Citayam Fashion Week Didaftarkan Sebagai HAKI, Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J, Banyak Warga Afghanistan Pakai Narkotika, Penyakit Polio Terdeteksi Di AS

115

Good morning,

Hello there. It’s a new day and we hope you’re ready to welcome the last days of July. August is coming soon and besides the festive, patriotic day of the seventeenth, we also look forward to playing this song in repeat. Happy Tuesday! 

What’s everyone been talking about lately?

Citayam Fashion Week yang didaftarkan sebagai HAKI. 
Yoi, fenomena Citayam Fashion Week yang lagi rame digelar di Kawasan Dukuh Atas, Sudirman kembali jadi headline. Kalo kemaren-kemaren ramenya karena si Jeje, Bonge, Roy dan Kurma, kini masyarakat dibikin terheran-heran dengan aktor Baim Wong yang ujug-ujug udah mendaftarkan Citayam Fashion Week sebagai hak kekayaan intelektual aka HAKI ke Kemenkumham.
 
HAH GIMANA?
Iya, kamu nggak salah baca guys. Well, ceritanya tuh gini. Fenomena anak muda remaja yang suka nongkrong, adu outfit, sama bikin konten di Sudirman tuh kan emang lagi happening banget yah sekarang, dan kian terkenal dengan sebutan Citayam Fashion Week. Kenapa disebut itu, karena emang para ABG tadi datang dari wilayah Citayam greater area, kayak Depok, hingga Bojong Gede. Saking populernya, SCBD yang singkatan aslinya adalah Sudirman Central Business District, kini bergeser jadi Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok. Slebew banget kan tuu…
 
Wkwkw I know. Next…
Lanjut, fenomena SCBD dengan remaja-remaja itu terus aja happening sampai mengundang lebih banyak orang datang ke sana. Nggak cuma dari kalangan masyarakat umum, tapi public figures juga, termasuk para pejabat dan artis tanah air. Adapun pejabat yang pernah langsung berkunjung ke sana tuh ada the one and only Si Tuan Rumah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sama Gubernur Jawa Barat, Kang Ridwan Kamil. Bahkan, minggu lalu tepatnya di hari Rabu, Pak Anies ngajakin tamu-tamu pentingnya kayak EU Ambassador, Vincent Piket, dan VP European Investment Bank, Kris Peeters buat jalan menyeberangi zebra cross di Sudirman itu dan berbaur sama masyarakat, guys. The same also goes to Kang Emil. Di hari yang sama, Kang Emil juga datang berkunjung ke Sudirman dan nyebrangin zebra cross sambil pamerin outfit bareng sama driver ojol yang lagi ngetem di sana.
 
Kreatif… kreatifff *clap-clap*
Banget ygy. Nggak cuma dari kalangan pejabat, artis tanah air juga ikutan rame-rame hadir di Citayam Fashion Week. Adapun salah satu artis tanah air yang cukup menarik perhatian netizen adalah pasangan Baim Wong dan istrinya, Paula Verhoeven. Well, basic-nya Paula tuh kan emang model yah, jadi waktu Paula datang ke situ beberapa waktu lalu, Paula bikin konten catwalk di situ barengan sama salah satu orang icon yang ada di sana, namanya Bonge. (You’ve heard that name before, haven’t you?).
 
I know that name wkwkw. Terus, what about them?
Nah balik dari situ, Paula ngomonglah sama suaminya, Baim Wong, di mana Citayam Fashion Week ini adalah gerakan orang-orangnya yang udah mempedulikan fashion banget. Dan dengan adanya Citayam Fashion Week ini, fashion di Indonesia tuh nggak lagi-lagi identik sama harga yang selangit dan barang-barang branded, dan orang-orang di situ bangga aja pakenya. Nah, kebanggaan ini dinilai Paula sebagai achievement yang penting dan harus dilestarikan, ceunah.
 
Dilestarikan dengan cara…?
Didaftarkan sebagai Hak Atas Kekayaan Intelektual ke Kemenkumham. WKWKWKWK Yep, perusahaan punyanya Baim dan Paula, PT Tiger Wong Entertainment resmi mendaftarkan Citayam Fashion Week di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual di Kementerian Hukum dan HAM per 20 Juli lalu. Terus, disampaikan oleh Paula, Citayam Fashion Week ini rencananya emang mau dibuat next level gitu, guys. Ada podcast ngomongin fashion, terus newsletter isinya soal fashion juga, ada pameran, fashion show, sampai pameran kebudayaan yang tujuannya buat hiburan semata dan dengan mengembangkan bakat dari anak-anak muda sekarang, khususnya yang sering nangkring di SCBD situ.
 
LAH????
Terus selain Baim Wong dan Paula Verhoeven, Kemenkumham juga menerima pihak lain yang juga sama-sama mendaftarkan Citayam Fashion Week atas Hak Kekayaan Intelektualnya, yaitu atas nama Indigo Aditya Nugroho. Setelah ditelusuri, Indigo ini meruakan content creator di TikTok yang kerap bikin konten pake nama kantornya, KutipanX. Sekarang, the battle is about to begin. HAKI atas Citayam Fashion Week bakal dilimpahkan ke siapa oleh Kemenkumham. Secara cuma boleh ada 1 pemegang HAKI kan. Sesuai peraturan, Kemenkumham bakalan mengkaji segala persyaratan dan melakukan pemeriksaan dalam 2 bulan. Nah, kalau udah lengkap syaratnya, bakalan ada pemeriksaan lanjutan yang dilakukan dalam waktu 150 hari kerja sebelum akhirnya keluar deh tuh sertifikat pemegang HAKI.
 
Tapi kenapa harus didaftarkan segala sih?
Kalau kamu udah nggak asing sama istilah hak paten atau hak cipta, nah konsep si HAKI ini tuh kayak gitu, guys. Kalau kamu udah punya HAKI atas sesuatu dan itu udah legit diakui oleh pemerintah melalui Kemenkumham, maka orang lain nggak ada yang boleh pake nama Citayam Fashion Week secara keseluruhan atau sebagian, buat kebutuhan branding, dsb. Jadi tujuannya emang untuk bisa punya hak guna secara eksklusif atas brand tersebut guys. Sebenernya, HAKI ini tujuannya adalah supaya pemilik hak kekayaan intelektual tertentu bisa melindungi ciptaannya dengan ngga ditiru atau seenaknya di-copy orang lain. Howeverrrr, dalam hal Citayam Fashion Week ini, banyak pihak yang bertanya-tanya, mon maap Baim Wong ada kontribusi apa yahh di CFW?? Kok CFW didaftarin sebagai HAKI-nya doiii?
 
Iya juga cuy.
Well, let’s hear it from him. Kalau dari keterangannya Baim sih, pendaftaran HAKI ke Kemenkumham ini bukan buat kepentingan pribadi doi, guys. Namun tujuan besar pendaftaran Citayam Fashion Week ini yha buat orang-orang yang berkreasi di sana juga, buat Indonesia, karena kepedulian dia terhadap negara. Dan sekarang yang coba dia lakukan yha yang menurut dia terbaik aja buat Indonesia. Baim Wong juga bilang dia udah konfirmasi lagi ke anak-anak muda di sana itu, sebelum daftarin Citayam Fashion Wekk ini sebagai HAKI. Dia bahkan udah ngomong juga sama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno terkait rencana pemindahan dari Sudirman ke Sarinah. Jaga-jaga kalau Dukuh Atas udah too crowded dan nggak kondusif lagi.
 
T-tapi….
Tapi yha gitu. Tindakan dan rencana Baim Wong ini menuai pro dan kontra dari masyarakat, salah satunya datang dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurut Kang Emil, nggak semua hal bisa dijadikan komersil dan dibesar-besarkan kayak yang coba dilakukan Baim, Paula, dan Indigo Aditya itu. Jadi biarin aja itu mereka di jalan, bukan di Sarinah, bukan di podcast, dan nggak perlu menginternasional segala. In his words, Kang Emil bilangnya, “Biarkan tetap Slebew, bukan Haute Couture.” Kalau mau diorganisasiin jadi lebih baik, ya udah biarin aja mereka yang action, nggak usah ada pihak ketiga lagi kayak Baim, Paula, atau yang lainnya. Makanya mending dicabut aja dah itu pendaftarannya, kata Kang Emil gitu, guys.
 
Got it. Anything else I should know?
Btw Kawasan Dukuh Atas Sudirman itu sekarang emang penuhhhh dan rameeee banget, guys. Terutama di Zebra Cross yang dari tadi kita omongin, di mana rame-rame orang jalan dan adu outfit di situ. Nah, merespons hal ini, Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengimbau anak-anak muda itu buat nggak pake zebra cross buat adu outfit. Secara namanya zebra cross kan fasilitas umum yah, yha dipakai buat nyebrang. Bukan catwalk dan adu outfit. Nah tapi, reaksi berbeda datang dari Gubernur Anies Baswedan. Disampaikan oleh Pak Anies, selama belum ada regulasi yang ngaturin hal itu, yha sah-sah aja orang jalan di situ.

Who’s collecting pieces to pieces?

Everybody 
on Brigadir J’s death case.
Yep. Sejak kasusnya menguak beberapa waktu lalu, banyak banget teka-teki dan kejanggalan dari kematian Brigadir J di rumahnya eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo. Bahkan kematian yang diduga terjadi di rumahnya di Kawasan Duren Tiga itu kini dipertanyakan lagi, dan belum diyakini 100% bener apa nggak, guys.
 
HAH gimana?
Gini, kita mulai dari jasadnya Brigadir Yosua Hutabarat aka Brigadir J yang disebut mencurigakan. Iya, setelah diserahkan ke pihak keluarga dan dicek sama mereka, keluarga menyebut bahwa jasad Brigadir J yang disebut kena tujuh tembakan oleh Bharada E itu nggak keliatan kena luka tembak doang, guys. Ada luka sayatan, ada rahang yang geser, ada lebam, bahkan jarinya yang putus. Hal ini of course bikin keluarga bertanya dong, “Kok bisa begini si?? Ini sih nggak mungkin penembakan doang nih. Ini sih pembunuhan berencana!.”
 
Pembunuhan berencana?
Yep. Dari penemuan itu, diyakini oleh pihak keluarga kalau nggak mungkin ini A to B tragedy doang, guys. Maksudnya, nggak mungkin cuman Bharada E sendiri aja yang melakukan hal ini. Pihaknya juga nggak bisa menerima hasil autopsi sebelumnya yang dilakukan oleh kepolisian yang menyatakan luka sayatan ini adalah tembakan yang ngenain lebih dari satu bagian tubuh jenazah. Makanya, berangkat dari sini, kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin akhirnya membuat laporan dugaan pembunuhan berencana ke Bareskrim Polri dan mendesak supaya dilakukan autopsi ulang terhadap jasad Brigadir J.
 
Terus, akhirnya autopsi ulang?
Correct. Bareskrim Polri akhirnya menyetujui pelaksanaan autopsi ulang atau yang biasa disebut ekshumasi. Ekshumasi ini sendiri dijadwalkan besok, guys. Hari Rabu, dan berlokasi di tempat pemakaman jenazah di kampung halamannya, di Jambi. Menurut Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, ada tujuh dokter forensik dari luar kepolisian yang udah mengonfirmasi keterlibatannya dalam melakukan otopsi ulang jenazah Brigadir J. Nah salah satu di antaranya bakal ada dokter forensik TNI juga guys, yang berasal dari RSPAD.
 
Banyakan yha…
Ya iya, kata Pak Dedi, penyidik tuh sangat terbuka terhadap pembuktian ilmiah oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Tujuannya ya supaya kasus ini menjadi terang benderang, transparan, dan akuntabel. Panglima TNI Andhika Perkasa juga menegaskan bahwa pemilihan dokter forensik dari RSPAD itu bukan diarahkan atau dipilih-pilih sama pihaknya, tapi ditunjuk langsung sama Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI). Pokoknya biar gaada kecurigaan. Gitu ceunah.
 
Curiga banget?
Yes, apalagi pihak keluarga Brigadir J yang udah trust issue atas kredibilitas orang-orang di RS Polri yang melakukan proses autopsi awal, guys. Makanya, dengan adanya para dokter dan pakar forensik yang udah disetujui sama pihak keluarga ini, diharapkan proses autopsi ulang pun bisa berjalan secara transparan, biar penanganan kasusnya juga terjamin. Pihak kepolisian pun udah menyetujui rencana autopsi ulang ini. bahkan, Kapolda Jambi, Irjen Rachmad Wibowo juga udah meninjau langsung lokasi autopsi ulang dan segala persiapan lainnya biar proses besok bisa berjalan maksimal.
 
I see. Terus terus, apa lagi?

Nah sambil dilakukan persiapan autopsi ulang, Polri juga working in another station. Tepatnya hari Minggu kemarin, Polda Jambi udah memeriksa dan mintain keterangan dari pihak-pihak terkait, salah satunya dari pacar Brigadir J, namanya Vera. Disampaikan oleh kuasa hukum Vera, Ramos Hutabarat, Vera dimintai keterangan terkait percakapan terakhir yang berjalan antara Brigadir J dan Vera di hari-hari terakhir sebelum kejadian. Hasilnya, Vera bilangnya dia terakhir komunikasi sama Brigadir J di hari Jumat sore, right before kejadian penembakan itu diduga terjadi. Lebih jauh, Vera juga bilang nggak ada kejanggalan apapun yang terjadi dalam percakapan terakhir mereka. Everything was fine aja gitu.


HEMMM… 
Nggak ada kejanggalan ya?
Itu kan katanya Mbak Vera. Kalau kata Kamaruddin selaku kuasa hukum pihak Keluarga Brigadir J, ada kejanggalan yang terjadi, guys. Bahkan udah terjadi sejak Juni lalu, gengs. Pak Kamar menyebut pihaknya udah menemukan rekaman elektronik yang menunjukkan Brigadir J ketakutan dan menangis. Di rekaman itu juga disebutkan terdapat ancaman pembunuhan, dan terus berlanjut sampai satu hari menjelang tragedi penembakan itu, guys. Pak Kamar juga memastikan ancaman itu terjadi di Magelang, Jawa Tengah. That being said, dugaan lokasi TKP tempat Brigadir J akhirnya tewas nggak cuma di rumahnya Irjen Ferdy Sambo aja di Jakarta, tapi juga di Magelang.
 
Hwaduh hwaduh hwaduh….
Speaking about Magelang, tim khusus yang dibentuk Kapolri jenderal Listyo Sigit Prabowo tempo hari juga udah dapet rekaman CCTV sepanjang jalan dari Magelang sampai ke rumahnya Irjen Ferdy Sambo. Kan udah dapet nih, rekaman CCTV itu sekarang lagi diperiksa sama tim penyidik di Laboratorium Forensik Polri buat dicocokkan lagi waktunya. Secara time stamp yang ada di kamera CCTV sama di real time tuh harus sama kan, jadi harus ada proses klarifikasi dan kalibrasi dulu buat mastiin waktunya sama atau nggak.
 
Interesting. Anything else?
In case you’re wondering, sampai saat ini, status Bharada E yang diduga ada bersama Brigadir J di tempat kejadian masih ditetapkan sebagai saksi, guys, belum tersangka. Terus, Bu Putri Candrawathi, yang juga ada bersama mereka di situ juga masih menjalani proses pemulihan trauma bersama psikolognya. Adapun Irjen Ferdy Sambo sendiri udah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri. Nggak berapa lama, Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan, sama Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Budhi Herdi Susianto juga dinonaktifkan dari jabatan mereka. Hal ini dilakukan biar Polri bisa menangani kasus ini secara profesional dan maksimal.

When things are getting more and more terrible… 🙁

In Afghanistan.
Yep. Ga abis-abis banget guys penderitaan warga Afghanistan tuh 🙁 Negara di Asia Selatan itu udah berpuluh-puluh tahun hidup dalam perang saudara, invasi US, Taliban, pokoknya berbagai konflik deh, makanya no wonder, kondisi ekonomi mereka tuh ancur banget, bahkan lebih dari setengah populasinya berada di kondisi extreme poverty. Nah berada lama di bawah kemiskinan, penderitaan dan hopelessness akan masa depan yang cerah kemudian bikin banyak warga Afghanistan lari ke narkotika.
 
Really?
Iya guys, kondisi ini disebut semakin parah setelah pemerintahan di Afghanistan jatuh ke tangan Taliban, di mana kondisi ekonomi mereka makin terpuruk. Banyak warga yang gabisa makan maupun ngasih makan keluarganya, dan hal itu bikin mereka lari ke obat-obatan terlarang kayak opium, heroin, sabu dan methamphetamine. Di sekitaran Kota Kabul, kayak di taman, di got, di bawah jembatan, sama lereng bukit, banyak banget ditemukan orang-orang yang lagi ngisep berbagai obat-obatan tadi, baik laki-laki maupun perempuan. The scene is horrible (you can check it out here but really, it can be too depressing to be seen this early in the morning!) 
 
Noooo 🙁
Yep, and the figure is chilling, too. Menurut data terbaru PBB di tahun 2015, diperkirakan bahwa ada hingga 2,3juta warga Afghanistan yang pake narkotika, dan ini tuh jumlahnya mencapai 5% dari populasi saat itu. Kini, tujuh tahun kemudian, diprediksi bahwa angkanya udah meningkat jauh, mengingat makin banyaknya para addicts yang memenuhi berbagai lokasi di Kabul dan kota-kota lainnya.
 
Ya ampun.. Terus pemerintah di sana ada respons nggak?
Well, pemerintahan Afghanistan, yang sekarang masih dikuasai sama Taliban, udah berusaha nge-launch berbagai campaigns buat memberantas budaya nyabu dan ngisep heroin dan opium ini guys. Adapun campaign-campaign dijalankan secara agresif, yaitu dengan melakukan penggrebekan massal ke tempat-tempat para addicts tadi (kayak kolong jembatan, taman, got, dll) terus memasukkan mereka ke detox camp.

Mereka di sana diapain?
Camp-nya tuh tujuannya untuk merehab para pecandu dan mereka bakal stay di sana selama 45 hari. Ketika nyampe, para addicts bakal dibotakin dan wajib kudu stay di camp tanpa boleh ke mana-mana. Tapiiiii ya namanya negara ekonominya lagi collapse, para addicts tadi ngga mendapatkan pengobatan maupun penanganan ketika mereka mengalami sakaw. Terus, makanannya juga sedikit karena camp tersebut
ngga punya cukup uang buat kasih makan sekitar 1.500 orang yang stay di sana. All of these things, tentunya ngga membantu para addicts tadi untuk lepas dari kecanduan.
 
Sad 🙁 Anything else?
Btw if you’re wondering dari mana orang-orang di Afghanistan dapetin itu heroin, sabu, bahkan opium, yha di negara mereka sendiri, guys. Afghanistan emang dikenal sebagai produsen opium terbesar di dunia, dan sekarang berkembang jadi produsen utama sabu yang kemudian diekspor ke negara-negara Eropa. Dari tahun lalu, sebenarnya Taliban tuh udah mau nge-ban penggunaan narkotika. Tapi yha gitu, considering narkotika bisa bawa banyak cuan buat negara mereka, makanya agak susah buat mewujudkan hal itu.

What’s coming back after a while?

Ugh, not a person who ghosted me.
 
Yep, nope. Tapi polio. Iya guys, penyakit kelumpuhan syaraf yang sebenernya bisa banget dicegah dengan vaksin itu baru aja teridentifikasi di Amerika Serikat, specifically di Rockland County, New York. Adapun penderita yang didiagnosa dengan penyakit ini adalah seorang dewasa yang unvaccinated aka ngga divaksin polio.
 
Anyway guys, ini adalah untuk pertama kalinya polio terdeteksi lagi di AS setelah negeri Paman Sam itu dinyatakan bebas polio sejak tahun 2013 lalu. Menurut otoritas setempat, pasien polio itu melapor ke layanan kesehatan setelah mulai mengalami kelumpuhan dalam satu bulan terakhir. Hal ini tentu jadi penemuan yang breakthrough banget, secara negara-negara maju tuh udah bebas polio.
 
FYI, polio adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh poliovirus. Sekitar satu dari empat orang yang terinfeksi dengan virus ini mengalami radang tenggorokan, demam, capek, sakit kepala hingga sakit perut. Terus, satu dari 200 orang yang terinfeksi akan mengalami kekakuan di kakinya, yang berujung pada infeksi di otak dan syaraf tulang belakang. Eventually, penderita akan mengalami kelumpuhan. Sejauh ini, belum ada obat buat polio. Jadi kalo kena, maka penderita akan mengalami kelumpuhan seumur hidup. Itulah kenapa, kita dari kecil WAJIB banget divaksin polio guys, don’t listen to those antivaxx, ok?

“Karena semangat luar biasa,”

Gitu guys komentar Gubernur DKI Jakarta Pak Anies Baswedan soal pagar di bagian tribune Jakarta International Stadium yang rubuh pada acara peresmian JIS Hari Minggu kemarin. Kata Pak Anies, rubuhnya pagar tribun itu karena emang para penonton semangat banget aja, dan karena ini baru pertama kalinya digunakan. Selanjutnya, Pak Anies bilang bahwa pihaknya bakal melakukan evaluasi atas insiden ini, begitu juga soal pagar pembatas.
 
Now you know who else is way too excited about the new stadium…

Announcement


Thanks to Star, Rian, Someone, Armando, Zizi, Ihsan, Pinkpolkies, Nathasya for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!) kan di Las

Catch Me Up! recommendations

New to cooking? Avoid these cooking tips at all cost.