Banyak Warga Afghanistan Pakai Narkotika

106

When things are getting more and more terrible… ūüôĀ

In Afghanistan.
Yep. Ga abis-abis banget guys penderitaan warga Afghanistan tuh ūüôĀ Negara di Asia Selatan itu udah berpuluh-puluh tahun hidup dalam perang saudara, invasi US, Taliban, pokoknya berbagai konflik deh, makanya¬†no wonder,¬†kondisi ekonomi mereka tuh ancur banget, bahkan lebih dari setengah populasinya berada di kondisi¬†extreme poverty.¬†Nah berada lama di bawah kemiskinan, penderitaan dan¬†hopelessness¬†akan masa depan yang cerah kemudian bikin banyak warga Afghanistan lari ke¬†narkotika.
 
Really?
Iya guys, kondisi ini disebut semakin parah setelah pemerintahan di Afghanistan jatuh ke tangan Taliban, di mana kondisi ekonomi mereka makin terpuruk. Banyak warga yang gabisa makan maupun ngasih makan keluarganya, dan hal itu bikin mereka lari ke obat-obatan terlarang kayak opium, heroin, sabu dan methamphetamine. Di sekitaran Kota Kabul, kayak di taman, di got, di bawah jembatan, sama lereng bukit, banyak banget ditemukan orang-orang yang lagi ngisep berbagai obat-obatan tadi, baik laki-laki maupun perempuan. The scene is horrible (you can check it out here but really, it can be too depressing to be seen this early in the morning!) 
 
Noooo ūüôĀ
Yep, and the figure is chilling, too. Menurut data terbaru PBB di tahun 2015, diperkirakan bahwa ada hingga 2,3juta warga Afghanistan yang pake narkotika, dan ini tuh jumlahnya mencapai 5% dari populasi saat itu. Kini, tujuh tahun kemudian, diprediksi bahwa angkanya udah meningkat jauh, mengingat makin banyaknya para addicts yang memenuhi berbagai lokasi di Kabul dan kota-kota lainnya.
 
Ya ampun.. Terus pemerintah di sana ada respons nggak?
Well, pemerintahan Afghanistan, yang sekarang masih dikuasai sama Taliban, udah berusaha nge-launch berbagai campaigns buat memberantas budaya nyabu dan ngisep heroin dan opium ini guys. Adapun campaign-campaign dijalankan secara agresif, yaitu dengan melakukan penggrebekan massal ke tempat-tempat para addicts tadi (kayak kolong jembatan, taman, got, dll) terus memasukkan mereka ke detox camp.

Mereka di sana diapain?
Camp-nya tuh tujuannya untuk merehab para pecandu dan mereka bakal stay di sana selama 45 hari. Ketika nyampe, para addicts bakal dibotakin dan wajib kudu stay di camp tanpa boleh ke mana-mana. Tapiiiii ya namanya negara ekonominya lagi collapse, para addicts tadi ngga mendapatkan pengobatan maupun penanganan ketika mereka mengalami sakaw. Terus, makanannya juga sedikit karena camp tersebut
ngga punya cukup uang buat kasih makan sekitar 1.500 orang yang stay di sana. All of these things, tentunya ngga membantu para addicts tadi untuk lepas dari kecanduan.
 
Sad ūüôĀ Anything else?
Btw if you’re wondering dari mana orang-orang di Afghanistan dapetin itu heroin, sabu, bahkan opium, yha di negara mereka sendiri, guys. Afghanistan emang dikenal sebagai produsen opium terbesar di dunia, dan sekarang berkembang jadi produsen utama sabu yang kemudian diekspor ke negara-negara Eropa. Dari tahun lalu, sebenarnya Taliban tuh udah mau nge-ban penggunaan narkotika. Tapi yha gitu, considering narkotika bisa bawa banyak cuan buat negara mereka, makanya agak susah buat mewujudkan hal itu.