Hutan Amazon Dimasa Depan

53

What they talk about when they talk about Amazon in the future…

Maybe not about the forest.
Iya guys, di masa depan, mungkin pas kita ngomongin Amazon, kita udah bukan ngomongin hutan super besar di Amerika Latin lagi, tapi justru ngomongin Amazon perusahaannya Jeff Bezos. Hal ini karena hutan di Amazon itu literally makin kehilangan areanya, aka udah mulai gundul. Aka mungkin bentar lagi udah ngga ada.
 
WHAT???
Yep. as we all know, Hutan Amazon tuh dikenal sebagai hutan hujan tropis terbesar di dunia juga menghasilkan oksigen terbesar dibanding hutan hujan lainnya. Yep, oksigen ini kan penting banget yah, secara makhluk hidup mana sih yang nggak butuh oksigen? Terus, keberadaan hutan hujan tropis ini juga sangat penting buat kelangsungan hidup manusia karena pohon-pohon di sana bisa menyerap karbon dioksida aka gas rumah kaca, jadi gasnya ga perlu nyampe ke atmosfer dan menyebabkan pemanasan global karena panasnya udah di-contain duluan sama para pepohonan tadi. But the thing is, thanks to deforestation, hutan di Kalimantan, Sumatera, eh maksudnya Amazon sekarang udah makin gundul aja, guys. Meaning, pasokan oksigen yang dihasilkan juga bakalan berkurang, dan mereka nggak bisa menyerap karbondioksida secara maksimal lagi. 🙁
 
Nooo…
Yep, makin gundulnya hutan Amazon ini diungkap oleh salah satu lembaga penelitian di Brazil bernama INPE. Menurut laporannya yang baru aja dirilis minggu ini, deforestasi di hutan Amazon tahun ini udah mencapai rekor tertinggi sejak tahun 2016 lalu. Terus, data satelit INPE menunjukkan bahwa dari periode 1 Januari sampai 24 Juni kemarin, udah ada seluas 3.750 km persegi lahan hutan yang abis terbakar dan gundul. Kalau diitung per bulannya malah lebih concerning lagi. Di bulan lalu misalnya, ada seluas 2.562 km persegi yang abis kebakar. Serem banget kan.
 
Waduhhhh…
Nah, deforestasi aka penggundulan hutan ini of course nggak terlepas dari berbagai pihak yang wajib bertanggung jawab, termasuk pemerintah. Sayangnya emang, Pemerintah Brazil saat ini yang dipimpin oleh Presiden Jair Bolsonaro yang populis banget, dan 11 12 lah sama Trump gitu guys. Dia ngga percaya sama yang namanya global warming, ga percaya Covid-19, dan doi bahkan bilang global warming adalah hoaks. Bahkan dalam janji kampanyenya, Bolsonaro menjanjikan pembukaan lahan besar-besaran di Amazon biar ekonomi warga makin bergerak.
 
Wah sakit.
Yep, jadinya sejak terpilih di tahun 2019 lalu, Bolsonaro kerap kali bikin kebijakan yang ‘katanya’ untuk mengurangi kemiskinan warga di sekitar Hutan Amazon dan mempercepat pembangunan ekonomi. But in fact, kebijakannya itu cuma melemahkan perlindungan lingkungan aja karena dia juga kerap kali ngasih izin pembukaan lahan buat perkebunan dan pertambangan di area-area yang dilindungi. Bolsonaro juga beberapa kali bikin executive orders buat melindungi Hutan Amazon but at the same time, dia memangkas dana program perlindungan lingkungan secara terus menerus.

Geez… boomers. 
Rite. Makanya atas kebijakannya yang berbahaya banget ini, Bolsonaro juga kerap kali diprotes oleh warganya sendiri. Pada Oktober tahun lalu, sejumlah climate lawyers aka pengacara iklim bahkan mendesak International Criminal Court aka ICC untuk menyelidiki Bolsonaro dalam berbagai tuduhan pengrusakan lingkungan yang doi lakukan sebagai crimes towards humanity alias kejahatan terhadap kemanusiaan. Tapi yha kata Bolsonaro sih ngga bener. And with the fact that dia masih jadi presiden saat ini, maka banyak pihak yang pesimis sama masa depan Amazon ke depannya.
 
Huft.. Anything else I should know?
Btw nggak cuma di Amazon, hutan di Tanah Air pun sering banget mengalami deforestasi, kayak di Sumatera, Kalimantan, dll. Nah, if there’s anything we can learn from Brazil, like it or not, tetep aja yang punya kekuasaan paling besar untuk menjaga atau merusak lingkungan itu ada di tangan pemerintah. Makanya, harga mati neh, kapan pun kamu memilih pemimpin, pastikan mereka adalah orang-orang yang concern sama lingkungan dan punya komitmen tinggi atas kelestarian alam. Emang rumit sih kalo calon-calonnya masih pada boomers, tapi inget kata Taylor Swift guys: Only the young… can run!