Imigran Ilegal Inggris Akan Diterbangkan ke Rwanda, Afrika

26

When your flight is getting canceled….You’re supposed to be upset, rite?

Tapi ada juga lo yang seneng, guys.
 
Who?
Para pencari suaka yang udah nggak bisa lagi ditampung di Inggris, yang bakal diterbangkan ke Rwanda, Afrika Tengah, tapi last minute pesawatnya mau take off, malah dibatalin, guys.
 
Wait, I need some background.
Okay. Jadi isu imigran ini memang kerap menjadi isu yang kontroversial di berbagai negara. Ada yang dukung banget supaya imigran diterima, tapi ada juga yang engga. Hal ini terutama banyak terjadi di negara-negara maju kayak Amerika Serikat maupun Uni Eropa yang emang kebijakannya banyak yang menerima refugees. Nah baru aja nih, Inggris diramaikan dengan permasalahan soal refugees ini.
 
Tell me. 
OK. Jadi di Inggris ini, ada banyak imigran yang datang dan tinggal baik secara legal maupun ilegal. Nah kalo yang legal dilakukan lewat jalur applying asylum dan mengikuti proses administrasi seperti seharusnya, maka yang ilegal itu biasanya masuk lewat berbagai jalur, guys. Kayak nyebrang pakai perahu dari Perancis misalnya.
 
Okay…
Nah, ngeliat fakta ini, Pemerintah Inggris juga nggak diem-diem bae dong. Seiring dengan makin banyaknya pencari suaka ilegal, bahkan yang terlibat juga dalam geng kriminal, maka pemerintah Inggris membuat perjanjian sama salah satu negara Afrika, Rwanda. Dalam perjanjian itu, para ilegal imigran yang udah ada di Inggris bakal dikirim balik ke Rwanda, dan baru deh di situ aplikasi refugee-nya bakal diproses. Menurut PM Inggris Boris Johnson, kebijakan ini tuh adalah upaya legit untuk melindungi nyawa orang-orang biar ngga maksa berlayar lewat jalur laut, sambil juga mencegah potensi masuknya geng kriminal ke Inggris. Nah supaya kebijakannya berjalan lancar, Inggris membayar Rwanda sebesar US$150juta.
 
But… kenapa Rwanda?
Karena Rwanda tuh dikenal sebagai negara ketiga yang paling aman, guys. Dan kalau mereka udah sampai sana, mereka dapat izin tinggal selama lima tahun di sana. Nah selama di sana, para refugees ini bakal mendapat fasilitas kayak perumahan, pendidikan, hingga kolam renang segala.
 
Happy dong mereka?
Uhmm not really. Masalahnya, ngga semua refugees ini pengen ke Rwanda, apalagi kalo mereka udah masu ke Eropa. Makanya sebagai aksi protes, sebagian dari para refugees kemudian melakukan aksi protes lewat aksi mogok makan selama lima hari. Mereka bahkan nggak bisa ngajuin banding dan harus terima sama keputusan ini. Mereka juga bilangnya mendingan mati dah daripada harus balik ke Rwanda. Tapi rules are rules. Mereka tetap diberangkatkan ke bandara 14 Juni lalu untuk selanjutnya diterbangkan ke negara di Afrika itu.
 
Ohh udah sampe sono dong?
Well, nggak guys. Mereka masih di Inggris. Pesawatnya gagal take offLast minute. Dan sebagian dari mereka udah naik ke pesawat, eh ada intervensi dari Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa yang mengeluarkan aturan buat nge-stop tindakan ini. Hal ini dilakukan karena pihak pengadilan ngga setuju dan bilang bahwa para refugees juga berhak memperjuangkan hidupnya di mana pun. Makanya perkara ini mau dibawa dulu ke High Court bulan depan. Nah in the meantime, nggak ada yang boleh dipaksa naik ke pesawat itu dan diterbangkan ke Rwanda. makanya sampai di-cancel deh.
 
Bete dong Inggrisnya?

Lebih ke kecewa sih, guys. Priti Patel menyebut kebijakan ini emang nggak mudah buat disampaikan tapi yha teteup kecewa aja kok sampai batal sih penerbangannya, gitu kan. Dia juga kecewa atas intervensi yang dilakukan sama Pengadilan HAM Eropa ini padahal sebelumnya prosesnya udah berjalan lancar. Tapi pihak Kemendagri tetap nggak nyerah, mereka tetap bakalan ngurusin upaya pemulangan para refugees yang emang udah berjalan.

 
I believe Rwanda has a say…
Jubir Pemerintah Rwanda Yolande Makolo bilangnya, “Nggak ngefek ke kita sih.” Lebih jauh, Yolande juga bilang kalau kesepakatan antara Inggris dan Rwanda tuh bakalan tetap berjalan no matter what. Dan pihak Rwanda-nya sendiri juga commit to make it happen. Pokoknya, kalau pencari suaka itu udah sampai di negara mereka, mereka bakalan dapat keamanan dan kesempatan di Rwanda.
 
Got it. Anything else?
Fyi kayak yang disebutkan di atas, meskipun sekarang para refugees ini masih bisa bernafas lega karena penerbangan ke Rwanda batal, banyak pihak masih berharap-harap cemas karena Kemendagri Inggris bersikeras untuk melanjutkan kebijakan ini. Adapun salah satu yang harap-harap cemas adalah big boss-nya Refugee Council, Enver Solomon. Di salah satu kesempatan, Enver bilangnya pemindahan ini tuh bikin kita ngeliat orang-orang menderita, dan kesusahan. Padahal, they’ve been through a lot. Mulai dari perang, penganiayaan, penyiksaan, dan kekerasan lainnya.