Nilai Dolar Amerika & Euro Setara

62

What seems to be equal?

US Dollar and Euro.
Yep. Ada kejadian langka nih guys, di mana kemarin banget nih, mata uang Amerika Serikat (dolar Amerika) dan mata uang Uni Eropa (euro) dilaporkan setara untuk pertama kalinya. Artinya, 1 dolar Amerika = 1 euro. Hal ini baru pertama kali terjadi dalam 20 tahun terakhir.
 
Hah kok bisa?
Ya bisa. Jadi ceritanya tuh gini guys, karena krisis pangan dan energi yang terjadi di hampir seluruh belahan dunia, termasuk Eropa, jadinya masyarakat sana pun akhirnya worry dan anxious sama fenomena ini kan. Terus dari situ, pelambatan ekonomi pun terjadi di Eropa. Ini yang bikin Euro, mata uang yang dipakai di sanapun jadi ikutan melemah deh. Karena emang proyeksinya lagi suram aja. Hal ini kontras sama Dollar AS yang malah menguat alias nilainya naik.
 
Wow okay…
Adapun faktor-faktor yang menyebabkan dolar Amerika ini jadi menguat ada beberapa, guys. Di antaranya, AS emang lagi kenceng-kencengnya menggiatkan aktivitas ekonomi demi membuat pertumbuhan ekonomi mereka makin bagus. Hal ini dilakukan atas wacana Federal Reserve yang mau naikin suku bunga di tengah inflasi yang lagi terjadi di negara mereka. Karena AS terus meningkatkan produksi dan bikin ekonomi mereka juga makin menguat, dolar AS pun sekarang berada di level tertinggi sejak September 2002 lalu.
 
Terus, ada hubungannya sama Indonesia?
Well, kalau dolar Amerika menguat, of course ini sebenernya ngga entirely menguntungkan buat Indonesia, karena rupiah juga jadi ikutan melemah, guys. Apalagi dalam konteks ini, utang Indonesia tuh udah menumpuk. Meskipun kalau diliat lagi datanya, utang Indonesia tuh masih di bawah ambang batas sih. Tapi bayangin kalau rupiah makin melemah dan kita nggak bisa bayar utang luar negeri. Hiksss jangan sampe.
 
Got it. Anything else?
Btw belakangan ini, mata uang di berbagai negara tuh emang banyak yang melemah, gengs. Bukan cuma euro doang. Dolar Singapura melemah sebesar 0,11 persen, dan won Korea Selatan yang ikut melemah sebesar 0,65 persen. Terus selain euro, pound sterling Inggris Raya melemah sampai 0.47 persen. Ini berbanding terbalik sama rubel Rusia yang menguat sampai 3,42 persen.