Penambakan Massal Pada Hari Kemerdekaan US

51

Who’s just had a gloomy independence day?

The United States of America
Yang baru aja merayakan Hari Kemerdekaannya pada 4 Juli kemarin. Sayangnya, perayaan itu harus dibikin kelam sama terjadinya aksi penembakan massal yang (again and again) menewaskan banyak korban, guys :(.
 
Wait, I need some background here. 
You got it. Jadi tentunya kamu tahu ya, bahwa setiap 4th of July, The United States ini merayakan hari Kemerdekaannya dengan berbagai acara meriah. Yep, kayak parade, kembang api, party, nongki-nongki dan kumpul-kumpul, pokoknya kayak kita kalo 17 Agustus-an di sini lah, guys. Nah puncaknya, yang paling gede, itu diadain di Washington DC, yang merupakan pusat pemerintahan. However, 4th of July tahun ini di US bisa dibilang kurang ngenakin banget, seiring dengan terjadinya mass shooting aka penembakan massal di Chicago, Illinois.
 
OMG…
Yep, adapun kejadiannya terjadi di jam 10 pagi, waktu masyarakat Chicago lagi pada parade di Highland Park. Pas lagi meriah melaksanakan parade, tiba-tiba ada seorang pria pakai senjata yang menembakkan pelurunya dan bikin orang-orang pada panik. Secara namanya parade, yha ramai orang dong. Makanya peluru itu pun mengenai banyak orang nggak muda nggak tua, dari anak-anak sampai yang usianya 85 tahun. Dan ditembakinnya tuh beneran yang… Ke muka, ke telinga. Sampai wajah para korban jadi berlumuran darah dan akhirnya tumbang. Diketahui sejauh ini ada enam orang yang tewas di tempat dan tiga puluh orang lainnya luka-luka.
 
Thoughts and prayers 🙁
Well, dari situ polisi yang emang lagi tugas menjaga area kemudian langsung gercep melakukan proses evakuasi dan para korban langsung bisa dilarikan ke rumah sakit. Nah pelakunya sendiri juga langsung dicari sama polisi, guys. Setelah berjam-jam melakukan proses pencarian, ketemulah seorang pria in his early 20s bernama Robert E Crimo. Crimo diduga membawa senjata waktu parade berlangsung, dan polisi langsung membawanya ke kantor polisi untuk dilakukan proses penyelidikan. Sampai saat ini, mereka masih menyelidiki hubungan si Crimo sama penembakan, makanya statusnya Crimo juga belum dijadikan sebagai tersangka.
 
That’s it?
Well, belum selesai beb. Yang kita omongin dari tadi ini bukan satu-satunya kejadian mass shooting yang terjadi di weekend-an 4th of July kemarin. Masih di Chicago, 12 jam sebelum what happened di Highland Park itu, ada juga penembakan yang bikin lima orang di sana luka-luka. Sampai sekarang polisi sana masih belum bisa menemukan siapa pelakunya, dan kejadiannya pun masih dalam proses identifikasi.
 
I see. Any words?
Yep. Walikota Highland Park, Nancy Rotering bilangnya kekerasan senjata aka gun violence tuh udah jadi teror buat masyarakat di Highland Park, di Chicago, di Illinois, bahkan di AS secara umum. Apalagi sekarang momennya lagi 4th of July, di mana seharusnya orang-orang tuh celebrate joyful, freedom, eh ini malah harus ada kejadian tragis gara-gara si gun violence ini. In her words, Bu Nancy menyebut kekerasan senjata sebagai teror yang harus dilawan bareng-bareng, guys.
 
Couldn’t agree more. 
Tru. Gubernur Illinois, JB Pritzker, bilangnya kejadian ini bikin kita semua marah. Karena gimana nggak marah, gara-gara kekerasan senjata aka gun violence ini, banyak banget yang udah jadi korban padahal mereka nggak tau apa-apa. Eh, sekarang malah nambah lagi. Apalagi teror ini terjadi pada 4th of July yang cuma setahun sekali. Malah seringan terjadi gun violence-nya malah. Lebih jauh, Presiden Joe Biden, yang juga udah mendapat laporan terkait kejadian ini juga menegaskan komitmennya untuk berjuang demi semakin memperkuat dan memperketat undang-undang kepemilikan senjata di masyarakat AS.
 
Got it. Anything else?
FYI, isu gun violence di US ini udah lamaaa banget jadi perdebatan soal sejauh mana sih warga sana boleh leluasa memegang senjata? Masalahnya, mass shooting ini kerap kali terjadi dan bikin banyak pihak menimbang bahwa sebenernya hak boleh punya senpi ini banyakan mudharatnya daripada manfaatnya. However, banyak juga yang dukung “the right to bear arms” ini. So, while all the elites are debating over this issue, korban gun violence tetap berjatuhan dan Amerika Serikat tetep jadi negara dengan jumlah kematian akibat senjata api terbanyak dibanding negara maju lainnya.