Jepang Gelar Pemilu Untuk Anggota Parlemen

42

When the show still goes on in Japan…

After the loss of Shinzo Abe.
Yoi. Hari Minggu kemarin, Jepang baru aja menggelar pemilu untuk memilih anggota parlemennya guys, dan yang menang pemilu adalah Partai Liberal Demokrat (LDP), yang merupakan partai incumbent saat ini. LDP adalah juga partainya Perdana Menteri saat ini Fumio Kishida, dan juga merupakan partai-nya the late PM, alm Shinzo Abe.
 
Tell me more.
Well, jadi tentunya kamu tahu bahwa pembunuhan Shinzo Abe yang mengejutkan dunia pada Jumat minggu lalu itu terjadi ketika beliau lagi berkampanye buat kandidat dari partai LDP di Kota Nara, Jepang. Nah, Abe sendiri adalah kader partai tersebut ketika beliau menjadi Perdana Menteri Jepang terlama yang menjabat sejak 2012 sampai 2020 lalu. Akibat tragedi itu, Abe dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit. Terus, situasinya waktu itu kan cuma H-2 menjelang pemilu Legislatif yang digelar hari Minggu kemarin. And here we go with the election’s result.
 
Gimana tuh?
Hasilnya adalah, partai LDP menang telak. Tapi mereka nggak menang sendiri, melainkan bersama partai koalisinya yakni Komeito. Dan setelah melalui proses penghitungan, diketahui bahwa koalisi mereka memperoleh suara sebesar 248 kursi, jauh di atas suara minimal untuk jadi partai mayoritas yakni 146 kursi. Dengan begini, maka LDP bersama Komeito bakal lanjut jadi partai mayoritas di Parlemen Jepang, guys.
 
What’s that supposed to mean?
Meaning, posisi Perdana Menteri yang sekarang berkuasa, Fumio Kishida bakalan aman. PM Kishida nggak perlu worry lagi karena sampai 2025 mendatang dan pemilihan PM baru diadain, karena posisinya bakalan tetap aman jadi mayoritas. PM Kishida sendiri berkomitmen untuk tetap melanjutkan tugas menjaga keamanan negara, ngelanjutin kebijakan ekonomi berupa “New Capitalism”, dan LDP bakalan tetap bertugas menjalankan misi utama mengubah konstitusi postwar pacifist rancangannya AS.

 

I see…
Nah meski menang pemilu secara telak, namun ngga ada party atau perayaan besar-besaran di Jepang. Hal ini tentunya karena negara itu masih berkabung pasca meninggalnya Abe yang tragis tadi. Even PM Kishida yang udah fix aman di kursi PM aja dibilang ngga senyum dalam menyambut kemenangannya tersebut. FYI, Kishida ini emang udah dikader sama Abe untuk jadi penggantinya sejak lama. Di kabinetnya Abe, Kishida pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
 
Hiks… Anything else?
Nah guys, pembunuhan terhadap Abe ini juga disebut telah mampu meningkatkan voter turnout aka orang yang dateng menggunakan hak pilihnya secara signifikan. Adapun voter turnout pada pemilu kali ini di Jepang adalah 52%, naik sekitar 3 poin dari pemilu sebelumnya di tahun 2019 yang ada di angka 48.8%.