Jumlah Populasi Orang di Dunia Bertambah

51

What keeps going up, up, and up?

The number of us, people.
Yep. Jumlah populasi orang di dunia tuh makin tahun makin bertambah pesat yah, guys. Akhir tahun ini, total populasinya bakalan menyentuh di angka 8 miliar. Dan angka ini, diperkirakan bakalan terus meningkat sampai tahun  2086. Sekarang masih 2022, berarti berapa tahun lagi tuh?
 
Lol tell me. 
Sure. Jadi, PBB baru aja merilis sebuah report yang namanya World Population Prospect. Report ini emang rutin di-update dua tahun sekali, tapi karena alasan Covid-19, report yang harusnya terbit 2021 kemarin akhirnya harus ketunda dan baru bisa dirilis sekarang. And the result is, jeng jeng jeng…. Ada beberapa temuan menarik nih di report ini. Let’s catch up on that, shall we?

Yes pls. 
Jadi di report yang dirilis belum lama ini, PBB bilang jumlah orang yang meninggal di dua tahun terakhir ini emang banyak banget,. Penyebabnya, apalagi kalau bukan Covid-19. Ada dilaporin juga terkait jumlah kematian di masing-masing negara yang dilaporkan ke WHO dan tercatat bahwa Covid-19 udah menyebabkan 6,25 juta kematian secara global. Nah tapi, karena banyak yang underreporting (Termasuk Indonesia), WHO bilang jumlah kematian secara global yang disebabkan oleh Covid-19 ini bisa lebih banyak, yaitu mencapai 15 juta orang, guys. (Check on the full story here).

Whoaaa lanjut.
Meanwhile, data tadi juga menemukan bahwa tingkat kesuburan global telah menurun. Perbandingannya tuh gini, selama lima puluh tahun terakhir, seorang perempuan bisa punya lima anak atau bahkan lebih. Tapi makin ke sini, jumlah anak yang dilahirkan semakin sedikit. Spesifiknya, di tahun 2021 lalu, tingkat kesuburan perempuan global tuh cuma ada di angka 2,3 kelahiran per perempuan. Terus, angka 2,3 ini aja sebenernya masih tinggi. Karena untuk negara-negara yang fertility rate-nya emang terkenal rendah kayak Korea Selatan, Jepang, Spanyol, dan Italia, fertility rate mereka cuma di 1,3 kelahiran aja.
 
So, is it a good thing or bad ting?
We’ll leave it to you on that. Tapi, belakangan ini, ada negara-negara yang fertility rate aka tingkat kesuburannya udah naik lagi, guys. That being said, mereka jadi tetap melahirkan lebih banyak manusia di muka bumi ini kan, despite of Covid-19 dan rendahnya tingkat kesuburan di beberapa negara kayak yang tadi kita bahas. Jadi kayak, yang patah tumbuh yang hilang berganti gitu yakan. Adapun jumlah populasi di dunia tuh bakalan tetep naik, bahkan mencapai puncaknya dengan total populasi sebesar >10,4 miliar orang di tahun 2086 nanti.
 
Busettt.
Tapi, nggak usah nunggu 2086, kayaknya masih lama banget itu. Tahun ini aja, PBB memperkirakan populasi dunia bakalan hit the record dengan nyentuh ke angka 8 miliar orang per November tahun ini.  Terus, di tahun depan tahun 2023, posisi China sebagai negara dengan populasi terbanyak di dunia juga bakal kegeser, guys. Yep, as we all know China tuh kan berpuluh-puluh tahun dikenal sebagai negara dengan jumlah populasi terbanyak, di mana mereka berpenduduk lebih dari 1,4 miliar orang. Namun PBB memperkirakan posisi China ini bakal kegeser sama India.
 
Kok bisa?

Hal ini karena di China, pertumbuhan penduduknya makin turun dan tingkat kesuburannya yang semakin rendah, guys. Well, sebenarnya India juga gitu, tapi makin ke sini, jumlah pertumbuhan pertumbuhan penduduknya naik lagi, makanya India bisa ngejar China deh. Terus, negara-negara lain yang pertumbuhan penduduknya naik lagi tuh ada Mesir, Kongo, Pakistan, Nigeria, dan Ethiopia.

 
I see. Anything else I should know?
Here at home, tingkat pertumbuhan penduduk dan fertility rate udah berhasil dikontrol sama pemerintah lewat Program Keluarga Berencana aka KB, kan. Bahkan bulan lalu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional aka BKKBN baru aja meraih penghargaan dari PBB atas keberhasilan ini. Lewat Program KB yang dijalankan BKKBN, Indonesia berhasil menurunkan angka kelahiran dan menekan pertumbuhan penduduk dari yang sebelumnya 5,6, jadi 2,2 aja. And it is still going to continue.