Islamophobia di India

50

What’s causing international anger?

India.
Well well well,  baru baru ini, masyarakat dunia lagi banyak yang mengecam wabah, tapi bukan wabah penyakit, tapi wabah kebencian terhadap agama, yakni agama Islam aka Islamophobia di India. Kali ini yang jadi the center of attention adalah Nupur Sharma.
 
Who is she?
Jadi si Sharma ini adalah jubir partai yang lagi berkuasa di India, namanya Bharatiya Janata Party aka BJP. BJP emang dikenal sebagai partai hindu nasionalis dan yang mengusung PM Narendra Modi. Makanya ga heran, belakangan ini sentimen Islamophobia makin kuat di India.
 
Oke lanjut…
Nah balik lagi ke si Sharma, jadi dalam debatnya di televisi bulan lalu, dia menghina istri Nabi Muhammad yang berusia masih sangat muda pas menikah, doi juga menghina Isra Miraj dan bilang bahwa Alquran adalah tafsir yang keliru. Terus bukan si Sharma aja ni guys. Selain dia, ada juga politisi BJP lainnya Naveen Kumar Jindal yang menghina Islam di Twitternya (TBH GUYS mimin gabisa nemu teks aslinya mereka ngomong apa, karena kalo kata BBC tuh emang semenghina ituuuu). Anyway, jadi dua orang inilah yang kini lagi jadi sasaran kemarahan komunitas Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia.
 
OMG…
Nah right after kedua politisi itu menyampaikan pernyataannya, mereka langsung dikeluarkan dari partai, guys. Dalam pernyataan tertulis, BJP bilangnya mereka mengecam penghinaan terhadap tokoh agama apa pun dari agama apa pun. Partai BJP juga menyebut mereka menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun. BJP nggak pernah tuh nge-promote filosofi kayak gitu, katanya.
 
Ya tapikan…

Iya, tetep aja faktanya menunjukkan bahwa sejak BJP berkuasa di India pada tahun 2014, Islamophobia di sana makin menjadi-jadi. Dan hal ini mengkhawatirkan banget secara Islam adalah agama minoritas terbesar di India, and by minority we’re talking about sekitar 200jutaan orang guys, secara warga India sendiri ada nyampe 1M lebih kan. Jadi emang banyak banget. Anyway balik lagi ke BJP, jadi emang sejak Modi memimpin, berbagai serangan terhadap komunitas muslim yang dilakukan oleh komunitas Hindu makin sering terjadi. Mulai dari pemukulan, pengeroyokan, hingga penyerangan banyak dialami warga Muslim. Hal ini dinilai banyak analis semakin marak terjadi adalah karena Modi juga ga pernah openly condemn that. Terus puncaknya, beberapa bulan lalu, kita juga sempat dihebohkan dengan aturan pengadilan di salah satu state di India yang melarang anak sekolah di sana pake jilbab.

 
Idih….
Iya kan… makanya ditambah dengan insiden si Sharma ini, warga Muslim di India kemudian menggelar aksi protes di berbagai tempat. Meanwhile, baik Sharma maupun Jindal udah menarik pernyataannya dan meminta maaf, walaupun banyak ngelesnya juga. Misalnya dalam pernyataannya lewat Twitter @NupurSharmaBJP, Sharma bilangnya waktu itu tuh kondisinya dia lagi nge-defend orang-orang yang komentar soal dewa-dewa Hindu. Gitu juga sama si Jindal yang bilang, “Ya gue kan mempertanyakan aja, bukan berarti gue benci agama apa pun…”
 
Ya tapi pertanyaan lo itu bikin prahara…
Bener banget guys karena yang marah bukan cuma komunitas muslim di India, tapi literally hampir semua negara bermayoritas muslim. Misalnya, kecaman keras udah datang dari Qatar, Libya, Bahrain, Oman, Kuwait, UEA, Saudi Arabia, dll. Terus Kuwait, Iran dan Qatar juga udah memanggil Duta Besar India yang ada di masing-masing negara untuk menyampaikan condemnation letter aka surat kecaman buat negaranya. Lagian juga sebenernya India tuh too much at stake kalo mau ngina-ngina Islam, karena in fact, mereka lah yang paling banyak ngirim tenaga kerja migran penghasil devisa ke negara-negara Arab. Selain itu, perdagangan India dan negara-negara ini juga nilainya gede banget, mencapai US$87miliar di tahun 2020-2021 aja.
 
Got it. Anything else I should know?
Selain negara-negara Arab, here at home, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri juga langsung gercep mengecam aksi Islamophobia ini. Disampaikan oleh Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kemlu, Abdul Kadir Jailani, kita juga udah melayangkan condemnation letter ke Duta Besar India untuk RI, Manoj Kumar Bharti. Pihak Kemlu juga bilangnya Pemerintah Indonesia keberatan karena pernyataan keduanya nggak bisa diterima, jadi sikapnya udah tegas.