PPKM Seluruh Indonesia Diperpanjang, Demam Berdarah Melanda Singapura, Islamophobia di India, Turkey Resmi Ganti Nama Menjadi Turkiye

101

Good morning

Hello Wednesday! It’s the midweek again sooo hang in there! Weekend will come faster than you think, and whether you’re still at home or already WFO, don’t miss our fun yet informative podcast here. Now, before you start the day, remember our favorite mantra: Live for the moment, let’s have it day by day. Happy Wednesday!

When you’re so ready to welcome Idul Adha…

But PPKM is still here. 
Yoi guys. Calling out kamu-kamu yang udah WFO 100%, jogging di jogging track favorit kamu, sampai nongkrong dan ngemall, PPKM bakal tetap dilanjutkan sampai bulan depan, guys. Dan yep, bulan depan nih udah masuk Idul Adha. Ga kerasa banget kan?
 
Indeed. Tapi emang PPKM masih lanjut nih?
Yes, masih nih. Kayak yang waktu itu sempat kita bahas, netizen +62 kan sempat dibuat heboh sama isu PPKM yang udah berakhir. Nah tapi hal ini ditegaskan lagi sama Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan bahwa PPKM bakalan tetap dijalankan sampai kondisi Covid-19 di Indonesia udah terkendali 100%. Makanya PPKM di wilayah Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali kemarin sempat diperpanjang dari tanggal 23 Mei sampe 6 Juni.
 
Terus terus…
Nah setelah pemerintah melakukan rapat terbatas lagi terkait kebijakan PPKM ini kemarin, disampaikan oleh Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri Safrizal ZA, bahwa status PPKM seluruh Indonesia udah fix diperpanjang lagi mulai 7 Juni sampe 4 Juli nanti.
 
Oh wowLama yha….
Tru. Tapi, kabar baiknya adalah, udah nggak ada lagi daerah di seluruh Indonesia yang masuk di PPKM level 3 atau 4, guys. Spesifiknya, ada 128 Kabupaten/Kota daerah di Jawa-Bali yang status PPKM nya udah masuk di level 1, dan yang di luar Jawa-Bali ada 385 Kabupaten/Kota. Selain itu, cuma ada satu daerah yaitu Kabupaten Teluk Bintuni yang masih level 2, soalnya positivity rate kasus Covid-19 di sana masih cukup tinggi, yaitu di angka 12,43%. That being said, Kabupaten Teluk Bintuni adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang belum sampai di level 1. Selain itu, kegiatan masyarakat udah bisa dibilang dapat beraktivitas secara normal.
 
What about the rules again?
Ok. here you go, Buat transportasi darat, laut dan udara, pemerintah udah mulai melonggarkan kebijakan buat pelaku perjalanan internasional. Buat pintu masuk darat, beberapa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) udah bisa digunakan secara maksimal. Terus kalau jalur lautnya, atas pertimbangan Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, mereka juga udah kasih lampu hijau buat jalur laut di semua pelabuhan internasional. Termasuk jalur udara, jemaah haji tahun 2022 juga udah diperbolehkan menunaikan ibadah di tanah suci.
 
Oh yes, haji. Tell me the updates.
OK. Jadi untuk tahun ini, ibadah haji udah ditetapkan akan diberikan pada mereka yang udah dijadwalkan berangkat di tahun 2020 lalu, dan yang berusia maksimal 65 tahun. Terus, ada juga peraturan terbaru yang diumumkan oleh Pemerintah Arab Saudi terkait jadwal kunjungan ke Raudhah aka Makam Rasulullah di Masjid Nabawi, Madinah. Aturan ini diterbitkan biar pada jemaah tertib dan nggak desak-desakan banget di dalam Raudhah itu.
 
Kalau kurbannya gimana?
Talking about haji, emang nggak sah kalau nggak ngomongin soal ibadah kurban. Ibadah kurban alias hari raya potong-potong hewan kurban most likely bisa dilaksanakan kayak biasa sebelum adanya Covid-19, guys. Secara kan PPKM-nya juga udah ada di level 1. Ini better sih kalau dibandingin sama tahun lalu, di mana saat itu beberapa daerah masih memberlakukan PPKM darurat, aktivitas perayaan Idul Adha kayak takbir keliling, penyembelihan hewan kurban, pembagian daging, dan kegiatan lain itu dibatasin sama pemerintah.
 
Thank God…

Nah, tapi jangan senang dulu, Fergusso. Karena ada penyakit lain yang mengancam kita. Meet: Wabah penyakit mulut dan kuku yang belakangan ini ditemukan pada hewan ternak, termasuk sapi dan kambing. Nah, buat mencegah adanya penularan penyakit ini, Majelis Ulama Indonesia akhirnya bikin keputusan untuk membolehkan distribusi hewan kurban dalam bentuk daging olahan. Juga biar daging kurban yang udah disembelih nggak numpuk di satu wilayah karena kebijakan karantina wilayah buat hewan-hewan ternak ini.

 
Got it. Anything else I should know?
Ketua MUI Asrorun Niam juga bilangnya kalau hewan-hewan ternak yang ada indikasi terjangkit wabah penyakit PMK dengan kategori berat tuh bisa dinyatakan nggak sah untuk dijadikan hewan kurban. Adapun indikasi hewan yang terjangkit penyakit ini tuh kayak kakinya pincang sampai nggak bisa jalan, kukunya lepas, sampai keadaannya yang kurus banget.

Who’s singing “I’m unstoppable”?

Disease. 
This time, in Singapore.

Yoi guys. Beneran nggak abis-abis deh penyakit bermunculan menyerang masyarakat dunia. Dari Covid-19, monkeypox aka cacar monyet, nah sekarang masyarakat Singapura lagi worry karena ada penyakit lain yang menyerang di sana. Everybody, meet again: Demam berdarah.
 
Background pls. 
You got it. Jadi as we all know cuaca sekarang tuh kan emang lagi nggak jelas kan. Panas berkepanjangan, terus juga kalau ada hujan, hujannya deras dengan frekuensi yang sering *thx, global warming*. Nah, kondisi kayak gini of course bikin satu makhluk jadi pada party dong. Yep, you guessed it right. Nyamuk. Adapun ada satu jenis nyamuk yang kalau kita kena gigitannya, tuh bisa berdampak dan urusannya jadi panjang banget. Jenisnya adalah nyamuk aedes aegypti.
 
Yea heard of it a lot…
Iya kan. Nah kamu juga udah tahu kan kalau yang namanya nyamuk Aedes aegypti ini penyebab salah satu penyakit yang berbahaya banget, yaitu demam berdarah. Demam bukan sembarang demam, kalau udah kena demam berdarah, kamu bisa sakit kepala parah, nyeri-nyeri, sesak nafas, organ failure, bahkan kalau nggak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan kematian. Nah, ini yang sekarang lagi terjadi di Singapura, guys.
 
Singapura?

Iya. Negara tetangga kita itu sekarang lagi struggling ngurusin wabah penyakit demam berdarah yang sekarang lagi ada di masa puncak-puncaknya. Dari awal tahun kemarin sampai 1 Juni lalu, tercatat udah ada 11 ribu kasus demam berdarah yang terjadi di Singapura. Angka ini jauh lebih tinggi dari yang terjadi di sepanjang tahun 2021 lalu, yaitu sebesar 5.258 kasus. Disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Singapura, Desmond Tan, kondisi ini tuh emang keadaan darurat yang harus ditangani asap, guys.

 
Kok bisa Singapura sih?
Yha karena kan cuacanya tropis gitu kan, dan cuaca ini merupakan yang paling cocok buat jadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Terus ditambah dengan kondisi global warming yang bikin cuaca ngga menentu. Para ahli udah memprediksi bahwa outbreak demam berdarah ngga cuma hanya akan berhenti di SG, tapi juga di negara-negara lain yang beriklim tropis *uhuk* Indonesia *uhuk*
 
Oh no…
Yes, hal ini tentunya bikin pemerintahan sana struggling banget, karena selain berdampak sama kesehatan masyarakat, banyak aspek-aspek lain yang juga ikut kena dampaknya salah satunya adalah aspek ekonomi. Kemarin banget nih, dolar Singapura udah turun SGD 0.23% jadi 1 SGD nya sekarang ada di nilai Rp10.471. Bayangin kalau keadaannya terus kayak gini, of course keadaan perekonomian nasional mereka bisa ada di ambang krisis dong.
 
Terus gimana dong tuh?
Adapun langkah yang udah diambil pemerintah SG adalah dengan fogging yang ngabisin budget sampe puluhan juta SGD per tahun, sampe memberhentikan sementara 59 pegawai yang lagi kerja di konstruksi. Selain itu, National Environment Agency aka NEA juga lagi melakukan inspeksi di 305.000 titik all over Singapore, termasuk 2.300 titik lokasi pekerjaan konstruksi, dan menemukan at least 9 ribu habitat nyamuk aedes aegypti bersarang di sana. Selain itu, upaya public awareness juga terus digalakkan supaya masyarakat lebih berhati-hati.
 
I see….

Well, despite all the efforts, jumlah pasien demam berdarah di rumah sakit tetap makin bertambah, gengs. Per Jumat minggu lalu, udah ada sebanyak 2 persen dari total keseluruhan pasien rawat inap di seluruh rumah sakit seantero Singapur yang menderita demam berdarah. Untuk itu, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung udah memonitor kasus rawat inap itu, dan dikaitkan dengan dampak sistem perawatan kesehatan nasional.

 
Bertubi-tubi ya…
Iya nih, emang lagi banyak ujian tetangga kita itu. Beberapa waktu lalu, Pemerintah Kerajaan Malaysia juga melarang ekspor daging ayam ke Singapura, yang bikin SG jadi jadi puyeng banget karena sepertiga ayam yang ada di negara mereka diimpor dari sana. Nah, masih struggling nyari pengganti supplier ayam, kini wabah demam berdarah makin melanda.
 
Hiks… anything else I should know?
Nah meski terjadinya di SG, kamu tetep gabisa santai-santai guys, karena BMKG-nya Singapur, namanya The Meteorological Service Singapore baru aja menyatakan hasil risetnya yang bilang bahwa negara-negara di Asia Tenggara tuh mengalami peningkatan suhu (jadi makin panas) dua kali lipat dibanding bagian lain di dunia. Mereka juga memprediksi bahwa suhu cuaca rata-rata di Southeast Asia bisa mencapai 37 derajat celsius di tahun 2100 kalo emang emisi gas karbon kita terus meningkat. Panik ga panik gaaaa?

What’s causing international anger?

India.
Well well well,  baru baru ini, masyarakat dunia lagi banyak yang mengecam wabah, tapi bukan wabah penyakit, tapi wabah kebencian terhadap agama, yakni agama Islam aka Islamophobia di India. Kali ini yang jadi the center of attention adalah Nupur Sharma.
 
Who is she?
Jadi si Sharma ini adalah jubir partai yang lagi berkuasa di India, namanya Bharatiya Janata Party aka BJP. BJP emang dikenal sebagai partai hindu nasionalis dan yang mengusung PM Narendra Modi. Makanya ga heran, belakangan ini sentimen Islamophobia makin kuat di India.
 
Oke lanjut…
Nah balik lagi ke si Sharma, jadi dalam debatnya di televisi bulan lalu, dia menghina istri Nabi Muhammad yang berusia masih sangat muda pas menikah, doi juga menghina Isra Miraj dan bilang bahwa Alquran adalah tafsir yang keliru. Terus bukan si Sharma aja ni guys. Selain dia, ada juga politisi BJP lainnya Naveen Kumar Jindal yang menghina Islam di Twitternya (TBH GUYS mimin gabisa nemu teks aslinya mereka ngomong apa, karena kalo kata BBC tuh emang semenghina ituuuu). Anyway, jadi dua orang inilah yang kini lagi jadi sasaran kemarahan komunitas Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
 
OMG…
Nah right after kedua politisi itu menyampaikan pernyataannya, mereka langsung dikeluarkan dari partai, guys. Dalam pernyataan tertulis, BJP bilangnya mereka mengecam penghinaan terhadap tokoh agama apa pun dari agama apa pun. Partai BJP juga menyebut mereka menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun. BJP nggak pernah tuh nge-promote filosofi kayak gitu, katanya.
 
Ya tapikan…

Iya, tetep aja faktanya menunjukkan bahwa sejak BJP berkuasa di India pada tahun 2014, Islamophobia di sana makin menjadi-jadi. Dan hal ini mengkhawatirkan banget secara Islam adalah agama minoritas terbesar di India, and by minority we’re talking about sekitar 200jutaan orang guys, secara warga India sendiri ada nyampe 1M lebih kan. Jadi emang banyak banget. Anyway balik lagi ke BJP, jadi emang sejak Modi memimpin, berbagai serangan terhadap komunitas muslim yang dilakukan oleh komunitas Hindu makin sering terjadi. Mulai dari pemukulan, pengeroyokan, hingga penyerangan banyak dialami warga Muslim. Hal ini dinilai banyak analis semakin marak terjadi adalah karena Modi juga ga pernah openly condemn that. Terus puncaknya, beberapa bulan lalu, kita juga sempat dihebohkan dengan aturan pengadilan di salah satu state di India yang melarang anak sekolah di sana pake jilbab.

 
Idih….
Iya kan… makanya ditambah dengan insiden si Sharma ini, warga Muslim di India kemudian menggelar aksi protes di berbagai tempat. Meanwhile, baik Sharma maupun Jindal udah menarik pernyataannya dan meminta maaf, walaupun banyak ngelesnya juga. Misalnya dalam pernyataannya lewat Twitter @NupurSharmaBJP, Sharma bilangnya waktu itu tuh kondisinya dia lagi nge-defend orang-orang yang komentar soal dewa-dewa Hindu. Gitu juga sama si Jindal yang bilang, “Ya gue kan mempertanyakan aja, bukan berarti gue benci agama apa pun…”
 
Ya tapi pertanyaan lo itu bikin prahara…
Bener banget guys karena yang marah bukan cuma komunitas muslim di India, tapi literally hampir semua negara bermayoritas muslim. Misalnya, kecaman keras udah datang dari Qatar, Libya, Bahrain, Oman, Kuwait, UEA, Saudi Arabia, dll. Terus Kuwait, Iran dan Qatar juga udah memanggil Duta Besar India yang ada di masing-masing negara untuk menyampaikan condemnation letter aka surat kecaman buat negaranya. Lagian juga sebenernya India tuh too much at stake kalo mau ngina-ngina Islam, karena in fact, mereka lah yang paling banyak ngirim tenaga kerja migran penghasil devisa ke negara-negara Arab. Selain itu, perdagangan India dan negara-negara ini juga nilainya gede banget, mencapai US$87miliar di tahun 2020-2021 aja.
 
Got it. Anything else I should know?
Selain negara-negara Arab, here at home, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga langsung gercep mengecam aksi Islamophobia ini. Disampaikan oleh Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Abdul Kadir Jailani, kita juga udah melayangkan condemnation letter ke Duta Besar India untuk RI, Manoj Kumar Bharti. Pihak Kemlu juga bilangnya Pemerintah Indonesia keberatan karena pernyataan keduanya nggak bisa diterima, jadi sikapnya udah tegas.

Who’s officially changed its name?

Turkey, to Türkiye.
Yes guys, per awal minggu ini, negara moyangnya si akang Mesut Ozil udah resmi berganti nama, dari Turkey menjadi Turkiye. Adapun hal ini diumumkan langsung oleh Presiden Turki Racep Tayyip Erdogan di hadapan parlemennya Hari Senin kemarin. Jadi kata Erdogan, selain udah resmi ganti nama, nama baru itu juga udah didaftarkan di PBB. Terus mulai saat itu, semua lembaga negara Turki jadinya bakal menggunakan nama Türkiye dalam korespondensi mereka. Erdogan sendiri menjelaskan bahwa ada beberapa alasan kenapa nama Turki ganti, salah satunya karena nama Turkiye itu bakal menggambarkan budaya dan nilai Turki dengan lebih baik. Selain itu, banyak warga yang mendukung kebijakan ini juga, karena namanya juga jadi ngga nyaru sama turkey, aka ayam kalkun yang biasa di konsumsi di negara-negara barat. Nah guys, dengan adanya perubahan nama ini, maka Turki juga udah resmi mengubah berbagai slogan negaranya, misalnya slogan pariwisata jadi  “Halo Turkiye”, dan tanda di produk-produk buatannya jadi “Made in Turkiye”.

“Jangan banyak cekcok dan ribut.”

 
Wiii gitu guys kata Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi pas memberikan pembekalan kepada tim PSMS Medan yang bakal berlaga di Liga 2 Indonesia. Jadi dalam pembekalan yang dilakukan kemarin di Rumah Dinas Gubsu itu, Pak Edy bilang bahwa pengelolaan sepak bola itu harus dilakukan secara profesional, terukur, lintas keilmuan, dan itu tadi guys, jangan gampang cekcok.
 
When you can’t decide whether you’ll have bubur ayam diaduk or ngga diaduk…

Announcement


Thanks to pacar nya park hyung sik, & Clara for buying us coffee today!

(Mau ikutan nraktir tim Catch Me Up! kopi? Here, here…just click here Dengan mendukung, kamu nggak cuma beliin kopi yang menemani kami nulis, namun kamu juga udah men-support kami untuk terus berkarya dan membuat konten-konten berkualitas yang imparsial dan bebas dari kepentingan. Thank you so much!)

Catch Me Up! recommendations

Still not convinced to try meditation? Read this