katolik, and what really happened adalah anak-anak itu mengalami penyiksaan secara fisik, seksual, mental, dan penghapusan jejak kultur aslinya. totalnya, ada sekitar 150ribu anak yang diculik dari keluarganya dan disekolahin di sekolah-sekolah ini. Terus yang bikin masyarakat Kanada makin “Kita harus minta maap cuii adalah ditemukannya lebih dari 600 kuburan tanpa nisan anak-anak indigenous tribes di lokasi bekas sekolah asrama pada tahun 2021 lalu.
 
Catch Up! more on the full story here, and here.

“Biar cepet beres,”

Gitu guys kata presenter TV Brigita Manohara pas ditanya soal tindakannya yang ngebalikin duit senilai Rp480juta ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin. Adapun duit ini sebelumnya diduga merupakan pemberian dari Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, yang saat ini jadi buronan tersangka korupsi. Makanya, Brigita yang udah mengakui adanya uang dari Ricky tadi bilang bahwa duitnya mau dibalikin aja, biar masalahnya cepet beres.
 
When you’ve finished all your deadlines because weekend is approaching…

Announcement


Thanks to Mamanya Kurcils, littlecathiding, & Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!) kan di Las

Catch Me Up! recommendations

Still wondering about what monkeypox looks like? Check it out here.