Ridwan Kamil Kembali Ngantor, Myanmar Akan Eksekusi Mati 2 Warganya, HTM Candi Borobudur Akan Naik Jadi 750 Ribu, Secangkir Kopi Mangurangi Resiko Kematian

46

Hello!

Tuesday is here, so before you get on with your busy and hectic day, we want to gently remind you to take a deep breath. And maybe, listen to this slow and meaningful tune. Enjoy.

Here’s the newest update on the grieving family…

Yaitu Kang Ridwan Kamil, yang udah balik ngantor lagi.
Iya. Setelah melewati probably one of the toughest weeks ever, akhirnya Gubernur Jawa Barat Kang Ridwan Kamil udah kembali ngantor sejak kemarin, dari Kantor Gubernur Jawa Barat.
 
Oh udah balik beliau?
Iya udah, guysTo freshen you up, Kamis 26 Mei lalu ada insiden yang menimpa putra sulungnya Emmeril Kahn Mumtadz aka Eril. Eril dinyatakan hanyut terseret arus waktu berenang di Sungai Aare, di Bern Swiss. Kang Emil yang waktu kejadian masih ada di UK dalam rangka agenda Pemprov lalu bergerak ke Bern dan memantau langsung proses pencarian Eril. Namun setelah pencarian secara intensif dengan berbagai teknologi, pada hari kesembilan pencarian yakni pada 3 Juni kemarin, keluarga akhirnya mengumumkan bahwa Eril telah meninggal dunia :(.
 
🙁
Nah setelah itu, Kang Emil dan rombongan pun kembali ke tanah air untuk kembali bertugas. Adapun selama proses pencarian berlangsung, pihak Pemprov Jawa Barat udah ngajuin cuti buat Kang Emil ke Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terhitung dari tanggal 28 Mei sampai 4 Juni kemarin. Sementara dalam kurun waktu tersebut, pemerintahan dipimpin Wagub Jabar UU Ruzhanul Ulum. Nah, cutinya kan udah selesai nih, jadi Jumat sore kemarin, Kang Emil, Bu Atalia, plus anak perempuannya Zara, udah tiba di Bandung. Dan Senin kemarin, Kang Emil udah balik ngantor lagi menjalankan tugas sebagai gubernur di Gedung Sate.
 
Whoaa is he okay?
“Alhamdulillah sehat, saya rapat dulu ya,” gitu guys jawabannya ketika ditanya wartawan. Yes, sesampainya di Gedung Sate kemarin, Kang Emil emang langsung memimpin rapat-rapat di lingkungan Pemprov Jabar kayak yang ada di IG Story beliau @ridwankamil. Adapun rapat-rapat yang beliau pimpin beragendakan Anggaran 2023, PPDB, Haji 2022, Penyakit Kuku dan Mulut, minyak goreng, sampai urusan Lelang waste to energy.
It must be really hard for him….
Of course. Tapi seperti yang disampaikan oleh Jubir keluarga, Erwin Muniruzaman, sebagai gubernur, Kang Emil punya tanggung jawab untuk 50 juta warga Jabar. Makanya beliau tetap memulai aktivitas kedinasannya setelah masa cuti usai. Terus, Kang Emil juga belum bisa kasih pernyataan apa pun, tapi pasti bakalan ada statement dari beliau. In his words, Jabar 1 itu bilangnya, “Nanti ada waktunya saya bicara.”
 
Terus kondisi keluarga gimana?
Pas nyampe, Kang Emil langsung memeluk ibunya sambil menangis 🙁 Terus pada Hari Minggu kemarin, Kang Emil dan Bu Cinta juga udah menggelar doa bersama untuk proses pencarian Eril. Untuk menggelar kegiatan ini, berbagai tokoh publik ramai-ramai datang ke Gedung Pakuan Bandung untuk mengucapkan rasa belasungkawanya atas musibah yang menimpa keluarga ini. Nggak cuma tokoh publik, masyarakat umum juga bisa datang dan bertemu langsung dengan Pak Gubernur dan istri. Tentunya dengan penjagaan ketat, masyarakat Jawa Barat datang, terus antre, dan bersalaman menguatkan Kang Emil dan Bu Cinta.
 
:((Anything else?
There in Bern, otoritas setempat udah mengubah status pencarian Eril dari missing person alias orang hilang, menjadi drowned person atau orang tenggelam. Dari konsolidasi yang dilakukan pihak keluarga bersama Majelis Ulama Indonesia wilayah Jawa Barat, Eril juga udah ditetapkan sebagai syahid akhirat, dan dinyatakan meninggal dunia. Sampai saat ini, proses pencarian jasad Eril masih terus dilakukan sampai waktu yang tidak ditentukan.

When things are getting worse…

In Myanmar.
Iya, guys. Parah banget deh. Over the weekend kemarin, warga dunia dibuat terkejut dan geram oleh kebijakan pemerintahan militer Myanmar yang akan mengeksekusi mati dua orang warganya.
 
Hold on. How did we get here?
OK. Jadi kamu tentunya inget, ketika Februari tahun lalu, di mana seluruh dunia lagi berjuang melawan pandemi Covid-19, eh Myanmar ni malah rame rusuh gara-gara kudeta. Jadi waktu itu, pemerintahan legit dan demokratisnya Myanmar yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi dikudeta oleh kelompok militer, dan mereka langsung mengambil alih pemerintahan. Terus, Suu Kyi-nya dipenjara di rumah. Aksi ini tentunya menuai protes besar-besaran dari warga Myanmar yang turun ke jalan di seantaro negeri, tapi mereka justru dihadapkan dengan pembantaian oleh militer. PBB memprediksi, saat ini udah ada 1.500 warga sipil yang meninggal, dan hampir 8.800-nya ditangkap dan ga diketahui nasibnya.
 
Hiks 🙁 go on…
Nah adapun yang ditangkap ini ga tanggung-tanggung guys, mulai dari para aktivis yang turun ke lapangan, hingga para mantan pejabat yang dulunya memegang kekuasaan di bawah pemerintahan Aung San Suu Kyi. Nah yang terbaru, dua orang pejabat dan aktivis demokrasi di era Suu Kyi, namanya Phyo Zayar Thaw dan Ko Jimmy bakal segera dieksekusi mati. Keduanya adalah mantan anggota parlemen Liga Nasional Demokrasi yang juga partainya Suu Kyi. Alasan eksekusinya? Kata pihak militer sih, mereka berdua udah terlibat dalam aksi teroris kayak serangan ledakan, dan jadi informan buat pembunuhan warga sipil.
 
….
Yep, keputusan ini udah fix, dan diputuskan oleh persidangan yang dilakukan Januari kemarin. Adapun teknis eksekusinya, media pemerintah menyebut bahwa keduanya bakal menjalani hukuman gantung, dan sekarang Biro Penjara lagi mencari jadwal kapan eksekusi gantung ini bakalan dilakukan. Terkait tuduhan yang ditujukan ke mereka, masih belum diketahui whether Zayar Thaw dan Ko Jimmy membantah atau tidak tuduhan-tuduhan itu. Rezim militer pun nggak ngomongin lebih lanjut soal ini.
 
OMG…
Disampaikan oleh pakar hukum Myanmar, Min Lwin Oo, para terdakwa ini menjalani persidangan di Januari itu secara nggak adilguys. Alasannya adalah karena mereka kehilangan hak untuk membela diri di depan pengadilan militer, terus nggak mendapatkan penasehat hukum yang proper selama proses banding berjalan. Yes, mereka udah sempat ngajuin banding, tapi sesuai prosedur, proses banding harus dilakukan melalui pemimpin rezimnya. Nah, karena pemimpin rezimnya kekeuh mereka harus dieksekusi mati, ditambah mereka nggak di-support sama penasehat hukum yang proper, maka hukuman tetap dijatuhkan.
 
Ok, so they both will… die?
Sadly, most likely yes. Oh iya fyi, hukuman eksekusi mati yang dikenakan ke mereka ini adalah hukuman mati pertama buat tokoh oposisi di Myanmar sejak tahun 1976 lalu. Di tahun 1976, ada seorang pemimpin gerakan mahasiswa bernama Salai Tin Maun U yang dihukum gantung di salah satu penjara di Yangon waktu jamannya Ne Anggur, pemimpin diktator yang berkuasa di Myanmar dari tahun 1962 sampai 1988.
 
Ok. Did anyone say anything?
Yep. Tindakan eksekusi mati yang bakal dilakukan pemerintah Myanmar ini dikecam berbagai pihak, tak terkecuali PBB. Disampaikan PBB, hukuman eksekusi mati tuh jelas-jelas pelanggaran terhadap hak untuk hidup, kebebasan, dan keamanan individu. Lebih lanjut, PBB juga menyebut bahwa semua negara termasuk Myanmar harus menghormati kebebasan orang yang mau berpendapat dan berekspresi. Khusus di case ini, PBB meminta rezim militer Myanmar harus membatalkan semua hukuman terkait dengan kebebasan dan hak dasar mereka sebagai manusia.
 
Got it. Anything else I should know?
Fyi hukuman eksekusi mati tuh emang lagi banyak banget terjadi dan dijatuhkan di berbagai negara di dunia, guys. Di tahun lalu aja, Amnesty International mencatat ada 579 orang yang dijatuhkan hukuman ini dari Januari sampai Desember 2021. Meningkat 20 persen dari tahun 2020. Terus, in case you’re wondering, negara-negara dengan hukuman mati terbesar ada di Iran dengan 314 kasus, terus Mesir dengan 83 kasus, dan Arab Saudi yang udah menjalankan 65 hukuman mati.

What’s getting more expensive?

Not minyak goreng again, please….
No, we’re talking about: Harga masuk Candi Borobudur.
 
OK. Tell me.
Well, satu lagi yang lagi bikin rame masyarakat +62 belakangan ini. Kalau kamu belum sempat visit dan foto-foto di the one and only Candi Borobudur yang sempat masuk ke situs keajaiban dunia, you better do it now karena ada rencana harga tiketnya bakalan naik jadi sebesar 750 ribu, guys.
 
WHAT? Tell me everything.
Sure. Kamu tentunya udah nggak asing kan sama Candi Borobudur? Candi Borobudur emang udah dari jaman dahulu terkenal karena emang candi Buddha terbesar di dunia dengan relief serta ukirannya yang rumit, detail namun bersejarah banget. Karena berbagai keunikannya inilah, di tahun 1991 lalu, Candi Borobudur udah ditetapkan sebagai situs warisan budaya oleh UNESCO, Dewan PBB yang kerjanya ngurusin bidang-bidang pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan.
 
Ok…
In case kalau kamu belum tahu, Candi Borobudur yang terletak di Magelang, Jawa Tengah ini tuh luas banget makanya sampai dijadikan kompleks kawasan gitu, guys. Terus, tarif masuk ke Borobudur ini juga sebelumnya masih affordable, yaitu sebesar Rp50 ribu. Namun seiring dengan berjalannya waktu, pemerintah memutuskan untuk menaikkan harganya jadi 750ribu tadi, demi menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya Nusantara.
 
Dari 50k sampai 750k banget yha…
Well, kalau kamu sekadar foto di kawasan kompleksnya sih tarifnya nggak berubah, guys. Tetap Rp50 ribu. Tapi kalau kamu mau naik ke area candi, itu yang harus bayar sampai Rp750 ribu, dan buat wisatawan asing tarifnya jadi US$ 100. Lebih jauh, Opung Luhut menyebutkan bahwa kuota wisatawan per harinya bakalan dibatasi jadi cuma maksimal 1.200 orang aja.
 
But why sampai segitu naik harganya?
Karena ngikutin saran dari UNESCO dan sejumlah pakar. Balik lagi Borobudur tuh situs warisan budaya dunia dan harus ada langkah konservasinya kan. Tapi harga ini juga belum finalguys. Masih bakal diputuskan lagi sama Presiden Joko Widodo minggu depan. Lebih lanjut, Opung Luhut juga sebenarnya aware sama harga buat wisatawan lokal yang setinggi itu, makanya mumpung belum final, nanti bakalan ada pengkajian lagi terkait tarif harga ini ceunah.
 
Ok. Anything else I should know?
Fyi selain menjaga cagar budaya, pemerintah emang lagi mencoba menata ulang Kawasan Candi Borobudur. Secara, lokasi ini emang masuk destinasi wisata super prioritas. Jadi rencananya, kamu kalau mau wisata di Borobudur, bakalan disediain tour guide gitu masing-masing dari warga lokal sana, jadi ada lapangan kerja baru. Biar masyarakat Indonesia juga punya sense of belonging terhadap candi ini.

Calling all the long list of Starbucks lovers…

Nope, not “the long list of ex lovers”
Tapi beneran buat para pecinta kopi. Karena ternyata guys, your cup of joe itu ngga cuma bisa bikin kamu bangun aja di pagi hari, tapi juga bisa mengurangi resiko kematianmu. Nahh bingung kan? Nyambungnya di mane? Jadi gini guys, dalam studi terbaru yang dirilis oleh jurnal Annuals of Internal Medicine Senin kemarin, ditemukan bahwa orang-orang yang minum kopi dengan frekuensi 1,5 sampai 3,5 cangkir sehari tuh punya resiko kematian lebih rendah sebanyak 30% dibanding mereka yang nggak ngopi samsek. Dalam menemukan hal ini, para peneliti memantau kehidupan 171.616 peserta penelitian di Inggris, termasuk juga kebiasaan ngopi mereka. Nah adapun pemantauannya itu dilakukan sebanyak lima kali dalam setahun, di mana para peserta ini diketahui ga punya penyakit jantung maupun kanker ketika mereka disurvei, dan berusia antara 37-73 tahun. Terus pas udah meninggal, death certificate mereka diliat, dan hasilnya adalah partisipan yang minum kopi, death risk-nya menurun sampe 30% tadi guys. Terus ngopinya juga gausah banyak-banyak, cukup 1,5 sampe 3,5 cangkir per hari ajatu udah cukup mengurangi risiko kematian kamu.
 
Finally, ada beberapa alasan kenapa kopi bagus buat kesehatanmu. Dalam penelitian lainnya, diketahui bahwa emang kopi ni mengandung banyak antioksidan, anti-inflammatory, hingga anti-aging. Cuma ya ati-ati ngopinya jangan kebanyakan gula ya, gengsss….

“Saya kasih pertanyaan paling sulit…”

Gitu guys becandaannya Bu Megawati Soekarnoputri ke sekjen partainya di PDIP, Pak Hasto Kristianto, pas lagi nguji sidang doktoralnya Pak Hasto di Universitas Pertahanan, Bogor, kemarin. Jadi dalam sidangnya itu, Bu Mega jadi penguji pertama guys, dan ngga cuma hadir doang. Selain Bu Mega, beberapa pejabat PDIP dan kabinetnya Pak Jokowi juga turut nampak menghadiri sidang promotor doktor tersebut.
 
When you think “Jadi, kita ini apa?” is already the hardest question out there…

Announcement


Thanks to Suga for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Want to get toned body but hate exercising? Try these.