Boris Johnson Berhenti Dari Jabatan PM Inggris

53

Who’s leaving the office?

Boris Johnson.
Well well well, setelah banyaaaaak banget drama-drama di tubuh Pemerintahan Inggris belakangan ini (read: Brexit, Covid-19 protocols, etc), Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akhirnya resign juga weekend kemarin, guys. Hal ini of course bikin mixed feelings dong, kayak: Kaget? Ga kaget ah. Kaget deng. Gituuu.
 
Wait, I need some background here. 
You got it. Jadi, sejak pertama kali dilantik 2019 lalu, Johnson emang lumayan banyak mengundang kontroversi. Pertama, soal pelantikan seorang anggota parlemen konservatif jadi Deputy Chief WhipChris Pincher. Jadi Picher ini diduga mabuk-mabukan dan melakukan penganiayaan terhadap dua orang di klub yang dia jadi membernya. Nah, publik Inggris kemudian mengkritisi Johnson atas penunjukkan ini karena Deputy Chief Whip itu jabatan strategis, yang mengatur kontribusi partai di parlemen. Makanya people be like, “Nggak ada orang lain lagi apa?”
 
Oh itu… terus?
Terus pada April kemarin, doi juga didenda karena melanggar aturan lockdown dengan menghadiri acara kumpul-kumpul untuk merayakan ultahnya. Party-nya sendiri diadakan di taman di Downing Street yang merupakan kantornya. Ini juga diprotes banget kan. Terus yhaa doi juga pernah didenda sama KPU-nya Inggris karena ngga mampu membuktikan dapet duit dari mana buat ngebenerin rumahnya yang terletak di lokasi yang sama. Terus juga dari segi ekonomi, inflasi makin yang bikin harga-harga barang juga naik. And finally, ya misternya rada kurang inovasi aja gitu guys. Karena kan pas doi baru kepilih, tanggung jawabnya waktu itu adalah ngatur proses Brexit biar smooth. Nah selain itu tuh, kayak gaada inovasi baru apa-apa lagi dari Johnson sampe sekarang.
 
I see….
Makanya, dari situ, orang-orang di pemerintahannya Boris Johnson, termasuk para menteri, langsung pada cabs aka resign berjamaah deh. Kayak Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Kesehatan Sajid Javid. Terus menteri-menteri yang otw mundur ada Menlu Liz Truss, Menteri Nadhim Zahawi, sama Menteri Perdagangan Penny Mordaunt. Totalnya ada 50 pejabat pemerintahan dari partainya dan yang di parlemen yang resign berjamaah. Alasannya? Ya udah ngga sejalan lagi sama Johnson dan sebagai bentuk protes.
 
Terus Boris sendiri?
Udah kayak gini, rada rumit ya guys kalo ngga resign. Akhirnya pada Kamis lalu, Johnson bilang kepada masyarakat bahwa: Well, udah jelas nih maunya Partai Konservatif apa, yakni punya pemimpin partai baru, dan artinya, mereka mau punya perdana menteri baru. Walau begitu, W akan tetap menjabat di posisi ini sampe pemimpin barunya udah terpilih.
 
Bye-bye.. Anything else?
Nah setelah mundur, kini para anggota partai Konservatif yang merupakan partainya Johnson lagi berlomba-lomba mencalonkan diri buat jadi penggantinya Johnson. Sejauh ini, udah ada sembilan kandidat yang mengumumkan keinginannya untuk maju, dan beberapa bahkan ada yang udah bikin kampanye soal nurunin tarif pajak dan healing dari pemerintahannya Johnson yang penuh skandal. However, menurut salah seorang anggota partai, kemungkinan hasil dari perubahan ini bakal diumumkan pada September mendatang.
 
Brb, we’re updating our CVs…