Hutan Kolektif Pertama di Dunia

55

When there’s more green to see….

Seger nih mata.
Yoi guys, The good news is here: Sekarang udah ada hutan barunih, gengs. Yang bisa bikin matamu seger lagi ngeliat yang ijo-ijo, cuaca jadi makin adem, dan climate crisis-pun nggak semakin parah (uhuk).
 
Wahhh finally…
Iya kan. Belakangan ini tuh kan kita udah ngebahas deretan berita nggak enak terkait cuaca dan climate crisis, mulai dari heatwave aka gelombang panas, kondisi air laut yang makin mengkhawatirkan, badai dan angin topan di Laut China Selatan, sampai Hutan Amazon yang makin gundul. Nah, dari situ, kita jadinya mikir kan, “Oke, keadaannya udah gawat kayak gini. What can we do, ya?
 
Iya. What can we do?
Well, sebenarnya banyak banget hal yang bisa kita lakukan buat bikin keadaan jadi lebih baik, guys.  Dari hal simpel sampai yang gede sekalian. Dari yang bisa dilakuin satu orang sampai yang harus dilakuin rame. Salah satunya, bikin lahan buat hutan. Ini yang dilakukan Jatiwangi Art Factory di Majalengka, Jawa Barat, di mana akhir bulan lalu, mereka sukses meluncurkan hutan kolektif pertama di dunia. Hutan ini kemudian dikenal sebagai Perusahaan Hutan Tanaraya aka Perhutana.
 
Cool….
Yep.  Disampaikan oleh perwakilan Jatiwangi Art Factory, Pandu Rahadian, bilangnya Perhutana ini dibikin biar ada aja gitu satu area hijau yang diinisasi langsung oleh warga, jadi nggak harus nunggu program-programnya pemerintah. Apalagi kalau diingat-ingat kondisi sekarang, hutan ini tuh ada sebagai bentuk komitmen juga buat lebih meningkatkan kesadaran ngejaga lingkungan, dan menebus apa yang selama ini udah kita lakuin to this Mother Earth.

I see…
Selain itu, Perhutana ini juga dibikin sebagi hutan adat biar orang-orang di Majalengka dan sekitarnya nggak kebawa sama pesatnya proses industrialisasi yang terjadi saat ini, guys. Secara namanya proses industrialisasi, sikap orang-orang di situ juga berubah kan. Jadi harapannya, si Perhutana ini bisa lah meminimalisir konflik-konflik yang mungkin bakal terjadi gara-gara si perubahan itu. Kayak konflik ekologi, konflik sosial budaya, dll.
 
Now tell me all the details… 
Ok. Jadi Perhutana ini dibangun di lahan seluas 8 hektar, guys. Di mana didalamnya  anyak diisi sama tanaman dan pepohonan yang disesuikan sama spesies asli Majalengka, guys. Kayak Sukun, Ketapang, Bungur, Mahoni, dsb. Terus, tanaman-tanaman ini tuh ntar bakalan dibagi-bagi gitu guys ke beberapa jenis kavling yang di-design khusus sesuai kebutuhan dan kondisi lahan. Nah, kavling ini dijual guys ke masyarakat umum. Dengan satu kavlingnya seukuran 4×4 meter. Btw jika beli tanah di sini, kamu bisa dapet sertifikat NFT senilai 10 Tezos Crypto lo, guys.
 
Wkwk. Anything else?
Well, pembangunan Perhutana ini juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Majalengka, gengs. Pemerintah bahkan masukin inisiatif ini ke Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Jatiwangi. Nggak cuman itu, Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitan, dan Pembangunan Daerah Kabupaten Majalengka menyebut, biar kelestarian lingkungan tetap kejaga, pihak pemda bakal mengupayakan jumlah hutan raya terus ditambah terus ditambah. Harapannya sih, nggak cuman di Majalengka. tapi di seluruh wilayah di Indonesia ygy. So, we see you interested. Kamu juga bisa guys ikutan join bikin hutan kolektif. Cus deh ke website-nya perhutana.id atau kamu juga bisa ikutan simple daily action untuk dapetin satu pohon yamg ditanam atas nama kamu! klik di sini ya.