Rekapitulasi Rapat KTT G7, Konflik Agama Berkepanjangan di India, Wabah PMK Yang Menyerang Hewan Kurban & Ternak, Penyelundupan Hewan Dilindungi Tertangkap di Bandara Bangkok

69

Good morning

Hello, Thursday. It’s the end of June, so we’re now officially halfway through 2022. Take a breath, look back to the last six months, and see if you’ve ticked everything on your resolutions already. If you haven’t, remember we still have six months to go. Stay focused.

Now, let’s start the day with the G7 recap.

Yep.
Meeting KTT G7 akhirnya kelar nih, gengs. Adapun pertemuannya berhasil membuahkan perjanjian konkrit dalam berbagai isu strategis, dan semakin memperkuat hubungan per-bestie-an di antara ketujuh negara tajir anggotanya. Adapun main highlight-nya adalah: Menegaskan komitmen G7 dalam mendukung Ukraina terkait konflik Rusia.
 
Background please.
Sure. Kamu tentunya udah tahu soal geng negara-negara tajir ini. Namanya bukan geng sosialita bukan, tapi G7, aka Group of 7 yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Perancis, Jepang, dan Italia. Nah mereka baru aja menggelar pertemuan berupa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang diselenggarakan di Muenchen, Jerman pada 26 sampai 28 Juni kemarin. Dalam KTT ini, para world leaders tadi bahas berbagai isu, dan berhasil juga dicapai beberapa kesepakatan.
 
Apa ajatuu…
In short, yang dibahas tuh kan situasi global terkini, masalahnya apa, solusinya apa, dan kita harus gimana ni gesss? Secara meskipun hanya terdiri dari tujuh negara mereka tu tajir banget, sampe-sampe ekonominya mencakup 45% dari GDP global. Nah, main topic yang dibahas adalah krisis pangan, krisis energi, dan konflik Rusia-Ukraina. Dalam hal ini, para world leaders sepakat buat ngedukung Ukraina dari invasi yang dilakukan Rusia, and at the same time juga bisa meminimalisir dampak internasional pada harga pangan dan energi gara-gara konflik ini.
 
Tell me the details…
Sure. Kita mulai dari sektor energi ya. Dalam hal ini, G7 berjanji bahwa mereka bakal mengakhiri berbagai dukungan dalam bentuk apapun untuk sektor energi fosil by the end of the year, dan digantikan dengan pengembangan energi yang lebih terbarukan. Terus, mereka juga berkomitmen untuk beralih menggunakan listrik yang sepenuhnya atau sebagian udah dekarbonisasi alias emisi karbon 0% by 2035. Selanjutnya,  khusus buat Jerman dan Italia yang ketergantungan sama sumber energi dari Rusia, mereka udah berkomitmen untuk mencari alternatif sumber energi lain, supaya ujung-ujungnya bisa mengakhiri ketergantungan tsb altogether.
 
Kalau urusan pangan gimana?
Nah kalau urusan pangan, di tahun ini G7 udah nge-budget-in dana sebesar US$ 10 Miliar buat membantu menyediakan pangan bagi orang-orang yang paling rentan terhadap bencana kelaparan dan kurang gizi di seluruh dunia. Nah dari jumlah segitu, G7 udah deal nih, mau nambahin lagi budgetnya sebesar $US 4,5 miliar, demi meningkatkan layanan nutrisi penting buat negara-negara yang punya tingkat malnutrisi tinggi di dunia. Lalu, G7 juga sepakat untuk membuka keran ekspor pangan antar mereka, dan mereka juga ngajakin negara lain supaya: ayo plz jangan larang-larang ekspor terus, nanti malah menyebabkan food insecurity…
 
I heard them talk about Russia-Ukraine things too….

Correct.  Kamu masih inget kan kalau negara-negara Barat tuh menerapkan berbagai sanksi ekonomi dan tekanan ke Rusia, dan itu masih berlaku sampai sekarang. Nah dalam momentum ini, G7 udah berjanji bahwa mereka bakal mendukung Ukraina at all cost sampai waktu yang diperlukan. Untuk mendukung komitmen ini, negara G7 udah berencana buat mengurangi ketergantungan nuklir, minyak, dan barang-barang lain yang asalnya dari Rusia guys, dan membantu negara lain biar pasokan mereka tetap ada meskipun nggak dari Rusia.

 
Ok. Anything else?
Fyi Presiden RI, Joko Widodo tuh kan diundang juga yah sebagai salah satu partner countries dalam kapasitas Indonesia sebagai presidensi KTT G20 November nanti. Nah, selain menghadiri KTT, Pak Jokowi juga sekalian melakukan bilateral meeting dengan sejumlah kepala negara G7, guys. Kayak Kanselir Jerman Olaf Scholz, PM Inggris Boris Johnson, PM Kanada Justin Trudeau, sampai Presiden Perancis Emanuel Macron. Abis hadir di KTT G7, tadi malam waktu setempat, Pak Jokowi abis ketemuan sama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Adapun pertamuan itu digelar dengan membawa misi perdamaian.

When things are getting hotter and hotter…..

In India.
Well, selain karena climate crisis yang kemudian bikin suhu udara di India panassss banget, kondisi di sana makin panas gara-gara konflik agama berkepanjangan antara masyarakat Islam dan Hindu. Yang terbaru, diamankannya seorang jurnalis Muslim karena diduga melakukan penghinaan terhadap agama hindu.
 
HAH gimana?
Iya. Kamu masih inget kan sama kasusnya si Nupur Sharma, juru bicara Bharatiya Janata Party aka BJP yang kemaren bikin India makin membara gara-gara statement-nya yang menghina istri Nabi Muhammad dan peristiwa Isra’ Miraj? Nah, si Sharma kan mengeluarkan statement-nya dalam sebuah saluran televisi tuh, di mana itu juga menimbulkan pertanyaan, “Kok bisa-bisanya stasiun TV nayangin hal begituan? Kenapa statement kayak gitu dikasih panggung? Nggak di-filter dulu emang? Atau bisa banget loh orang-orang di situ termasuk pembawa acaranya nge-cut omongan si Sharma. Karena itu beneran nggak proper, bisa jadi provokasi,” gitu kan.
 
Yang ngomong gitu siapa?
Everybody, meet: Mohammed Zubair yang berprofesi sebagai seorang jurnalis dan co-founder fact-checking website bernama AltNews. Zubair menyampaikan kekesalannya terhadap stasiun TV yang kasih panggung ke Sharma itu di Twitter, guys. Karena dia tahu yang dia mau sasar itu stasiunnya, jadi dia nggak nge-mention atau nge-tag si Sharma sama sekali. Tapi yha obvious banget kan itu tweet ngarahnya ke mana. Langsung viral lah tweet itu, dan menuai banyak kecaman dari pendukung-pendukung BJP.
 
I’m reading….
Udah kesel sama Zubair. Para pendukung Zubair langsung heboh pakai hashtag #ArrestZubair. Terus, namanya the power of netizen yah, dikulik lagi lah dalam-dalam jejak digitalnya si Mohammed Zubair ini sama netizen sampai bertahun-tahun ke belakang. Hasilnya, jeng jeng jeng… Di tahun 2018, empat tahun lalu, ketemulah satu tweet dia yang diduga nge-mocking agama Hindu, guys. Di situ dia ada komen tentang penggantian nama sebuah hotel pake namanya monkey god-nya Umat Hindu, Hanuman. And pendukung BJP be like, “Kena lau!”
 
OMG terus terus?
Nah, tweet itu kemudian dilaporin ke polisi di New Delhi atas dugaan penghinaan agama Hindu. Terus diproses lagi sama polisi dan hari Senin kemarin nih, polisi lalu mengamankan Mohammed Zubair deh. Disampaikan oleh Wakil Komisioner Unit Kejahatan Siber Delhi, KPS Malhotra, Zubair diamankan sama pihaknya karena melanggar dua pasal KUHP India yang mengatur Kerukunan Agama. Setelah proses penangkapan berlangsung dan dilakukan pemeriksaan medis terlebih dahulu, Zubair lalu dibawa ke tempat rahasia yang even pengacaranya pun nggak tahu dia di mana sekarang.
 
Got it. Anyone saying anything?
Well, seiring dengan hebohnya kasus ini, polisi India kemudian menuai kecaman dari berbagai lapisan masyarakat, terutama dari rekan sejawatnya Zubair sesama jurnalis, dan temen-temen di asosiasi media dan pemberitaan. Komite Perlindungan Jurnalis bilangnya Zubair harus segera dibebaskan secepatnya, dan tanpa syarat. Karena penangkapan kayak gini tuh beneran bentuk pelecehan terhadap profesi jurnalis, guys.
 
OMG…

Insiden ini tentunya menambah panjang deretan konflik dan clashes agama yang belakangan ini terjadi di India. Selain soal Zubair, Minggu lalu, polisi India juga baru aja menangkap dua orang pria muslim yang diduga membunuh seorang penjahit karena penjahit tadi menyatakan dukungannya atas statament si Sharma tadi di sosial media (dosa banget lu Sharmaaaaa). Keduanya membunuh si penjahit tadi dengan sadis, terus abis membunuh, masih berdarah-darah, mereka bikin video yang bilang bahwa penjahitnya udah menghina Nabi, dan mereka juga mengancam akan membunuh PM India Narendra Modi dengan cara yang sama.

 
Geeez anything else?
Semenjak Modi jadi PM di tahun 2014, emang sentimen antara kelompok Muslim dan Hindu di India ini jadi semakin tajam guys. Alasannya, ya emang partainya si Modi, BJP tadi, merupakan partai Hindu Nationalist yang kerap kali dinilai mengabaikan potensi-potensi konflik antar agama di negaranya. Even worse, malah memunculkan sentimen itu ke publik (kayak kelakuannya si Sharma tadi). Selain bunuh-bunuhan, insiden saling serang dan bakar-bakaran antara komunitas Hindu dan Muslim di India juga makin sering terjadi, dan menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa.

When Idul Adha is just around the corner…

Tapi wabah penyakit hewan malah menyerang 🙁
Yoi guys. Nggak kerasa awal bulan depan tuh kita udah menyambut lebaran Idul Adha, yang berarti ibadah qurban juga bakalan segera berlangsung. Tapi nih, di tengah kita yang lagi persiapan mau qurban, malah justru muncul issues dengan hewan-hewan yang mau dikurbankanguys.
 
Hah maksudnya?
Karena ada wabah penyakit yang menyerang sapi, kambing, dan hewan ternak lainnya, yang namanya Penyakit Mulut dan Kuku aka PMK. Yep, penyakit hewan ini emang udah dari bulan lalu ditemukan, dan sampai sekarang masih menyebar, bahkan udah menginfeksi lebih banyak hewan. Jadinya, banyak daerah yang tiarap deh, menjelang Idul Adha ini.
 
Hiks 🙁
Iya. Awalnya kan Wabah PMK ini ditemukan di beberapa peternakan hewan yang terletak di empat kabupaten Jawa Timur. Nah seiring berjalannya waktu, wabah PMK makin meluas sampai ke daerah-daerah lain, guys. Bahkan udah meluas ke 17 provinsi lainnya. Diketahui per Minggu kemarin, wabah ini udah menyebar di 221 kabupaten/kota di 19 provinsi. Yep, dari empat…. Ke 221.
 
Sounds so serious…
Emang guys. Tapi nih, di tengah kondisinya yang udah mengkhawatirkan, banyak pihak yang menilai bahwa pemerintah ni kurang gercep merespons wabahnya. Hal ini karena sampe sekarang, pemerintah masih belum menetapkan wabah PMK sebagai Kejadian Luar Biasa aka KLB. Dan tanpa adanya status ini, upaya penanggulangan wabah PMK bakalan ngga maksimal.
 
Misalnya…
Well, karena bukan KLB, maka mungkin banget pendataan penyebaran penyakitnya juga jadi nggak maksimal. Nah, karena pendataannya nggak maksimal, kondisi di lapangan sama yang ada di data tuh mungkin banget jadi nggak sinkron. Meaning, kita juga jadi nggak bisa nge-track secara optimal dan maksimal kasusnya udah menyebar sejauh mana dan separah apa. Anggaran penanggulangan juga jadi tersendat, padahal kan di saat krisis kayak gini, banyak pihak yang butuh anggaran, buat percepatan penanganan, termasuk urusan vaksinasi.
 
I believe the government is doing something…
Yep. Hari Selasa kemarin, para pejabats di MPR RI menerima kunjungan dari Duta Besar Australia untuk RI, Ibu Penny Williams. Nah, dalam pertemuan itu, Wakil ketua MPR, Pak Ahmad Muzani udah membahas nih sama Bu Penny soal gimana caranya supaya Australia bisa bantuin Indonesia terkait wabah PMK ini since Aussie tuh emang dikenal punya teknologi yang advanced dalam penanganan wabah serupa kan. Dibalaslah sama Bu Penny bahwa mereka bakalan bantu pemerintah RI, guys.
 
I see….
Lebih jauh, Pak Muzani juga bilangnya pemerintah RI sama pemerintah Australia tuh udah membangun kerja sama berupa bantuan teknis dan vaksin plus berbagai program kesehatan hewan yang bakal dijalankan ke depan. Hal ini kemudian bakal diperkuat teknisnya gimana langsung sama Menteri Pertanian Australia, David Littleproud yang bakal kunjungan ke Indonesia juga di bulan-bulan depan.
 
I see. Now tell me about qurban….
Tenang, guys. Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha aka Lebaran Kurban 1443 Hijriyah/2022 ini, Kementerian Agama udah menerbitkan sejumlah aturan terkait qurban. Aturan ini mengatur soal protokol kesehatan saat Salat Ied dan pelaksanaan qurban, termasuk syariat nyembelihnya gimana, ngulitinnya gimana, motongnya jadi kecil-kecil gimana, sampai di tahap pengemasan dan pendistribusian daging kurban ini ke tangan orang yang berhak.

Tell me the details…

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bilangnya buat umat muslim yang mau berkurban di daerah yang udah ada kasus Wabah PMK-nya, mending penyembelihan dagingnya dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan aka RPH aja guys. Terus yang dikurbankan juga hewan dalam keadaan sehat, nggak cacat, dan nggak menunjukkan ciri-ciri hewan yang terinfeksi PMK, kayak lesu, lidah, kuku, dan hidungnya nggak rusak, nggak pincang, dll.

 
I see. Anything else?
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto menyebut bahwa dalam rangka menyambut Idul Adha, ada kemungkinan lockdown bakal diterapkan biar hewan-hewan ternak yang akan jadi hewan kurban nggak usah ke mana-mana demi menghindarkan mereka dari potensi penularan wabah PMK. Pak Suharyanto juga bilang bahwa sejauh ini, pemerintah udah punya 800ribu dosis vaksin di Kementan yang udah siap untuk didistribusikan.

When you think bringing durian on your luggage is weird enough…

Meet these two women.
 
Yang mau keluar negeri dengan bawa koper. Nah keduanya kemudian ditangkap karena di dalam kopernya ditemukan barang-barang terlarang, dan bukan duren, bukan rendang, tapi… hewan dilindungi. Ampun deh. Adapun kedua cewek asal India ini, yang bernama Nithya Raja, 38, dan Zakia Sulthana Ebrahim, 24, tadinya bakal terbang dari Suvarnabhumi Airport di Bangkok menuju ke Chennai, India. Nah keduanya kemudian dicurigai membawa barang terlarang di koper mereka, dan jadilah koper mereka di-x-ray oleh petugas bandara. Nah ternyata hasilnya, di kopernya itu ditemukan hewan dilindungi. Ga tanggung-tanggung, hewannya itu ada sampe ada 109 ekor hewan dilindungi dan masih pada hidup. Adapun rinciannya adalah dua ekor landak, dua ekor trenggiling, 35 ekor kura-kura, 50 ekor kadal, dan 20 ekor ular yang di-pack di dalam dua buah koper besar. Keduanya langsung dijerat dengan undang-undang perlindungan hewan dan terancam penjara.
 
FYI guys, emang masalah penyelundupan hewan dilindungi ini udah jadi masalah di Asia Tenggara. Ga cuma di Thailand, Indonesia juga sering kali mengungkap kasus penyelundupan hewan, mulai dari burung langka, sampai orang utan 🙁

“Emangnya ini pintu,”

Gitu guys kata Wakil Menteri Hukum dan HAM Edward Omar Sharif Hiariej pas ditanya soal responsnya terkait desakan mahasiswa supaya Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) segera dibuka ke publik. Jadi pas ditemui di DPR Selasa lalu, Pak Eddy ini disebut ngga menjawab secara serius pertanyaan wartawan soal desakan mahasiswa supaya draf RKUHP segera dibuka ke publik. Emangnya ini pintuuu? Gitu ceunah.

Uhmm… that’s not what we mean, Pak…

Announcement


Thank you Hyorin, Shaisha, & Lia for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

If you want to have a flatter belly without dieting, here. We got it here for you.