Presiden Joko Widodo Melantik Menteri-menteri Baru

73

Now, here’s your 360° updates on: Reshuffle Kabinet Jokowi

Alias ada menteri yang diganti, gengs.
Yoi. Setelah berbagai polemik yang terjadi di negara +62 ini, akhirnya kemarin banget nih Presiden Joko Widodo melantik menteri-menteri baru untuk kerja di Kabinet Indonesia Maju. Nggak cuma menterinya, tapi wakil menterinya juga ikut dilantik. Terus namanya reshuffle, ada juga yang dicopot, dong.
 
Tell me everything.
Sure. Jadi sejak kepemimpinan Presiden Jokowi sebagai presiden sejak 8 tahun lalu, reshuffle aka perombakan kabinet di jajaran menteri tuh emang bukan hal baru lagi, guys. Di periode pertama dari 2014 sampai 2019, terhitung Pak Jokowi tuh udah melakukan reshuffle sebanyak empat kali. Terus, di periode kedua, reshuffle pertama terjadi di Desember 2020 kemarin. Itu loo yang sempat heboh di mana posisi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto digantikan Budi Gunadi Sadikin, terus Sandiaga Uno yang masuk jajaran kabinet sebagai Menteri Pariwisasta dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama Kusbandio.
 
Kenapa harus diganti sih?
Alasannya bisa macem-macem banget, guys. Bisa sebagai langkah perbaikan manajerial pemerintahan, bisa juga buat memperkuat koordinasi dan sinergi antar kementerian, atau yha emang karena menteri yang lama terjerat kasus korupsi, sehingga nggak bisa lagi menjalankan tugasnya. Dalam kasus ini, pernah kejadian di Kementerian Sosial waktu Mensos sebelumnya, Julian Batubara dijerat KPK atas kasus penggelapan dana Bansos lalu digantikan oleh Tri Rismaharini.
 
Sekarang reshuffle lagi?
Yep. Adapun menteri-menteri yang di-reshuffle ada di dua kementerian. Kita mulai dari Kementerian Perdagangan. As we all know emang Kementerian Perdagangan ini baru diterpa masalah soal drama minyak goreng, sampai pejabatnya yang terjerat korupsi. Ga lama berselang, pimpinan tertinggi Kemendag Muhammad Luthfi kemudian digantikan oleh Zulkifli Hasan. Terus, Kementerian Agraria Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional juga punya pemimpin baru. Yaitu Hadi Tjahjanto, yang menggantikan Sofyan Djalil.
 
I heard wakil Menteri juga dilantik…
Yep. Nah, yang harus kamu tahu nih gengs, dalam masa pemerintahannya, Pak Jokowi tuh terus-terusan buka slot buat posisi wakil menteri tapi dibiarin kosong. Adapun posisi Wamen yang kosong tuh ada di 10 pos, mulai dari Kemendagri, Kementerian ESDM, Kemenaker, Kemendikbud Ristek, sampai Kemensos. Nah yang kemarin itu, Pak Jokowi melantik tiga wakil menteri yaitu buat Kementerian ATR/BPN bantuin Hadi Tjahjanto, yaitu Raja Juli Antoni. Terus di Kemendagri, buat bantuin Pak Tito Karnavian, ada John Wempi Wetipo. Terakhir, ada Afriansyah Noor, yang dilantik sebagai wakil menteri Tenaga Kerja.
 
Now skim me their CVs..
Well, kita mulai dari jajaran menterinya dulu. Hadi Thahjanto, aka Pak Jenderal Hadi sebenarnya bukan orang baru di lingkup pemerintahan pusat, guys. Beliau adalah eks Panglima TNI sebelum masuk masa purna jabatan dan kemudian digantikan oleh Jenderal Andika Perkasa yang sekarang aktif sebagai Panglima TNI. Di tahun 2015-2016, Jenderal Hadi juga menjabat sebagai Sekretaris Militer Presiden dan aktif di Kementerian Pertahanan RI. Lanjut kita ke Zulkifli Hasan, yang namanya juga nggak asing di telinga kita. Zulkifli Hasan yang notabene Ketua MPR RI periode 2014-2019, dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional aka PAN di tahun 2020 sampai 2025 nanti.
 
Lanjut…

Lanjut ke tiga wakil menteri. Raja Juli Antoni, kader Partai Solidaritas Indonesia yang terpilih menjadi Wakil Menteri ATR/BPN. Raja Juli tuh aktifnya di PP Muhammadiyah, sempat mau nyalonin diri jadi Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah juga, tapi ngundurin karena mau fokus ngurusin PSI. Next kita ke John Wempi Wetipo, mantan Bupati Jayawijaya yang sejak 2019 lalu udah menjabat sebagai Wakil Menteri ATR/BPN. Ada juga Friansyah Noor, Sekjen Partai Bulan Bintang aka PBB, orang kepercayaannya Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra dan sekarang dipercaya jadi Wamenaker bantuin Bu Ida Fauziyah.

 
Got it. Anything else I should know?
Well, kamu harus tahu nih gengs. Isu reshuffle ini sebenarnya emang udah dari lama kedengeran di dinding-dinding Istana. Tapi since Presiden Jokowi tuh kalau urusan reshuffle emang suka unexpected gitu, jadi emang banyak yang kaget aja ketika lagi-lagi, Pak Jokowi mengumumkan reshuffle di Hari Rabu. Pengamat politik dari Universitas Padjajaran Firman Manan menyebut, mengganti menteri tuh bukan persoalan gampang. Persoalannya kompleks, apalagi berkaitan sama tingkat kepercayaan publik, dan menjaga keseimbangan biar nggak terjadi konflik.