Gelombang Panas Makin Banyak Terjadi

56

When you keep yelling “Panas banget ga boong

Majority of people around the world can relate.
Yoi guys. Ngerasa nggak sih cuaca sekarang tuh makin panas aja? Ternyata bukan kita aja yang ngerasa gitu, tapi di Eropa, AS, dan China juga. Bahkan di China, pemerintah udah menetapkan red alert warning.

Tell. Me. Everything. 
Sure. Jadi karena adanya climate crisis yang menyebabkan pemanasan global, maka heatwave aka gelombang panas juga makin banyak terjadi. Nggak cuma di Kawasan Asia Selatan kayak India, Pakistan, dan negara tetangganya, tapi juga ke berbagai kawasan lain di Eropa, Amerika Serikat, dan China. Bahkan di China, orang ke balkon rumah mereka sendiri aja udah nggak kuat. Jadi diem di rumah mulu, ngadem pake AC.
 
Emang sepanas itu ya?
Iya, sepanas itu. Well, sepanjang 1990 sampai 2019 lalu, heatwave di China tuh udah meningkat empat kali lipat. Dan puncaknya yha sekarang-sekarang ini. Badan Meteorologi China bilangnya suhu udara di beberapa kota di sana udah mencapai 40 derajat celcius, dan angka itu udah terlalu panas untuk ukuran bulan Juli di Negeri Tirai Bambu tersebut.
 
OMG…
Yep, karena saking panasnya, otoritas pemerintah di sebanyak 86 kota di China sampai mengeluarkan red warning but warganya, khususnya buat lansia di atas 65 tahun. Hal ini karena di tahun 2019 lalu, kelompok usia lansia memiliki risiko kematian 10,4% lebih tinggi selama heatwave. Terus di Nanjing, yang emang terkenal sebagai salah satu kota paling panas di China, warga sampe harus berlindung di bawah tanah. Jadi pemerintah di daerah Nanjing membuka bunker bawah tanah yang dulu dipake perang, buat diisi sama buku, ada Wi-Fi nya, dispenser, microwave, sampai oven.
 
Jadi climate crisis aja nih penyebabnya?
Well, that, dan juga emang kondisi cuaca, guys. Disampaikan oleh Prof. Faith Chan dari Nottingham University, sebenernya cuaca ekstrem tuh bukan hal yang baru lagi di China, karena tahun lalu aja, mereka dilanda banjir bandang kan. Nah, sekarang malah heatwave. Adapun heatwave ini disebabkan oleh dua antisiklon yang kebentuk di dataran China, Terus, dua antisiklon itu akhirnya menyebabkan panas di berbagai daerah. Hal ini tentu diperburuk dengan fenomena global warming yang bikin cuaca makin ngga menentu.

I see….
Nggak cuma di China, di AS sama Eropa juga sama. Nah kalau di AS, ada dataran tinggi yang kemudian dikenal sebagai “heat dome” aka kubah panas, di mana hawa panasnya terperangkap di situ. Jadinya di berbagai negara bagian kayak Colorado, Texas, Oklahoma, sampai Arkansas dilanda panas, yang mencapai hingga 42,2 derajat Celsius. Terus dari situ, permintaan listrik jadi meningkat kan. Nah biar pasokan energi di sana nggak ambyar, maka pemakaian energi di negeri Paman Sam udah mulai diimbau supaya dihemat oleh masyarakat.

What about Europe?
Well, kalo di Eropa, panasnya tuh juga karena terjadinya kebakaran hutan aka karhutla di Spanyol sehingga menyebabkan Spanyol dan negara tetangganya dilanda gelombang panas dengan suhu mencapai 44 derajat Celsius. Terus menurut otoritas meteorologi di sana, warga Spanyol kemungkinan bakal harus menghadapi cuaca ekstrim tersebut sampai weekend mendatang, hiks.
 
Got it. Anything else I should know?
Meanwhile in India, keadaannya juga masih sama, yaitu heatwave parah sampe mencapai angka 44 derajat Celsius, dengan kelembaban yang super rendah. Makanya banyak warga yang ngeluh tenggorokan kering, kepala pusing, keringat bercucuran in all over the face sampai turun ke mata dan bikin pandangan jadi kabur.
🙁 🙁