Koalisi Politik Menjelang Pesta Demokrasi 2024

19

Who’s singing “Mirror mirror on the wall, who’s the most visionary of all?”

Politicians.
Yep, kalo ada si paling visioner dan si paling tahu dua tahun lagi mau jadi apa?? prok prok prok… maka jawabannya adalah para politisi. Karena 2022 aja belum abis, mereka udah gerak lobi-lobi kanan kiri untuk koalisi politik menjelang pesta demokrasi 2024. Over the weekend. Mantep yha.
 
W aja gatau hubungan ini mau dibawa ke mana…
Yep, that’s why you’re not a politician, lol. Nih ya, kalau kamu ngeh, tanda-tanda pilpres dan pemilu semakin dekat adalah adanya partai-partai yang mulai pepet-pepetan satu sama lain. Saling silaturahmi, saling ngobrol, sambil bahas tipis-tipis soal koalisi. Selain itu, ada juga partai yang secara langsung dan blak-blakan ngumumin siapa bakal calon presiden yang diusung sama partai mereka. Nah over the weekend kemarin, banyak banget nih pepet-pepetan politisi yang seru banget buat kita bahas satu-satu. Leggo! 
 
Tell me everything.
Sure. Kita mulai dari PKB, yang Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar baru aja malmingan sama Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Dalam pertemuan itu, Cak Imin ketemu langsung sama Pak Prabowo di rumahnya di Bilangan, Jakarta Selatan dan bilang bahwa tujuannya emang mau silaturahmi. Yha ga silaturahmi aja, karena akhirnya juga, Pak Prabowo mengumumkan bahwa Partai Gerindra sama PKB udah sepakat mau kerja sama dalam menghadapi Pilpres, Pileg, dan Pilkada 2024 nanti.
 
WOW.
We know rite. Selain dengan Gerindra, PKB juga bilang bahwa partainya udah deket sama dua partai lain, yakni Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera aka PKS. Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid menyebut prospek kemungkinan koalisi tiga partai ini positif banget, guys. Beliau juga menegaskan bahwa deklarasi koalisi PKB sama PKS dan Demokrat ini, kalo cuacanya bagus sih bisa dilakukan enam bulan lagi, bahkan lebih cepat.
 
I see….
Selain koalisi dari tiga partai ini, ada juga tiga partai lainnya yang udah fix mau barengan buat menyambut pemilu 2024 nanti, guys. Yaitu ada Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan aka PPP, dan Partai Amanat Nasional aka PAN yang bahkan udah punya nama koalisi, yakni KIB, which stands for Koalisi Indonesia Bersatu. Ketiganya udah resmi berkoalisi sejak 12 Mei kemarin dan bisa aja mengusung capres baik dari koalisi maupun tokoh dari luar partai. Masih cair lah pokoknya…
 
Bahas koalisi aja nih?
Well, bahas koalisi ga lengkap dong kalo ngga touch on capresnya. Baru aja Hari Jumat kemarin, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengumumkan bakal calon presiden yang kemungkinan diusung sama mereka buat maju di 2024 nanti. Adapun calonnya ada tiga, yakni Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Menariknya, tiga-tiganya bukan kader Partai Nasdem gengs.
 
Again, interesting….
We know rite. Disampaikan oleh Ketua DPP Partai Nasdem Willy Aditya, pihaknya mengusung tiga nama itu sebagai bacapres for a reasonguys. Kayak Pak Anies dan Mas Ganjar yang dinilai punya elektabilitas tinggi dan kuat di banyak survei, sehingga yha makes sense aja kalau dua gubernur ini diusung sebagai bakal calon presiden. Nah beda kasus sama Jenderal Andika yang notabene datang dari latar belakang militer. Menurut Kaka Willy, militer ini kuat komitmennya dalam menjaga negara bangsa, menjaga stabilitas, dan keseimbangan representasi dari militer dan sipil. Lalu, setelah diumumkan tiga nama ini, Nasdem bakalan menjalin komunikasi sama ketiganya dan mendengar respons dari mereka.
 
Udah ada respons berarti?
Kalau kata Pak Anies, “Alhamdulillah. Saya sangat berterima kasih kepada Partai Nasdem,” gitu, guys. Nah kalau Pak Ganjar, yang notabene adalah kader PDIP menyebut bakalan menunggu saran dan arahan dulu dari ‘orang tua’-nya, which is Megawati Soekarnoputri. Pak Ganjar juga bilang, doi masih kader PDIP. Oya, sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Jenderal Andika Perkasa terkait namanya yang diusung sebagai bakal capres. Yha soalnya kan doi masih TNI aktif yaaa, dan namanya TNI Polri harus netral belum bole berpolitik gituu.
 
Got it. Anything else?
Well, kalau kamu pikir koalisi dan pencapres-an duniawi tuh dilakukan di raker atau meeting-meeting gitu, let’s take a look with what Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming were doing. Yoi guys, politisi lintas generasi lintas partai ini asik berkuda di area perkudaan pribadi punyanya Pak Prabowo di Padepokan Garuda Yaksa, Bogor, Jawa Barat. Di situ, Gibran diajarin sama Pak Prabowo gimana caranya naik kuda, dan bakalan lanjut ke sesi-sesi belajar berkuda berikutnya.
Jadi penasaran selain ngajarin berkuda, apa lagi yang diajarin yha….