Kondisi Laut Semakin Mengkhawatirkan

69

When time is realllly ticking…

To save the sea.
Hiks, iya guys, ada yang red flag! red flag! Tapi bukan gebetan yang kamu yang lagi deket. Melainkan… kondisi laut yang sekarang tuh makin mengkhawatirkan.
 
HAH Kok bisa?
Yha apalagi kalau bukan… Climate crisisClimate crisis tuh nggak cuma kejadian di darat aja, tapi juga di laut. Nah baru aja, Senin kemarin, bos-nya PBB yaitu Antonio Guterres mengumumkan status “ocean emergency” dalam konferensi laut yang digelar di Lisbon, Portugal di awal minggu ini. Nah kalo kamu nanya, emang apa yang bikin emergency? Ya macem-macem. Mulai dari naiknya level air laut, pemanasan suhu laut, peningkatan keasaman air laut, hingga sampah plastik yang bikin kondisi laut saat ini tuh ancyur…
 
Hiks…
Nah, adapun berbagai jenis kerusakan ini kayak, nyambung gitu loh guys. Jadi misalnya soal pemanasan suhu laut, di mana tentunya kamu udah paham bahwa pemanasan global yang saat ini terjadi telah menyebabkan suhu bumi jadi meningkat. Nah, karena suhu bumi meningkat jadi makin panas, es yang ada di kutub juga jadi mencair. Terus, es-es yang mencair ini bikin penambahan volume air laut, hingga permukaan airnya juga jadi naik dong. Kalo permukaan air naik gini, maka daratan rendah yang literally rendah bisa tenggelam guys *wink* Jakarta *wink*. Terus, karena suhu bumi yang meningkat ini, terjadi juga gelombang panas yang bikin berbagai makhluk hidup kayak ikan-ikan di lautan jadi nggak bisa survive. Belum lagi kalau ngomongin terumbu karang, yang makin hari makin memutih karena adanya gelombang panas ini.
 
:((((
Sampai sini kebayang kan kalau kehidupan di laut tuh beneran dalam bahaya. Karenanya dalam kesempatan konferensi tadi, Pak Guterres selain ngumumin status ocean emergency juga menegaskan bahwa kerusakan yang saat ini terjadi di laut nggak boleh dibiarin gitu aja. Makanya pemerintah di negara-negara tuh harus take action juga buat membalikkan keadaan, gengs.
 
Tapi emang parah banget sih…
Banget nget nget. Nih yah, selain karena suhu bumi yang udah cukup meningkat, hal ini ternyata nggak dibarengi sama sikap masyarakat yang sadar akan hal itu, di mana behavior kita malah bikin kerusakan jadi tambah parah. Ada sebanyak 80% limbah air yang masuk ke laut dan nggak dikelola dengan baik, plus 8 juta ton sampah plastik yang setiap tahunnya masuk terus ke lautan. Makanya, kalo gaada perubahan behavior dari kita sekarang ni guys soal buang sampah plastik, maka by 2050, jumlah sampah plastik di laut bakal lebih banyak daripada jumlah ikannya. Serem banget kannn? Makanya kalau kata Pak Guterres sih, kita nggak bisa punya planet yang sehat tanpa laut yang sehat.
 
Nooooo…..
Mirisnya lagi, Pak Guterres bilang bahwa dari 16 SDGs yang udah ditetapkan sama PBB, poin SDGs nomor 14 di mana bertujuan buat melestarikan kehidupan di laut biar laut bisa berkembang secara sustain adalah poin yang justru paling sedikit didanai sama PBB. Padahal, ada lebih dari 3,5 miliar orang yang bener-bener bergantung sama laut buat makan. Belum lagi 120 juta orang yang kerjanya langsung di laut, terutama di pulau-pulau kecil dan negara berkembang.
 
Terus gimana dong?

PBB kemudian merekomendasikan bahwa laut harus dikelola secara lebih berkesinambungan. Hal ini penting, karena ternyata kalo dikelola secara sustainable, maka laut masih berpotensi untuk bisa menghasilkan bahan makanan enam kali lebih banyak, dan menghasilkan energi terbarukan 40 kali lebih banyak dari yang sekarang. Selain itu, orang-orang yang tinggalnya di daerah pesisir dan dekat sama laut harus lebih diperhatikan dan dilindungi lagi ceunah.

 
Got it. Anything else?
Nah, makanya sebagai langkah awal dari pergerakan menyelamatkan laut, forum tadi juga sepakat kalau mereka bakalan memperbaiki semua hal, termasuk kenapa SDGs 14 yang sejauh ini udah gagal dijalankan. Jadinya, mereka mau mengembalikan the health of the ocean sebagaimana mestinya, dengan target melindungi 30% lautan di tahun 2030 nanti, dengan berbagai langkah kerja yang bakal dibahas lagi di konfrensi lanjutan di bulan Agustus besok, di New York, AS.