Kasus Covid-19 di Indonesia Naik Lagi

27

When you think Covid-19 era is over….

Hold your thoughts,
Karena baru aja nih, kasus Covid-19 di Indonesia naik lagi, guys.
 
Not again…
Well, welcome to mid-2022. Covid-19 yang kita pikir udah nggak se-urgent waktu 2020-2021 lalu, dengan kegiatan masyarakat yang udah balik normal lagi. Dipikir kayak ya udah, siap-siap mau endemi lah kita kan. Eh, taunya, varian baru masih muncul, guys, dan udah masuk ke Indonesia.
 
Gimana?
Ok, Seperti yang kita sama-sama tahu nih, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia dari awal tahun kemarin semakin menunjukkan progres yang positif. Angka kasus yang kian melandai, tingkat kematian yang semakin menurun, dan kondisi rumah sakit yang semakin terkendali. Makanya pemerintah juga kemudian menerbitkan berbagai kebijakan adaptasi dengan melonggarkan berbagai kebijakan terkait pengendalian Covid-19 ini. Kayak PPKM Level 1, Lebaran udah boleh mudik, sampai aturan boleh buka masker outdoor. Terus infonya, pemerintah juga lagi menggodog skenario persiapan menuju endemi.
 
What a progress….
Indeed. Nah cuma yang kadang kita semua skip adalah kenyataan bahwa Coronavirus is still here. Walaupun penularannya nggak semasif dulu (thanks to three doses of vaccines), masyarakat masih bisa banget tertular virus ini, guys. Dan virus ini pun masih bisa mengembangkan dirinya lagi ke berbagai varian. Nah ini yang terjadi baru-baru ini, di mana Covid-19 berkembang lagi dalam varian baru, yang dikasih nama varian BA.4 dan BA.5.
 
Apatu?
Gini, jadi secara global, varian Covid-19 terbaru, yakni BA.4 udah menginfeksi sebanyak 6.903 orang yang ditemukan di 58 negara. Adapun 5 negara dengan kasus terbanyak ada di Amerika Serikat, Afrika Selatan, Inggris, Denmark, dan Israel. Meanwhile, BA.5 diketahui punya angka kasus yang lebih tinggi, yaitu di angka 8.687 kasus dan menginfeksi di 63 negara. Lima negara dengan kasus tertinggi ada d Amerika Serikat, Jerman, Portugal, Inggris, dan Afrika Selatan. Inhale, then exhale. The thing is, dua varian ini dikonfirmasi sudah ditemukan di Indonesia.
 
Here we go again….
We know, rite. Konfirmasi kasus ini disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin dalam keterangan persnya hari Senin kemarin. Pak Budi menyebut saat ini udah ada total delapan kasus di Indonesia dan tiga di antaranya datang dari orang-orang Mauritius, Amerika Serikat, dan Brazil yang akhir Mei lalu sempat ke Bali dalam rangka Global Platform for Disaster. Sementara lima lainnya tuh kena transmisi lokal, empat kasusnya di Jakarta, satu di Bali.
 
Terus terus….
Lebih jauh, Menkes Budi Gunadi Sadikin bilangnya kalau diliat dari tren yang sebelum-sebelumnya kayak Delta dan Omicron, puncak kasus itu bakalan terjadi di satu bulan setelah kasus pertama ditemukan. This means kalau kasus pertama di Indonesia ditemukannya akhir Mei, berarti punak kasus Covid-19 varian BA.4 dan BA.5 ini bakalan terjadi di akhir Juni nanti sampe Juli. Nah tapi kayaknya nggak usah nunggu akhir bulan, dalam beberapa hari terakhir ini aja kasusnya udah naik aja nih guys.
 
Hadeuuuu…
Yep, kemarin banget nih, Indonesia mencatatkan kasus Covid-19 tertinggi sejak bulan April 2022, yaitu sebesar 930 ribu kasus di seluruh tanah air. Lebih jauh, Jubir Vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmidzi menyebut peningkatan kasusnya tuh terjadi paling banyak di enam provinsi, guys. Ada DKI Jakarta, Jawa Tengah, Lampung, Bali, Kalimantan Utara, dan Maluku. Luckily di luar enam provinsi ini belum melaporkan adanya peningkatan kasus.
 
Gejala varian baru ini kayak gimana sih?

Well, dari total delapan kasus yang ditemukan, rata-rata dari mereka tuh adalah masyarakat yang udah divaksin, dan udah divaksin booster. Makanya, kebanyakan dari dari pasien positif ini juga nggak bergejala. Nah kalau yang bergejala, disampaikan oleh perwakilan dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Erlina Burhan, menyebut, pasien Covid BA.4 dan BA.5 ini mengalami sakit tenggorokan, mual, sesak nafas, lemah lesu, dll.

 
OMG pls banget jangan….
Amen. Balik lagi ke Menkes Budi. Pak Budi bilang pihaknya bakalan terus memantau perkembangan kasus di tanah air atas dua varian ini. Secara kalau menurut standard-nya WHO, Indonesia dengan delapan kasus tuh masih ada di level 1, guys. Iya, Pak Budi bilangnya standard dari WHO kalau kasusnya masih di maksimal 20 kasus per minggu per 100 penduduk itu masih masuk level 1.

 
OK. Anything else?
Sejauh ini pemerintah masih terus siaga mencegah gimana caranya biar kasus Covid-19 varian B4 dan B5 ini sebanyak delapan kasus ini nggak bertambah. Untuk itu, Presiden Joko Widodo tetap menyarankan masyarakat buruan vaksin booster, biar kekebalan tubuh juga meningkat. Secara sekarang udah banyak banget kegiatan berkerumun kayak konser dan sebagainya.