Mahathir Mohamad: Kepulauan Riau Harusnya Masuk Wilayah Malaysia

26

Who’s making the headlines?

Mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.
Yep, rame-rame kini datang dari Negeri Jiran, tapi bukan soal sepakbola gengs, tapi soal pernyataan dari mantan perdana menterinya, Tun Mahathir Mohamad yang bilang bahwa Kepulauan Riau harusnya masuk wilayahnya Malaysia.
 
WHATTT???
Yep. Statement ini of course bikin warga +62 ke-trigger, dan banyak yang mengecam Tun Mahathir. Jadi dalam statement-nya hari Minggu lalu, beliau bilang bahwa Malaysia seharusnya mengklaim pulau Pedra Branca di Singapura dan Kepulauan Riau di Indonesia sebagai bagian dari wilayah mereka. Hal ini adalah karena…. pulau-pulau itu adalah bagian dari Tanah Melayu.
 
Kok bisa doi bilang gitu? 
Well, jadi politisi senior Malaysia yang pernah menjabat sebagai Perdana Menteri dari 1981 sampai 2003, terus kepilih lagi di tahun 2018 sampai 2020 lalu itu menyampaikan pidatonya dalam acara Kongres Survival Melayu di Selangor, Malaysia minggu lalu. Di situ beliau bilang, bahwa dulu wilayah Melayu itu terbentang luas dari Tanah Genting Kra di Thailand sampailah ke Kepulauan Riau dan Singapura. Jadi yang Melayu-Melayu ini harusnya jadi bagian dari Malaysia.
 
Yee itu kan dulu pak cik….
Well, speaking of Singapura, Malaysia dan Singapura tuh emang punya sejarah panjang, guys: Singapura yang pernah jadi bagian dari Malaysia, terus harus dilepaskan di tahun 1965 karena alasan etnis dan politik yang happening pada waktu itu. Setelah lepas dan jadi negara berdaulat, ada lagi Pulau Pedra Banca aka Pulau Batu Puteh yang juga jadi rebutan antara Malaysia dan Singapura yang end up jadi belongs to Singapore. As if bahasan soal Batu Puteh itu belum cukup bikin orang SG bete, Pak Mahathir juga bilang bahwa Singapura sebelumnya merupakan bagian dari Johor, dan Johor harusnya mengklaim Singapura sebagai wilayah mereka.
 
Cem mane….
Lebih lanjut, Tun Mahathir juga bilang dengan keadaan yang sekarang, kawasan Semenanjung Malaysia jadi terbatas banget. Makanya, Singapura sama Kepulauan Riau tuh harusnya bisa jadi wilayah negara Malaysia ceunah. Karena dua wilayah itu sama-sama merupakan Tanah Melayu.

Hmm. Did anyone say anything?
Well, Kantor Staf Kepresidenan RI secara tegas menyampaikan bahwa  satu-satunya entitas yang berhak atas kendali di Kepulauan Riau adalah Pemerintah Republik IndonesiaThat being said, segala penentuan hukum, pencatatan penduduk, dan proses demokratis lainnya ya dilakukan oleh pemerintah yang sah, yaitu Pemerintah RI. Terus, pernyataan Tun Mahathir ini sejauh ini juga masih ditelusuri dulu sama Kementerian Luar Negeri RI. Jubir Kemlu, Teuku Faizasyah menyebut segala informasinya juga masih dicari lewat KBRI Malaysia di Kuala Lumpur.
 
Got it. Anything else?
Fyi Mahathir Mohamad ini baru aja balik dari Jakarta lo, guys. Tepatnya di minggu lalu di mana dia didaulat jadi tamu kehormatan di Rakernas Partai Nasdem. Dia datang di Rakernas itu atas undangan teman baiknya, none other than the Founding Father of Partai Nasdem, Surya Paloh. Di situ, dia membahas soal berbagai isu mulai dari pemimpin negara, politik, sampe peran perempuan di pemerintahan.