Banjir di Jakarta & Sekitarnya Hingga Garut

42

Here’s you 360° updates on: Banjir

Yoi. In case you don’t know, over the weekend kemarin, warga Jakarta dan sekitarnya, bahkan sampai ke Garut, Jawa Barat, tuh abis dilanda banjir. Akibatnya, ribuan orang jadi terdampak dengan kerugian yang ngga sedikit.
 
Hold on, I need some background here.
You got it. Jadi kejadiannya itu dimulai dari hari Jumat, gengs. Di mana telah terjadi hujan deras dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor hari Jumat kemarin. Udah hujan deras, terus ada pendangkalan daerah aliran sungai di Kawasan Sungai Pesanggrahan. Jadilah sebanyak enam wilayah di sekitar sungai terendam banjir. Kayak di Sukaraja, Bojong Gede, Jonggol, sampai Cibinong, yang terendam banjir setinggi 50-100 sentimeter.

Whoaa go on.
Well, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, bilangnya dari banjir di Bogor ini sendiri, terdapat 941 rumah dan tiga tempat ibadah yang terdampak. Hal ini kemudian bikin ribuan warga jadi ngungsi ke tempat yang lebih aman. And thank God, besokannya yaitu di hari Sabtu, banjir udah surut dan ribuan warga tadi udah balik ke rumahnya masing-masing. Oya, dari banjir Bogor ini, BNPB juga mengimbau wilayah-wilayah lain, khususnya Jakarta, buat waspada juga karena banjir bisa aja kejadian sampai ke Jakarta katanya.
 
Terus, beneran banjir?
Yep. Nggak cuma di Bogor, hujan deras dengan intensitas sedang-tinggi juga kejadian di Jakarta dan Tangerang. Laporan dari Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut bahwa hujan deras yang terjadi di hari Jumat lalu itu telah menyebabkan sebanyak 71 RT jadi terendam banjir dengan ketinggian air yang beragam, mulai dari 40-200 cm. Adapun wilayah yang terendam sampai 200 cm itu ada di Kelurahan Cililitan sama Cawang, karena banjirnya bisa sampai parah banget gara-gara luapan Kali Ciliwung. Terus, besokannya, tepatnya di Sabtu pagi, wilayah yang terendam banjir jadi bertambah, guys. Dari 71 jadi 92 RT.
 
Whoaaaa banyak ugha.
Ya gitu deh, guys. Tapi untungnya, berdasarkan pemantauan Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, subuh kemarin, banjir di 92 RT udah sepenuhnya surut dan kering. Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bilangnya banjir kali ini tuh nggak yang parah banget sih, lebih ke genangan-genangan aja. Bang Riza juga bilang bahwa program Pemprov DKI selama ini buat menangggulangi banjir tuh bisa dibilang udah berhasil.

Really?
Well, ini juga nih yang jadi pertanyaan publik, guys. Kader Partai Solidaritas Indonesia aka PSI, Guntur Romli mempertanyakan kenapa dalam situasi genting begini malah Pak Wagub yang nongol. Terus gimana bisa ketingggian air hingga 200 sentimeter dibilang cuma genangan. Lebih jauh, Guntur juga bilang bahwa kalo Pak Anies ngelanjutin aja program kerjanya Jokowi-Ahok waktu Gubernur-Wakil Gubernur dulu, pasti sekarang Jakarta udah bebas dari banjir.  Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Anies Baswedan terkait masalah banjir yang melanda Jakarta.
 
Kan nggak cuma di Jakarta banjirnya?
Iya, bukan cuma di Jakarta. Tapi juga di Bogor, Tangerang, bahkan sampai ke Garut. Di Tangerang, walikotanya yaitu Pak Arief Wismansyah bilang bahwa beberapa penyebab terjadinya banjir di Tangerang salah satunya adalah karena faktor kiriman. Iya, kayak banjir kiriman dari hulu (Jakarta, Tangsel, Bekasi) ke hilir, nah Tangerang tuh ada di hilir. Selain itu, volume air yang besar banget gara-gara hujan deras juga udah nggak bisa lagi ditampung di turap yang terletak di Kali Angke. Belum lagi Tangerang yang udah nggak punya lahan kosong sehingga area serapan air juga makin terbatas. Adapun yang paling parah tuh terjadi di Ciledug, dengan sebanyak 600 keluarga yang terdampak banjir.
 
Now tell me about what happened in Garut.

Nah, kondisi banjir di Garut juga sangat mengkhawatirkan, guys. Adapun banjir dan longsor terjadi di 14 kecamatan di Kabupaten Garut, hingga menyebabkan Pemkab Garut akhirnya menetapkan status masa tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 16-29 Juli. Terkait data kerusakan, kerugian, dan yang lainnya, hingga saat ini masih dalam perhitungan oleh tim BPBD Garut. Namun yang pasti, so far udah ada 20 desa, dan 142 kepala keluarga atau 478 jiwa yang terdampak.

 
Hiks… kok bisa banjirnya parah gitu?
Well, menurut Wakil Gubernur Jawa Barat Kang Uu Ruzhanul Ulum, emang ada pembabatan hutan yang terjadi di kawasan hulu, dan bikin area resapan air di Garut jadi berkurang, guys. Dengan ngga adanya resapan air, ditambah dengan curah hujan yang terjadi gila-gilaan, maka volume air jadi meluap hingga terjadilah banjir bandang. Banjir ini bahkan disertai sama tanah longsor. Karenanya, Kang Uu bilang bahwa warga harus memahami bahwa banjir ini ngga dateng ujug-ujug, tapi emang ada kontribusi ulah kita sebagai manusia juga.

 
I see. Anything else I should know?
Terkait bencana ini, Bupati Garut Rudi Gunawan menyebut bahwa pemerintah daerah bakal memberikan uang kerohiman dalam bentuk cash for work buat warga yang terdampak banjir. Adapun duitnya berjumlah Rp500ribu per rumah dan bagi yang kerusakan rumahnya agak berat, yang ada lumpur dan sebagainya akan diberikan maksimal 1 juta rupiah per rumah. Nah, tapi beda sama Kang Uu, kalo kata Kang Rudi mah, penyebab banjirnya adalah hujan deras yang menyebabkan meluapnya sungai Cimanuk, guys.