Wabah PMK Yang Menyerang Hewan Kurban & Ternak

47

When Idul Adha is just around the corner…

Tapi wabah penyakit hewan malah menyerang ūüôĀ
Yoi guys. Nggak kerasa awal bulan depan tuh kita udah menyambut lebaran Idul Adha, yang berarti ibadah qurban juga bakalan segera berlangsung. Tapi nih, di tengah kita yang lagi persiapan mau qurban, malah justru muncul issues dengan hewan-hewan yang mau dikurbankan, guys.
 
Hah maksudnya?
Karena ada wabah penyakit yang menyerang sapi, kambing, dan hewan ternak lainnya, yang namanya Penyakit Mulut dan Kuku aka PMK. Yep, penyakit hewan ini emang udah dari bulan lalu ditemukan, dan sampai sekarang masih menyebar, bahkan udah menginfeksi lebih banyak hewan. Jadinya, banyak daerah yang tiarap deh, menjelang Idul Adha ini.
 
Hiks ūüôĀ
Iya. Awalnya kan Wabah PMK ini ditemukan di beberapa peternakan hewan yang terletak di empat kabupaten Jawa Timur. Nah seiring berjalannya waktu, wabah PMK makin meluas sampai ke daerah-daerah lain, guys. Bahkan udah meluas ke 17 provinsi lainnya. Diketahui per Minggu kemarin, wabah ini udah menyebar di 221 kabupaten/kota di 19 provinsi. Yep, dari empat…. Ke 221.
 
Sounds so serious…
Emang guys. Tapi nih, di tengah kondisinya yang udah mengkhawatirkan, banyak pihak yang menilai bahwa pemerintah ni kurang gercep merespons wabahnya. Hal ini karena sampe sekarang, pemerintah masih belum menetapkan wabah PMK sebagai Kejadian Luar Biasa aka KLB. Dan tanpa adanya status ini, upaya penanggulangan wabah PMK bakalan ngga maksimal.
 
Misalnya…
Well, karena bukan KLB, maka mungkin banget pendataan penyebaran penyakitnya juga jadi nggak maksimal. Nah, karena pendataannya nggak maksimal, kondisi di lapangan sama yang ada di data tuh mungkin banget jadi nggak sinkron. Meaning, kita juga jadi nggak bisa nge-track secara optimal dan maksimal kasusnya udah menyebar sejauh mana dan separah apa. Anggaran penanggulangan juga jadi tersendat, padahal kan di saat krisis kayak gini, banyak pihak yang butuh anggaran, buat percepatan penanganan, termasuk urusan vaksinasi.
 
I believe the government is doing something…
Yep. Hari Selasa kemarin, para pejabats di MPR RI menerima kunjungan dari Duta Besar Australia untuk RI, Ibu Penny Williams. Nah, dalam pertemuan itu, Wakil ketua MPR, Pak Ahmad Muzani udah membahas nih sama Bu Penny soal gimana caranya supaya Australia bisa bantuin Indonesia terkait wabah PMK ini since Aussie tuh emang dikenal punya teknologi yang advanced dalam penanganan wabah serupa kan. Dibalaslah sama Bu Penny bahwa mereka bakalan bantu pemerintah RI, guys.
 
I see….
Lebih jauh, Pak Muzani juga bilangnya pemerintah RI sama pemerintah Australia tuh udah membangun kerja sama berupa bantuan teknis dan vaksin plus berbagai program kesehatan hewan yang bakal dijalankan ke depan. Hal ini kemudian bakal diperkuat teknisnya gimana langsung sama Menteri Pertanian Australia, David Littleproud yang bakal kunjungan ke Indonesia juga di bulan-bulan depan.
 
I see. Now tell me about qurban….
Tenang, guys. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha aka Lebaran Kurban 1443 Hijriyah/2022 ini, Kementerian Agama udah menerbitkan sejumlah aturan terkait qurban. Aturan ini mengatur soal protokol kesehatan saat Salat Ied dan pelaksanaan qurban, termasuk syariat nyembelihnya gimana, ngulitinnya gimana, motongnya jadi kecil-kecil gimana, sampai di tahap pengemasan dan pendistribusian daging kurban ini ke tangan orang yang berhak.

Tell me the details…

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bilangnya buat umat muslim yang mau berkurban di daerah yang udah ada kasus Wabah PMK-nya, mending penyembelihan dagingnya dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan aka RPH aja guys. Terus yang dikurbankan juga hewan dalam keadaan sehat, nggak cacat, dan nggak menunjukkan ciri-ciri hewan yang terinfeksi PMK, kayak lesu, lidah, kuku, dan hidungnya nggak rusak, nggak pincang, dll.

 
I see. Anything else?
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menyebut bahwa dalam rangka menyambut Idul Adha, ada kemungkinan lockdown bakal diterapkan biar hewan-hewan ternak yang akan jadi hewan kurban nggak usah ke mana-mana demi menghindarkan mereka dari potensi penularan wabah PMK. Pak Suharyanto juga bilang bahwa sejauh ini, pemerintah udah punya 800ribu dosis vaksin di Kementan yang udah siap untuk didistribusikan.