Kabar Terbaru Kasus Penembakan Brigadir J

84

Now, here’s a new update on Penembakan Brigadir J.

Here comes another round of story…
We know, we know, at this point you’re probably thinking “Brigadir J lagi nih?” but reallllly, things are getting more and more interesting now. Setelah pihak keluarga menuntut diadakannya lagi otopsi terhadap jenazah Brigadir J, akhirnya kemarin banget, tim gabungan melakukan otopsi ulang. Terus sebelum itu…
 
Sebelum itu ada apa?
Ada pemeriksaan terhadap seluruh ajudannya Kadiv Propam Polri nonaktif Pak Ferdy Sambo oleh Komnas HAM. Yep, jadi Selasa kemarin, Komnas HAM melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari para ajudannya Pak Sambo terkait kematian Brigadir J. Pada momentum itu, hadir juga Bharada E yang terlibat langsung dalam tragedi penembakan mematikan tersebut.
 
Wohoooo tell me. 
Sure. Dari kemaren kan kita udah ngomongin Irjen Ferdy Sambo, terus Brigadir J yang tewas di rumah beliau, sampai Bu Putri Candrawathi, istrinya Pak Ferdy. Nah berangkat dari situ, banyaklah perkembangan yang terjadi. To start off, kini Pak Ferdy udah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Terus Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga gercep membentuk tim khusus buat mengusut kasus ini. Selanjutnya supaya memastikan penyelidikannya netral dan transparan, Pak Kapolri juga udah menonaktifkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto. Terus, pihak keluarga Brigadir J juga udah melaporkan dugaan pembunuhan berencana atas kasus ini. Komnas HAM juga udah meminta keterangan dari para ajudan daaaan kini kasusnya udah nyampe di otopsi ulang, guys.
 
I remember that. Now tell me about Komnas HAM.
OK. Jadi Selasa kemarin, Komnas HAM yang juga ikut terlibat dalam penyidikan udah memeriksa dan meminta keterangan dari seluruh ajudannya Pak Sambo yang jumlahnya sebenernya ada tujuh orang. Namun satunya masih di luar kota, jadi baru enam aja nih yang bisa hadir, termasuk Bharada E. Right after pemeriksaan, Komnas HAM pun langsung menyampaikan beberapa hal dari pemanggilan itu. Jadi kalo kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, para ajudan ini semua diperiksa secara terpisah dengan pertanyaan yang sama. Tapi, ada juga pertanyaan yang spesifik yang diajukan ke masing-masing ajudan sesuai dengan kontribusi mereka dalam peristiwa tersebut. Pertanyaan spesifik ini salah satunya diajukan ke Bharada E, secara dia yang ada di lokasi kejadian dan terlibat langsung dalam penembakan itu kan.
 
Go on…
Terus, Cak Anam juga bilang, dari pemeriksaan kemarin, pihaknya belum bisa menyimpulkan hasilnya karena jawaban yang diberikan tuh panjang dan luas banget. Tapi yang pasti, Bharada E merupakan sosok yang terlibat dalam tragedi penembakan itu. Cak Anam juga ngga jawab apakah Bharada E beneran pelaku penembakan, tapi yang pasti, emang dia ada di struktur kejadian. Terus, hasil detailnya seperti apa bakalan disimpulkan secara rinci di laporan akhir yang bakal dirilis Komnas HAM. Tapi emang perlu waktu kalau kata Cak Anam.
 
Terus Komnas HAM mau ngapain lagi?
Nah dalam proses penyidikan ini, supaya terang benderang Komnas HAM juga bakal memanggil semua pihak yang terlibat guys. Jadi kan Senin lalu Tim Forensik udah dipanggil Komnas HAM, terus dilanjutkan besoknya dengan para ajudan. Abis itu, giliran Laboratorium Forensik (Labfor) Polri yang dimintai keterangan terkait penggunaan senjata oleh Bharada E dan Brigadir J. Finally, Pak Sambo sama istrinya juga bakal dipanggil, guys.
 
WOW ok. 
Yep. Di tengah Komnas HAM yang lagi memeriksa dan meminta keterangan dari berbagai pihak, now let’s hear it from keluarga Brigadir J yang masih meyakini telah terjadi pembunuhan berencana atas anggota keluarganya tersebut. Jadi melalui kuasa hukumnya Kamaruddin Simanjuntak, dia menyebut bahwa pihaknya udah mengantongi nama siapa yang diduga melakukan ancaman pembunuhan ke Brigadir J. Dan nama itu, adalah salah satu dari tujuh ajudannya Ferdy Sambo. Tapi nihh, Pak Kamar bilang orang itu bukan Bharada E, guys. Sejauh ini Pak Kamar belum nge-spill lebih jauh sih siapa ajudan yang dia maksud. So, just wait and see aja ygy.

Olrite. Anything else?
While we leave Komnas HAM for a second, kemarin, otopsi ulang aka ekshumasi atas jenazah Brigadir J berlangsung. Adapun ekshumasi ini digelar di Jambi, kampung halaman dan lokasi pemakaman Brigadir J. Terus, prosesi otopsi ulangnya sendiri dipimpin langsung oleh Dr. Ade Firmansyah Sugiharto, dokter Forensik dari RSCM Jakarta. Autopsi ulang ini sifatnya independen dan imparsial, yang hasilnya bakal disampaikan langsung oleh dr. Ade dan dijadikan bahan bukti di sidang pengadilan. Terus nih, untuk hasil ekshumasinya itu baru bakal ketauan beberapa minggu ke depan guys, tapi Pak Kapolri udah menjamin bahwa hasil otopsi ulangnya ni bakal diungkap ke publik kok.