Rekapitulasi Rapat KTT G7

56

Now, let’s start the day with the G7 recap.

Yep.
Meeting KTT G7 akhirnya kelar nih, gengs. Adapun pertemuannya berhasil membuahkan perjanjian konkrit dalam berbagai isu strategis, dan semakin memperkuat hubungan per-bestie-an di antara ketujuh negara tajir anggotanya. Adapun main highlight-nya adalah: Menegaskan komitmen G7 dalam mendukung Ukraina terkait konflik Rusia.
 
Background please.
Sure. Kamu tentunya udah tahu soal geng negara-negara tajir ini. Namanya bukan geng sosialita bukan, tapi G7, aka Group of 7 yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Perancis, Jepang, dan Italia. Nah mereka baru aja menggelar pertemuan berupa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diselenggarakan di Muenchen, Jerman pada 26 sampai 28 Juni kemarin. Dalam KTT ini, para world leaders tadi bahas berbagai isu, dan berhasil juga dicapai beberapa kesepakatan.
 
Apa ajatuu…
In short, yang dibahas tuh kan situasi global terkini, masalahnya apa, solusinya apa, dan kita harus gimana ni gesss? Secara meskipun hanya terdiri dari tujuh negara mereka tu tajir banget, sampe-sampe ekonominya mencakup 45% dari GDP global. Nah, main topic yang dibahas adalah krisis pangan, krisis energi, dan konflik Rusia-Ukraina. Dalam hal ini, para world leaders sepakat buat ngedukung Ukraina dari invasi yang dilakukan Rusia, and at the same time juga bisa meminimalisir dampak internasional pada harga pangan dan energi gara-gara konflik ini.
 
Tell me the details…
Sure. Kita mulai dari sektor energi ya. Dalam hal ini, G7 berjanji bahwa mereka bakal mengakhiri berbagai dukungan dalam bentuk apapun untuk sektor energi fosil by the end of the year, dan digantikan dengan pengembangan energi yang lebih terbarukan. Terus, mereka juga berkomitmen untuk beralih menggunakan listrik yang sepenuhnya atau sebagian udah dekarbonisasi alias emisi karbon 0% by 2035. Selanjutnya,  khusus buat Jerman dan Italia yang ketergantungan sama sumber energi dari Rusia, mereka udah berkomitmen untuk mencari alternatif sumber energi lain, supaya ujung-ujungnya bisa mengakhiri ketergantungan tsb altogether.
 
Kalau urusan pangan gimana?
Nah kalau urusan pangan, di tahun ini G7 udah nge-budget-in dana sebesar US$ 10 Miliar buat membantu menyediakan pangan bagi orang-orang yang paling rentan terhadap bencana kelaparan dan kurang gizi di seluruh dunia. Nah dari jumlah segitu, G7 udah deal nih, mau nambahin lagi budgetnya sebesar $US 4,5 miliar, demi meningkatkan layanan nutrisi penting buat negara-negara yang punya tingkat malnutrisi tinggi di dunia. Lalu, G7 juga sepakat untuk membuka keran ekspor pangan antar mereka, dan mereka juga ngajakin negara lain supaya: ayo plz jangan larang-larang ekspor terus, nanti malah menyebabkan food insecurity…
 
I heard them talk about Russia-Ukraine things too….

Correct.  Kamu masih inget kan kalau negara-negara Barat tuh menerapkan berbagai sanksi ekonomi dan tekanan ke Rusia, dan itu masih berlaku sampai sekarang. Nah dalam momentum ini, G7 udah berjanji bahwa mereka bakal mendukung Ukraina at all cost sampai waktu yang diperlukan. Untuk mendukung komitmen ini, negara G7 udah berencana buat mengurangi ketergantungan nuklir, minyak, dan barang-barang lain yang asalnya dari Rusia guys, dan membantu negara lain biar pasokan mereka tetap ada meskipun nggak dari Rusia.

 
Ok. Anything else?
Fyi Presiden RI, Joko Widodo tuh kan diundang juga yah sebagai salah satu partner countries dalam kapasitas Indonesia sebagai presidensi KTT G20 November nanti. Nah, selain menghadiri KTT, Pak Jokowi juga sekalian melakukan bilateral meeting dengan sejumlah kepala negara G7, guys. Kayak Kanselir Jerman Olaf Scholz, PM Inggris Boris Johnson, PM Kanada Justin Trudeau, sampai Presiden Perancis Emanuel Macron. Abis hadir di KTT G7, tadi malam waktu setempat, Pak Jokowi abis ketemuan sama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Adapun pertamuan itu digelar dengan membawa misi perdamaian.