Kekerasan Seksual Ponpes di Jombang, Boris Johnson Berhenti Dari Jabatan PM Inggris, Hutan Kolektif Pertama di Dunia, Mantan PM Jepang Shinzo Abe Meninggal Ditembak

83

Good morning

Wakey wakey, it’s Monday already. Get over your meat comma and let’s get ready to start the day. Good lord, what a weekend! There was way too much shocking, saddening, but also, hopeful news for you to catch up on. So, let’s go!

Everybody, we really need a safer place…

From sexual assaults and violence.
Yep, it’s always been disheartening to talk about this issue karena beneran deh, makin sering aja kita mendengar berita soal kekerasan dan pelecehan seksual di sekeliling kita. Dan parahnya lagi, yang terbaru dan bikin shock adalah yang terjadi di lingkungan pendidikan, aka pesantren. Yep, everybody, let’s catch up! on: kasus dugaan kekerasan seksual yang terjadi di Pondok Pesantren Majma’al Bahrain Shiddiqiyah, Jombang, Jawa Timur.
 
Tell me everything.
Ok. Everybody, meet: Moch. Subchi Azal Tsani aka Bechi yang merupakan anak dari pendiri ponpes, KH Muhammad Mukhtar Mukhti yang merupakan tokoh masyarakat ternama di sana. Pesantren Shiddiqiyah ini udah berdiri sejak tahun 1973 dan menjadi tempat pendidikan buat 998 orang santri dari berbagai jenjang. Balik lagi ke Bechi, jadi pada Oktober 2019 lalu, Bechi dilaporkan ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan terhadap santrinya yang berjumlah lima orang. Nah abis melakukan penyelidikan lebih lanjut, polisi akhirnya menetapkan Bechi sebagai tersangka, dan namanya tersangka ya harus diproses hukum donk.
 
Tapi….
Tapi Bechi kerap mangkir saat mau diperiksa, hingga pada Januari 2020, Polda Jatim mengambil alih kasus tersebut. Tapi ya gitu, Bechi mangkir terus pas mau diperiksa, hingga kasusnya berlarut-larut sampe tiga kali pergantian kepemimpinan Kapolda Jatim. Ga sampe di situ, Bechi juga menilai bahwa status tersangkanya tuh ngga sah, makanya dia juga mengajukan praperadilan sampe dua kali di PN Jombang dan PN Surabaya, tapi keduanya ditolak. Artinya doi masih tersangka dan masih harus menjalani proses hukum.
 
Lanjut…
Nah tapi ya gitu, Bechi ini selalu mangkir walaupun polisi udah bilang: W jemput loh, plz dong menyerahkan diri?? W jemput yaa?? Yuk jemput! Eh dihadang massa simpatisan, guys. Hal ini dibikin makin rumit dengan sikap ayahnya Bechi, Kiai Mukhtar, yang bilang kalau berbagai kasus ini tuh fitnah doang. Makanya banyak simpatisan yang rame-rame menghalangi polisi yang mau melakukan penjemputan paksa. However, Kamis lalu, Polisi be like, “Nope, enough is enough!” Dan akhirnya polisi menerjunkan langsung ratusan personel beratribut lengkap untuk mengepung pesantren Shiddiqiyah tadi dengan satu tujuan: Menangkap Bechi.
 
Whoaaa…
Yep, suasana kemudian memanas karena polisi langsung head to head sama puluhan pendukung dan simpatisan yang menjaga pesantren. Kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, pihaknya udah berusaha banget humanis dalam menangani kasus ini, dengan ngingetin lewat lawyer, keluarga, dll tapi ybs tetep ga dateng bahkan sampe udah masuk DPO. Makanya ya diambillah cara paksa ini. Adapun dalam mencari Bechi juga polisi ngga hanya berhadapan dengan massa, namun juga dengan upaya pencarian di dalam pesantren yang luas banget. Finally, setelah 15 jam yang menegangkan, Bechi berhasil ditangkap.
 
Tapi emang modus operandinya si Bechi nih gimana? 
Jadi, si Bechi ini menyebut dirinya menguasai ilmu metafakta yang bisa nyembuhin penyakit dan mengabulkan segala permintaan. Nah, keren banget kan kalo kita bisa kayak gituuu? Makanya kata Bechi, dia bisa banget nih mentransfer ilmu itu ke para santriwatinya in one condition: Santriwati itu harus ngelepas semua pakaian (????). Btw, stop asking “Kok mereka percaya-percaya aja si?” Mereka juga nggak percaya, guys. Mereka pun sempat nolak. Tapi, Bechi terus memanipulasi korban hingga terjadilah pemerkosaan.

Geez… tapi sekarang udah ketangkep ni ya?

Yep, di Hari Kamis itu, Bechi akhirnya berhasil diamankan polisi. Jadi meskipun dihalang-halangi segimana rupanya sama orang-orang pro dirinya dan ayahnya, namun polisi tetap menjalankan tugasnya buat menangkap Bechi. Setelah dikepung sejak pagi, Bechi akhirnya ditangkap pada Hari Kamis pukul setengah 12 malam. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Kapolda Jawa Timur, Irjen Nico Afinta. Selain Bechi, polisi juga menangkap 320 orang simpatisan yang menghalangi proses penjemputan paksa tadi, guys. Jadi dari Jombang, Bechi langsung dibawa ke markas Polda Jawa Timur dan langsung diproses di Surabaya. Yep, ngga di Jombang lagi dengan alasan keamanan.

 
Rumittt rumit.
Belum berhenti sampe situ, guys. Kasusnya Bechi ini berbuntut panjang banget, karena Kemeterian Agama akhirnya memutuskan untuk mencabut izin pesantren Shiddiqiyah Jombang. Menurut Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, Kemenag punya kewenangan administratif untuk membatasi ruang gerak lembaga yang diduga melakukan pelanggaran hukum berat. Selain itu, pihak pesantren juga dinilai menghalang-halangi proses hukum, padahal pencabulan itu bukan hanya tindakan kriminal yang melanggar hukum, tetapi juga perilaku yang dilarang ajaran agama.
 
Got it. Did anyone say anything?
Yep. Katib Syuriah Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Abdul Ghaffar Rozin bilangnya kejadian ini tuh harusnya bisa dijadiin pelajaran buat semua pesantren di seluruh Indonesia, tanpa terkecuali. Lebih jauh, Gus Rozin juga bilang semua pesantren tuh harusnya bisa muhasabah aka introspeksi internal keadaan di pesantren masing-masing, biar sama-sama ningkatin kualitas moral dan akhlak.
 
I see. Anything else I should know?
Btw masih dari kejadian ini, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto nyaranin orang tua santri-santriwati buat menarik anaknya dari ponpes itu. Disampaikan oleh Komjen Pol Agus, penarikan ini adalah sebagai bentuk dukungan masyarakat, biar masalah ini cepat kelar dan anak-anak pun bisa dipindahin ke pesantren yang lebih aman dari tindak kekerasan seksual.

Who’s leaving the office?

Boris Johnson.
Well well well, setelah banyaaaaak banget drama-drama di tubuh Pemerintahan Inggris belakangan ini (read: Brexit, Covid-19 protocols, etc), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akhirnya resign juga weekend kemarin, guys. Hal ini of course bikin mixed feelings dong, kayak: Kaget? Ga kaget ah. Kaget deng. Gituuu.
 
Wait, I need some background here. 
You got it. Jadi, sejak pertama kali dilantik 2019 lalu, Johnson emang lumayan banyak mengundang kontroversi. Pertama, soal pelantikan seorang anggota parlemen konservatif jadi Deputy Chief WhipChris Pincher. Jadi Picher ini diduga mabuk-mabukan dan melakukan penganiayaan terhadap dua orang di klub yang dia jadi membernya. Nah, publik Inggris kemudian mengkritisi Johnson atas penunjukkan ini karena Deputy Chief Whip itu jabatan strategis, yang mengatur kontribusi partai di parlemen. Makanya people be like, “Nggak ada orang lain lagi apa?”
 
Oh itu… terus?
Terus pada April kemarin, doi juga didenda karena melanggar aturan lockdown dengan menghadiri acara kumpul-kumpul untuk merayakan ultahnya. Party-nya sendiri diadakan di taman di Downing Street yang merupakan kantornya. Ini juga diprotes banget kan. Terus yhaa doi juga pernah didenda sama KPU-nya Inggris karena ngga mampu membuktikan dapet duit dari mana buat ngebenerin rumahnya yang terletak di lokasi yang sama. Terus juga dari segi ekonomi, inflasi makin yang bikin harga-harga barang juga naik. And finally, ya misternya rada kurang inovasi aja gitu guys. Karena kan pas doi baru kepilih, tanggung jawabnya waktu itu adalah ngatur proses Brexit biar smooth. Nah selain itu tuh, kayak gaada inovasi baru apa-apa lagi dari Johnson sampe sekarang.
 
I see….
Makanya, dari situ, orang-orang di pemerintahannya Boris Johnson, termasuk para menteri, langsung pada cabs aka resign berjamaah deh. Kayak Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Kesehatan Sajid Javid. Terus menteri-menteri yang otw mundur ada Menlu Liz Truss, Menteri Nadhim Zahawi, sama Menteri Perdagangan Penny Mordaunt. Totalnya ada 50 pejabat pemerintahan dari partainya dan yang di parlemen yang resign berjamaah. Alasannya? Ya udah ngga sejalan lagi sama Johnson dan sebagai bentuk protes.
 
Terus Boris sendiri?
Udah kayak gini, rada rumit ya guys kalo ngga resign. Akhirnya pada Kamis lalu, Johnson bilang kepada masyarakat bahwa: Well, udah jelas nih maunya Partai Konservatif apa, yakni punya pemimpin partai baru, dan artinya, mereka mau punya perdana menteri baru. Walau begitu, W akan tetap menjabat di posisi ini sampe pemimpin barunya udah terpilih.
 
Bye-bye.. Anything else?
Nah setelah mundur, kini para anggota partai Konservatif yang merupakan partainya Johnson lagi berlomba-lomba mencalonkan diri buat jadi penggantinya Johnson. Sejauh ini, udah ada sembilan kandidat yang mengumumkan keinginannya untuk maju, dan beberapa bahkan ada yang udah bikin kampanye soal nurunin tarif pajak dan healing dari pemerintahannya Johnson yang penuh skandal. However, menurut salah seorang anggota partai, kemungkinan hasil dari perubahan ini bakal diumumkan pada September mendatang.
 
Brb, we’re updating our CVs…

When there’s more green to see….

Seger nih mata.
Yoi guys, The good news is here: Sekarang udah ada hutan barunih, gengs. Yang bisa bikin matamu seger lagi ngeliat yang ijo-ijo, cuaca jadi makin adem, dan climate crisis-pun nggak semakin parah (uhuk).
 
Wahhh finally…
Iya kan. Belakangan ini tuh kan kita udah ngebahas deretan berita nggak enak terkait cuaca dan climate crisis, mulai dari heatwave aka gelombang panas, kondisi air laut yang makin mengkhawatirkan, badai dan angin topan di Laut China Selatan, sampai Hutan Amazon yang makin gundul. Nah, dari situ, kita jadinya mikir kan, “Oke, keadaannya udah gawat kayak gini. What can we do, ya?
 
Iya. What can we do?
Well, sebenarnya banyak banget hal yang bisa kita lakukan buat bikin keadaan jadi lebih baik, guys.  Dari hal simpel sampai yang gede sekalian. Dari yang bisa dilakuin satu orang sampai yang harus dilakuin rame. Salah satunya, bikin lahan buat hutan. Ini yang dilakukan Jatiwangi Art Factory di Majalengka, Jawa Barat, di mana akhir bulan lalu, mereka sukses meluncurkan hutan kolektif pertama di dunia. Hutan ini kemudian dikenal sebagai Perusahaan Hutan Tanaraya aka Perhutana.
 
Cool….
Yep.  Disampaikan oleh perwakilan Jatiwangi Art Factory, Pandu Rahadian, bilangnya Perhutana ini dibikin biar ada aja gitu satu area hijau yang diinisasi langsung oleh warga, jadi nggak harus nunggu program-programnya pemerintah. Apalagi kalau diingat-ingat kondisi sekarang, hutan ini tuh ada sebagai bentuk komitmen juga buat lebih meningkatkan kesadaran ngejaga lingkungan, dan menebus apa yang selama ini udah kita lakuin to this Mother Earth.

I see…
Selain itu, Perhutana ini juga dibikin sebagi hutan adat biar orang-orang di Majalengka dan sekitarnya nggak kebawa sama pesatnya proses industrialisasi yang terjadi saat ini, guys. Secara namanya proses industrialisasi, sikap orang-orang di situ juga berubah kan. Jadi harapannya, si Perhutana ini bisa lah meminimalisir konflik-konflik yang mungkin bakal terjadi gara-gara si perubahan itu. Kayak konflik ekologi, konflik sosial budaya, dll.
 
Now tell me all the details… 
Ok. Jadi Perhutana ini dibangun di lahan seluas 8 hektar, guys. Di mana didalamnya  anyak diisi sama tanaman dan pepohonan yang disesuikan sama spesies asli Majalengka, guys. Kayak Sukun, Ketapang, Bungur, Mahoni, dsb. Terus, tanaman-tanaman ini tuh ntar bakalan dibagi-bagi gitu guys ke beberapa jenis kavling yang di-design khusus sesuai kebutuhan dan kondisi lahan. Nah, kavling ini dijual guys ke masyarakat umum. Dengan satu kavlingnya seukuran 4×4 meter. Btw jika beli tanah di sini, kamu bisa dapet sertifikat NFT senilai 10 Tezos Crypto lo, guys.
 
Wkwk. Anything else?
Well, pembangunan Perhutana ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka, gengs. Pemerintah bahkan masukin inisiatif ini ke Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Jatiwangi. Nggak cuman itu, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitan, dan Pembangunan Daerah Kabupaten Majalengka menyebut, biar kelestarian lingkungan tetap kejaga, pihak pemda bakal mengupayakan jumlah hutan raya terus ditambah terus ditambah. Harapannya sih, nggak cuman di Majalengka. tapi di seluruh wilayah di Indonesia ygy. So, we see you interested. Kamu juga bisa guys ikutan join bikin hutan kolektif. Cus deh ke website-nya perhutana.id atau kamu juga bisa ikutan simple daily action untuk dapetin satu pohon yamg ditanam atas nama kamu! klik di sini ya.

Now, all about the sad news over the weekend…

RIP, PM Shinzo Abe.
Yep guys, at this point kamu pasti udah tahu bahwa mantan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe pada Jumat lalu meninggal dunia karena mengalami penembakan yang dilakukan oleh seorang warga bernama Tetsuya Yamagami di Nara, Jepang. Penembakan ini bener-bener bikin shock ngga cuma warga Jepang, tapi juga warga dunia, mengingat negara itu punya aturan kepemilikan senjata yang termasuk paling ketat di dunia, dan punya angka gun violence yang termasuk paling rendah juga di dunia. Adapun dalam kejadian itu, Abe sedang menyampaikan kampanyenya untuk kandidat dari partai Liberal Democratic Party (LDP) menjelang pemilu legislatif yang digelar Hari Minggu kemarin. Abe meninggal setelah dirinya dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Namun dua tembakan yang dilepaskan Yamagami dari jarak dekat udah menyebabkan kerusakan parah pada jantung Abe sehingga beliau meninggal di usia 67 tahun.
 
Setelah melalui pemeriksaan oleh tim kepolisian, diketahui bahwa Yamagami merakit sendiri senjata yang digunakannya untuk menembak Abe. Selain itu, dirinya juga menyebut alasan penembakannya adalah karena dia ngga suka sama suatu organisasi yang dirinya yakin, Abe terlibat di sana. Polisi sendiri ngga mention organisasinya apa. Terkait kejadian ini, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida bilang bahwa Abe telah menunjukkan kepemimpinan yang hebat selama masa jabatannya, dan dirinya sangat-sangat speechless dengan penembakan tersebut. Ketika kejadian, Kishida sendiri lagi kampanye dan dia langsung berhenti dan pulang ke Tokyo.
 
FYI guys, Abe adalah perdana menteri yang paling lama menjabat di Jepang yaitu sejak 2012 hingga 2020. Beliau resigned karena alasan kesehatan. Atas kepergiannya ini, Abe meninggalkan seorang istri, Akie Matsuzaki, dan keduanya tidak memiliki anak.

“Stres banyak yang deketin,”

Gitu guys kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang Gufron Falfeli pas menjelaskan peristiwa sapi ngamuk pas mau dikurbankan yang terjadi di daerah Kali Sifon, Tangerang. Kata Pak Gufron, sapinya mungkin stres karena banyak yang ngedeketin menjelang dikurbankan, makanya sapi tersebut ngamuk dan loncat ke Kali Sifon. Setelah makan waktu cukup lama, akhirnya sapi tersebut berhasil dievakuasi, walaupun kejadiannya sempet bikin heboh warga.
 
When all of your crushes text you at the same time…

Announcement


Thanks to Dayswift, someone, anakdancxw, Speakmambo, Lalalala, Asmi, Edi, & kayi for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you want to add more joy into your life, try this challenge.