Kepulangan Jenazah Eril Ke Tanah Air

26

Now here’s your full update on: Eril coming home.

Yep, that was the quote from the dad aka Ridwan Kamil. 
 
And here’s your full recap.
Jadi guys, setelah pencarian sekitar 14 hari, pada Rabu minggu lalu kita mendapat info bahwa jenazahnya Emmeril Kahn Mumtadz akhirnya ditemukan di Bendungan Engehalde, Bern, Swiss. Selanjutnya, over the weekend kemarin juga kita tentunya mengikuti pemberitaan tentang kepulangan jenazah Eril ke tanah air. Nah, dalam caption-nya yang bikin auto cirambay, Kang Emil bilang: It’s a good day to go home. Jadilah pada Sabtu kemarin, jasad Eril diterbangkan kembali dari Bern ke Jakarta, untuk kemudian disemayamkan di kampung halaman di Bandung.
 
🙁 Tell me everything.
Sure. Kamu masih ingat kan dua minggu publik dibuat terkejut dengan kabar hilangnya Eril ketika berenang di Sungai Aare? Nah dari situ, otoritas kepolisian setempat, dengan terus berkoordinasi sama KBRI Swiss langsung melakukan pencarian atas Eril days and nights dengan berbagai metode. Mulai dari drone thermal, teropong, sampai penyelaman semuanya udah dilakukan dan belum mendapatkan hasil yang diharapkan. During the process, Kang Emil dan Bu Cinta ada di Swiss. Kemudian tanggal 4 Juni kemarin balik ke Indonesia karena cutinya udah abis, dan ga selang seminggu, yakni pada 9 Juni, beliau terbang lagi ke Swiss. Hal ini karena ternyata… jenazah Eril udah ditemukan guys 🙁
 
Terus…
Meanwhile di Bern, otoritas kepolisian Swiss sebelumnya udah mengubah status Eril dari missing person jadi drowned person. Nah dari situ, mereka juga menegaskan akan terus commit untuk mencari jasad Eril sampai ketemu. Lalu, that day has finally come. Tubuh Eril akhirnya ditemukan di Gerbang Air Enghalde oleh seorang guru SD bernama Geraldine Beldi di hari Rabu, pukul 7 pagi waktu setempat.
 
Ya ampun gimana ceritanya?
Diceritakan oleh Geraldine, sejak berita ini tersebar di seluruh penjuru Kota Bern, Bu Geraldine bilangnya tiap pagi waktu jalan otw ke sekolah, dia selalu ngeliat ke arah Sungai Aare. Nah akhirnya sampailah di hari Rabu itu di mana dia menemukan ada jasad tergeletak di pintu air tersebut. Bu Geraldine kemudian langsung menghubungi polisi, dan tubuh Eril segera dievakuasi dan dinyatakan sudah tidak bernyawa saat ditemukan. Tubuh Eril kemudian diperiksa lagi sama tim forensik, dan tim pun menyatakan bahwa pria yang meninggal itu adalah Warga Negara Indonesia berusia 22 tahun yang hilang di Sungai Aare sejak 26 Mei lalu.
 
So it’s confirmed? 🙁
Yep. Well, setelah ditemukan dan diteliti lebih jauh oleh pihak kepolisian, penemuan ini langsung dikondisikan dengan pihak KBRI di Swiss. Terus, dilakukan juga penelusuran DNA dan hasilnya cocok dengan DNA-nya Atalia Praratya aka ibunya Eril. So, yes it’s confirmed 🙁. Perwakilan keluarga yang stay di Swiss, Elpi Murazzzaman kemudian segera menerbitkan pernyataan bahwa pihaknya bakalan menyempurnakan hak Eril sebagai Muslim, yaitu diantarkan, disucikan, dikafankan, disholatkan, dan diantarkan untuk dimakamkan sesuai syariat Islam sejauh yang memungkinkan dengan tetap menjaga kehormatan kondisinya.
 
And I heard… the condition’s still good?
Yes.  Meskipun sudah lewat 14 hari, jasad Eril ditemukan masih dalam kondisi baik, nggak ada kekurangan suatu apa pun. Dalam postingan Instagramnya, Kang Emil menyebut, “Sungguh mukjizat kecil yang sangat kami syukuri. Selama 14 hari, Sungai Aare benar-benar melindungi dan mensucikan jasadnya dari mara bahaya.” Lebih lanjut Kang Emil juga menjelaskan penjelasan ilmiah kenapa jasadnya Eril masih utuh, yaitu karena suhu air di Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setelah membeku sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari.
 
Terus udah sampai Indo nih jenazahnya?
Iya udah guys. Kemarin sore, jasad Eril udah tiba di Human Remains Transit Lounge di Bandara Soekarno Hatta. Nah setelah landing, jenazah Eril langsung disambut oleh Bu Atalia dan adik perempuannya, Zara, dan langsung  melakukan serah terima dari pihak kepolisian ke keluarga. Lalu, mereka dikawal oleh 120 personel gabungan TNI dan Polri buat lanjut pulang ke Bandung. Setibanya di Bandung, jenazah Eril akan dibawa ke rumah dinas Gubernur Jabar, Gedung Pakuan, lalu disalati kembali dengan diimami langsung oleh Kang Emil. Jenazah Eril kemudian  dimakamkan pagi ini di Cimaung, Bandung yang juga merupakan kampung halaman dari Bu Atalia.

 
I see. Anything else I should know?
Adapun tempat peristirahatan terakhir bagi Eril ini sudah di-design langsung oleh ayahnya Kang Ridwan Kamil yang memang seorang arsitek. Dalam desain yang di-post di sosmed, Kang Emil menyebut bahwa Eril akan dimakamkan di masjid yang diberi nama yang sama dengan nama Eril, Al Mumtadz yang berarti ‘Terbaik’. Selain masjid, lokasi pemakaman Eril juga akan terletak di dekat sungai kecil dengan pemandangan gunung dan sawah.
 
Rest in peace, Eril…