Bupati Menberamo Tengah Masuk DPO Tersangka Korupsi

40

Who’s playing Catch Me If You Can?

Leonardo di Caprio?
Bukan dong ah. Tapi Bupati Menberamo Tengah, Papua yang baru aja kemarin masuk ke Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh KPK karena literally beliau jadi buronan tersangka korupsi.
 
Juicy. Tell me everything.
OK. Now everybody’s eyes are on Ricky Ham Pagawak, Bupati Mamberamo Tengah yang terlibat kasus sama KPK dan sekarang most likely doi dah kabur ke Papua Nugini. Adapun Ricky adalah mantan Bupati Mamberamo Tengah yang lagi diseliki untuk kasus dugaan suap dan gratifikasi di wilayahnya. Dalam proses penyelidikan, tim KPK berhasil menggeledah sejumlah dokumen terkait proyek yang ada di sana, dokumennya sendiri terdiri dari catatan pengerjaan proyek, sampai catatan cashflow alias aliran keuangannya.
 
Go on…
Nah di antara dokumen-dokumen itu, tim KPK menemukan sesuatu yang suspicious di sana, dan menyeret nama si Ricky ini. Terus, seiring berjalannya waktu, Ricky pun ditetapkan sebagai tersangka dan dipanggil ke Jakarta di Gedung Merah Putih KPK untuk dimintai keterangan. Pemanggilan pertama, yang bersangkutan nggak dateng tuh. Terus lanjut lagi dipanggil tanggal 14 hari Kamis kemarin. Tapi again, Ricky didn’t appear. Dari situ pihak KPK yang udah kesel juga langsung menjadwalkan untuk menjemput paksa Ricky di Papua sana, guys.
 
Terus, ketangkep?
Nggak, guys. Ricky Ham Pagawak Bupati Mamberamo Tengah itu udah keburu kabur waktu penyidik KPK sampai di Papua. Pak Ali bilangnya tindakan dia nih udah dianggap nggak kooperatif dan jadi masuk Daftar Pencarian Orang ak DPO. Terus, dari status Ricky yang udah masuk DPO, penyidik KPK dibantu sama Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua langsung mencari di mana keberadaan si Ricky. Dan setelah dilacak, Ricky udah kabur ke wilayah Papua Nugini lewat jalan tikus, guys.

OOOMG
Yep. Hal ini disampaikan oleh Direktur Dirreskrimum Polda Papua, Faizal Ramadhani yang bilang hari Kamis lalu Ricky udah diantar sama orang ke Pasar Skouw di Distrik Muara Tami, Jayapura. In case you need some context, Pasar Skouw ini cuma berjarak 1 km dari Pos Lintas Batas Negara Skouw, yang merupakan gerbang masuk Indonesia ke Papua Nugini via Jayapura.  Dan pihak Polda sendiri bilangnya mereka udah in contact sama otoritas kepolisian Papua Nugini terkait keberadaan Ricky.
 
Wah gercep ugha. 
Nah makanya itu, guys. Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Papua, Kombes Gustav Urbinas bilangnya Ricky udah tahu duluan kalau tim KPK bakalan terbang ke Papua dan menjemput paksa dia. Adapun bocoran informasi ini Ricky dapat dari tiga anggota Polri yang juga bertugas sebagai ajudan dia. Tiga anggota Polri dengan inisial Aipda AI, Bripka JW, dan Bripka EW ini juga disebut ikut ngebantu Ricky melarikan diri kayak nyediain mobil, dll. Kalau benar terbukti cepu dan emang bantu-bantu bosnya kabur, maka bisa dibilang para polisi ini ada upaya menghambat proses penegakan hukum. Makanya Kombes Gustav menyebut pihaknya bakalan cari tahu lagi siapa-siapa aja yang terlibat, supaya bisa langsung diadili karena melanggar kode etik. Sejauh ini, tiga orang ini masih ditahan di tahanan khusus di Polda Papua selama 30 hari ke depan dengan ancaman sanksi berupa pemberhentian secara tidak hormat.
 
Now tell me the condition there at Mamberamo Tengah…
Udah nggak kondusif sama sekali, guys. Di sana, sejak Sabtu lalu, massa pendukung Ricky udah sibuk memblokade jalanan dan sejumlah fasilitas umum karena menolak tim KPK yang datang menyelidiki bupati mereka itu. Blokade ini akhirnya bikin puluhan warga yang terdiri dari ASN, pedagang, dan tenaga kesehatan sampai ngungs dan cabs dari Mamberano Tengah ke daerah lain yang lebih aman, Wamena salah satunya. Nah karena ASN dan tenaga kesehatan ikut ngungsi, maka kantor-kantor instansi pemerintah dan rumah sakit jadinya tutup deh karena nggak ada orang.
 
Rumit. Anything else I should know?
Btw, kepulangan Ricky ke Indonesia tuh emang ditunggu-tunggu banget bukan cuma oleh pihak KPK, Polda, sama masyarakat pada umumnya, guys, tapi juga dari Partai yang mengusungnya jadi bupati. Yep, Ricky ini kader Partai Demokrat. Dengar kabar kadernya kabur begini, Partai Demokrat langsung buka suara, gengs. Disampaikan oleh Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Andi Mallarangeng berharap semoga Ricky bisa jadi ksatria dan mengikuti proses hukum yang udah ditetapkan. Kader-kader Demokrat emang harus siap mengikuti proses hukum, katanya.