Kebakaran Hutan di California, Perubahan Positif Anak Muda Buat Lingkungan Lebih Baik, WHO Mengumumkan Cacar Monyet Sebagai Darurat Kesehatan Global, 500 Orang Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

40

Good morning,

It’s Monday again, but it’s not your usual Monday. It’s the 25th, it’s pay day! So, you know, sometimes on Monday we need stronger coffee, so if you’re thinking about treating us with a nice cup of joe, click here. It means a lot to us. Thanks!

When the fire is scorching the earth…

Now it’s in California.
Hiks, lagi-dan lagi, menjelang penghujung summer kayak sekarang-sekarang ini, justru berita soal kebakaran hutan aka karhutla makin sering kita dengar. Kali ini, karhutla parah banget terjadi di California, Amerika Serikat. Terus saking parahnya, pada Hari Sabtu kemarin, pemerintah setempat sampai memberlakukan state of emergency aka keadaan darurat.
 
WHAT??
Iya. As we all know, sekarang tuh kan berbagai belahan dunia masih dilanda heatwave aka Gelombang panas yah yang bisa terjadi akibat dampak dari climate crisis yang sekarang makin parah aja yah. Nah, karena cuacanya panas banget sampai >40 derajat Celsius, otomatis kelembaban wilayah juga jadi minim dong. Makanya pepohonan juga jadi kering kerontang kan. Terus, kalau keadaannya udah kayak gini, of course nge-trigger terjadinya titik api yang kemudian menyebar terus menyebar dan akhirnya terjadilah kebakaran hutan dan lahan, tepatnya di Mariposa County, California.
 
What happened there?
Menurut data dari Departemen Kehutanan dan Perlindungan Hutan California aka Calfire, sejak Jumat kemarin, udah ada sekitar 26,5 km persegi lahan yang abis kebakar, guys. Terus, di hari Sabtu, kebakarannya meluasss terus sampai ke Taman Nasional Yosemite, yang merupakan salah satu tourist attraction terkenal di sana, dan bikin ribuan masyarakat sekitar akhirnya harus dievakuasi deh.
 
Parah banget dong berarti?
Yes emang parah banget guys. Di hari Sabtu itu, kobaran api yang disebut juga Oak Fire udah membakar sebanyak 10 bangunan rumah dan toko sekitar, dan ada lima bangunan lainnya yang rusak parah. Not to mention ada dua ribu bangunan yang juga terancam rusak dan end up terbakar rata sama tanah. Terus, listrik pun udah dimatikan secara total. In case you’re wondering kenapa sampai separah ini, yha karena apinya sendiri yang susah banget dimatiin guys. Soalnya cuaca di sana kering kan, sehingga api lebih mudah menyebar dan lebih sulit dimatikan. Makanya para petugas pun pada struggling dalam memadamkan api, guys.
 
I can imagine…
Yep, jadi sejauh ini, otoritas setempat udah menurunkan 400 orang petugas pemadam kebakaran dan semuanya berusaha mematikan apinya melalui pesawat, helikopter, bahkan buldoser. Terus so far, sebanyak 6.000 orang juga udah berhasil dievakuasi, guys. Perintah evakuasi ini sendiri dikeluarkan oleh Gubernur California, Gavin Newsom yang Sabtu kemarin udah mengeluarkan state of emergency aka keadaan darurat buat menyelamatkan warganya dari Oak Fire.
 
Terus respon pemerintah sendiri gimana?
Well, terkait fenomena karhutla ini, secara umum sejak akhir tahun lalu tuh sebenarnya udah ada suatu komisi yang bernama Wildland Fire Mitigation and Management Commision. Adapun komisi ini tugasnya adalam memformulasikan kebijakan supaya pemerintah bisa mencegah, mengurangi, menekan, dan mengelola kebakaran hutan, dan juga menyusun langkah-langkah supaya lahan yang udah kebakar tadi bisa pulih lagi. Orang-orang di komisi ini dipimpin sama Menteri Pertanian AS, Thomas Vilsack, Menteri Dalam Negeri, Deb Haaland, dan Kepala Homeland Security/Federal Emergency Management Agency AS, Deanne Criswell. Sampai berita ini diturunkan, pihak White House dan komisi ini belum mengeluarkan statement apapun terkait Oak Fire ini.
 
I see. Anything else I should know?
Btw AS tuh emang lagi banyak banget cobaan ni guys, maksudnya, they’ve been through a lotttt. Dari kontroversi UU Aborsi, mass shooting, heatwave, kebakaran hutan, sampe presidennya Joe Biden yang lagi positif Covid-19. Spesifik terkait kebakaran hutan, per 20 Juli ini, ada hampir 5.5 juta hektar kebakaran aktif yang on going dan diprediksi korbannya akan terus bertambah karena sejauh ini api masih belum berhasil dipadamkan seluruhnya. Hiks….

Who’s making some changes?

Young people.
Yep. Keren banget yah anak muda tuh. Ada ajaaa berbagai perubahan hal-hal positif yang dilakukan buat bikin lingkungan sekitar jadi lebih baik!
 
Thank you. We know we’re cool…
Of course. Anak muda adalah salah satu kelompok usia yang paling peka ngeliat kondisi sekitar. In that sense, it’s safe to say kita cermat banget nih, dalam ngeliat what goes well, and what goes wrong around society. Selain itu, anak muda juga diberkahi dengan tekad dan keberanian buat actually do something. Misalnya, kita peka pada kinerja pemerintah yang nggak bagus nih, harusnya begini, nah anak muda lah yang biasanya semangat turun ke jalan menyampaikan aspirasinya. Hal yang sama juga terjadi dalam aspek lingkungan.
 
What about lingkungan?
Well, banyak isu terkait lingkungan yang jadi perhatian, salah satunya terkait sampah. Now we’re zooming in on... sampah di pesisir pantai. Iya guys, padahal Indonesia kan punya banyak pantai yang bagus banget ya, dan secara ekonomi, pantai juga bisa banget diandalkan dalam sektor pariwisata dan menambah pemasukan daerah. Namun karena banyak sampah tadi, para anak muda di Kampung Namatota, Kaimana, Papua Barat kemudian membuat inisiatif untuk meminimalisir keberadaan sampah di pantainya.
 
Wait, tell me more about Namatota…
Jadi, Kampung Namatota ini terletak di Kabupaten Kaimana, Papua Barat yang terkenal akan keindahan alam dan pantainya. Terus, wilayahnya tuh emang didominasi oleh perairan yang berhadapan langsung dengan Laut Arafuru. Kampung Namatota ini juga disebut-sebut sebagai hidden gem-nya Kaimana karena pada 2021, kampung tersebut masuk dalam 300 besar ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia. Harus banget sih ke sana!
 
😍😍😍
Secara lokasi, kampung Namatota ini berjarak sekitar sejam berperahu dari Kota Kaimana. Terus emang pantainya tuh cantik banget guys, di mana di pantai sebelah timur, kita bisa menikmati matahari terbit. Terus sunrise juga bisa dinikmati di daerah perbukitan yang dekat dengan pemukiman. Adapun di pantai barat, ada dermaga dan gazebo yang biasa dijadikan tempat bersantai sambil menikmati matahari tenggelam. Sunset juga bisa dilihat dari Pantai Erana yang berpasir putih dan halus. Kebayang ga tuu healing-healing cantik di sana? Nih kalo ngga percayaaa, read the full story here!).
 

OK Sold! I am going!

Nah tapi ya itu, Namatota masih punya banyak masalah terkait sampah. Makanya, para anak muda di sana berinisiatif untuk membersihkan pantainya dengan melakukan bersih-bersih pantai, termasuk memilah sampah plastik dan sampah organik. Selain itu, biar nggak jadi pelaku, mereka juga belajar lebih dalam lagi tentang lingkungan, mereka belajar lingkungan yang bersih tuh gimana, dan mereka juga mempelajari dampak sampah buat lingkungan tuh gimana. Karena at the end of the day, namanya anak muda, mereka yang bakal hidup at least 30 sampai 40 tahun ke depan kan, jadinya dengan start learning dan action dari sekarang, jadi lingkungan sekitar juga bisa diselamatkan deh.
 
I see…
Nah, sampah di pantai bisa ada dalam jumlah yang nggak sedikit karena Namatota yang letaknya ada di pintu masuk Teluk Triton. Meaning, ketika masyarakat di wilayah lain buang sampah di laut, sampahnya kan ngikutin arus sampai ke Teluk Triton itu, dan end up terdampar di pesisir pantai, termasuk pantai yang ada di Namatota. Hal ini diperparah sama sekelompok masyarakat yang masih suka buang sampah sembarangan :(((
 
Haduhhh…

Makanya sekarang anak muda sana pada kerja keras banget nih buat mengurangi sampah yang ada di sana, biar ilang sampe nggak ada sama sekali. Usaha anak muda ini juga didukung oleh pemerintah daerah yang tahun lalu udah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Persampahan Terpadu. Tujuannya, biar Namatota dan Kaimana secara umum bisa jadi daerah yang bebas dari sampah aka Kaimana Zero Sampah. Jadi, pantai yang ada di sana juga jadi bersih deh. Cantik banget soalnya!

 
Yuk, ketahui lebih jauh soal peran anak muda terhadap kelestarian lingkungan di sini!

What’s just declared as a global threat?

Monkeypox.
Yep, belakangan ini kita kan lagi deg-degan soal penyebaran penyakit monkeypox aka cacar monyet ygy. Nah ternyata, karena kasusnya makin banyak dan penyebarannya makin mengkhawatirkan, akhirnya Sabtu kemarin, World Health Organizaions (WHO) resmi mengumumkan monkeypox ini sebagai Darurat Kesehatan Global aka global emergency.
 
Not again…
We know 🙁 Dalam keterangan resminya setelah pengumuman, bos WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bilang bahwa saat ini, penyakit cacar monyet tuh udah menyebar dengan sangat pesat ke seluruh dunia, dan banyak negara yang masih belum memahami secara penuh tentang penanganannya gimana. Makanya, status ini juga bertujuan sebagai “alarm” di mana negara-negara udah harus mulai bekerjasama dalam melakukan riset dan berbagi vaksin untuk membendung penyebarannya.
 
Tell me this monkey pox again. 
Well sesuai namanya, cacar monyet ini most likely mirip banget sama jenis cacar yang lain. Cuma bedanya, cacar monyet awalnya menyerang koloni kera sampai ke monyet, tupai, tikus, dan menyebar ke manusia. Selanjutnya, US Center for Disease Control and Prevention aka CDC Amerika Serikat juga menyebut bahwa yang membedakan cacar monyet dengan jenis cacar lain adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening yang terjadi di beberapa bagian tubuh. Adapun beberapa gejala dari penyakit ini adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kelelahan, hingga ruam yang biasanya muncul 1-3 hari setelah demam.
 
Ouch 🙁
Scary rite 🙁 Adapun awalnya penyakit ini emang sering kali ditemukan di Afrika. Namun dalam beberapa bulan terakhir ini, kasusnya semakin menyebar ke negara-negara lain yang ga pernah kena penyakit ini sebelumnya (nonendemik), kayak AS, Eropa, bahkan Asia. Sejauh ini, WHO udah menemukan 16 ribu kasus di 75 negara di dunia. Terus efek dari penyakit ini bisa parah banget guys, worst case-nya bisa menyebabkan kematian. Sejauh ini monkeypox udah menyebabkan lima pasien meninggal dunia. Dari situ, akhirnya lewat pertemuan yang dilangsungkan WHO weekend kemarin, Sekjen WHO kemudian mengumumkan kalau monkeypox ditetapkan sebagai darurat kesehatan global.
 
Ya ampun….
Dengan ditetapkannya wabah ini sebagai darurat kesehatan global, maka artinya WHO udah memandang bahwa monkeypox adalah ancaman yang cukup signifikan bagi kesehatan publik secara global. Darurat kesehatan global ini juga ditetapkan WHO sebagai siaga tertinggi di mana respons internasional harus di-elevate lagi to the next level when it comes to this outbreak. Jadinya nggak bisa santuy-santuy lagi, perlu ada protokol penanganan terstentu biar monkeypox nggak bernasib sama kayak Covid-19. Yep, jadi pandemi.
 
Terus, action steps-nya gimana?
Well, sama kayak waktu jaman Covid-19, WHO bakal mengerbitkan semacam guidance and reccomendation terkait penanganan kasus ini kalau ditemukan di suatu negara. Terus kalau ditemukan, atau bahkan ada kejadian yang nge-trigger penemuan kasus monkeypox ini, negara harus melapor ke WHO untuk penghitungan dan analisa kasus. That being said, suatu negara harus lebih aware dan melakukan tindakan yang lebih serius sama si monkeypox ini.
 
Di Indonesia gimana?

Di Indonesia sendiri, Jubir Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril memastikan bahwa belum ada kasus monkeypox yang ditemukan di tanah air. Tapi again, namanya sedia payung sebelum hujan yekan, dr. Syahril bilangnya Kemenkes tuh selalu ngeliat perkembangan kasus dan perkembangan penelitian dari negara-negara yang udah ada kasus monkeypox-nya. Jadi kita bisa belajar dari situ, biar kita tahu nih langkah pencegahan dan penanganannya yang terbaik buat kasus wabah ini gimana, katanya.

 
That’s it?
Belum selesai beb. Prof Zubairi Djoerban, Ketua Satgas Covid-19 IDI menyebut bahwa pemerintah Indonesia beneran harus tighten the seatbelt dan siap siaga jangan sampai monkeypox masuk ke wilayah Indonesia. Pokoknya, pemerintah harus mengkonsolidasikan strategi mitigasi penyakit on so many levels deh. Meanwhile di ASEAN, negara tetangga kayak Singapura dan Thailand udah menemukan kasus ini, guys.

Wah harus jaga-jaga dong?
Yoi. Adapun buat jaga-jaga ini, pemerintah terus meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga ketat pintu-pintu masuk ke tanah air. Pengetatan ini dilakukan baik di bandara, laut, maupun darat. Lalu ngga cuma pergerakan orang-orangnya, pergerakan hewan yang bisa terpapar sama monkeypox ini juga diperhatikan. Biar Indonesia tetep nggak ada kasus monkeypox.
 
Amen. Anything else I should know?
Talking about pencegahan, monkeypox tuh penularannya beda sama Covid-19 guys. Instead, monkeypox ditularkan melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yang terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi (bush meat). Karenanya, Prof Zubairi dari IDI menekankan supaya kita berhati-hati ketika melakukan kontak fisik dengan orang yang terpapar. Terus juga harus hati-hati jangan pegang-pegang sembarangan, jangan sharing alat makan sembarangan, dan selalu cuci tangan pake sabun.

Who says ‘Mirror, mirror on the wall? Who is the most influential of all?”

Moslems.

Yoi guys, jadi emang setiap tahunnya, sebuah lembaga namanya Royal Islamic Strategic Studies Center merilis daftar 500 orang muslim paling berpengaruh di seluruh dunia, yang bernama daftar The Muslim 500. Nah dalam menyusun listnya ini, pihak panitia memilih 500 orang, dari total 1,94 miliar muslim di dunia, yang paling berpengaruh dalam berbagai bidang kayak politik, ekonomi, kontribusi ke masyarakat, dll. Hasilnya, Tamim bin Hamad Al Thani, Emir aka pemimpin Qatar saat ini ada di posisi pertama. Lanjut posisi kedua diisi oleh Raja Salman, rajanya Arab Saudi, dan di posisi ketiga ada Ayatulloh Khamanei, Supreme Leader-nya Iran yang emang berpengaruh banget khususnya di negaranya sendiri. Selanjutnya di posisi empat ada presiden Turki Racep Tayyip Erdogan. Nah terus, ada lagi nama-nama menarik lainnya di list muslim paling berpengaruh versi The Muslim 500 ini. Bahkan ada orang Indonesia lo. Yaitu, Presiden Joko Widodo yang menempati posisi 13, Professor KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum-nya Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) yang ada di posisi 19, sama ulama terkemuka Indonesia, Habib Lutfi Yahya, di urutan 32.
 
FYI guys, selain ngurutin Muslim paling berpengaruh di seluruh dunia, list ini juga punya gelar “Man of the Year”, dan tahun ini gelar tersebut diraih oleh Uğur Şahin, seorang dokter dan immunologist asal Jerman yang merupakan keturunan Turki dan CEO dari perusahaan farmasi BioNTech. Dari keahliannya, Şahin kemudian mengembangkan vaksin virus covid-19 berbasis mRNA bersama Pfizer dan berhasil jadi salah satu vaksin yang paling banyak digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19.
 
*Clap clap*

“Pasti bingung jawabnya,”

Gitu guys kata Sekjen PDIP Hasto Kristianto pas ngomentarin soal prestasi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama memimpin Ibu Kota. Pertanyaan ini dilontarkan Mas Hasto pas beliau menghadiri acara pelantikan Pengurus Taruna Merah Putih di Kantor DPD PDIP Jakarta, Tebet, Jumat (22/7). Mas Hasto bilang, kalo liat seorang pemimpin itu kan dari prestasi yang diraihnya. Selain itu, seorang pemimpin juga harus memiliki rekam jejak yang baik dan hasil kinerjanya tanpa menggunakan politik identitas.
 
When your gebetan asks you “what are we?”

Announcement


Thanks to Just, Someone, Nisa, & Akmal for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!) kan di Las

Catch Me Up! recommendations

Thinking about going on a run this morning? Take a listen to this playlist first.