Kabar Terbaru Kasus Penembakan Brigadir J, Tersangka Penyelewengan Dana ACT, Gempa 7.3 SR Guncang Filipina, Puing Roket China Akan Jatuh Ke Bumi

49

Hello,

Good morning everyone. It’s still Thursday and we know, sometimes daily routines can be boring. So, today you can instantly travel to the eastern part of Indonesia and enjoy the beautiful nature, pristine beaches, and learn more about sustainability here. You’ll also get to know how two young inspirational figures make contributions for the environment. Mark your calendar!

Now, here’s a new update on Penembakan Brigadir J.

Here comes another round of story…
We know, we know, at this point you’re probably thinking “Brigadir J lagi nih?” but reallllly, things are getting more and more interesting now. Setelah pihak keluarga menuntut diadakannya lagi otopsi terhadap jenazah Brigadir J, akhirnya kemarin banget, tim gabungan melakukan otopsi ulang. Terus sebelum itu…
 
Sebelum itu ada apa?
Ada pemeriksaan terhadap seluruh ajudannya Kadiv Propam Polri nonaktif Pak Ferdy Sambo oleh Komnas HAM. Yep, jadi Selasa kemarin, Komnas HAM melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan dari para ajudannya Pak Sambo terkait kematian Brigadir J. Pada momentum itu, hadir juga Bharada E yang terlibat langsung dalam tragedi penembakan mematikan tersebut.
 
Wohoooo tell me. 
Sure. Dari kemaren kan kita udah ngomongin Irjen Ferdy Sambo, terus Brigadir J yang tewas di rumah beliau, sampai Bu Putri Candrawathi, istrinya Pak Ferdy. Nah berangkat dari situ, banyaklah perkembangan yang terjadi. To start off, kini Pak Ferdy udah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Terus Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga gercep membentuk tim khusus buat mengusut kasus ini. Selanjutnya supaya memastikan penyelidikannya netral dan transparan, Pak Kapolri juga udah menonaktifkan Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto. Terus, pihak keluarga Brigadir J juga udah melaporkan dugaan pembunuhan berencana atas kasus ini. Komnas HAM juga udah meminta keterangan dari para ajudan daaaan kini kasusnya udah nyampe di otopsi ulang, guys.
 
I remember that. Now tell me about Komnas HAM.
OK. Jadi Selasa kemarin, Komnas HAM yang juga ikut terlibat dalam penyidikan udah memeriksa dan meminta keterangan dari seluruh ajudannya Pak Sambo yang jumlahnya sebenernya ada tujuh orang. Namun satunya masih di luar kota, jadi baru enam aja nih yang bisa hadir, termasuk Bharada E. Right after pemeriksaan, Komnas HAM pun langsung menyampaikan beberapa hal dari pemanggilan itu. Jadi kalo kata Komisioner Komnas HAM Choirul Anam, para ajudan ini semua diperiksa secara terpisah dengan pertanyaan yang sama. Tapi, ada juga pertanyaan yang spesifik yang diajukan ke masing-masing ajudan sesuai dengan kontribusi mereka dalam peristiwa tersebut. Pertanyaan spesifik ini salah satunya diajukan ke Bharada E, secara dia yang ada di lokasi kejadian dan terlibat langsung dalam penembakan itu kan.
 
Go on…
Terus, Cak Anam juga bilang, dari pemeriksaan kemarin, pihaknya belum bisa menyimpulkan hasilnya karena jawaban yang diberikan tuh panjang dan luas banget. Tapi yang pasti, Bharada E merupakan sosok yang terlibat dalam tragedi penembakan itu. Cak Anam juga ngga jawab apakah Bharada E beneran pelaku penembakan, tapi yang pasti, emang dia ada di struktur kejadian. Terus, hasil detailnya seperti apa bakalan disimpulkan secara rinci di laporan akhir yang bakal dirilis Komnas HAM. Tapi emang perlu waktu kalau kata Cak Anam.
 
Terus Komnas HAM mau ngapain lagi?
Nah dalam proses penyidikan ini, supaya terang benderang Komnas HAM juga bakal memanggil semua pihak yang terlibat guys. Jadi kan Senin lalu Tim Forensik udah dipanggil Komnas HAM, terus dilanjutkan besoknya dengan para ajudan. Abis itu, giliran Laboratorium Forensik (Labfor) Polri yang dimintai keterangan terkait penggunaan senjata oleh Bharada E dan Brigadir J. Finally, Pak Sambo sama istrinya juga bakal dipanggil, guys.
 
WOW ok. 
Yep. Di tengah Komnas HAM yang lagi memeriksa dan meminta keterangan dari berbagai pihak, now let’s hear it from keluarga Brigadir J yang masih meyakini telah terjadi pembunuhan berencana atas anggota keluarganya tersebut. Jadi melalui kuasa hukumnya Kamaruddin Simanjuntak, dia menyebut bahwa pihaknya udah mengantongi nama siapa yang diduga melakukan ancaman pembunuhan ke Brigadir J. Dan nama itu, adalah salah satu dari tujuh ajudannya Ferdy Sambo. Tapi nihh, Pak Kamar bilang orang itu bukan Bharada E, guys. Sejauh ini Pak Kamar belum nge-spill lebih jauh sih siapa ajudan yang dia maksud. So, just wait and see aja ygy.

Olrite. Anything else?
While we leave Komnas HAM for a second, kemarin, otopsi ulang aka ekshumasi atas jenazah Brigadir J berlangsung. Adapun ekshumasi ini digelar di Jambi, kampung halaman dan lokasi pemakaman Brigadir J. Terus, prosesi otopsi ulangnya sendiri dipimpin langsung oleh Dr. Ade Firmansyah Sugiharto, dokter Forensik dari RSCM Jakarta. Autopsi ulang ini sifatnya independen dan imparsial, yang hasilnya bakal disampaikan langsung oleh dr. Ade dan dijadikan bahan bukti di sidang pengadilan. Terus nih, untuk hasil ekshumasinya itu baru bakal ketauan beberapa minggu ke depan guys, tapi Pak Kapolri udah menjamin bahwa hasil otopsi ulangnya ni bakal diungkap ke publik kok.

Here’s your A to Z updates on: ACT’s case

Yang udah menetapkan tersangkanya. 
Nggak kayak kasus yang atas EHEHEHEHEH.
 
Well well well, kasus dugaan penyelewangan dana yang dilakukan sama Aksi Cepat Tanggap (ACT) memasuki babak baru nih, guys. Hal ini karena Hari Senin kemarin, pihak kepolisian udah menetapkan empat orang tersangka.
 
Wait, what happened? 
In case you missed it, here. Beberapa waktu lalu, Majalah Tempo melakukan indepth reporting aka liputan mendalam mengenai pengelolaan dana yang dilakukan oleh lembaga pengumpulan donasi namanya Aksi Cepat Tanggap aka ACT. Dalam liputan itu, terungkap dugaan bahwa ACT menyelewengkan dana yang sebelumnya udah dikumpulkan lewat mereka. Terus disorot juga soal gaji gede yang dinikmati para bos-nya. Nah, salah satu donasi yang jadi sorotan adalah penggunaan dana kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 Rute Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh Oktober 2018 lalu (Check out the full story here).
 
What happened back then?
Kamu pastinya inget ya guys sama kasus jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkal Pinang back in Oktober 2018? Nah, waktu itu, Boeing sebagai perusahaan yang bikin pesawatnya kemudian diwajibkan membayar denda oleh pengadilan di AS kepada perusahaan maskapai dan keluarga korban atas dugaan malfungsi pada pesawat yang mereka bikin. Terus, para ahliwaris ini berembuk dan setuju supaya ACT aja nih yang mengelola dana sebesar Rp138 miliar yang mereka terima dari Boeing. Adapun peruntukannya ya buat social causes guys, kayak bikin sekolah, gitu-gitu…
 
Tapi…
Tapi sebagai buntut dari laporan investigatifnya Tempo tadi, akhirnya kepolisian melakukan penyelidikan, khususnya terkait dana dari Boeing yang dikelola ACT. Adapun penanganan kasus ini dilakukan oleh penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri. Dalam hal ini, penyidik udah memeriksa beberapa saksi mulai dari mantan presiden sekaligus founding father ACT, Ahyudin, dan Presiden ACT yang sekarang menjabat, Ibnu Khajar.
 
Go on…
Terus selain meminta keterangan dari orang-orang tadi, penyidik juga melakukan pemeriksaan langsung dengan menggeledah kantor pusat ACT di Gedung Menara 165 Jakarta dan Gudang Wakaf Distribution Center (WDC) di Bogor. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan menyebut, dari penggeledahan yang dilakukan di tanggal 22 dan 23 kemarin ini, pihaknya udah berhasil mengamankan sejumlah dokumen baik software maupun hardware terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan sama ACT.

Tell me what they got…
Sure. Dari hasil penggeledahan dokumen, mereka menemukan beberapa bukti yang menguatkan kalau ACT emang melakukan penyelewengan dana, gengs. Jadi dari dokumen yang ditemukan penyidik, dikonfirmasi oleh Wakil Direktur Dittipideksus Bareskrim, Kombes Helfi Assegaf, ketahuan bahwa ACT hanya menyalurkan dana yang dikelolanya sebesar Rp103 miliar aja, sementara Rp34 miliar sisanya digunakan nggak sesuai peruntukannya.
 
Wah dikemanain tu duitnya?
Well, Kombes Helfi merincikan penyelewengan dana itu kayak gini, guys: Buat pengadaan truk kurang lebih Rp10 miliar, program big food bus punyanya ACT Rp2,8 miliar, pembangunan pesantren Rp8,7 miliar. Udah berapa tuh? Belom selesai, guys. Selain itu, duitnya juga dipake buat talangan dana CV CUN sebesar Rp3 miliar, terus buat talangan PT MBGS Rp7,8 miliar, sampai ke koperasi syariah 212 sebesar Rp10 miliar. Jadi totalnya yha kurang lebih 34 miliar. Lebih jauh, Kombes Helmi juga bilang penemuan ini bakal ditindaklanjuti barengan sama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan aka PPATK.
 
Busetttt…
Dari berbagai penemuan itu, Ahyudin dan Ibnu Khajar pun ditetapkan sebagai tersangka. Selain mereka, ada lagi tersangka lain yang ditetapkan, yaitu anggota pembina ACT, dengan inisial HH dan NIA. Penetapan tersangka ini diumumkan Bareskrim di konferensi pers yang digelar hari Senin kemarin. Mereka semua dikenakan pasal berlapis, mulai dari penyelewangan dana, sampai money laundry aka pencucian uang dan mereka terancam hukuman 20 tahun penjara. Dalam konferensi persnya, Kombes Helfi juga bilang saat ini pihaknya masih dalam tahap gelar perkara. Jadi, terkait penangkapan dan penahanan keempat tersangka ini masih didisuksikan dulu secara internal katanya. Terus, surat cekal juga udah dibuat, ini berarti mereka berempat udah nggak bisa kaburguys. Apalagi ke luar negeri. Kayak siapaaa gitu.

I see. Anything else I should know?
Meanwhile, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme aka BNPT masih curiga penyelewangan dana yang dilakukan sama ACT ini juga turut disalurkan sampai ke negara lain buat kegiatan terorisme. Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar bilangnya proses investigasi sekarang masih berjalan, di mana dua negara yang diduga kuat terdapat penerima dananya ACT adalah India dan Turki. Dan sampai sekarang, proses penyidikan juga masih diperlukan, buat cari tahu detailnya kayak gimana, kayak berapa yang dikirim, berapa yang diterima, gitu-gitu.

When people are mourning…

In The Philippines.
Yep. Negara tetangga kita ni lagi mengalami musibah guys karena kemarin banget, di salah satu daerah di utara Filipina, telah terjadi gempa dengan kekuatan 7,3 SR. Gempa ini lumayan wreaking havoc, sampe bikin jaringan listrik di beberapa daerah di sana jadi terputus dan menyebabkan beberapa bangunan rusak parah.
 
WHAT???
Iya. Jadi, di Provinsi Abra, Filipina Utara, sekitar jam 9 pagi waktu setempat, tiba-tiba terjadi gempa sekuat 7,3 SR yang berpusat di dua kilometer dari barat daya Kota Lagangilang, Abra, dengan kedalaman 25 km. Dari keterangan Kepala Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), ini gempa gede guys. Gede enough buat menghancurkan bangunan-bangunan yang ada di sana.
 
Emang iya?
Yha iya. Dari konferensi pers yang digelar kemarin, Menteri Dalam Negeri Filipina, Benjamin Abalos Jr. bilangnya gempa ini udah berdampak ke 218 kota di 15 provinsi, dan kerasa sampe ibu kota Manila. Terus di berbagai daerah di Abra kayak Lagangilang, San Isdiro, dll, emang banyak banget ditemukan tembok, lengkap dengan bangunan-bangunannya yang runtuh dan rusak parah. Tiga jembatan di sana juga hancur. Not to mention gangguan listrik yang terjadi di berbagai kota, bahkan sampai yang jauh dari pusat gempa kayak yang terjadi di Kota Laoang, Ilocos Norte.
 
Terus warganya?
Nah, gempa kemarin itu kan nggak cuma bikin kerusakan bangunan dan infrastruktur, tapi juga menyebabkan bencana susulan lain, yaitu tanah longsor. Nggak tanggung-tanggung, sejauh ini udah ada 58 tanah longsor yang dilaporkan di seluruh negeri. Hal ini of course berdampak sama warga dong. Dari data yang udah berhasil terkumpul, diketahui udah ada empat orang yang dinyatakan tewas sementara 60 lainnya mengalami luka-luka. Sementara warga lain kayak di Manila masih harus diamankan dan dievakuasi takut-takut ada bencana lain yang juga menyusul. Paling parah, yha gempa susulan.
 
Got  it. Did anyone say anything?
Yep. Speaking of gempa susulan, hal ini yang juga dikhawatirkan oleh Anggota Kongres Filipina asal Abra, namanya Ching Bernos. Menurut Pak Bernos, warga harus tetap waspada karena kemungkinan terjadinya gempa susulan tuh ada banget, gengs. Sambil pihaknya juga memantau langsung situasi di lapangan dan memperkirakan kerusakan yang dialami warga sana tuh gimana, katanya.
 
I see. Anything else I should know? 
Kabar adanya gempa ini juga udah diketahui sama orang nomor 1 di negara mereka, President Ferdinand Marcos Jr. aka BongBong yang baru aja dilantik belum lama ini. In that sense, Mr. President udah memerintahkan bawahannya supaya buruan ngirimin tim penyelamat dan bantuan ke Abra. Terus, disebutkan kalau situasinya memungkinkan, dia juga bakalan turun langsung ntar.

What’s coming to earth but not aliens?Chinese rocket debris.

Aka puing-puing roket luar angkasanya China. Yoi guys, kamu harus tahu nih bahwa sometimes around next week, bakal ada puing-puing roket luar angkasa yang menghantam bumi. Hal ini baru aja diumumkan oleh US Space Command di awal minggu ini. Jadi roket yang dimaksud adalah roket asal China seberat 23 ton yang membawa modul tertentu dari Laboratorium Wentian. Nah jadi roketnya itu berangkat dari Pulau Hainan pada 24 Juli lalu, dan modulnya juga udah sukses mendarat di stasiun luar angkasanya China. However, setelah tugasnya selesai, maka roketnya akan berada pada kondisi yang tidak terkendali, dan most likely bakal kembali ke bumi. Menurut Michael Byers, seorang profesor dari University of British Colombia, most likely sih puing-puing luar angkasa itu ngga membahayakan buat manusia, tapi roket kali ini lain karena beratnya aja mencapai lebih dari 20 ton dan komposisinya besi semua. Karenanya, meskipun kemungkinannya bakal ancur pas melewati atmosfir, namun kemungkinan puing-puingnya mendarat di bumi juga besar. Nah terus, kalo dari hasil itung-itungannya, Mr Byers udah bisa memprediksi nih guys, di mana aja puing-puing roket yang paling besar bakal mendarat: Pay attention please.… karena menurut riset yang dirilis oleh jurnal Nature Astronomy, roketnya memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk mendarat di garis lintang yang melewati Jakarta, Dhaka, maupun Lagos.
 
Yep, Jakarta, present.

“Baru kali ini kerja sakit hatinya kerasa ampe ubun ubun”

Hiks gitu guys isi twitnya penyanyi yang lagi naik daun, Keisya Levronka pas mengungkapkan keluh kesahnya ketika menjalani kerjaan di dunia hiburan. Jadi dalam twitnya Senin lalu, Keisya bilang bahwa dia sakit hati banget pas lagi kerja tuh. Nah, netijen kemudian menghubungkan twit itu dengan penampilan terbaru Keisya yang nyanyi live, namun kemudian penampilannya itu dikomentari oleh juri Ivan Gunawan. Kata Igun, Keisya mending lip-sync aja kalo lagi kurang fit. Atas komentarnya ini, Igun maupun Astrid Tiar yang jadi host udah menyatakan permintaan maafnya.
 
Just a Thursday reminder to always be kind…

Announcement


Thanks to Someone for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to have a healthier heart? Eat these veggies.