Korea Utara Hadapi Wabah Baru

26

When Covid-19 is not enough for North Korea….

Mereka dihantam wabah baru.
Iya guys. Parah banget deh. Belum selesai sama urusan Covid-19, masyarakat Korea Utara belakangan ini harus menghadapi wabah baru yang nggak kalah bikin heboh, yaitu penyakit yang menyerang pencernaan.
 
WHATTT?
Yes. Pertengahan Mei kemarin, ketika kebanyakan the rest of the world mulai buka dikit-dikit pasca pandemi Covid-19, Korut justru untuk pertama kalinya menemukan ‘demam’ yang menjangkit beberapa komunitas di sana. Nah awalnya pemerintah ngga yakin itu Covid-19, namun seiring dengan penularannya yang cepat dan gejalanya yang identik, jadilah mereka meng-confirmed bahwa salah satu negara paling tertutup di dunia itu udah menemukan kasus Covid-19 pertamanya. Sejauh ini udah ada 4,6 juta kasus dengan 73 kematian. Sedangkan di hari Minggu kemarin, udah ada 19.310 kasus baru yang dilaporkan sama pemerintah setempat.
 
Woww…
Nah ternyata setelah gelombang Covid-19, masyarakat sana harus kembali menghadapi masalah kesehatan masyarakat. Yep, Hari Kamis minggu lalu, pemerintah setempat baru aja mengumumkan penemuan penyakit baru yang dibilang sebagai ‘acute enteric epidemic’ dan udah menjangkit sebanyak 800 keluarga di Provinsi Hwanghae Selatan, Korea Utara. Terus, acute enteric epidemic ini tuh mengacunya ke berbagai penyakit di saluran pencernaan, guys.
 
Ya ampun kok bisa sih?
Yha bisa. Namanya penyakit di saluran pencernaan tuh kan biasanya datang dari apa yang kita makan, apa yang kita konsumsi, gitu-gitu kan. Nah hal ini juga yang diduga terjadi di sana, guys. Di mana berangkat dari kualitas air dan sanitasi yang buruk di Korea Utara, banyak deh tuh kuman-kuman dan bakteri yang hinggap di makanan dan air yang mereka gunakan maupun konsumsi, yang kemudian bikin makanan dan air di sana jadi terkontaminasi. Makanya timbul penyakit.
 
Terus gimana dong?
Well, untuk menghadapi wabah ini, pemimpin Korut Kim Jong-un udah menyalurkan obat-obatan untuk mereka yang butuh pengobatan. Terus, bantuan juga udah dikirimkan ke 800 keluarga di wilayah Hwanghae Selatan yang memang terjangkit penyakitnya. Langkah-langkah lainnya juga udah diambil oleh National Team of Diagnose and Rapid Treatment, misalnya dengan memantau masyarakat rentan termasuk anak-anak dan orang tua supaya jangan sampe tertular penyakit ini. Upaya pencegahan pun udah coba dilakuin mulai dari disinfeksi, pembersihan limbah, sampai nge-make sure air minum dan air buat kebutuhan rumah tangga layak buat digunakan.
 
Got it. Anything else?
FYI, penyakit pencernaan ini merupakan penyakit menular, dan once seseorang udah kena penyakit ini, maka orang tersebut harus diisolasi, kayak pasien Covid-19. Adapun menurut Ryu Yong Chol selaku pejabat Korut yang in charge sama penanganan wabah ini, beliau menyebut penyakitnya cepat menyebar dan bisa menular lewat barang-barang, makanan, minuman, dll. Terus kalo menurut officials dari Korsel, kayaknya sih penyakitnya nih kayak kolera atau typhoid, pokoknya menyangkut kebersihan makanan atau minuman yang masuk perut deh gengs.